<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995</id><updated>2012-02-14T14:02:24.137+07:00</updated><title type='text'>DIALOG ISLAM -  KRISTEN</title><subtitle type='html'>LEBIH MENCERAHKAN IMAN MUSLIM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>269</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4450670227102047598</id><published>2012-01-15T12:54:00.001+07:00</published><updated>2012-01-15T12:54:18.743+07:00</updated><title type='text'>Christina Morra: Kuucapkan Syahadat di Dalam Pesawat</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div id="newsdate"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;&lt;a href="http://workitmom.com"&gt;workitmom.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/terbang-_120112134508-777.jpg" alt="Christina Morra: Kuucapkan Syahadat di Dalam Pesawat (1)" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Terbang &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;Kamis, 12 Januari 2012 13:45 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;, Nama saya Christina Morra dan  dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen. Saya mempunyai tiga saudara  lelaki dan tiga saudara perempuan. Kami berhenti datang ke gereja ketika  usia saya enam tahun. Kami percaya bahwa lebih baik membaca Injil di  rumah karena kami tidak dapat menemukan gereja dengan doktrin  bisa kami  patuhi, makanya lebih baik kami di rumah saja. Saya yakin bahwa sikap  agamis keluargalah yang menyebabkan saya memeluk Islam. Saya juga yakin  bahwa perjalanan menuju Islam bermula ketika saya baru lahir. Salah satu  perkara yang saya pelajari dalam Islam ialah konsep fitrah. Artinya  setiap anak yang lahir dalam keadaan suci, bebas dari sebarang dosa.  Oleh karenanya, kita bisa memanggil anak atau bayi sebagai Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya  ibu bapaknyalah yang mengajarnya untuk menjadi seorang Yahudi atau  Kristen. Saya begitu tertarik sekali dengan kepercayaan Islam ini karena  saya menyetujuinya sepenuh hati. Fakta menyebutkan bahwa Muslim  berusaha untuk kembali dalam keadaan suci dan menjadi orang terbaik bisa  menjadi benar pada pandangan saya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya mulai mengenal Islam  dari beberapa orang rekan Muslim saya di internet. Tidak semua teman  saya Muslim, tetapi Alhamdulillah saya punya beberapa orang teman Muslim  yang baik. Sebelumnya memang saya tidak mengetahui apa-apa. Hanya, saya  teringat pada seorang Muslim yang bekerja dengan ayah saya. Waktu itu  saya belajar mengucapkan &amp;quot;Assalamualaikum&amp;quot;.&lt;br&gt;Saya tertarik dengan  orang ini yang kelihatan lembut dan damai serta berpakaian serba putih.  Perlahan-lahan saya baru bahwa memberi salam kepada anak-anak merupakan  satu perbuatan baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya pernah menulis satu artikel berkaitan  dengan kecenderungan dan minat saya untuk belajar tentang berbagai  budaya dan kemanusiaan. Ketika itu saya belajar di sekolah tinggi.  Artikel itu mendapat perhatian dari guru pembimbing kami. Guru bahasa  Inggris saya turut memuji artikel tersebut. Ketika masa berlalu,  hubungan saya dengan umat Islam juga semakin meningkat. Saya menjadi  lebih tertarik untuk belajar mengenai Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika kuliah, saya  mengambil mata kuliah agama. Sayangnya, materi yang disampaikan tidak  banyak memberikan informasi tentang Islam. Saya merasa yang harus  dipelajari adalah Islam. Oleh karena itu, saya mengambil mata kuliah  Islam klasik. Saya juga turut belajar bahasa Persia karena begitu minat  untuk mempelajari bahasa. Asik dengan minat yang saya geluti membuat  saya memutuskan tidak melanjutkan kuliah bidang arsitektur. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Teman  baik saya, Ehsan, seorang yang saya kenal lewat internet, adalah teman  baik untuk belajar Alquran. Saya banyak sekali menanyakan persoalan  berkaitan Islam kepadanya. Dia datang dari Iran untuk menemui saya di  Amerika. Kami bertemu di Texas. Saya juga bertemu dengan ramai warga  Iran di sana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian saya kembali ke universitas, pada saat itulah saya memasuki  kelas Klasik Islam. Saya tetap melanjutkan pembahasan saya tentang Islam  bersama Ehsan. Saya benar-benar puas hati dengan pembelajaran Islam  saya. Karena saya mengambil studi bahasa. Bahasa Arab merupakan satu hal  yang amat penting buat saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya juga mendapati bahwa dalam  Islam, tidak seperti Kristen, kita haruslah berusaha untuk melakukan  perbuatan-perbuatan baik demi Allah. Melakukan perbuatan yang diridhai  oleh-Nya. Walaupun secara alami kita bukanlah manusia sempurna dan tidak  bisa menjamin diri sendiri untuk bisa masuk surga. Lalu mengapa harus  menghukumi orang lain? Agama yang saya anut adalah sebuah agama dimana  sebagai manusia biasa, kita diberi kesempatan untuk meminta maaf dan  bertobat. Seorang pelacur bisa masuk surga karena memberi air pada  seekor anjing, sebuah perbuatan yang kelihatan amat mudah tetapi  diridhai Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesimpulannya, Islam memberi jawaban atas segala  persoalan yang menjadi tanda tanya bagi saya selama ini. Dahulu saya  pernah terpikir memiliki agama yang sempurna. Saya percaya bahwa manusia  harus memiliki agama, bahwa Tuhan berhubungan dengan mereka dan tidak  meninggalkan mereka. Saya menemui konsep tersebut dalam Islam, makanya  saya bisa memberikan kepercayaan saya pada agama ini dan segala yang  saya temukan adalah benar dan sempurna.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak lama kemudian, saya  pergi ke Texas dan Ehsan memberi dukungan untuk saya menyebutkan  kalimat syahadah. Dia mengajarkan saya cara menunaikan shalat,  sebelumnya saya sudah melihat dia menunaikan shalat. Shalat adalah  sebuah manifestasi yang indah. Bagaimana pun saya masih berpendapat saya  harus belajar lebih banyak lagi. Islam adalah sebuah agama yang luas  dan saya ingin sekali memeluk agama Islam pada hari yang istimewa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika  saya melakukan penerbangan dari Texas pulang ke Tennessee, pesawat yang  saya naiki mengalami gangguan sebelum memulai penerbangan. Saya  terpikir akan kematian yang bisa datang tiba-tiba. Jika saya mati  menghadap Tuhan, saya belum juga menjadi seorang Muslimah. Saya tidak  ingin perkara tersebut terjadi. Maka saya pun memikirkan untuk mengucap  syahadat dan Allah SWT sebagai saksinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian, saya menyebut  kembali kalimat syahadat di hadapan Ehsan sebagai saksi. Itu bertepatan  dengan hari lahir Nabi Muhammad Saw . Dahulu saya merasa bingung dengan  masa depan saya, apa yang akan saya lakukan, apa akan jadi dengan diri  saya. Ketika mengenang kembali hal tersebut, saya tahu bahwa sebenarnya  saya belum menemui jalan yang membawa saya kepada Islam. Insya Allah  Allah akan membimbing saya dan membuka jalan untuk saya mempelajari  Islam sekarang dan disepanjang kehidupan saya, sehingga saya dapat pula  mengembangkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Alhamdulillah Islam sebenarnya adalah indah,  jauh dari rasisme dan kebencian. Islam merupakan bimbingan sempurna yang  dapat memenuhi keperluan individu dan masyarakat. Saya benar-benar  percaya bahwa seseorang itu memerlukan Islam untuk menjadikan dunia ini  tempat yang lebih baik dan membentuk sebuah tempat yang lebih kokoh.  Islam bukan untuk diperdebatkan dan mencari perhatian. Sejatinya,  mengamalkan Islam dengan benar merupakan cara terbaik untuk semua  manusia di alam sejagat ini. Alhamdulillah, saya bertemu orang-orang  sedemikian dan insya Allah saya akan berusaha untuk menjadi orang  seperti itu demi Allah.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Endah Hapsari&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; irib&lt;br&gt;&lt;br&gt;source : &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/01/12/lxoas5-christina-morra-kuucapkan-syahadat-di-dalam-pesawat-1"&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/01/12/lxoas5-christina-morra-kuucapkan-syahadat-di-dalam-pesawat-1&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/01/12/lxoazg-christina-morra-kuucapkan-syahadat-di-dalam-pesawat-2"&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/01/12/lxoazg-christina-morra-kuucapkan-syahadat-di-dalam-pesawat-2&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=ece2f7a8b5__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4450670227102047598?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4450670227102047598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4450670227102047598&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4450670227102047598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4450670227102047598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2012/01/christina-morra-kuucapkan-syahadat-di.html' title='Christina Morra: Kuucapkan Syahadat di Dalam Pesawat'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4198890567501949610</id><published>2011-10-26T08:56:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T08:56:03.817+07:00</updated><title type='text'>Setelah Membaca Alquran Dua Kali dan Lakukan Pencarian, Glyn Memutuskan Bersyahadat</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Screenshot YouTube/Republika.co.id&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/glyn-maclean-_111024084607-894.jpg" alt="Setelah Membaca Alquran Dua Kali dan Lakukan Pencarian, Glyn Memutuskan Bersyahadat" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Glyn Maclean&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Senin, 24 Oktober 2011 08:46 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Glyn Maclean menjadi muslim  dengan jalan yang berbeda dari mualaf lain. Ketika itu tahun 1970,  sedang era musim perang dingin. Kehancuran massal seperti tinggal  menunggu waktu akibat ancaman bom nuklir. Isu komunisme juga menjadi  bahasan. Hal ini hampir melanda di seluruh dunia termasuk Selandia Baru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di  tahun 1990an, saat isu komunisme sedikit mereda, ia mendapatkan  informasi mengenai Islam sebagai penyeimbang. "Di sekolah, dulu kami  mempelajari revolusi Cina. Kita bisa mengakses Marx, Linen, tapi tak ada  informasi tentang Islam yang bisa diakses," ujarnya. Ia hanya  mendapatkan Islam hanya sebagai sebuah informasi tapi tak&amp;nbsp; bisa  mempelajarinya. Cukup sulit untuk mendapatkan informasi mengenai Islam  saat itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mengambul keputusan untuk mempelajari Islam langsung  dari sumbernya. Ia kemudian mulai membaca Alquran. Sayang, ia belum  berhasil mendapatkan terjemahannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak ada satu pun  perpusatakaaan atau toko buku yang bisa menyediakan terjemahan Alquran  untuknya. Ia sempat mengingat di salah satu tempat di Jalan Daniel, New  Town terdapat Pusat Studi Islam Wellington. Ia yakin orang disana pasti  bisa meminjamkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi ia merasa ragu untuk mendatangi tempat  itu. "Aku tak tahu bagaimana harus bersikap. Aku tahu bagaiamana  bersikap ketika berada di gereja atau pemakaman. Tapi aku sama sekali  tak tahu bagaimana bersikap dengan komunitas muslim," katanya. Ia  mengurungkan niat itu, lalu memesan terjemahan Alquran melalui  amazon.net.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia benar-benar terkejut ketika membaca Alquran.  Baginya, seperti membaca semua cerita yang dulu pernah diceritakan  ketika masih anak-anak. Ada Adam, Ibrahim, Hud, Isa dan Maria. "Semua  hal yang menjadi nilai-nilai pendidikan agama ketika aku masih kecil,"  ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Alquran seperti menjawab semua kekhawatirannya tentang  semua yang pernah saya ia pelajari di gereja dan sekolah Minggu. Ia  menemukan fakta bahwa Yesus (Isa ) adalah manusia biasa. Namun ia  seorang nabi yang luar biasa, dan sama sekali berbeda dengan konsep  trinitas yang selama ini ia pahami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Campur aduk perasaan Glyn  ketika membaca Alquran. Ia merasa terkejut sekaligus malu. Ia malu  karena ketidaktahuannya. "Kenyataan bahwa kami ternyata berbicara pada  Tuhan yang sama. Saya terus membaca sampai pada akhirnya saya menyadari  bahwa apa yang saya baca adalah kebenaran," ungkapnya. Ia tak bisa  menjelaskan dengan kata-kata apa yang ia rasakan. "Saya merasakan  kebenaran dalam arti yang paling dalam," begitu&lt;br&gt;komentarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  mengulang membaca Alquran. Setelah membaca yang kedua kalinya, ia  memutuskan untuk melakukan cukup banyak penelitian melalui internet  bagaimana menjadi seorang muslim. Apa yang harus dilakukan dan bagaimana  perilaku umum umat muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mulai mencari tahu bagaimana  Islam. Sempat ia menamukan artikel dalam bahasa Arab yang sama sekali  tak ie ketahui artinya. Tapi apa pun itu ia berkeyakinan tak perlu  terburu-buru untuk memutuskan masuk Islam. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Masuk Islam harus  benar-benar sesuai dengan keyakinan dan kemantapan hati," ujarnya.  Akhirnya, setelah mendapatkan banyak informasi dan juga kemantapan  tersebut, Glyn memutuskan masuk Islam pada Oktober 2000.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 									&lt;br&gt; 			 						 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=78757004c8__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/10/24/ltjrlv-setelah-membaca-alquran-dua-kali-dan-lakukan-pencarian-glyn-memutuskan-bersyahadat&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4198890567501949610?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4198890567501949610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4198890567501949610&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4198890567501949610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4198890567501949610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/10/setelah-membaca-alquran-dua-kali-dan.html' title='Setelah Membaca Alquran Dua Kali dan Lakukan Pencarian, Glyn Memutuskan Bersyahadat'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6897319064936471</id><published>2011-10-24T16:24:00.001+07:00</published><updated>2011-10-24T16:24:24.080+07:00</updated><title type='text'>Keislamannya Dihormati Keluarga, Glyn Menerima Kado Natal Jilbab</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div id="newsdate"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Screenshot/YouTube/Republika.co.id&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/glyn-maclean-_111024030517-842.jpg" alt="Keislamannya Dihormati Keluarga, Glyn Menerima Kado Natal Jilbab" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Glyn Maclean&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Senin, 24 Oktober 2011 03:07 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Glyn Maclean memiliki darah  Skotlandia dengan sedikit campuran darah Irlandia dan Belgia. Ayahnya  tiba di&amp;nbsp; Selandia Baru pada tahun 1957 kemudian mereka tinggal di  Wellington. Ia memiliki empat saudara, tiga laki-laki dan satu  perempuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ayah dan ibunya bertemu di sebuah gereja di  Wellington. Mereka sekeluarga berpindah-pindah sepanjang tinggal di  Selandia baru. "Aku hampir 12 kali pindah sekolah," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  masih ingat ketika masih kecil ia sekeluarga selalu berdoa memanjatkan  syukur sebelum makan. Orang tuanya rajin pergi ke gereja dan ia pun  rutin ke sekolah Minggu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat berumur delapan atau sembilan  tahun, orang tuanya berhenti pergi ke gereja. Ia juga tak lagi  melanjutkan sekolah Minggu. "Aku tak tahu mengapa begitu dan akupun&lt;br&gt;tak pernah menanyakannya," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak  saat itu ia mendapatkan pendidikan sekuler, walaupun ia cenderung  tertarik pada teman-teman yang notabene mereka beriman terhadap Kristen.  Ia selalu mengatakan "Aku menghargai iman kalian, tapi tolong jangan  pernah mencoba untuk mengubah saya," dan mereka semua sepakat tentang  hal itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga akhirnya ia datang ke Wellington pada tahun  1980-an setelah tamat dari bangku kuliah. Ia melihat betapa pentingnya  gereja bagi orang tuanya. "Ya, dulu mereka bertemu di gereja," ujarnya.  Ia bergabung dengan&amp;nbsp; kelompok drama yang nomor kontaknya ia dapatkan  dari salah satu buku telepon di gereja. Ia baru tahu,ternyata dua orang  pamannya menjadi pendiri gereja itu juga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang perempuan  bertanya pada Glyn "Gereja mana yang kamu ikuti?",Glyn menjawab "Tidak  ada". Si perempuan bertanya lagi, "Mengapa begitu?", Glyn menjawab "Aku  sama sekali tidak ragu Tuhan itu ada,tapi aku hanya tidak merwasa nyaman  dengan ajaran yang ada. Jadi aku tidak pergi ke gereja," katanya.  Perempuan itu hanya tersenyum d sambil berkata "Tuhan akan membawamu  kepadaNya saat Ia siap dengan caranya sendiri."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Glyn menganggap ucapan itu sebagai kalimat yang sangat mempesona.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Kado Jilbab di Hari Natal&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keluarga  dekat Glyn, hanya sedikit yang tinggal di Selandia Baru. Kebanyakan  dari mereka mameiliki paspor ganda, hanya ada dua orang yang menetap  disana. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika Glyn memutuskan memeluk Islam keluarga sangat  mendukung. Sang ibu bahkan membantu Glyn mencarikan jilbba untuknya.  "Ibu mengajakku pergi ke Melbourne. Di Wellington tak ada yang menjual  jilbab," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia masih mengingat betapa sumringahnya  menemukan banyak baju muslim di mall. Setelah enam bulan memeluk Islam,  memang baru kali itu ia mendapatkan keempatan untuk berbelanja baju  muslim. Tak menyia-nyiakan kesempatan, disana ia memilih banyak pakaian  yang dibutuhkan untuk menutup auratnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sikap keluarga yang  menghormati agama barunya bahkan juga tercermin ketika mereka merayakan  natal. Salah seorang anggota keluarga yang cukup konservatif dari  Hamilton bahkan memberi hadiah jilbab untuk kado natal. "Ia tidak  berkomentar apa-apa soal keimanan saya," kata Glyn. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya  hadiah natal itu sebuah hal yang bagus untuk menunjukkan saling  pengertian. "Saya menghormati keimanan mereka, mereka juga memberikan  hadiah yang sesuai untuk orang yang mereka cintai," katanya. Walaupun  memang, Glyn mengakui ketika itu, keluarga masih ada juga yang memberi  barang haram seperti anggur.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keputusannya untuk mengenakan  dilakukan karena pentingnya kesederhanaan dan sikap kerendahan hati  dalam Islam. Ia merasakan jilbab sebagai cara yang pas untuk  berperilaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menyadari ketika sudah terlibat di masyarakat nantinya ia akan mendapatkan banyak&lt;br&gt;reaksi  negatif. "Saya beruntung memiliki kulit putih dan mata bitu," katanya.  Ia merasa anugrah Allah berupa mata biru itu mengejutkan orang-orang  yang ia temui di jalan. "Biasanya saya berjalan merunduk. Mereka akan  melihat kepada saya. Tapi ketika saya mulai memperlihatkan wajah saya  dan tersenyum, mereka terkejut melihat perempun bermata biru dan kulit  putih memakai jilbab," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah kejadian 11 September,  semuanya menjadi sangat sulit di Wellington, termasuk bagi perempuan  untuk menggunakan jilbab. Namun, ia selalu berusaha untuk tetap keluar  rumah dan tersemnyum kepada siapa pun yang ia temui. "saya selalu  mengucapkan salam kepada setiap wanita yang berjilbab. Tak peduli kenal  atau tidak," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia hanya akan tersenyum jika melihat ada  orang yang tampak ketakutan atau memandang negatif melihat wanita  berjilbab. "Jika ada yang memandang agresif terhadapku, aku hanya akan  tersenyum dan ini bener-benar membuatku merasakan perbedaan," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jilbab  baginya adalah simbol kebebasan. Glyn mengalami cacat sejak umur 20  tahun dan memakai tongkat di usia 24. Sebelum mengenakan jilbab,  orang-orang sibuk menanyakan riwayat medis yang ia alami hingga memakai  tongkat. Setelah mengenakan jilbab, orang lain jutru ingin mengetahui  bagaimana seorang gadis yang memakai tongkat memutuskan untuk berislam  dan menggunakan jilbab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia hanya merasakan perlakuan yang aneh  ketika pergi ke salon untuk mencukur rambut. Kebetulan, seorang  kenalannya memiliki penata rambut sang bekerja khusus untuk wanita. Ia  dan kenalannya kemudian mendatangi penata rambut untuk menanyakan apakah  ia bisa menata rambut Glyn.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penata rambut heran melihat wanita  berjilbab berniat memotong rambutnya. "Saya hanya berjilbab di tempat  umum. Saya tetap ingin merapikan rambut ketika berada di rumah,"  katanya. Penata rambut itu menolak dan membuat kenalannya  terheran-heran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia sering mendengar orang menjadi sangat marah  ketika membahas jilbab. Berbagai media di Selandia Baru mengatakan  jilbab sebagai perilaku agresif. "Tapi yang saya tahu, tempat saya  dilahirkan dan dibesarkan membebaskan warganya untuk memakai apapun asal  sesuai dengan standard kesopanan,"katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah berislamnya Glyn bisa dibaca &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/10/24/ltjrlv-setelah-membaca-alquran-dua-kali-dan-lakukan-pencarian-glyn-memutuskan-bersyahadat"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Dwi Murdianingsih/YouTube&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			 						 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=f0ba8384ef__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6897319064936471?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6897319064936471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6897319064936471&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6897319064936471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6897319064936471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/10/keislamannya-dihormati-keluarga-glyn.html' title='Keislamannya Dihormati Keluarga, Glyn Menerima Kado Natal Jilbab'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5630409479244703362</id><published>2011-09-22T10:03:00.001+07:00</published><updated>2011-09-22T10:03:28.671+07:00</updated><title type='text'>Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;thenews.pk&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/muslimah-shalat-berjamaah-ilustrasi-_110921111603-105.JPG" alt="Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja   " height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Muslimah shalat berjamaah. Ilustrasi&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;Rabu, 21 September 2011 11:16 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;ATHENA - Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya  mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan  tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun  1970-an untuk melanjutkan pendidikannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di negeri inilah,  cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam  salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman  dengan agama yang dianutnya sejak kecil. "Saya dibesarkan dalam keluarga  yang hangat walau tak begitu taat beribadah," ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Usai  kuliah, ia tak kembali ke negerinya. Seorang pemuda setempat memikat  hatinya, dan mereka menikah. Belakangan, ia baru tahu suaminya sangat  berminat pada Islam. "Agama tak begitu berperan dalam kehidupan keluarga  saya...maka saya pun tak ambil pusing dengan orientasi keyakinan suami  saya," ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di rumah, mereka tak pernah mendiskusikan  agama.&amp;nbsp; "Dia menghargai keyakinan saya, demikian pula sebaliknya,"  katanya. Belakangan ia tahu, suaminya telah menjadi Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bersuami  seorang Muslim, cakrawalanya tentang Islam terbuka. Di sekolah, ia  hanya tahu hal negatif tentang agama ini. Begitu juga di media yang dia  baca. Namun di rumah, ia menemukan oase yang berbeda, melalui suaminya.  Namun, ia masih belum tergerak hatinya belajar Islam. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia hanya  mempelajari Islam sedikit, demi menjawab pertanyaan anak-anaknya.  Seiring berjalannya waktu, sang anak lebih condong memilih Islam,  mengikuti agama sang ayah. "Saya mengantar mereka ke masjid, tapi saya  tak ikut turun. Saya menunggu di mobil saja," ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat dua  anaknya menginjak remaja, suaminya meninggal dunia. Xenia sungguh  terpukul. Ia memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, Yunani.  Anak-anaknya, memilih tetap tinggal di Inggris. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di bandara, ia  menerima SMS anak lelakinya yang termuda, "Mum, kami mencintaimu dan  kami tak ingin engkau berbeda dari kami ketika kelak kau berpulang  seperti papa. Please, jadilah Muslimah."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia merenungi SMS sang  anak. "Untuk pertama kalinya setelah 30 menikahi pria Muslim, saya  membaca isi Alquran," katanya, yang mengaku awalnya ogah-ogahan  membacanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mengaku takjub dengan kitab suci almarhum  suaminya itu, kendati hanya membaca terjemahannya saja. Untaian  kata-katanya sungguh indah, katanya, begitu untaian ceritanya. "Itu  bukan bahasa manusia. Itu bahasa Tuhan semesta alam," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari  membaca Quran pula ia tahu, Islam bukan agama baru. Islam telah dianut  oleh nabi-nabi terdahulu. "Ini lebih mudah dimengerti, bahwa hanya ada  satu Tuhan, tanpa partner, dan para nabi adalah utusan-Nya," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiba-tiba,  ia merasa tak berperantara antara dirinya dan Tuhan. "Hanya saya dan  Pencipta saya," kata Xenia yang kini berusia 60 tahun lebih.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia  mengaku mulai rajin "curhat" pada Tuhan. "Aku berbicara pada Alllah  dimana saja. Dia mendengar saya, dan memantapkan hati saya," ujarnya.  Sampai di satu titik, ia bulat tekad untuk bersyahadat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagi  Xenia, Islam adalah sistem yang sempurna. Allah tak hanya menurunkan  Alquran, tapi juga mengutus Muhammad SAW untuk menjadi "contoh nyata"  bagaimana Alquran diaplikasikan. "Jalan menuju surga itu berliku. Allah  mengirim panduan menuju ke sana, melalui Alquran dan Muhammad," katanya.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Xenia juga menyatakan, beda dengan adama lain yang penuh  doktrin, Islam mengajak umatnya untuk berpikir. "Islam tak bilang,  'Inilah dia, kau harus mengikutinya sekarang!' Tapi Allah bilang,  'Lihat, lihatlah sekelilingmu. Lakukan perjalanan, lihatlah tubuhmu,  langit, alam, mengapa kau tak melihatnya (sebagai tanda-tanda kebesaran  Allah?)," katanya, yang mengaku bersyukur telah menemukan islam, kendati  memulianya di usia senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Greek Rethink, New Convert&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=bf93600809__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5630409479244703362?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5630409479244703362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5630409479244703362&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5630409479244703362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5630409479244703362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/09/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html' title='Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-7535039275385377019</id><published>2011-08-30T07:28:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T07:28:35.400+07:00</updated><title type='text'>Irene Handono: Menyaksikan</title><content type='html'>&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/20090518160525.jpg" alt="Irene Handono: Menyaksikan " height="217" width="333"&gt; 						 													 							 			 			&lt;h1&gt; &lt;/h1&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Jumat, 15 Mei 2009 03:05 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;'Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.'&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika  menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono,  menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus  bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai  non-Muslim. ''Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga Muslim yang  taat. Apa alasan Allah menjadikan saya sebagai mantan kafir,'' kata  pemilik nama asli Han Hoo Lie ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga 1991, pertanyaan itu  belum juga terjawab. Jawaban akan kegelisihan hatinya baru muncul ketika  menunaikan ibadah haji pada 1992. Wanita berdarah Cina ini berangkat  haji bersama 400 orang jamaah reguler lainnya yang tergabung dalam  kloter 18 dari Embarkasi Surabaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Tanah Haram, jawaban dari  Allah itu didapatkannya. ''Ternyata Allah sayang kepada saya. Allah  memilih saya menjadi salah satu hamba pilihan,'' ujar Irene saat ditemui  di kediamannya, di Bekasi, beberapa waktu lalu. Ketika berada di Tanah  Haram, Irene kerap mengalami peristiwa yang dinilainya luar biasa. Ia  berkisah, ketika berada di depan Ka'bah, dirinya mengambil tempat garis  lurus sejajar dengan letak Hajar Aswad. Ia sempat menggigit lidahnya  untuk membuktikan jika dirinya tidak sedang bermimpi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pendiri  Irene Center ini menuturkan, selama melakukan ibadah di Masjidil Haram,  ia kerap diperlihatkan gambaran seperti sebuah film ten - tang kronologi  hidupnya dari kecil hingga dewasa. Bungsu dari lima bersaudara ini tak  kuasa membendung tangis. Ia bersedih melihat gambaran tentang dirinya  ketika masih menjadi non-muslim. ''Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah  film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap,  sangat jelas,'' ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat diperlihatkan Allah tentang jalan  hidupnya di masa lalu, putri pengusaha ini pun ber - sujud dan  melakukan muhasabah. Dari instro - peksinya, Irene mengikrarkan diri  ingin me - wadahi para mualaf agar terus eksis di jalan Allah.  Menurutnya, selama ini, tak sedikit mualaf yang dibiarkan dan tidak  dibimbing hing - ga keimanan dan keislamannya tetap dangkal. Bahkan ada  yang kembali menjadi murtad.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Tanah Suci, mantan mahasiswi  Institut Ilmu Filsafat Theologi ini juga mengalami peristiwa luar biasa.  Menurutnya, dari Muzdalifah menuju Mina, kelompoknya terpecah menjadi  dua. Ada yang naik bus, ada yang harus jalan kaki. Ia pun mengalah  memberi kesempatan pada jamaah tua untuk naik bus. Akhirnya ia berjalan  kaki bersama rombongan yang dipimpin seorang ustadz dari kloternya.  Namun tiba-tiba, jalan yang dilewatinya dipenuhi lautan manusia. Ia pun  terpisah dari kelompoknya. Di tengah kebingung - annya, ia mencoba  mencari jalan sendiri menuju pemondokannya di Mina sambil terus berdoa,  dan bertawakal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk menutupi rasa haus dan lapar, wanita  kelahiran Surabaya 30 Juni 1954 ini hanya meminum air zamzam yang  ternyata mampu membuatnya sangat kenyang. Di tengah upayanya dan terus  berdoa, tiba-tiba ia merasa ada yang menuntunnya menuju sebuah masjid.  Setelah menunaikan shalat di masjid tersebut, ia pun bertekad akan  melanjutkan pencariannya. Namun begitu keluar dari masjid, di pintu  gerbang ia melihat pemimpin rombongannya. Ia pun akhirnya menuju  pemondokan dan ternyata rombongan yang menggunakan bus belum tiba. ''Ini  sungguh di luar nalar, tapi itulah kenyataannya. Saat kelompok yang  menggunakan bus tiba, justru banyak yang sakit,'' ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Air  matanya kembali berurai ketika esok harinya, ia menggunakan bus dan  melewati jalur yang ditempuh ketika ia tersesat. Ternyata selama ketika  tersesat, ia mengitari Kota Mina. ''Tapi ketika saya berjalan kaki cuma  setengah jam. Bayangkan mengitari sebuah kota hanya setengah jam, Masya  Allah,'' ujarnya. Wanita yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini  mengaku, ada banyak hal ghaib yang sulit dianalisisnya selama di Tanah  Suci. Hal itu membuatnya kembali merenung dan menyimpulkan bahwa Allah  Maha Kuasa atas segala hal.c68/kem&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; &lt;/div&gt; 									&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=f2396e611b__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-7535039275385377019?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/7535039275385377019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=7535039275385377019&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/7535039275385377019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/7535039275385377019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/irene-handono-menyaksikan.html' title='Irene Handono: Menyaksikan'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3315338194554565644</id><published>2011-08-30T06:55:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T06:55:17.596+07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP FORUM PERTOBATAN MANTAN GEMBALA-GEMBALA TUHAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah Kesaksian Dari&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kami...!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Posted by Mantan Gembala &lt;a href="mailto:gembala@net.net"&gt;gembala@net.net&lt;/a&gt;  (202.152.4.216) on March 08, 2001 at&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;17:55:01:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; FORUM PERTOBATAN MANTAN GEMBALA-GEMBALA&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;TUHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami adalah sekelompok Pendeta yang telah  bertobat kepada Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Allah dengan sesungguhnya. Dahulu  kami adalah umat agama dari 4&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kelompok besar agama di  luar Katolik &amp;amp; Kristen. Dulu kami masuk&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kristen karena  tertarik dengan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar kita semua masuk&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kerajaan surga dengan penuh kepastian. Walau akibat iman Kristus  ini&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga kami,  kami terima&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;semuanya dengan lapang dada waktu itu,  apalagi penghiburan para&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Gembala Gereja selalu menyatakan  orang tua kami, keluarga klami,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;teman-teman kami &amp;amp; orang  -orang diluar Kristen adalah orang berdosaa&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang sesat  dalam iman. Mereka adalah para penyembah setan &amp;amp; kitab&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. Kami sangat mensyukuri wejangan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;para Gembala ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apalagi setelah dibaptis, kami sangat  diperhatikan, kami disekolahkan di&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Sekolah Misi Alkitab  di kawasan Blok M - Jakarta, selama 6 bulan saja&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&amp;amp; kami  lulus dengan menyandang gelar Sarjana Theologi. Karena kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;orang bertobat, sekolah Misi Alkitab cukup ditempun 6 bulan  saja, tidak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;perlu bertahun-tahun seperti yang lainnya.  Kami juga diberi uang saku&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bulanan yang lebih dari cukup,  jauh berbeda ketika kami masih dalam&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;agama kami dulu,  hidup serba kekurangan &amp;amp; miskin. Bahkan pada saat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;awal  kemurtadan kami ini, kami diundang untuk berceramah keliling&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Indonesia. Walaupun kami bukan mantan Ulama, Bikhu atau  Pandhita,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kami mengaku kepada umat bahwa kami adalah  mantan pemuka agama,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;di Sekolah Misi Alkitab kami  diajarkan untuk berperilaku &amp;amp; menghapal&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;beberapa bacaan  doa agama kami dahulu untuk memberi kesan bahwa&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kami  benar-benar bekas pemuka agama. Bahkan Gereja membantu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; membuatkan kami ijasah-ijasah palsu, surat-surat keterangan &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;adalah benar adanya.walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bahkan teman kami yang Islam sampai dibuatkan foto repro yang  sangat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;hebat, dia memakai sorban &amp;amp; berjubah panjang, lalu  di fotonya dibuat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;seolah pernah berfoto bersama beberapa  tokoh Islam terkemuka seperti&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Mubaligh Kondang KH  Zainuddin MZ &amp;amp; KH. Abdurrahman Wahid&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;segala!. Kami juga  disuruh menandatangani sebuah surat kesaksian yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala Bapak Ev.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Soeradi Ben Abraham, dimana disana kami membuat kisah kesaksian&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang akan dibukukan &amp;amp; disebarluaskan dikalangan domba-domba&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Gereja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Waktu itu kondisi di atas kami terima saja,  mau bagaimana lagi?, kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sudah tak punya siapa-siapa  lagi!, tak punya harta &amp;amp; penghasilan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;menjual iman ini adalah pilihan hidup yang  sangat menjanjikan.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana tidak?, kami keliling  Indonesia, bahkan sampai ke negara&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tetangga Singapura  segala, naik pesawat kelas bisnis, menginap di hotel&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; berbintang, memakai jas mewah, dielu-elukan orang banyak seperti artis,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;masuk koran &amp;amp; majalah rohani, &amp;amp; menerima pendapatan bulanan yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sangat besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami pikir waktu itu,  murtad ini&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;jauh lebih baik dibanding kami jadi pencuri,  pembunuh atau germo&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;lokalisasi!.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Entah berapa ratus kali kami berdusta,  disetiap KKR yang kami ikuti&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;secara terpisah, dimana ada  skrenario yang disiapkan Gereja, kalau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;berlabel penyembuhan Ilahi, para Pendeta  berdoa memanggil Roh-Ro&lt;/span&gt;h &lt;span lang="IN"&gt;Jahat &amp;amp; menyuruh beberapa dari  para pelayan Gereja untuk&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;berpura-pura menjadi jemaat  yang sakit!, &amp;amp; saat acara penyembuhan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Ilahi dia harus  berpura-pura sakit parah &amp;amp; mendadak sembuh ketika&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;diurapi  oleh kami!!!. Ya Tuhan ampunilah dosa masa lalu kami, ini kan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tak lebih dari gaya tipu-tipu tukang obat pinggir jalan?!.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bahkan Jemaat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;terlihat sangat histeris,  sampai ada yang berteriak histeris &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;berjingkrak-jingkrak  segala!!!, mirip sekali acara nonton konser musik&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;rock  brutal yang ditonton para ABG, atau mirip suasana orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang tripping di Diskotek &amp;amp; Pub!!. Bahkan sehabis acara KKR ada&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;seorang jemaat wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev. Andi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Widjaja (yang paling ganteng diantara kami), menyatakan diri  siap&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;melayani dia, karena yakin bahwa persembahan  tubuhnya yang molek itu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;adalah untuk melayani jiwa para  roh kudus yang menyertai kami!!!. Bung&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Andi lalu bilang,  &amp;quot;kalau begitu ayo ikut ke kamar saya&amp;quot;, wanita itupun&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; mengikuti beliau &amp;amp; melayaninya sehari penuh hingga 5 ronde!!!. Kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tahu persis cerita ini karena kamipun memperoleh giliran  menggarap&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;wanita-wanita jemaat serupa ini diberbagai  kesempatan KKR keliling&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hampir selama 6 (enam) tahun melayani  domba-domba Gereja dalam&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;rangkaian KKR yang melelahkan,  menimbulkan kejenuhan di hati kami.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kadang kami berempat  kongkow-kongkow di Mc. Donnalds Sarinah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Thamrin &amp;amp; saling  bertukar cerita..lalu jalan bersama keliling kota. Kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; tak mungkin ke Kafe atau tempat hiburan malam, Diskotik sambil&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tripping &amp;amp; nyabu segala!, karena menurut kami hal ini tak baik  untuk&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pekerjaan kami sebagai Pelayan Gembala, walaupun  rekan-rekan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;gembala lainnya sering melakukan hal itu,  kami bahkan sering dibilang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kolot &amp;amp; kampungan oleh  teman-teman Pendeta lainnya, akibta tidak ikut&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tripping &amp;amp;  nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan beberapa&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; rekan Gembala yang sekarang terkenal seperti Gilbert Lumoindang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;konon, menggunakan Shabu-Shabu &amp;amp; menenggak 1 butir pil Ectassy&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sebelum memimpin kebaktian di GL Ministry!. Menurut beliau&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Shabu-Shabu &amp;amp; pil Ectassy adalah sarana jiwa untuk dapat bertemu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dengan Roh Kudus &amp;amp; agar Roh Kudus itu selalu mengilhami kita&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;(katanya)!!!. Itulah sebabnya kenapa para Pendeta &amp;amp; Pengkhotbah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kristen selalu energik &amp;amp; tampil penuh percaya diri disetiap  Kebaktian&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;ataupun KKR, karena mereka menggunakan dopping  berupa pil Ectassy&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;atau Nyabu terlebih dahulu, bahkan  terkadang keduanya sekaligus!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PENYEBAB KESADARAN &amp;amp; PERTOBATAN KAMI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico  (Nicolas), perihal tetangga&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;barunya yang mengadakan  kursus TPA bagi umat Islam, Bung&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Nico&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;awalnya gusar sekali, karena anak-anak kecil Islam itu selalu  membaca&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;surat Al-Kafiruun, yang dia tahu persis artinya,  dia piker nih tetangga gue&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;nyindir gue kali..awas aku  murtadkan semiuanya!! &amp;amp; Bung Nico&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bersumpah untuk  mewartakan kabar gembira Cinta Kasih Yesus itu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kepada  mereka.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bung Nico suatu waktu memberanikan diri  bertemu para pengajar TPA&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;itu, lalu berkata: mari kita  buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pengajar itu  Cuma tersenyum: &amp;quot;maaf kami tak melayani ajakan anda&amp;quot;,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Bung Nico bilang: &amp;quot;Kalian pengecut!!!&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Mereka jawab:  &amp;quot;Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; dengan anak-anak itu saja&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bung Nico Menjawab: &amp;quot;Tapi saya  nggak nanggung akibatnya ya..?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu Bung Nico mengumpulkan anak-anak kecil  itu, dia bercerita tentang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kisah pengorbanan Tuhan  Yesus..anak-anak itu mendengarkan dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;seksama..tapi  kemudian apa yang terjadi..?&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Anak-anak itu tertawa  terbahak-bahak semua &amp;amp; seorang anak kecil&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;berusia 10  tahun lalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; sulit &amp;amp; balik menjelaskan apa itu Alkitab &amp;amp; sejarahnya serta siapa Yesus&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sesungguhnya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bung Nico terpana!, lalu pulang dengan  perasaan malu..semenjak itu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;penjelasan anak kecil itu  selalu membayang dipikirannya..lalu dia coba&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;baca Alkitab  secara urut, suatu hal yang sangat dilarang oleh Gereja&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; karena bisa menyesatkan iman!. Diketemukanlah ayat-ayat yang sangat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;membingungkan..Bung Nico juga lalu ingat ayah-ibunya &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;teman-teman lamanya, kalau dipikir-pikir sangat beda sekali  dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;rekan-rekan gembalanya di Gereja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami berempat lalu berdiskusi dari hati ke  hati, eh ternyata semua juga&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;mempunyai pikiran &amp;amp; perasaan  yang sama, sepertinya kita semua hidup&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dalam keimanan  yang semu, kami adalah gembala-gembala umat, tetapi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang  kami jalankan hanyalah dusta &amp;amp; kepalsuan yang ditawarkan kepada&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;orang-orang yang haus akan kesegaran rohani..!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejak saat itu, kalau memimpin KKR &amp;amp;  Kebaktian, kami rasanya ingin&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;muntah &amp;amp; berteriak kalau  ada yang membacakan kisah kesaksian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;palsunya, bagaimana tidak palsu?, Kalau ada  seorang bekas pencopet&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;beragama Islam yang seumur  hidupnya tak tahu ajaran Islam &amp;amp; tak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pernah bersekolah  agama, dengan lantang menyatakan dirinya mantan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;calon  Ustad?, padahal kisah karangan itu kamilah yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; menyusunnya.?!. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sudah banyak yang dibukukan, beberapa kami lihat sepertinya  pernah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dikutip lalu diposting disini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu secara sembunyi-sembunyi kami  berkunjung ke rumah ustad M.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Hanafi tetangganya Bung Nico  (Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;utarakan kegundahan  hati kami..sungguh ajaib &amp;amp; mengejutkan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pertanyaan Ustad  Muda ini, dia tidak langsung menyodorkan 2 kalimat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Syahadat untuk kami baca, tetapi menyuruh kami untuk mulai&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;merenungkan &amp;amp; mohon petunjuk Tuhan..! Dia juga Tanya apa agama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;asal kami &amp;amp; menyarankan untuk menjalin tali persaudaraan kami  dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bekas keluarga kami yang sekarang mengucilkan  kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhirnya Bung Nico yang pertama memutuskan  kembali masuk Islam,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sementara itu rekan Ev. Vincentus  Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Pantekosta bertobat  kembali ke agama Budha), memutuskan untuk&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;mengunjungi  orang tuanya &amp;amp; kemudian dikirim ke sebuah Vihara di&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; kawasan Pondok Cabe, rekan Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Hindu) mendatangi  sebuah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tempat sembahyangan agama Hindu di rumah seorang  pelukis Bali&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dikawasan Bintaro &amp;amp; rekan Ev. Andi Widjaja  (Kristen (Gembala Gereja&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Nehemia) bertobat kembali ke  agama Kong Hu Chu), mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kelenteng di Kawasan  Glodok yang baru dibuka kembali. Hampir&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;selama 2 bulan  kami jarang bertemu lagi, kami juga secara mendadak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; memutuskan untuk tidak akan kembali lagi ke Gereja kami. Bayangkan,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;betapa geramnya para pengurus Gereja, mereka mencari kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;ke-mana-mana!. Teor lewat HP-pun gencar dilakukan, mereka&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pertama-tama hanya marah masalah jadwal-jadwak Kebaktian &amp;amp; KKR&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang jadi berantakan, tetapi ketika kami secara terpisah  menyatakan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kami tak mau kembali lagi ke Gereja &amp;amp; akan  kembali bertobat ke agama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;asal kami, terorpun dimulai,  mulai dari telepon gelap hingga upaya&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;intimidasi secara  fisik melalui terror-teror. Kenyataan ini membuka&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; mata-hati kami, betapa jahatnya mereka ini, jauh lebih kejam dibanding&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;keluarga, orang tua &amp;amp; teman-teman kami yang hanya membenci &amp;amp; tak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;mau kenal lagi dengan kami ketika kami dibaptis, tetapi kaum  Kristen&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bekas Gembala &amp;amp; Domba kami sangat murka sekali &amp;amp;  berencana&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;menghabisi kami segala!!!. Akhirnya kami  memutuskan untuk bertobat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;secara terpisah &amp;amp; kembali ke  agama masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Walaupun bekas Pendeta, kami tidak serta  merta bisa menjadi pemuka&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;agama. Bung Nico sekarang ini  digembleng di sebuah pondok pesantren&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;di kota Sukabum,  rekan Gede sekarang sedang digembleng oleh seorang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Pandhita di kawasan Ubud - Bali, rekan Rahardi sekarang sedang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bertapa &amp;amp; belajar agama di sebuah rumah ibadah Budha d Pondok  Cabe&lt;/span&gt;  &lt;span lang="IN"&gt;- Ciputat, sedangkan rekan Andi sekolah agama  Kong Hu Chu di luar&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;negeri, yaitu di Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TINJAUAN PANCASILA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seminggu yang lalu, di awal bulan Maret  2001 ini, via internet kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;berdiskusi tentang Krismon &amp;amp;  krisis negara Indonesia, lalu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;nyerempet-nyerempet masalah  iman kami &amp;amp; masalah Pancasila &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bhinneka Tunggal Ika.  Kami lalu baca Pancasila &amp;amp; terkejut ketika&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;membaca Sila  Pertama Dasar Negara Indonesia berbunyi:&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;KETUHANAN YANG  MAHA ESA...&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini berarti bahwa sesungguhnya konsep  Ketuhanan yang diakui oleh&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bangsa Indonesia adalah  Ketuhanan Yang Maha Esa, tiada beranak &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;tiada  diperanakkan, tiada beroknum ataupun bersekutu dengan unsur&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;apapun. Artinya tiada Tuhan selain Allah.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Jadi agama yang punya konsep Ketuhanan yang semu seperti Kristen&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dengan konsep Allah Tritunggal Yang Kudus dalam dogma Trinitas,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;jelas-jelas bertentangan dengan konsep dasar negara  Indonesia...!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kenapa agama Kristen dibiarkan  keberadaannya?, mungkin inilah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;perwujudan dari rasa &amp;amp;  jiwa besar para pemimpin bangsa Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Dilema ini  sama seperti pengakuan kita akan eksistensi para penganut&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; aliran kepercayaan, animisme &amp;amp; komunis. Keberadaan agama Kristen&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sama &amp;amp; sejajar dengan agama animisme, aliran kepercayaan &amp;amp;  komunis&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang kita perkenankan keberadaannya di bumi  Indonesia!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bahkan agama Kristen kedudukannya jauh  lebih rendah &amp;amp; lebih hina&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dibanding agama Budha, Hindu &amp;amp;  Kong Hu Chu sekalipun, karena&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dalam ketiga agama ini, walaupun mereka  memiliki konsepsi sbb:&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Manusia utama Sidartha Gautama  dalam ajaran Budha, tetapi di atas&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Sidartha Gautama ada  Tuhan Maha Kuasa yang kedudukannya jauh&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;lebih tinggi  dibanding Sang Budha itu sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Dalam agama Hindu,  walau banyak dewa, tetapi ada Sang Hyang Widhi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;penguasa  tunggal tertinggi di atas para dewa itu.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Dalam Kong Hu  Chu juga sama seperti ajaran Hindu, ada Sang Pencipta&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Tunggal yang berkuasa atas semua dewa-dewi dalam mitologi China.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melihat penjelasan di atas saja sudah jelas  bahwa agama Kristen itu jauh&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;lebih rendah &amp;amp; hina  dibanding agama Budha, Hindu &amp;amp; Kong Hu Chu.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kedudukannya  hanya sejajar dengan paham agama animisme &amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;komunis!!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemujaan Nabi Isa sebagai Tuhan membuktikan  adanya Paganisme Baru&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;ini, sebagai agama sempalan Yahudi  (ini terjadi karena Paulus dari Tarsus&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;beserta Petrus  ternyata kecewa berat akibat ambisinya menjadi Rabbi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Yahudi di tolak Sinagoge Betlehem).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kembali ke dasar negara, jika saja kita  semua tegas &amp;amp; tak punya rasa&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;belas kasihan kepada para  penyembah Nabi Isa ini, sudah dari dulu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sejak kemerdekaan  Indonesia, agama Kristen dinyatakan sebagai agama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; terlarang, karena berbau kolonialisme serta bertentangan dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Pancasila!. Bahkan jika sekarang saja ada yang menggugat  keberadaan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;agama Kristen &amp;amp; menuduh para pengikutnya  dengan pasal subversi ini&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bisa dibenarkan secara  hukum!!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KENYATAAN SEJARAH BANGSA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apalagi bila dikaitkan dengan fakta sejarah  bahwa agama ini dibawa oleh&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;para penjajah Belanda, para  pengikut pertamanya adalah pribumi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pengkhianat bangsa,  yang bekerja sebagai opas &amp;amp; tentara bayaran&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Belanda,  mata-mata Belanda &amp;amp; penjual informasi perjuangan para&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; pahlawan demi gepokan Gulden Belanda!. Memang ada beberapa&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pahlawan nasional yang beragama Kristen, tapi mohon diingat,  para&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pahlawan itu tidak pernah ikut kebaktian di  Gereja-Gereja mereka yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dipimpin Pendeta Belanda!. Para  pahlawan itu hidup bersama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;orang-orang pribumi yang  beragama Islam, Hindu &amp;amp; Budha. Ketika&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Indonesia merdeka &amp;amp;  sang Meener meninggalkan mereka, para&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pengkhianat bangsa  ini serta merta bergabung dengan para orang tua kita&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; menyatakan mengutuk penjajahan Belanda, tanpa rasa malu sedikitpun.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Tapi semua pihak berjiwa besar. Kita memaafkan kesalahan mereka.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi namanya juga orang tak tahu diri,  ketika agresi Belanda datang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kembali, mereka lalu ikut  tuannya. mendirikan RMS di Maluku segala.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Bahkan beberapa  diantaranya ikut pulang ke Belanda, tapi biarlah!!&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; Setelah perundingan damai dengan Belanda di tahun 1950-an, Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;akhirnya merdeka, para pengkhianat yang beragama sesat bernama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kristen ini diakui keberadaannya, walaupun sebenarnya  bertentangan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;dengan Pancasila!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;HIMBAUAN UNTUK PARA GEMBALA LAINNYA YANG&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;BELUM BERTOBAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah umat Kristiani..hendaklah renungkan  fakta ini, malulah pada diri&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;sendiri &amp;amp; hargailah umat  beragama lain, kami umat Islam, Budha, Hindu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&amp;amp; Kong Hu  Chu sudah lebih dari sabar menghadapi tingkah kalian!.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; mohon sadarlah &amp;amp; beribadahlah dengan cara masing-masing, jangan lagi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;mengirim penginjil-penginjil sesat kalian ke Mesjid-Mesjid kami,  ke&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Vihara-Vihara kami, ke Kuil-Kuil kami, ke  Kelenteng-Kelenteng kami,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;atau berusaha memurtadkan  umat-umat kami yang kebetulan ilmu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;agamanya kurang,  jangalah kalian ulangi lagi perbuatan sesat &amp;amp; tidak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; terpuji ini. Janganlah beli iman umat kami yang miskin &amp;amp; bodoh dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;beras &amp;amp; janji-janji muluk pekerjaan indah. Mereka miskin jangan  lagi&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;diberi impian palsu!. Mereka bodoh tapi janganlah  manfaatkan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kebodohan mereka dengan cara kalian menukar  agama mereka dengan&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;agama sesat kalian. Kemarin kami baru  menemukan sebuah kisah nyata,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bahwa di sebuah desa di  pelosok Sukabumi, suatu desa terpencil di kaki&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;gunung,  yang menyatakan ketidaktahuannya &amp;amp; terkejut ketika ada yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bilang bahwa kertas selembar yang ia tunjukkan pada orang lain  itu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;adalah surat Baptis &amp;amp; ia telah menjadi Kristen!. Ia  tak tahu hal ini!!!!.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Yang ia tahu kemarin ia menjual  berasnya kepada mereka dengan harga&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;yang sangat mahal,  lalu diberi uang &amp;amp; disuruh membaca kontrak&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;perjanjian &amp;amp;  dimandikan!!!..ia tak tahu kalau ia telah dimurtadkan..!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mari kita hargai hak beribadah agama  masing-masing, hargai hak kami&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;beribadah jangan  intimidasi umat kami dengan agama sesat kalian, yang&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; hanya jad bahan tertawaan anak SD saja!!!, bukankah kami juga sudah&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;melindungi kalian dari jerat hukum subversi karena agama kalian  itu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bertentangan dengan dasar negara kita tercinta  PANCASILA..YAITU&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG MAHA ESA?.&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Untuk saudara-saudara sesama gembala atau domba Kristus, pintu&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;pertobatan belum tertutup, marilah kita kembali KE JALAN TUHAN&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;YANG BENAR...JALAN KAUM ISLAM DAN PARA&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt; SABI&amp;#39;IN...jika anda bekas umat Islam, Budha, Hindu &amp;amp; Kong Hu Chu,&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kembalilah ke agama masing-masing.!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;SEKIAN DARI KAMI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atas Nama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Forum  Pertobatan Mantan Gembala-Gembala&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Para Pendeta yang telah  Insyaf:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala  Kristen Pantekosta&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;bertobat kembali ke agama Budha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rev. Nicolas Albert Gerungan (Gembala  Kristen Protestan bertobat&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;kembali ke agama Islam)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen  Protestan bertobat kembali&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;ke agama Hindu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rev. Andi Widjaja (Gembala Gereja Nehemia  bertobat kembali ke agama&lt;/span&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Kong Hu Chu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Siapa menyusul bertobat.....???&lt;br&gt;&lt;br&gt;Source : &lt;br&gt;&lt;a href="http://adriandw.com/rev.htm"&gt;http://adriandw.com/rev.htm&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3315338194554565644?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3315338194554565644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3315338194554565644&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3315338194554565644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3315338194554565644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/pernyataan-sikap-forum-pertobatan.html' title='PERNYATAAN SIKAP FORUM PERTOBATAN MANTAN GEMBALA-GEMBALA TUHAN'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3987941486379205220</id><published>2011-08-18T10:53:00.001+07:00</published><updated>2011-08-18T10:53:21.370+07:00</updated><title type='text'>Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;abna.ir&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/tanya-_110818061339-444.jpg" alt="Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Tanya&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Kamis, 18 Agustus 2011 06:13 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO - Namanya Tanya.  Kemiskinan membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Ibunya tak lagi  mampu menanggung ekonomi keluarga sepeninggal ayahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pernah  menghuni tiga rumah asuh yang berbeda. "Selama waktu itu aku  benar-benar sendirian. Aku tidak punya ibu, ayah dan tidak ada teman,  tidak ada tempat dimana saya bisa berpegang," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  kesendirian itulah, ia mencari pegangan hidup: Tuhan. "Aku mulai  menghadiri kebaktian di Gereja Pantekosta. Minggu menjadi hari yang  kutunggu," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Beranjak remaja, ia bertemu seorang Muslim  di sekolahnya. "Aku menjelaskan kepadanya lebih banyak tentang Kristen  dan ia menjelaskan kepada saya tentang Islam," katanya. Namun, sang  teman selalu menyangkal penjelasannya, dengan alasan yang logis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak  ingin terpengaruh, ia ke perpustakaan dan meneliti lebih lanjut tentang  Islam, Kristen, dan semua agama, "Pintu-pintu terasa mulai terbuka  bagiku," ia menggambarkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam, yang kerap dipandang sebelah  mata publik Barat, tiba-tiba memukaunya, setelah membaca beragam  literatur. "Islam memberi tuntutan nyata bagi umatnya," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  bimbang. "Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur, aku tidak bisa  berpikir, aku gelisah. Ini tidak masuk akal lagi," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya,  ia memutuskan untuk berdoa pada siapapun Pencipta-nya.&amp;nbsp; "Tolong jawab  aku,&amp;nbsp; beri aku arah dan pijakan. Beri aku pegangan. Aku hampir hilang,"  ia mengisahkan doanya saat itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Alhamdulillah, katanya, dalam  dua hari, ia segera menemukan jawaban. Saat itu, ia tengah berada di  dalam kelas 11 mengikuti pelajaran matematika. Islam dan Muhammad, dua  kata itu yang mengisi hatinya. Ia terlonjak dan berlari ke luar kelas.  "Hatiku hanya diisi dengan sukacita," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pergi ke  toilet. "Aku tak tahu apa itu wudhu, tapi aku tahu Islam menganjurkan  bersuci. Aku menyiram wajahku, mencoba untuk mendapatkan suci itu,"  katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menemui temannya yang Muslim, dan meminta diislamkan. Sang teman mengajaknya ke rumahnya, dan mengenalkan pada orang tuanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka  tak langsung mengislamkan Tanya. Alih-alih menuntunnya bersyahadat,  mereka malah memberinya pakaian, buku-buku, dan kehangatan sebuah  keluarga. Baru setelah ia menyatakan kemantapan hatinya berislam, mereka  mengantarkan Tanya ke masjid untuk bersyahadat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Hidupku telah  benar-benar berubah setelah itu," akunya. Kini, ia tak lelah berbagi  tentang bagaimana ia mendapatkan kedamaian batin dengan banyak orang.  "Bukan dengan ke diskotik, minum, atau hura-hura. Tapi dengan mendekat  pada Allah."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; abna.ir&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=bfbb4faa0e__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/18/lq3huv-tanya-gadis-piatu-kanada-yang-menemukan-damai-dalam-islam&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3987941486379205220?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3987941486379205220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3987941486379205220&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3987941486379205220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3987941486379205220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/tanya-gadis-piatu-kanada-yang-menemukan.html' title='Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6742802364198255425</id><published>2011-08-16T14:01:00.001+07:00</published><updated>2011-08-16T14:01:58.771+07:00</updated><title type='text'>Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;mission-focus.com&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/iman-sotiria-kouvalis-_110816123947-876.jpg" alt="Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Iman Sotiria Kouvalis&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;Selasa, 16 Agustus 2011 12:26 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA - Perkenalan Iman  Sotiria Kouvalis dengan Islam dimulai dengan cara yang aneh. Suatu hari  melihat perempuan Muslim di kampus dan merasa kasihan pada mereka. "Aku  tidak mengenal mereka tapi ketika kami menyeberangi jalan di kafetaria,  aku tersenyum pada mereka karena aku pikir mereka tertindas. Aku tidak  pernah berbicara dengan mereka tapi aku hanya berasumsi bahwa mereka  dipaksa memakai jilbab," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu, wanita yang tumbuh  dan besar di Ontario, Kanada ini mengaku benar-benar berpikir bahwa  semua orang di dunia adalah orang Kristen. Kejadian ini terjadi sekitar  10 tahun yang lalu, sebelum peristiwa 11 september terjadi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada  saat yang sama, Iman, begitu ia minta dipanggil sekarang, tengah  mengalami kekosongan batin. Meskipun dibesarkan dalam keluarga Ortodoks  Yunani dan menghadiri gereja setiap Minggu hampir tak pernah bolong,  "Gereja tidak lagi memiliki arti dalam hidupku dan ada banyak pertanyaan  yang tidak bisa dijawab oleh Gereja," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu dikotomi  mulai muncul, di mana kehidupan dan agama itu hanyut ke sisi berlawanan.  "Aku tidak bisa melihat bagaimana membuat agama relevan dengan  kehidupan sehari-hari. Dan itulah bagaimana aku mulai menjauh dari  Gereja," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di kampus, ia mulai berinteraksi dengan  mahasiswa Muslim. "Mereka menghidupkan kembali rohaniku untuk menjadi  dekat dengan Tuhan lagi," katanya. Ia mengaku sedikit cemburu; bagaimana  mereka begitu setia dan damai dan aku tidak, meskipun aku akan ke surga  dan mereka tidak?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mulai masuk ke perdebatan agama dengan  mereka. Salah satu misinya, mengenalkan Yesus. Ketika mereka menyatakan  percaya pada Yesus, ia terkejut. "Mereka menghormati Yesus bukan sebagai  Tuhan, tapi utusan Tuhan dan salah satu nabi mereka," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Diam-diam,  ketika tidak ada yang melihat, ia menyelinap ke perpustakaan untuk  membaca tentang Islam untuk meyakinkan mereka bahwa mereka salah. "Aku  hanya menemukan beberapa buku benar-benar aneh dan tua. Saat itu adalah  zaman pra-Google&amp;nbsp; sehingga tidak ada sumber informasi lain yang bisa  dikorek," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari, saat berjalan menyusuri salah  satu aula universitas ia melihat beberapa pamflet di dinding tentang  Islam. Sampai di rumah ia mulai membaca dan takjub. Satu pamflet bahkan  berbicara tentang isyarat Muhammad dalam Alkitab. "Alkitab? Aku pikir  ini&amp;nbsp; bohong! Tapi aku memeriksa ayat dalam Alkitab, ternyata benar,"  katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia makin bimbang. "Sampai di satu titik aku berdoa pada Tuhan untuk menunjukkan mana agama yang benar," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  mendatangi gereja&amp;nbsp; lagi, dan lebih sering ke sana, dua kali seminggu.  "Aku mulai membaca Alkitab lagi, tapi kali ini dalam rangka untuk  menemukan jawaban atas pertanyaanku," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah  berbulan-bulan ini, ia mengaku tidak tahan lagi dan memutuskan untuk  pergi menemui pendeta. "Pertanyaanku tiga: Jika Yesus mati untuk  dosa-dosa kita dan kita hanya perlu percaya ini untuk diselamatkan dan  masuk surga, lalu bagaimana itu masuk akal? Itu berarti aku dapat  melakukan dosa dan diselamatkan? Bagaimana bisa Tuhan 3 in 1? Apa  pendapat Anda tentang Islam?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Untuk dua pertanyaan pertama, ia  mencoba yang terbaik untuk menjelaskan, tapi sudah jelas bagiku bahwa  ada banyak ambiguitas dalam jawabannya. Ketika kami sampai ke pertanyaan  ketiga, matanya melotot keluar dan wajahnya memerah! Ia memintaku untuk  menjauh dari orang-orang yang mempengaruhiku hingga bertanya demikian."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  meninggalkan pertemuan dengan kecewa. "Untuk pertama kalinya, hal ini  menyebabkan celah pasti dalam imanku. Aku justru makin menemukan  jawaban," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah berbulan-bulan lebih intens membaca,  studi kritis terhadap kedua agama dan berdoa pada Tuhan untuk  ditunjukkan agamanya, hatinya makin condong pada Islam. Namun, ia masih  ragu dan takut akan perubahan sikap orang-orang terdekatnya, terutama  keluarganya. Ia takut menyakiti hati mereka. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, ia dikuatkan  setelah bertemu ayat 113-115 dalam surat Ali Imran. "Aku mengerti bahwa  sebagai Muslim kita harus menghormati orang dari agama lain untuk  beberapa dari mereka benar-benar tulus dan mereka percaya Allah. Pada  akhirnya, bukan mereka atau aku yang akan menghakimi orang, hanya Tuhan  yang bisa melakukan itu," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Iapun memutuskan bersyahadat.  "Aku datang pada Islam melalui buku. Melalui studi kritis dan intens  seperti mualaf lain.&amp;nbsp; Jika Anda berada dalam situasi ini, Anda berutang  kepada diri sendiri untuk menemukan jawaban sekarang karena kita tidak  tahu kapan kita akan mati. Dan untuk mengetahui bahwa Tuhan memberikan  kita pikiran untuk berpikir kritis. It's OK untuk mengajukan pertanyaan  dan it's OK untuk menemukan jawaban."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Greek Rethink&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=aa2cccd361__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6742802364198255425?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6742802364198255425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6742802364198255425&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6742802364198255425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6742802364198255425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/mualaf-iman-sotiria-kouvalis-tuhan.html' title='Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-588388279382269538</id><published>2011-08-11T23:42:00.001+07:00</published><updated>2011-08-11T23:42:12.995+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;YouTube/Republika.co.id (screenshot)&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/sulaiman-_110810163633-832.jpg" alt="Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Sulaiman&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Kamis, 11 Agustus 2011 12:41 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID, Ketika  Sulaiman, pertama kali datang ke Bahrain, ia mengharapkan bisa menemui  adat-istiadat Timur Tengah. Ternyata harapannya sulit terwujud.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebalinya,  Sulaiman menemui dirinya dikelilingi orang asing dari berbagai macam  kebangsaan dan keyakinan. Mereka di sana untuk bekerja, untuk mencapai  cita-cita masing-masing. "Itu bukan yang saya harapkan, bukan budaya  yang ingin saya jumpai," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi, untuk beberapa waktu,  Islam tertutupi dari orang-orang yang datang ke Teluk. Bagi Sulaiman,  dalam beberapa waktu hidupnya ia tidak menemukan apa pun tentang Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya  mendengar Adhzan dan saya pikir ini sangat indah," ungkapnya. Sulaiman  sempat bertanya apa makna kata-kata tersebut. Orang-orang pun  memberitahunya. Namun sejauh itu, semua hanya informasi. "Yang terasa  bagi saya sekedar turisme," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Ramadan di Turki&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepuluh  tahun lalu setelah ia bepergian ke Bahrain menuju Shorjah, lalu Irak,  akhirnya ia sampai di Turki, di mana ia menemukan sesuatu yang berbeda.  "Itu bukan berarti Islam terlihat lebih baik dan lebih agung di Turki,  tidak sama sekali. Faktanya, secara menyedihkan Islam di Turki di tekan  di banyak aspek," ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat berada di negara itu, Sulaiman  menemukan banyak hal luar biasa, salah satunya arsitektur Islam dari  periode Ottoman yang ia anggap sangat indah. "Tak butuh waktu lama  hingga saya bisa mengenal orang-orang di Turki dengan baik," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu  tibalah Ramadhan, sesuatu yang ia saksikan berulang kali di Teluk dan  lewat begitu saja, tak ada yang berkesan. Tapi di Turki Sulaiman  merasakan hal berbeda. "Saya merasakan sesuatu yang lin. Segera saya  sadari bahwa mereka yang berpuasa saat Ramadhan adalah orang-orang yang  saya kenal dan saya sukai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu ia melihat ada hubungan  gamblang antara orang-orang terbaik dengan orang yang berpuasa. Ini  menunjukkan pada saya sebagian dari Muslim terbaik dan saya pun tertarik  dengan mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulaiman tak sekedar tertarik ikut dengan  aktivitas mereka. ia pun mulai berpuasa saat Ramadhan meski saat itu ia  bukanlah Muslim. "Sungguh membahagiakan di banyak hal, memang sangat  menantang di sisi lain, namun sangat menyenangkan," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulaiman  mengaku menikmati puasa. "Terutama di saat menunggu Adhzan Maghrib dan  ketika menunggu dengan diam dan tenang bersama orang-orang lain yang  berpuasa sepanjang hari," akunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka, meski berpuasa tetap  bekerja karena seperti negara bermayoritas Muslim lain, di Turki pun  aktivitas publik dan pekerjaan jalan terus. Kenyataan itu memikat  Sulaiman, orang-orang berpuasa sepenuhnya dari awal hari hingga senja  dan tetap bekerja sepanjang hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya juga melakukan itu dan  sangat sulit, namun alhamdulillah saya berhasil," ungkapnya. Ia pun  terkesan dan merasa melakukan prestasi besar. "Pengalaman itu  menginspirasi saya untuk lebih banyak mengkaji Islam," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Membaca Al Quran&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama  kali membaca ayat-ayat dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku  terpukau. "Karena saya tidak menemukan sesuatu yang asing dalam buku  ini," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mendapat terjemahan Al Quran pertamanya saat  mulai dekat dengan komunitas Muslim. Kitab suci yang ia terima adalah  versi terjemahan Yusuf Ali sehingga ia mampu membaca arti dalam Bahasa  Inggris dan memahami maknanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama kali membaca ayat-ayat  dalam kitab suci Islam, Sulaiman mengaku terpukau. "Karena saya tidak  menemukan sesuatu yang asing dalam buku ini," tuturnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rupanya ia  berpikir kitab itu akan dipenuhi oleh hal-hal berbau mistisisme  ketimuran. "Mungkin seperti hal-hal yang orang Barat bisa imajinasikan.  Tapi tidak, faktanya saya menyimpulkan isinya jauh berbeda dengan  Injil," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulaiman mengaku tak pernah bisa memahami Injil.  "Injil bagi saya, memiliki banyak kontradiksi, cerita-cerita ganjil  yang sepertinya tidak mengadaptasi atau mengantarkan pesan-pesan  Kristus," ujarnya. Ia melihat pesan-pesan Yesus tak tercermin di Injil  kecuali di beberapa bagian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pun mengkaji kontradiksi itu lebih  dekat dan akhirnya memahami alasannya. "Namun itu bukan lagi hal  penting, yang terpenting Al Quran-lah yang sepenuhnya masuk akal,"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain  membaca Al Qur'an, Sulaiman juga membaca biografi Rasul, kisah  kehidupan Nabi Muhammad yan ternyata sungguh menginspirasinya. "Ini  sangat menarik karena pria ini adalah pria besar dalam sejarah dan itu  fakta. Sesuatu yang bisa saya hubungkan dengan ketertarikan Barat  terhadap logika," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulaiman terus mengikuti kata hatinya  yang kian cenderung pada Islam. "Namun masih belum ada orang yang  melakukan dakwa serius kepada saya, tak seorangpun mencoba meyakinkan  saya bahwa saya harus berganti jalan menuju jalan lain," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Padahal  saat itu keterlibatan Sulaiman dengan kegiatan Islam di komunitas  Muslim sudah terlihat. "Jadi saya bisa menyebut diri 'pelajar Islam yang  abstrak'. "Saya sebenarnya saat itu bisa saja mengambil studi kajian  tentang Islam. Namun itu tak ada nilainya bila anda tak berniat  melakukan sesuatu dengan itu, dan sayangnya saya tidak," tutur Sulaiman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Dubai&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah  saya kembali dari Turki ke Dubai, oleh Allah Sulaiman ditakdirkan untuk  bekerja dengan orang istimewa. "Orang ini yang dulu adalah bos saya  kini menjadi sahabat terbaik saya," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Malam seusai kerja  kami akan berdiskusi sambil makan malam. Mungkin juga ketika saat di  kantor. Ia akan membantu saya mempelajari hal-hal yang benar dan  mengajak saya bertemu orang-orang yang tepat. Ia juga mencoba menjawab  beberapa pertanyaan-pertanyaan saya sebaik yang ia bisa," tutur  Sulaiman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, si kawan masih bisa melihat semua keberatan  Sulaiman terutama berkaitan dengan logial. "Semua pertanyaan tentang  adat dan praktek-praktek ibadah, semua ini keluar dari bawaan sekuler,"  ungkapnya. Sulaimen mengaku tak pernah benar-benar menjadi seorang  Kristen. "Saya hanyalah orang yang agnostik (percaya tuhan tapi tidak  percaya agama).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua telah digariskan. Setahun kemudian beberapa  pria datang padannya, Muslim Eropa. Mereka pengusaha yang tengah  memulai proyek besar. Mereka ingin mengenalkan dinar emas Islam sebagai  mata uang Muslim. Hingga kini, itu adalah keinginan dan tujuan besar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Si  bos berbicara kepada Sulaiman, "Hei kamu orang keuangan, bagaimana  menurutmu tentang ini?" Orang-orang itu adalah Muslim Kaukasia Eropa  yang mencoba mengusung aspek praktis tentang islam. Gagasannya, anda tak  bisa membayar zakat kecuali dengan dinar emas. Meski ada lima rukun  Islam tapi anda mesti menemukan satu alat tepat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia bertanya pada  Sulaiman, "Bagaimana menurutmu tentang ide ini?". Sulaiman saat itu  telah belajar tentang Islam dan mengetahui maksud rukun tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  menjawab, "Omong kosong, itu tak bisa dilakukan, tak ada yang bisa  menguasai sistem keuangan internasional dan itu akan gagal."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Si bos balik menjawab, "Baiklah, mengapa kamu tak kemari dan mengatakan kepada mereka tentang itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulaiman saat itu dalam mood yang jelek dan sekedar berkata, "Ya tentu, saya akan katakan pada mereka."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia diajak sang bos pergi dan bertemu para Muslim Eropa dengan gagasan tadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Muslim Eropa dan Syahadatku&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ternyata  mereka tak hanya menjawab pertanyaan Sulaiman dari sudut pandang agama,  namun mereka juga menjawab dari sudut panjang logika dan ilmiah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka  berkebangsaan Spanyol dan Jerman dan berbahasa Inggris dengan baik.  Mereka sangat berpendidikan, bijak dan pengkaji Islam yang beralih  menjadi Muslim sekitar 10 atau 20 tahun sebelumnya. Pengetahuan mereka  tentang Islam, menurut Sulaiman, sangat besar. "Hingga kini mereka masih  melakukan dakwah di penjuru dunia," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka pun berdiskusi. "Kami pergi ke restoran untuk berbincang dan berbincang."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat  itu Rabu malah di tengah pekan tepat pukul 1.00 dini hari. Mereka  berkata pada Sulaiman. "Jadi apakah kamu masih memiliki pertanyaan  lagi?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tidak...saya tak punya, saya sudah kehabisan pertanyaan,"  balas Sulaiman. Merka balik merespon "Kini apa, apakah anda akan  menerima Islam?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apa yang bisa saya katakan, saat itu saya hanya bisa menjawab 'Ya'," kata Sulaiman menuturkan situasi malam itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka  pun mengundang Sulaiman datang ke rumah pada Jumat berikut, dua hari  lagi. Saat tiba di sana, rumah dalam kondisi dipersiapkan sangat baik.  "Mereka memberi saya pelajaran dan anjuran terakhir, hal-hal yang perlu  saya ketahui tentang shalat, wudhu, dan kami pun pergi ke Masjid  Jumairah di mana saya mengucapkan syahadat," kenang Sulaiman&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pengalaman  berharga yang saat itu ia terima, segera saja ia memiliki ribuan  saudara. Mereka memeluk Sulaiman dan bahagia. "Saya tak pernah melihat  begitu banyak wajah bahagia, tidak, tak saat di pesta ulang tahun saya,  tidak saat perkumpulan Kristen juga dalam pertemuan lain, Di sini banyak  orang bahagia dan mereka semua bahagia untuk saya,"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kini video  penuturan Sulaiman bisa diakses di YouTube. Dalam cuplikan itu, Sulaiman  berkata, "Kepada mereka yang lahir sebagai Muslim, alhamdulillah anda  benar-benar diberkati dan saya hanya berharap anda selalu menghargai dan  memperlakukan pemberian itu sebagai hadiah lahir yang sangat besar,  yang indah luar biasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila anda adalah orang yang beralih  menjadi Muslim seperti saya, maka selamat pula, alhamdulillah dan selalu  bersyukurlah. Saya yakin apa pun kisah anda, apakah itu penemuan  tiba-tiba atau penuh dengan argumen menyiksa seperti jalan saya, itu  adalah kisah indah dan saya harap telah menuntun anda ke jalan benar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila  anda bukan seorang Muslim, lalu saya harus berbagi kepada anda.  Lihatlah saya sekarang, hanya seorang pria tua jelek, tapi saya bahagia,  lebih bahagia dari sebelumnya dan lebih puas dan lapang ketimbang saya  yang pernah ada. Semua keraguan dan ketakutan, semua keinginan dan  kerinduan untuk material bodoh, yang fana, tak peduli apa yang saya  kumpulkan setelah 70, 80 atau 90 tahun--bila saya beruntung bisa hidup  selama itu--akan saya berikan. Saya akan menukarkan itu untuk sesuatu  yang abadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya tidak akan menggurui anda bila anda tak mau  mendengar, maka tak anda tak harus mendengar. Hanya, lihatlah apa yang  ada di wajah saya. Saya bahagia dan anda dapat bahagia pula, ini sesuatu  yang anda perlu pertimbangkan, semoga anda mempertimbangkan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 									&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=35293315fb__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/11/lpr15r-kisah-sulaiman-atheis-yang-menemukan-islam-lewat-ramadhan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-588388279382269538?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/588388279382269538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=588388279382269538&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/588388279382269538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/588388279382269538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/kisah-sulaiman-atheis-yang-menemukan.html' title='Kisah Sulaiman, Atheis yang Menemukan Islam Lewat Ramadhan'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-1560218079206839591</id><published>2011-08-03T23:24:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T23:25:50.653+07:00</updated><title type='text'>Hannah Snider TERKAIT : Sara dan Elaine: Sebelum Jadi Muslim Coba-coba Puasa....Kini Bersyukur Rasakan Ramadhan Daniel Sonnex, ‘Setan Pembunuh’itu Mengaku Masuk Islam Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam Baru Jadi Mualaf, Terus Minum Bir, Kena Cambuk deh dari Wahabi Australia Dulu JR Farrel Sangat Benci Muslim, Kini Islam adalah Hidupnya Di Tengah Meningkatnya Sentimen Anti Islam, Hannah Snider 'Melawan Arus' dan Bersyahadat</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/hannah-snider-_110803121209-258.JPG" alt="Di Tengah Meningkatnya Sentimen Anti Islam, Hannah Snider 'Melawan Arus' dan Bersyahadat" height="217" width="333"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Hannah Snider&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES - Pada 27 Mei  2011, Hannah Snider bersyahadat, mendeklarasi imannya dalam Islam.  Namun, wanita Asal Los Angeles, Amerika Serikat ini, mengaku tidak  menjadi seorang Muslim pada hari itu. "Saya selalu Muslim, tapi tidak  menyadarinya. Saya selalu percaya pada satu Tuhan. Hati saya telah  Muslim," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemikiran ini, katanya, tak hanya merupakan salah satu pilar yang paling dasar, namun yang paling penting dari sebuah agama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tumbuh  dalam lingkungan yang tak pernah bersinggungan dengan Muslim, Hannah  tak pernah tahu tentang Islam. "Alasan saya tidak pernah tahu tentang  agama agung ini karena tidak ada yang pernah mengatakan kepada saya. Aku  punya teman sekamar Muslim, telah bertemu dengan orang Muslim, tapi tak  seorang pun memberitahu saya apa yang umat Islam yakini," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya,  setelah bertahun-tahun mencoba memahami tentang berbagai agama, seorang  teman memintanya menjelaskan keyakinan dasarnya. Saat itu, ia mengaku  percaya Tuhan tapi tak menganut satu agamapun. "Dia mengoreksi saya  dengan menjelaskan bagaimana Islam masuk ke dalam keyakinan saya, dan  saya mulai meneliti dan belajar dan membaca Alquran," katanya. &lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Jujur,  katanya, ia takut ketika menyadari bahwa Islam telah merasuki hidupnya.  Tempat dia lahir dan dibesarkan, Amerika, tidaklah 'ramah' untuk umat  Islam. "Dan setelah semua gambaran media yang negatif tentang Islam,  semua teman-teman saya berpandangan sama tentang agama ini," tambahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun,  katanya, setelah ditelusuri, kebencian mereka pada Islam bersumber pada  kurangnya pengetahuan tentang Islam, dan seringkali dangkalnya  pengetahuan akan agama mereka sendiri. Rasa takutnya bakal dikucilkan  setelah memeluk Islam sirna, dan ia bertekad untuk bisa menjelaskan  lebih jauh tentang Islam pada rekan-rekannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pun bersyahadat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kini,  diakui atau tidak, Hannah bak humas bagi Islam. Orang-orang nyaman  mengajukan pertanyaan-pertanyaan padanya tentang agama barunya, baik di  toko kelontong, atau di mal, atau di kantor. "Saya tidak pernah  tersinggung. Ini adalah bagian dari agama kita untuk menjangkau orang  lain dan menyebarkan pesan Islam. Ini disebut dakwah," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menjelaskan tentang Islam, tanpa pretensi menarik pengikut. "Beragama itu lahir dari kesadaran, bukan paksaan," tambahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Harapannya,  kalaupun mereka tidak setuju pada ajaran Islam, setidaknya bisa  menoleransi. "Menemukan perbedaan, menemukan kesamaan, dan merangkul  mereka. Dan untuk populasi Muslim: sangat penting bahwa kita mengenal  orang lain dan membantu mereka untuk memahami agama kita. Bukan  bertengkar tentang hal itu dan membiarkan media menggambarkan kita,"  katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; turn to islam&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=ef4091e30f__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-1560218079206839591?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/1560218079206839591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=1560218079206839591&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1560218079206839591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1560218079206839591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/hannah-snider-terkait-sara-dan-elaine.html' title='Hannah Snider TERKAIT : Sara dan Elaine: Sebelum Jadi Muslim Coba-coba Puasa....Kini Bersyukur Rasakan Ramadhan Daniel Sonnex, ‘Setan Pembunuh’itu Mengaku Masuk Islam Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam Baru Jadi Mualaf, Terus Minum Bir, Kena Cambuk deh dari Wahabi Australia Dulu JR Farrel Sangat Benci Muslim, Kini Islam adalah Hidupnya Di Tengah Meningkatnya Sentimen Anti Islam, Hannah Snider &apos;Melawan Arus&apos; dan Bersyahadat'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-643170655738453563</id><published>2011-08-02T23:10:00.001+07:00</published><updated>2011-08-02T23:10:31.261+07:00</updated><title type='text'>Si Atlet dan Mualaf, Cory Paterson, tak Gentar Bermain Rugby Saat Berpuasa</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Dailytelegraph.com.au&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/cory-paterson-_110802214947-702.jpg" alt="Si Atlet dan Mualaf, Cory Paterson,  tak Gentar Bermain Rugby Saat Berpuasa" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Cory Paterson&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;&lt;br&gt;Selasa, 02 Agustus 2011 21:50 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLANDS - Pemain National  Rubgby League (NRL) Australia, di klub North Queensland Cowboys, Cory  Paterson, tak gentar menjalani rutinitasnya sebagai pemain rugby  profesional meski harus berpuasa. Ia menjadi pemain kedua NRL setelah  Hazem El Masri, punggawa Bulldogs, yang berpuasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak kalangan  meragukan niat Paterson lantaran Townsville merupakan kawasan tropis.  Kondisi itu otomatis akan menguras tenaga. Apalagi Peterson, akan  terlibat dalam empat pertandingan. Meski empat pertandingan tadi  dilaksanakan pada malam hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kekhawatiran lain, tidak seperti El  Masri, yang merupakan Muslim sejak lahir, Paterson tidak pernah  berpuasa sebelumnya lantaran ia baru saja memutuskan memeluk Islam  semenjak pindah dari Newcastle, Juni lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika dihubungi  kemarin, Paterson menegaskan ia seorang Muslim dan mulai berpuasa. Tapi  dia menolak untuk menjelaskan kondisinya hingga mendapatkan kesempatan  untuk berbicara dengan sang manajer baru, Khoder Nasser. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlu  diketahui, sang manajer merupakan sosok dibalik keputusan seorang pemain  lain, Antony Mundine, yang juga memeluk Islam dekade lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun,  Paterson, semenjak kemarin sore, membahas rutinitas barunya dengan  pelatih North Queensland Neil Henry dan manajer Peter Parr. Keduanya  baru mengetahui bahwa pemainnya tengah menjalani kewajiban yang  diajarkan agama barunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Paterson meyakinkan keduanya,  kemampuannya saat berlatih atau bermain tidak akan terganggu, karena  Ramadhan memungkinkan pengecualian jika diperlukan lantaran pekerjaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dia  menjelaskan bagaimana hal itu tidak akan berdampak pada persiapannya  atau kinerjanya," kata Parr seperti dikutip dari The Daily Telegraph.au,  Selasa (2/8).&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tidak ada aturan keras dan mendadak untuk semua  orang. Mengingat kinerjanya, ada kesempatan bagi Paterson untuk  melakukan apa yang ia khendaki," kata Parr.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mengatakan, bukan  wewenang dirinya untuk mencampuri urusan pribadi Paterson. Namun, ia  memuji pendekatan yang dilakukan Peterson terkait keyakinan barunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tantangan Besar bagi saya memulai hal yang baru, " tulis Paterson dalam akun twitter miliknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya melihat ke depan. Kepuasan serta disiplin akan datang dengan sendirinya, Insya Allah," kata dia,&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tweet Peterson, segera disambut hangat oleh rekannya, Mundine. "Insya Allah berjalan dengan baik," balas Mudine.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko/ Dailytelegraph.com.au&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=7a955a765d__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-643170655738453563?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/643170655738453563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=643170655738453563&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/643170655738453563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/643170655738453563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/si-atlet-dan-mualaf-cory-paterson-tak.html' title='Si Atlet dan Mualaf, Cory Paterson, tak Gentar Bermain Rugby Saat Berpuasa'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-2026735760676210816</id><published>2011-08-02T00:02:00.001+07:00</published><updated>2011-08-02T00:02:44.394+07:00</updated><title type='text'>Wanita Atheis Skotlandia Ini Menemukan Islam pada Usia 65 Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="breadcrumb"&gt; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;Home&lt;/a&gt; » 				 								&lt;a href="http://www.republika.co.id/kanal/dunia-islam"&gt;Dunia Islam&lt;/a&gt; » 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/kanal/dunia-islam/mualaf"&gt;Mualaf&lt;/a&gt; 							&lt;/div&gt; 			&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/01/lp8sqm-wanita-atheis-skotlandia-ini-menemukan-islam-pada-usia-65-tahun#" rel="small"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text01.jpg" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/01/lp8sqm-wanita-atheis-skotlandia-ini-menemukan-islam-pada-usia-65-tahun#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text02.jpg" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/01/lp8sqm-wanita-atheis-skotlandia-ini-menemukan-islam-pada-usia-65-tahun#" rel="large"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text03.jpg" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="img_news"&gt; 			 															 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/maryam-noor-_110801162231-877.jpg" alt="Wanita Atheis Skotlandia Ini Menemukan Islam pada Usia 65 Tahun" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Maryam Noor&lt;/div&gt; 													 				                &lt;div class="terkait"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 							&lt;/div&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Senin, 01 Agustus 2011 16:23 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Nama Islaminya adalah Maryam Noor. Sedangkan nama aslinya adalah Margaret Templeton.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wanita  ini lahir di Skotlandia dan tumbuh besar di keluarga atheis sehingga ia  pun tak percaya Tuhan. Dalam rumahnya anggota keluarga dilarang  berbicara tentang Tuhan. "Bahkan ketika kami belajar di sekolah, kami  tak dibolehkan menyoal itu di rumah, bila tidak kami dihukum."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun  sejauh yang bisa ia ingat, Maryam selalu berupaya mencari Kebenaran  mengapa ia hidup di dunia. "Mengapa saya hidup dan apa yang seharusnya  saya lakukan."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika ia cukup dewasa, ia mulai mencari beberapa  informasi tentang 'sosok&amp;nbsp; yang disebut Tuhan' yang selalu disebut oleh  orang-orang dan didengar Maryam selama hidupnya. "Saya mencari  Kebeneran, bukan agama tertentu," tutur Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kebenaran yang  masuk akal bagi saya, sesuatu yang membuka hati saya dan membuat saya  layak untuk hidup," ujarnya. Saat mencari ia memasuki setiap jenis  gereja baik di Inggris maupun dekat rumahnya. "Tak pernah sebelumnya  terbesit untuk berpikir tentang Islam."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maryam tertarik dengan  Islam, namun saat itu perang tengah berkecamuk di Irak dan ia membaca  banyak hal mengerikan tentang Muslim di surat kabar. "Saya merasa  berpengalaman dan memiliki pendidikan dalam mempelajari agama lain,  sehingga saat itu pun saya berpikir semua itu tak benar," ungkap Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  pun mencari seseorang yang bisa mengajarinya dan memberi tahunya  tentang Islam dan cara hidup berdasar agama ini. "Sehingga saya bisa  membedakan mana yang benar, mana yang salah, mana yang berasal dari tipu  daya setan," tutur Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu hal yang selalu ia lakukan  selama pencarian, ia sellau berbicara dengan siapa pun dan tersenyum dan  menyapa setiap orang. " Saya berkata 'Halo', 'Bagaimana kabarmu?',  'Bagaimana harimu?', karena Yesus selalu menyebarkan kebahagiaan di mana  pun dan kapan pun ia berada. Saat itu saya penganut Katholik Roma,"  ungkap Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun ia merasa tak bahagia dengan agama tersebut  dan akhirnya meninggalkan gereja. "Tapi saya tak tahu kemana lagi harus  pergi," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di saat bersamaan ia tengah mencari pula guru  Islam. "Saya berdoa setiap saat, setiap hari kepada Tuhan 'Bantu aku,  bantu aku, bantu aku'. Ia lakukan itu berulang-ulang, terus menerus  selama dua tahun. "Karena saya tak tahu apa yang harus diperbuat dan  pergi ke mana," ungkap Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga suatu hari seorang  kawan dari temannya membawa seorang yang alim ulama. Namanya Nur El-Din.  Ia adalah seorang Arab yang lahir di negara itu. Ia mengundang Maryam  untuk datang ke rumahnya dan memberi tahu buku apa yang harus dibeli dan  apa yang harus ia lakukan. Bahkan Nur membuka diri untuk dihubungi  kapan saja bila Maryam memiliki pertanyaan. "Itulah hubungan kami, ada  tujuh volume buku yang saya baca mengenai tafsir dan terjemahan terhadap  Al Qur'an dan buku itu sangat luar biasa."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maryam pun mulai  mengkaji Islam. Ia membuka buku pertamanya dan membaca kata pengantar.  Ia tidak memulai dari belakang, melainkan dari depan. Ia langsung menuju  surah Al Baqarah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum Al Baqarah terdapat Surah Al Fatihah.  Rupanya Maryam kembali ke awal lagi dan membaca umul kitab tersebut.  "Begitu saya membaca, rasanya seperti tersambar. Air mata saya  bercucuran. Hati saya berdebar keras, saya berkeringat dan gemetar,"  tutur Maryam. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya ia takut itu adalah godaan setan. "Seperti  ia mencoba menghentikan saya karena saya mungkin menemukan jalan,  karena buku ini mungkin membukakan saya menuju Kebenaran, sesuatu yang  selama ini saya cari," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maryam pun langsung menelpon Nur  El-Din. "Ia berkata datanglah saya ingin bertemu kamu. Saya pun pergi ke  tempatnya. Saat itu musim dingin, begitu sampai rasanya tubuh saya  seperti balok es," ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menuturkan pengalaman kepada Nur  El-Din. "Saya berkata padanya ini pasti ulah setan, apa yang harus saya  perbuat?" ujarnya. Maryam menuturkan kala air matanya bercucuran ia  bisa melihat jelas ke dalam hatinya, begitu besar, merah--alih-alih  terang, dan tidka berbentuk sama sekali. "Saya sangat takut," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nur  El-Din pun berkata padanya, "Margaret, dikau akan menjadi seorang  Muslim." Maryam membalas, "Tapi saya tidak membaca buku-buku ini untuk  menjadi seorang Muslim. Saya membaca demi membantah semua kebohongan  yang telah disebarkan di media mengenai Muslim," ujarnya. "Saya tak  ingin menjadi Muslim," kata Maryam lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun Nur El-Din tetap  pada keyakinannya. "Margeret dikau akan menjadi Muslim karena, baiklah  saya harus memberi tahumu bahwa ada campur tangan kekuatan Tertinggi  dalam hidupnya. "Saat itu saya berusia 65 tahun. Kini saya 66 tahun dan  saya telah menjadi Muslim selama satu tahun."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia akhirnya  melakukan kajian lebih dalam lagi dengan si ulama mulai November hingga  Februari. Akhirnya ia tak bisa menahan diri untuk bersegera mengucap  syahadat. Saat dorongan itu timbul Maryam sempat bertanya apakah itu tak  terlalu terburu-buru baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Anda tahu, ketika bertanya itu,  alasannya bukan lagi karena saya tak mau menjadi Muslim. Saya telah  meyakini bahwa Allah akan selalu mengampuni hambanya, yang saya pikirkan  saya terlalu kecil, terlalu banyak dosa, dan hidayah itu rasanya hadiah  terlalu besar bagi saya yang tak seberapa," tutur Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nur El  Din hanya berkata satu kata "Nur". Saat itu 11 Februari 2003, Maryam  duduk sedikit jauh dari Nur El Din yang berpakaian serba putih mulai.  "Ulangi persis seperti yang saya ucap," ujar Nur El Din. Ia mengucapkan  syahadat yang langsung diulang oleh Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Usai mengucap  syahadat Maryam bertanya, "Apa yang barusan saya ucapkan?". Nur El Din  memaparkan artinya dalam Bahasa Inggris. Setelah itu ia pun resmi  menjadi Muslim dan mengganti namanya dengan Maryam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya tak  bisa berkata bahwa saya Muslim yang baik, karena itu luar biasa sulit,"  ungkap Maryam. "Saya kehilangan semua teman Katholik, semua teman  mengobrol saya. Bahkan putri saya menganggap saya gila. Satu-satunya  yang percaya saya adalah putra saya yang mengatakan mungkin saya  menemukan Kebenaran. Ia adalah salah satunya yang mungkin menyusul saya  menjadi Muslim," ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tantangan terberat yang dirasakan  Maryam adalah tempat tinggal di mana ia hidup di dunia sekuler, bukan  dunia Muslim. "Dengan sepenuh hati, saya ingin tinggal di dunia Muslim  dan memiliki komunitas Muslim. Saya satu-satunya Muslim yang tinggal di  kawasan ini. Namun Allah selalu baik kepada saya karena ditengah  kesulitan, saya tetap bahagia dan terus memiliki kesempatan belajar,"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maryam  mengaku kini membaca Al Qur'an dalam terjemahaan Bahasa Inggris. "Usia  saya sungguh membuat saya sulit menghafal jadi saya menggunakan buku  terjemahan. Dan saya memohon pada Allah, 'Mohon Ya Allah yang Maha  Pengasih dan Penyanyang, saya hanyalah seorang bayi berusia 65 tahun dan  saya memiliki kesulitan dan bantulah aku," setiap saya berdoa itu saya  selalu menemukan jalan. Ia benar-benar membantu saya."&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Onislam.net&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=875cd5bb02__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/08/01/lp8sqm-wanita-atheis-skotlandia-ini-menemukan-islam-pada-usia-65-tahun&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-2026735760676210816?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/2026735760676210816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=2026735760676210816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/2026735760676210816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/2026735760676210816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/08/wanita-atheis-skotlandia-ini-menemukan.html' title='Wanita Atheis Skotlandia Ini Menemukan Islam pada Usia 65 Tahun'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4338354507855243774</id><published>2011-07-30T22:04:00.001+07:00</published><updated>2011-07-30T22:04:19.326+07:00</updated><title type='text'>Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/jason-perez-_110730141431-387.jpg" alt="Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam" width="333" height="217"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Jason Perez&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Sabtu, 30 Juli 2011 14:15 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Tayangan &lt;em&gt;The New Muslim Cool&lt;/em&gt;  sangat menyentuh publik Amerika Serikat. Di dalamnya berisi tentang  pengalaman rohani salah satu rapper negeri itu, Jason Perez - namanya  menjadi Hamza Perez setelah masuk Islam dan pandangannya tentang agama. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada  satu kutipan satir tapi membuat publik terhenyak tentang betapa SARA di  AS mulai memprihatinkan adalah, "Anda seorang ayah tunggal, sekarang  Anda menikah lagi, jadi Anda seorang pria yang sudah menikah, Anda  muslim, Anda orang Amerika, Anda Puerto Rika, kau dari the hood, Anda  seorang seniman, Anda rapper ... terdengar seperti mimpi terburuk  Amerika!" &lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikut ini wawancara &lt;em&gt;islamicbulletin.com&lt;/em&gt; dengan Jason:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islamicbulletin: Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang diri Anda?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jason:  Saya lahir di Brooklyn, NY. Saya dibesarkan di sebuah proyek perumahan  di seberang jalan masjid. Ibu saya membesarkan saya di sana. Setelah  saya besar, kami pindah ke Puerto Rico, dan setelah itu kami pindah  bolak-balik antara Massachusetts dan Puerto Rico.&lt;br&gt;&lt;br&gt;IB: Dapatkah Anda menceritakan sedikit tentang pendidikan agama Anda?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J: Ya, ibu saya Katolik. Tapi, nenek saya di Puerto Rico adalah Pembaptis. Selama sekolah, saya selalu di sekolah Katolik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;IB: Bagaimana Anda bisa berpindah menjadi Muslim?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J:  Saya memiliki seorang teman bernama Louie Ekuador. Kami tumbuh bersama,  dan kemudian kami terlibat dalam penjualan narkoba bersama-sama. Saya  adalah pencari kebahagiaan sebagai orang muda, tetapi saya tidak pernah  menemukannya. Saya mencoba kehidupan jalanan dan obat-obatan tapi itu  hanya membuat saya lebih tertekan. Meskipun kita menghasilkan uang,  tidak memberi kita rasa atau kepuasan kebahagiaan. Suatu hari, ia  berjalan dengan masjid, dan dia duduk di tangga. Seorang Muslim  mendekatinya dan bertanya apa yang dia lakukan di sana dan mulai  berbicara kepadanya tentang Islam. Dan dia akhirnya menjadi seorang  Muslim. Kami tahu masjid ini karena kami dibesarkan di jalan, tapi, kami  tak pernah tahu tentang Muslim dan ajarannya. Satu-satunya hal yang  kita tahu tentang mereka adalah bahwa mereka membunuh kambing. Jadi,  dalam masyarakat, masjid mereka lebih dikenal sebagai tempat dimana  kambing dibunuh. Jadi kita akrab dengan gedung tetapi tidak benar-benar  tahu tentang apa yang terjadi di dalamnya. Louise berakhir menjadi  Muslim dan sempat menghilang selama 40 hari. Dia pergi dengan Jamaah  Tabligh (komunitas guru Islam) menyebarkan Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namanya pun  berubah, menjadi Lukman. Suatu hari Lukman datang berpakaian serba putih  dengan seorang syekh bernama Iqbal. Kami sedang bermain dadu, minum,  dan merokok saat itu. Tiba-tiba aku melihat sisi berbeda darinya. Ia  terlihat lebih bercahaya. Saya bisa melihat perubahan dalam dirinya.  Saya pikir, sesuatu yang serius telah terjadi dalam hidupnya. Jadi, saya  meninggalkan orang lain yang minum dan merokok dan berjalan ke arah  mereka. JDi sana, syekh bertanya apakah aku percaya bahwa hanya ada satu  Allah. Aku berkata, "Ya." Dan kemudian dia bertanya apakah saya percaya  pada Nabi Muhammad. Terus terang, saya tak pernah tahu tentang Muhammad  SAW, tapi saya melihat cahaya dalam karakter dan wajah Luqman teman  saya, jadi saya percaya. Saat itu juga saya minta dituntun mengucapkan  syahadat, di pinggir jalan. Adik saya yang menyaksikan, ikut pula  bersyahadat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;IB: Bagaimana orangtua Anda bereaksi terhadap Anda yang menerima Islam?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J:  Keluarga saya awalnya kesal. Tetapi setelah mendapatkan kami bebas dari  narkoba dan jauh dari kegiatan berbahaya lainnya, mereka menyukainya.  Ibu saya sangat mendukungnya. Dia pikir itu sangat positif. Saya pun  menjadi lebih peduli padanya;&amp;nbsp; Saya&amp;nbsp; membantu dalam urusan rumah tangga,  dan melakukan apapun yang dimintanya. Dulu sebelum menjadi Muslim, saya  tak pernah peduli padanya. Perubahan dalam diri saya membuat kakak saya  menjadi Muslim juga. Kemudian salah satu teman saya menjadi Muslim.  Lebih dari 55 orang yang kita kenal menjadi Muslim. Kami kembali ke  tempat yang sama kita gunakan untuk menjual obat-obatan dan memasang  tanda yang mengatakan, "Heroin membunuh kamu dan Allah menyelamatkan  Anda!" Jadi, Anda tahu, banyak dari mereka dipengaruhi oleh Lukman.  Termasuk saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;T: Apakah Anda pernah menemukan masalah dengan penerimaan Islam Anda?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J:  Pada awalnya, karena saya merek baru Muslim, saya pikir saya harus  mendengarkan setiap apa yang dikatakan seorang Muslim. Saya benar-benar  tidak ada arah. Beberapa orang mengajarkan saya untuk melihat Muslim  lain dan mengkritik umat Islam lain yang berjanggut panjang dan 'pakaian  aneh' mereka. Sampai kemudian di satu titik: mengkritik orang menjadi  lebih sering sementara mengingat Allah menjadi sedikit. Aku mulai  kehilangan rasa manis yang saya alami ketika saya pertama kali menjadi  Muslim. Kemudian saya melewati sebuah transformasi besar; hanya melihat  kesalahan diri dan bukan kesalahan orang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;IB: Apakah Anda melihat kesamaan antara Islam dan agama-agama lain?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J:  Ya, tentu saja. Ini semua terhubung. Saya tahu siapa Yesus, saya  melihat gambar yang dikaitkan dengannya, tapi saya tidak benar-benar  tahu tentang Yesus selain Natal, dan ayat-ayat yang kita baca diarahkan  kepada kita oleh para imam dan pendeta. Kadang-kadang saya merasa kini  saya menjadi pengikut Kristus dengan cara yang lebih baik setelah saya  menjadi Muslim. Isa adalah Nabi-nya, bukan Tuhan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;T: Apa dampak yang Islam telah pada kehidupan Anda?&lt;br&gt;&lt;br&gt;J:  Islam telah membuka mata saya untuk kesalahan saya sendiri. Sebelumnya,  saya punya hal yang disebut nafs. Saya tidak tahu tentang nafs. Islam  membuat saya sadar bahwa, di jalanan, Anda selalu mencari musuh. Dan  Islam mengajarkan saya bahwa, dalam rangka untuk menemukan musuh saya,  saya harus melihat di cermin. Musuh saya adalah diri saya sendiri; nafsu  saya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; islamicbulletin.com, new muslim&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=014de199d2__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/30/lp4xha-perubahan-perilaku-jason-perez-membuat-55-orang-terdekatnya-ikut-menganut-islam&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4338354507855243774?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4338354507855243774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4338354507855243774&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4338354507855243774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4338354507855243774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/perubahan-perilaku-jason-perez-membuat.html' title='Perubahan Perilaku Jason Perez Membuat 55 Orang Terdekatnya Ikut Menganut Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-8787131922705870264</id><published>2011-07-28T18:26:00.001+07:00</published><updated>2011-07-28T18:26:23.541+07:00</updated><title type='text'>Saat Bertugas di Perang Teluk, Abdal Malik Rezeski Terkesan Kesalehan dan Sikap Rendah Hati Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/abdal-malik-rezeksi-_110728130608-712.jpg" alt="Saat Bertugas di Perang Teluk, Abdal Malik Rezeski Terkesan Kesalehan dan Sikap Rendah Hati Muslim" width="333" height="217"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Abdal Malik Rezeksi&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Kamis, 28 Juli 2011 13:07 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Ia adalah warga New York kelas  menengah sekaligus perwira dalam Angkatan Darat Amerika Serikat (AS).  Pada 1991 ia dengan senang hati bergabung melayani negara dalam tugas di  Perang Teluk I.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun berikut ia dikirim ke Pakistan, dimana ia  bertemu orang saleh dan terkesan dengan mereka. "Mereka baik,  orang-orang rendah hati yang mencoba menjalankan ibadah dengan taat,"  tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mulai belajar Islam pertama karena didorong oleh  rasa ingin tahu, lalu keluar dari keyakinan. Tepat di akhir tahun, ia  menjadi seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ayah saya seorang Yahudi, ibu saya  Kristiani," tutur Abdal Malik Rezeski yang tinggal di Dallas. "Islam  adalah agama pertama yang masuk akal bagi saya."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam adalah  salah satu agama yang tumbuh cepat di Amerika. Salah satu penyebab  adalah pertambahan imigran dan angka kelahiran yang tinggi di kalangan  mereka. Namun seiring waktu, justru lebih banyak warga asli Amerika yang  beralih ke Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka tertarik dengan aturan moral ketat yang  diusung Islam, sistem keyakinan yang sebenarnya serupa dengan Yudaisme  dan Nasrani. Kemiripan itu, menurut ulama, memudahkan langkah-langkah  untuk mempraktekan dan beralih ke Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Pesan langsung mengenai  Tuhan, jauh lebih mudah dipahami ketimbang konsep Trinitas, ujar Jane  Smith, seorang pakar studi Islam di Hartford Seminary.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mayoritas  warga Amerika yan beralih, 64&amp;nbsp; persen adalah Afrika-Amerika, demikian  menurut The Mosque Report, sebuah kajian nasional yang dilakukan empat  organisasi Muslim. Salah satunya adalah Share Muhammed, 48, yang sejak  kecil rajin mendatangi gereja kulit hitam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yang langsung menarik  perhatian saya dari Islam adalah saya tidak melihat rasisme," ujarnya.  Di masjid, wanita itu mengaku bertemu dengan banyak imigran dari penjuru  dunia dan kemajemukan Amerika.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekitar 6 juta Muslim tinggal Amerika Serikat. The Mosque Report memperkirakan sekitar 30 persen jamaah adalah mualaf.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun  tak seorang pun tak pasti berapa mualaf di sana karena Muslim tidak  mencatat informasi itu. Mereka mengatakan hal itu juga cukup sulit  karena orang kerap beralih memeluk Islam tanpa keterlibatan masjid.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Bagi  Muslim, itu adalah antara diri anda dan Tuhan," ujar seorang pakar  sosiologi agama, Dr. Behrooz Ghamari-Tabrizi, di Georgia State  University. "Sementara dalam Yahudi dan Kristen, anda harus mengikuti  ritual formal."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti yang dialami Rezeksi, di hari ia  memutuskan memeluk Islam, ia mencari teman-teman Pakistannya. Dengan  keberadaan mereka ia mengucapkan dua kalimat syahadt. "Tiada Tuhan  selain Allah (swt) dan Muhammad adalah rasul-Nya."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu mengkaji Al Qur'an, kitab suci Muslim, ia mengaku kian tertarik lebih dalam dengan agama tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dengan  Islam saya bisa melihat ramuan bagaimana agar berhasil menjalani  kehidupan saat ini dan kehidupan masa nanti." ujarnya. "Tidak hanya  panduan praktikal mengenai perceraian dan bagaimana memperlakukan anak  yatim, tetapi juga petunjuk spiritual yang memaparkan apa Tuhan itu dan  bagaimana kita seharusnya berhubungan dengan-Nya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Dallasnews.com&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=52d8cf8592__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/28/lp14zv-saat-bertugas-di-perang-teluk-abdal-malik-rezeski-terkesan-kesalehan-dan-sikap-rendah-hati-muslim&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-8787131922705870264?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/8787131922705870264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=8787131922705870264&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8787131922705870264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8787131922705870264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/saat-bertugas-di-perang-teluk-abdal.html' title='Saat Bertugas di Perang Teluk, Abdal Malik Rezeski Terkesan Kesalehan dan Sikap Rendah Hati Muslim'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3467640685393757139</id><published>2011-07-27T12:54:00.001+07:00</published><updated>2011-07-27T12:54:50.359+07:00</updated><title type='text'>Tak Sakit Hati Sempat Dicurigai Jadi Pelaku Peledakan, Umat Muslim Norwegia Ikuti Acara Perkabungan Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/menteri-luar-negeri-norwegia-jonas-gahr-store-memberikan-kata-_110727121457-483.jpg" alt="Tak Sakit Hati Sempat Dicurigai Jadi Pelaku Peledakan, Umat Muslim Norwegia Ikuti Acara Perkabungan Nasional" height="217" width="333"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Menteri Luar Negeri Norwegia, Jonas Gahr Store  memberikan kata sambutan dalam acara doa bersama bagi korban penembakan  di masjid Oslo&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Rabu, 27 Juli 2011 12:15 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, OSLO - Mereka berbaur. Seorang  pria berambut pirang, tiba-tiba mendatangi Iman al-Kofi, wanita  kelahiran Irak yang sehari-hari mengenakan cadar, dan memeluknya.  Keduanya sesenggukan, menangis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kofi ada di lautan manusia warga Oslo yang melakukan upacara berkabung bagi para korban tewas penembakan brutal di Pulau Utoya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kofi,  yang&amp;nbsp; temannya kini ada dalam perawatan intensif dengan tiga lubang  bekas peluru di tubuhnya, sempat menjadi 'tersangka' saat bom meledak di  oslo. Saat itu, media mulai mengarahkan telunjuknya pada kaum Muslim  sebagai pelaku peledakan. Ia ditatap dengan pandangan curiga oleh para  tetangganya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam pembantaian Jumat, satu orang kerabatnya turut menjadi korban. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sama  dengan Kofi, imigran Muslim lainnya mengatakan mereka telah  diperlakukan sama saat bom mengguncang Oslo. Namun begitu diketahui  pelakunya adalah seorang Kristen fanatik ultra kanan, Anders Breivik  Behring, perlakuan berubah 180 derajat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Jika itu adalah Muslim,  mereka akan menyalahkan semua orang asing dan membenci kita semua," kata  salah seorang imigran asal Asia, menambahkan bahwa ia datang ke jantung  kota Oslo untuk berduka dengan puluhan ribu orang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Muslim  di Norwegia mengatakan mereka berbagi rasa sakit dengan rekan-rekan  Kristen mereka setelah pembantaian itu, di mana Breivik menembak mati  puluhan pemuda, terutama remaja, di sebuah pulau liburan dan membom  sebuah gedung pemerintah Oslo, menewaskan total 93 orang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Norwegia  dari semua latar belakang bersatu untuk mengutuk tindakan itu. Pemimpin  Muslim mengatakan mereka berharap ke depan Norwegia akan memiliki  kondisi yang lebih baik untuk hubungan antar ras.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Muslim  mengatakan bahwa mereka merasa lega bahwa pasang naik sentimen  anti-imigran dan anti-Muslim di Eropa tidak diberi momentum baru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kami  seolah berkata 'Puji Tuhan itu bukan seorang Muslim'," kata imigran  asal Aljazair, Tariq Mahmoud, 23, yang berada di sebuah masjid di Oslo  ketika jendela masjid tiba-tiba terbuka dengan keras terimbas daya ledak  bom&amp;nbsp; Breivik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tentu saja kami takut. Kami pikir mereka akan menekan kami," kata Khaled Mohammed, teman Tariq.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang  imam di Norwegia menyatakan ada angin baru dalam hubungan antar etnis  di negara itu setelah kejadian itu. "Saya memiliki harapan besar bahwa  ini akan mengubah Norwegia pada arah yang positif. Setiap orang bersatu,  terlepas dari warna, latar belakang budaya, etnisitas. Kita semua  terpengaruh, kita semua terluka," kata Najeeb Naz Ur Rehman, seorang  imam terkemuka yang berbasis di Norwegia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menteri Luar Negeri  Jonas Gahr Store memuji masjid-masjid di oslo yang melakukan doa bersama  bagi para korban serangan. Ia bahkan menghadiri upacara di sebuah  masjid bagi korban berondongan peluru&amp;nbsp; Breivik.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Reuters&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=ada95c141c__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/07/27/loz7xa-tak-sakit-hati-sempat-dicurigai-jadi-pelaku-peledakan-umat-muslim-norwegia-ikuti-acara-perkabungan-nasional&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3467640685393757139?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3467640685393757139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3467640685393757139&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3467640685393757139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3467640685393757139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/tak-sakit-hati-sempat-dicurigai-jadi.html' title='Tak Sakit Hati Sempat Dicurigai Jadi Pelaku Peledakan, Umat Muslim Norwegia Ikuti Acara Perkabungan Nasional'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3838452022012282880</id><published>2011-07-27T12:53:00.001+07:00</published><updated>2011-07-27T12:53:54.157+07:00</updated><title type='text'>Berhasil Atasi Prasangka Buruk, Richard Beuchamp Total Menerima Islam</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110727123849-400.jpg" alt="Berhasil Atasi Prasangka Buruk, Richard Beuchamp Total Menerima Islam" height="217" width="333"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Rabu, 27 Juli 2011 12:39 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Richard Beauchamp duduk di  area parkir memandng para Muslim keluar Masuk. Ia tak pernah sekalipun  memasuki masjid dan ia gugup&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu berhasil mengumpulkan  keberanian untuk masuk, ia disambut hangat. Lelaki itu mengaku  dibesarkan dalam tradisi Baptis, namun ia sangat tertarik Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mereka luar biasa baik," ujar Beauchamp, 36 tahun, warga asal Irving. "Mudah sekali untuk kembali datang ke sana," tuturnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada  kunjungan berikut bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat. Beuchamp  tidak tahu sama sekali cara Muslim beribadah. Ia pun hanya duduk dan  melihat. Hampir semua pria berdiri di lantai. "Kursi hanya digunakan  untuk orang tua yang tak sanggup berdiri." ungkapnya. "Saat itu saya  larut dalam doa sehingga hampir tidak memperhatikan sekitar."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apa  yang membuat ia tertarik kepada Islam. Rupanya saat usia muda, Beuchamp  sudah kecewa dengan Kristen. Ia tidak memahami bagaimana Kristiani  meyakini satu Tuhan dan Trinitas sekaligus bersamaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perjalanannya  menuju Islam adalah pencarian seorang diri, sesuatu yang umum terjadi  pada warga Amerika yang beralih ke Muslim. Ia menemukan Islam lewat buku  bahkan sebelum bertemu dan menjalin hubungan dengan seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  kunjungan rutin ke masjid selama satu tahun, ia meyakini telah  menemukan rumah spritual di dalam Islam. Namun Beuchamp menyadari  menjadi Muslim berarti mengubah total seluruh gaya hidupnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya  saat itu memiliki gaya hidup seperti warga Amerika lain berusia 20-an,"  tuturnya. "Saya keluar ke club malam, minum dan bergaul bebas dengan  para wanita. Sebagai muslim kini saya tak bisa lagi bebas bergaul dan  bepergian seenaknya dengan teman wanita. Yang pasti saya tak bisa minum  lagi."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat beralih, ia mendapati respon temannya ternyata jauh  lebih keras ketimbang tanggapan kedua orangtuanya. "Gaya hidup saya  berubah banyak dan sulit bagi teman saya untuk menerima," ujarnya.  "Namun ketika saya membaca tulisan teman-teman Muslim lain, justru kian  sulit untuk menengok kebelakang," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak dipungkiri oleh  Beuchamp, saat tumbuh besar ia memiliki pandangan kelam tentang Muslim.  Itu pun sedikit menghambat peralihannya. Cerita-cerita mengenai revolusi  Iran, kekerasan dan penangkapan warga Amerika sebagai sandera yang  kadang dibunuh di Timur-Tengah membuat ia curiga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Benar-benar  perjuangan untuk mengatasi prasangka yang telah saya miliki" ungkapnya.  Namun pengalaman pertama berkunjung ke masjid langsung mendobrak semua  pandangan negatif tadi. "Say menyaksikan orang-orang yang begitu  beriman, tulus dan penuh kasih sayang." tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada 2006,  Beucham pergi ke Indonesia untuk menikahi seorang wanita. Ia mengenalnya  lewat sebuah situs kontak jodoh di Internet. "Ia wanita yang baik dan  taat," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berkorespondensi lewat internet dengan wanita  itu selama enam bulan lalu terbang ke Indonesia untuk bertemu dengannya  dan keluarganya. Ia berada di Indonesia ketika serangan 11 September  terhadap menara kembar WTC dan pentagon terjadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Banyak warga  Amerika seketika itu memiliki pandangan distorsi terhadap Islam."  ujarnya. "Itu sungguh melukai hati saya karena Islam telah membawa rasa  damai dan tujuan hidup yang sebelumnya tak pernah saya miliki,"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Dallasnews.com&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=d36524b828__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/27/loz91w-berhasil-atasi-prasangka-buruk-richard-beuchamp-total-menerima-islam&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3838452022012282880?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3838452022012282880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3838452022012282880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3838452022012282880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3838452022012282880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/berhasil-atasi-prasangka-buruk-richard.html' title='Berhasil Atasi Prasangka Buruk, Richard Beuchamp Total Menerima Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-897528869598141566</id><published>2011-07-21T09:05:00.001+07:00</published><updated>2011-07-21T09:05:18.502+07:00</updated><title type='text'>Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/domenyk-eades-_110712170356-490.jpg" alt="Perjalanan Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud" height="217" width="333"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;Domenyk Eades&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Selasa, 12 Juli 2011 17:05 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Lewat sebuah strategi gerak  cepat, pada 2 Agustus 1990, pasukan tentara Irak berhasil mencaplok  Kuwait. Lima hari setelah invasi itu, Arab Saudi meminta bantuan kepada  Amerika Serikat (AS). Invasi Irak ke negeri petrodolar itu pun  melahirkan Perang Teluk ketika pasukan Paman Sam menggelar Operasi Badai  Gurun pada 17 Januari 1991.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perang Teluk telah membetot  perhatian masyarakat dunia ketika itu. Tak terkecuali seorang remaja  yang ketika itu berusia 17 tahun, Domenyk Eades. Pria yang tumbuh besar  di Australia itu kerap menyaksikan dan membaca berita-berita tentang  Perang Teluk dari media massa. Ketika mengikuti isu Timur Tengah itulah,  ia tertarik untuk mempelajari Islam.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;em&gt;Islam Telah Membuatnya Menjadi Seseorang yang Lebih Baik dan   Membimbingnya untuk Membuat Lingkungan Sebagai Tempat yang Lebih Baik&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Hidayah Allah SWT mulai menerangi hatinya. Domenyk pun mulai tertarik  untuk mempelajari Islam. "Saya ingin melihat sendiri bagaimana  sebenarnya Islam itu dan mengapa Islam sangat penting bagi banyak orang  di dunia," ujarnya kepada Republika. Untuk mengenal Islam, ia pun pergi  ke toko buku dan membeli Alquran yang diterjemahkan ke dalam bahasa  Inggris.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama tiga hari, Domenyk membaca kitab suci umat Islam  itu dengan hati-hati. "Itu merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa,"  ungkapnya. Ia pun mulai membandingkan isi Alquran dengan Injil.  Menurutnya, banyak karakter dan cerita di dalam Alquran yang juga  terdapat di dalam Injil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, menurut Domenyk, ada sederet hal  yang tercantum dalam Injil yang tidak bisa dimengerti. Ia pun mencoba  untuk mempelajari Islam lebih dalam lagi. Ketika itu, ia mengaku belum  serius untuk menjadi seorang Muslim. "Saya memercayai keberadaan Tuhan  dan saya rasa itu cukup," kenangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk Eades terlahir  sebagai seorang Kristiani. Ia mengaku baru mengenal Islam setelah  remaja. Ketika masih belia, ia sedikit mengetahui Islam dari beberapa  Muslim yang ditemuinya. Namun, mereka pun memiliki pengertian yang  sederhana tentang Islam. Ia menyadari banyak kesamaan yang ditemukan  antara Kristen dan Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Keduanya sama-sama memercayai Tuhan  dan adanya surga dan neraka," tuturnya. Meski begitu, ia lebih banyak  mengetahui hal-hal negatif tentang Islam dari tayangan televisi yang  ditonton dan koran yang dibacanya. Meski tumbuh besar sebagai Kristiani  yang cukup taat, Domenyk selalu menghormati orang-orang yang berbeda  keyakinan dengannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia selalu merasa yakin, sangatlah penting  bagi seseorang untuk mengikuti sebuah prinsip yang memandu mereka dalam  kehidupan. Karena itulah, ia juga sangat meyakini akan keberadaan Tuhan.  Domenyk mengetahui bahwa seorang Muslim harus menjalankan perintah  agama dan menjalankan ibadah wajib lima kali sehari.&lt;br&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0px 5px;" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/domenyk-eades.jpg" alt="" height="188" width="283"&gt;&lt;br&gt;Awalnya,  menurut dia, hal itu tampak sangat mengikat dan membatasi. "Seseorang  yang berusia 18 tahun tidak suka dibatasi dan diatur," ucapnya. Meski  begitu, ia terus membaca dan mempelajari Islam. Domenyk mulai menyadari  bahwa Islam tidaklah bermaksud mempersulit hidup umatnya, tetapi justru  sebaliknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlahan tapi pasti, ia mempelajari Islam dan cara  membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT. Ia juga mempelajari  shalat lima waktu dan berpuasa yang mengubah seseorang dari dalam dan  membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Ia mengaku, membutuhkan banyak  waktu untuk mengerti dengan benar mengenai pelajaran itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hidayah  kian menerangi kalbunya. Domenyk mulai melihat pesan positif yang  disampaikan Islam sehingga agama yang disebarkan Nabi Muhammad SAW  tersebut tak lagi menjadi agama yang asing baginya. Ia mengaku sangat  tertarik dengan Islam karena pesan yang dibawa Alquran sangat jelas dan  logis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia sangat menyukai bagaimana Alquran memberikan petunjuk  untuk hidup yang baik dan bagaimana Islam memberikan pesan yang sangat  jelas tentang kesetaraan di antara seluruh umat manusia. "Saya rasa  apabila orang-orang benarbenar mengerti tentang Islam, mereka akan  melihat bahwa setiap manusia merupakan ciptaan Tuhan dan itu sangatlah  berharga," paparnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apabila seseorang memiliki sebuah keyakinan,  kata Domenyk, mereka akan memperlakukan orang lain dengan hormat, tidak  peduli dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka terlihat. Ketika  mempelajari Alquran dan Islam, Domenyk mengaku, tidak benar-benar  berniat ingin menjadi seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga akhirnya, ia  menemukan pesan di dalam Alquran yang merupakan kelanjutan dari pesan  yang diajarkan Yesus. "Saya mulai menyadari apabila saya memercayai  Allah dan Muhammad sebagai utusan-Nya, itu berarti saya haruslah menjadi  seorang Muslim."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya, ia merasa ragu dapat mengikuti aturan  yang terdapat dalam ajaran Islam. Ia memercayai pesan yang dibawa oleh  Islam, tetapi sangat sulit baginya untuk dapat menjalankan shalat lima  waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan. Untuk dapat shalat tepat waktu pun  sangat sulit baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk juga mengkhawatirkan reaksi yang  akan muncul dari teman-teman dan keluarganya apabila ia menjadi seorang  Muslim. Karena alasan itulah, ia memerlukan waktu yang cukup lama untuk  menjadi seorang Muslim, meski di dalam hatinya ia sudah memercayai satu  Tuhan dan Muhammad sebagai utusan-Nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, ia belum merasa  siap menghadapi hidup baru sebagai Muslim. Hingga pada suatu hari,  Domenyk memutuskan untuk menemui beberapa orang Muslim. Ia pergi ke  sebuah masjid di dekat tempatnya tinggal. Pengalamannya saat berada di  masjid itu telah membuka hatinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kaum Muslim di masjid itu tahu  bahwa dia bukanlah seorang Muslim. Namun, mereka menyambutnya dengan  sikap ramah dan mengobrol hingga waktu shalat tiba. Saya seorang  Anglo-Australia dan saya memberanikan diri ke sana, tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hatinya  tergerak ketika melihat gerakan sujud yang dilakukan jamaah dalam  shalat. Pemandangan itu meninggalkan kesan yang mendalam baginya. Hati  kecilnya mulai berkata, hidup sebagai Muslim bukanlah hal yang mustahil  lagi. Saat kuliah, ia bertemu dengan Bukhari Daud, bupati Aceh Besar,  yang tengah studi di Australia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berteman baik dengan Bukhari.  Keduanya sering berdiskusi tentang Islam. Bukhari lalu mengundang  Domenyk ke rumahnya. Pertemuan itu adalah pengalaman yang menarik.  Mereka memperkenalkan saya pada budaya Muslim Indonesia. Di sanalah saya  pertama kali mengetahui tentang keramahan Muslim, tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tekadnya  untuk memeluk Islam sudah semakin bulat. Di depan Bukhari dan  sekelompok Muslim lainnya, Domenyk mengucapkan dua kalimah syahadat dan  mengukuhkannya menjadi seorang Muslim di kediaman Bukhari saat studi di  Australia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam telah membuat saya menjadi seseorang yang lebih  baik dan membimbing saya untuk membuat lingkungan sebagai tempat yang  lebih baik, paparnya. Ia pun berhasil meyakinkan keluarganya. Keluarga  saya melihat bagaimana Islam memberikan efek positif kepada saya. Hal  itu tidak memberikan dampak negatif terhadap hubungan saya dengan  keluarga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan Pertama di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ramadhan  pertama sebagai Muslim merupakan kenangan yang sangat luar biasa bagi  Domenyk Eades. Ia merasa beruntung memiliki banyak sahabat Muslim yang  berada di dekatnya. Mereka menghabiskan Ramadhan dengan berbuka puasa  bersama dan melaksanakan shalat Tarawih setelahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ramadhan  pertama Domenyk berlangsung di Indonesia pada 1997. Hari itu merupakan  pengalaman yang sangat luar biasa, kenang Domenyk. Ia mengaku tidak  terlalu sulit untuk membiasakan diri dalam menjalankan ibadah. Domenyk  sudah mempelajari bagaimana melaksanakan shalat dan puasa sebelum  menjadi seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menghafal beberapa ayat pendek.  Setelah mengucapkan syahadat, tidak terlalu lama baginya membiasakan  diri dalam melaksanakan ibadah. Menjadi seorang Muslim membawa banyak  perubahan dalam hidup Domenyk. Menurut dia, perubahan itu terjadi dari  waktu ke waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk menjadi seorang Muslim ketika duduk di  bangku kuliah. Ia beruntung tinggal di dekat lingkungan Muslim yang  kebanyakan berasal dari Indonesia. Tak cuma itu, ia juga bersyukur bisa  tinggal di beberapa negara Muslim. Selama beberapa waktu, ia tinggal di  Indonesia, terutama di Aceh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama beberapa tahun, ia menetap di  negara Arab untuk bekerja dan mempelajari bahasa Arab. Domenyk  mempelajari linguistik bahasa Arab di Inggris. Ia menghabiskan  bertahun-tahun mempelajari bahasa Arab. Domenyk pun telah menunaikan  ibadah haji ke Tanah Suci Makkah pada 2007.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ini ia bekerja  sebagai dosen senior pada program studi bahasa Arab di Universitas  Salford, Inggris. Saat ini, Domenyk mengajar bahasa Arab kepada  mahasiswanya di Inggris. Risetnya seba gai dosen di bidang bahasa dan  penerjemahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia juga sudah menyelesaikan penelitiannya di bidang  bahasa di Indonesia. Salah satu buku yang ia terbitkan adalah buku  mengenai bahasa Gayo, Aceh. Domenyk juga telah memublikasikan berbagai  macam artikel, jurnal, dan buku tentang tata bahasa serta dialek bahasa  Arab. Ia juga banyak menerjemahkan buku-buku dari bahasa Arab ke bahasa  Inggris. &lt;strong&gt;heri ruslan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Mohamad Afif&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; c02&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=86ef0a6970__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/14/lo7tdo-perjalanan-domenyk-eades-terpesona-gerakan-sujud&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-897528869598141566?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/897528869598141566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=897528869598141566&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/897528869598141566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/897528869598141566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/domenyk-eades-terpesona-gerakan-sujud.html' title='Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-9115549287438448618</id><published>2011-07-19T21:52:00.001+07:00</published><updated>2011-07-19T21:52:25.558+07:00</updated><title type='text'>Tantangan Muslim di Eropa: Hadapi Prasangka Anti Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;islamonline&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/muslim-jerman-_110719192027-763.jpg" alt="Tantangan Muslim di Eropa: Hadapi Prasangka Anti Muslim" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Muslim Jerman&lt;/div&gt; 													 							&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Selasa, 19 Juli 2011 19:20 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Proses integrasi  komunitas Muslim ke dalam masyarakat Inggris relatif mulus. Kondisi itu  bukan berarti tanpa masalah. Kehadiran English Defence League (EDL)  menjadi bukti bahwa Muslim Inggris masih butuh waktu untuk diterima.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aktivis Kurdi dan penulis Ruwayda Mustafah menuturkan peningkatan  kuantitas gerakan EDL di daerah-daerah berpenduduk Muslim menandakan  ada persoalan yang belum selesai. Meredam gerakan anti Islam inilah yang  menjadi tantangan masa depan komunitas Muslim di Eropa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;"Muslim Inggris tak lagi menutupi identitasnya. Keterbukaan itu  berperan terhadap lahirnya kekhawatiran terhadap keberadaan Muslim di  Inggris raya," papar dia seperti dilansir dari Thehufingtonpost.com,  Selasa (19/7).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Menurut Ruwayda, EDL menjadikan Muslim sebagai target gerakan mereka.  Ancaman dan serangan yang dilakukan terhadap Muslim melalui rangkaian  demonstrasi begitu intensif dilakukan. Namun, tidak terdengar respon  berupa protes publik terhadap aksi EDL. Fakta itu seolah membenarkan apa  yang dilakukan EDL.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;"Beda kasus, bila kelompok gay, lesbian atau yahudi yang mendapatkan  ancaman lantaran gaya hidupnya tentu akan direspon dengan cepat," kata  Ruwayda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;EDL, menurut Ruwayda, telah meracuni masyarakat Inggris dengan  menyertakan symbol berupa bendera, kulit putih, dan slogan yang begitu  popuker "Inggris tidak menyambut agama kebencian". Efeknya, kata dia,  masyarakat Inggris yang semula toleran mendadak goyah. Mereka mulai  menerima pemikiran EDL. &amp;nbsp;Disisi lain, komunitas Muslim cenderung  defensif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Kata Ruwayda, demonstrasi yang berlangsung di University of Kingston  menjadi bukti betapa defensifnya komunitas Muslim. Pemimpin komunitas  Muslim kampus meminta setiap mahasiswa atau masyarakat untuk menghindari  konfrontasi langsung dengan EDL.&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Perdebatan dan diskusi tentang Muslim Inggris sering berorientasi  sekitar apa yang dikenakan Muslimah bukan membahas kelompok massa yang  menekan dan menyerang umat Islam, dan tempat-tempat ibadah kita," kata  Ruwayda.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ke depan, menurut dia, umat Islam perlu mengatasi persoalan itu  terutama yang menyangkut penyebaran retorika anti Islam. Hal itu bila  dibiarkan akan berpengaruh terhadap masa depan umat Islam di Eropa.  Sebab, persoalan ini belum sepenuhnya selesai. Umat Islam belum  terintegrasi penuh dengan dunia barat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Krisman Purwoko&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/div&gt;			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; the huffingtonpost.com&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=922bb9d847__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/07/19/lokyac-tantangan-muslim-di-eropa-hadapi-prasangka-anti-muslim&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-9115549287438448618?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/9115549287438448618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=9115549287438448618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9115549287438448618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9115549287438448618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/tantangan-muslim-di-eropa-hadapi.html' title='Tantangan Muslim di Eropa: Hadapi Prasangka Anti Muslim'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3801579605451153624</id><published>2011-07-19T17:48:00.001+07:00</published><updated>2011-07-19T17:48:11.018+07:00</updated><title type='text'>Tajikistan Ketar-ketir Populasi Muslim Meluas</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;zimbio.com&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/muslim-tajikistan-_110711202347-756.jpg" alt="Tajikistan Ketar-ketir Populasi Muslim Meluas " height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Muslim Tajikistan&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;&lt;br&gt;Selasa, 19 Juli 2011 16:09 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, DUSHANBE — Islam tengah  menggeliat di Tajikistan. Fenomena itu jelas terlihat dari segenap  aktivitas masyarakat di negara bekas pecahan Uni Soviet ini. Janggut  tengah menjadi tren. Jilbab begitu ramai diserbu Muslimah Tajikistan.  Lantunan ayat-ayat suci Alquran bebas diperdengarkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kondisi itu  sangat kontras, ketika Tajikistan mengusung semangat sekularisme diawal  berdirinya. Sejalan dengan itu, sekulerisme yang ditawarkan tidak serta  merta menghilangkan kerinduan terhadap Islam. Wal hasil,  berbondong-bondong warga Tajikistan mengikuti saudara-saudara mereka di  berbagai penjuru dunia untuk kembali pada Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perkembangan itu  telah menjadi perhatian khusus pemerintah sekular Tajikistan. Mereka  takut Islam di Tajikistan memiliki pengaruh yang sangat besar. Dalih  radikalisme selanjutnya menjadi tumpuan pemerintah guna menghentikan  pertumbuhan umat Islam di Tajikistan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak heran bila banyak pria  berjanggut telah ditahan secara acak, dan wanita dilarang untuk  mendatangi masjid. Tahun ini, pemerintah Tajikistan menarik kembali  mahasiswa yang tengah mendalami ilmu agama di Mesir, Suriah dan Iran.  Langkah ekstrim lain, polisi menutup paksa masjid pribadi dan  situs–situs Islam, dan melakukan sensor ketat pelaksanaan khotbah Jumat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalangan  kritikus menyamakan upaya yang dilakukan pemerintah Tajikistan meniru  gaya Uni Soviet saat mematikan penyebaran Islam. Mereka memperingatkan,  larangan terhadap pemuda untuk mendatangi masjid melalui undang-undang  yang baru saja diberlakukan sama saja dengan kebijakan bunuh diri  lantaran efek yang dihasilkan semakin memperkuat keinginan pemuda untuk  meramaikan masjid.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ada kemungkinan bahwa tingkat radikalisasi di  dalam negeri bisa meningkat," kata Mahmadali Hait, wakil ketua Partai  oposisi Islam Tajikistan Revival. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Ancaman&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasa  was-was pemerintahan sekular Tajikistan kian bertambah. Apalagi,  perkembangan kelompok Taliban di Afganistan dianggap memperkeruh  suasana.&amp;nbsp;"Kami telah mengamati upaya beberapa tahun terakhir  gerakan-gerakan ekstremis untuk mempengaruhi pandangan anak-anak kita  tentang dunia," kata Presiden Tajikistan, Emomali Rakhmon, dalam sebuah  pidato pada April lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Para pemimpin dari berbagai  kelompok-kelompok ekstremis mulai bermunculan dalam lembaga-lembaga  akademik guna merekrut pemuda-pemuda&amp;nbsp; berpengalaman," lanjutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pakar  independen mengatakan ada sedikit bukti bahwa kelompok-kelompok Islam  militan telah menemukan banyak pengikut di Tajikistan. Sebaliknya,  mereka mengatakan otoritas daerah sering menggunakan ancaman ekstremisme  Islam sebagai dalih untuk menindak lawan politik dan pendukung mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rakhmon  dan lingkaran dekatnya, merupakan sisa-sisa dari pemberontak anti  Kremlin. Mereka berhasil merebut pucuk kekuasan melalui perang saudara  yang brutal terhadap oposisi Muslim. Diawal mereka menjanjikan  rekonsiliasi dengan menjanjikan tokoh-tokoh oposisi dengan jabatan  strategis. Faktanya oposisi Muslim kebanyakan dipenjara, diasingkan atau  dibunuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kami dianggap sebagai ekstremis oleh mereka," kata  Akbar Khodzhi Turadzhonzoda, seorang pemimpin Islam terkemuka dan mantan  anggota Parlemen Tajikistan. Menurut dia, berbicara soal radikalisme  Islam di Tajikistan adalah dusta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mereka berniat untuk menipu  rakyat, memperkuat kediktatoran, dan menghabiskan lebih banyak uang pada  senjata dan dinas rahasia." sambung dia lagi.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Larangan ke Masjid&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Suasana kian memanas  ketika pemerintahan sekular menyiapkan paket undang-undang yang mengatur  pembatasan anak untuk menghadiri masjid. Presiden Tajikistan mungkin  belum menandatangi paket Undang-undang itu. Namun, di lapangan  pemerintah mulai menegakan aturan tersebut di sejumlah tempat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Undang-undang  tidak mencegah anak-anak atau orang lain untuk menjalankan  keyakinannya," sanggah Mavlon Mukhtorov, Wakil Ketua Komite Urusan Agama  Tajikistan.&amp;nbsp; &lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut dia, banyak dari masyarakat Tajik yang  membutuhkan bimbingan agama. "Untuk itu, UU ini disahkan agar orang tua  dari anak-anak memenuhi tanggung jawab guna membesarkan mereka," kata  Mukhtorov. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dikatakan Mukhtorov, anak-anak harus bersekolah. Jika  mereka banyak menghabiskan di masjid maka anak-anak tidak bisa belajar.  Undang-undang, lanjutnya, tidak akan mencegah anak-anak belajar Islam  di salah satu yang sekolah yang dikelola pemerintah Tajikistan atau  sekolah-sekolah agama.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Komentar AS&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Dunia barat, utamanya Amerika  Serikat mengutuk pelanggaran yang dilakukan Tajikistan terhadap  kebebasan beragama. Meski demikian, AS melihat perkembangan ekstremisme  yang dibayangkan pemerintahan Tajikistan mungkin saja benar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Pemerintah  bekerja untuk memastikan bahwa struktur teroris asing tidak  mempengaruhi anak-anak muda terhadap tayangan yang mendistorsi ajaran  Islam," kata Zaur Chilayev, 32, seorang insinyur. "Ancaman selalu hadir,  terutama mengingat tetangga kita," katanya lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Para kritikus  mengatakan akar dari ekstrimisme di Tajikistan adalah persoalan  kemiskinan. Untuk itu pemerintah sewajarnya membuat kebijakan yang  bertujuan untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan bukan kebijakan  kontra produktif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masalah seperti itu, menurut kritikus, tampak  jelas ketika anak-anak muda lebih memilih mengemis uang receh di halaman  masjid ketimbang beribadah. "Kami terlalu muda," kata seorang anak. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Djibril Muhammad&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/div&gt;			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; New York Times&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=ad647190d8__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/07/19/lokpf9-tajikistan-ketarketir-populasi-muslim-meluas&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3801579605451153624?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3801579605451153624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3801579605451153624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3801579605451153624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3801579605451153624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/tajikistan-ketar-ketir-populasi-muslim.html' title='Tajikistan Ketar-ketir Populasi Muslim Meluas'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3260654389261281469</id><published>2011-07-19T17:43:00.001+07:00</published><updated>2011-07-19T17:43:19.260+07:00</updated><title type='text'>Dulu JR Farrel Sangat Benci Muslim, Kini Islam adalah Hidupnya</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/jr-farrell-_110719142818-455.jpg" alt="Dulu JR Farrel Sangat Benci Muslim, Kini Islam adalah Hidupnya" height="217" width="333"&gt; 						&lt;/div&gt;&lt;div class="t_img"&gt;JR. Farrell&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 													 				                 							 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;Selasa, 19 Juli 2011 14:28 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JR Farrell masih mengingat  betul masa kecilnya, bagaimana kedua orang tuanya bertengkar gara-gara  uang, situasi kehidupan dan perkara-perkara lain. Tak hilang pula dari  kenangannya saat ia mesti hidup di rumah-rumah sosial di sisi selatan  Chicago hampir tanpa apa pun untuk di makan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dengan keluarga  beranggotakan 10 orang, sulit bagi ayah saya untuk menopang hidup sesuai  dengan cara yang paling diinginkan,'tuturnya.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Masa muda yang sulit&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ayah  arrell --berdarah campuran Jerman dan Irlandia--adalah pekerja keras  tapi juga pemabuk. Meski kerap memukuli ibunya, arrell  mengaku masih  mencintai ayahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap kali pulang dalam kondisi mabuk dan  kesal terhadap sesuatu ia akan mendatangi Farrell  dan adik-adinya serta  menimpakan semua lewat pukulan hingga tak ada yang bisa dilakukan.  Farrell  kerap tak bisa berjalan atau bernafas gara-gara pukulan tadi.  Begitu pun bila kakak lakinya mengoceh dan jengkel ia pun akan menerima  serangan fisik. "Itulah sebagian besar masa kecil saya." kenang Farrell&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masuk  masa remaja, semua yang ada di sekitar Farrell mulai menggoda, teman  wanita, minuman, klub malam, obat-obatan dan yang lain. "Tapi entah saya  tak bisa, saya melarang diri untuk terlibat dalam semua tadi. Saya  hanya merasa itu tidak benar."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu adiknya ternyata adalah  pengedar narkoba terbesar di Chicago. Hampir setiap hari ia membawa  jenis obat-obatan ke rumah untuk dijual eceran di lingkungan sekitar. Si  adik paham betul pandangan Farrell. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu adiknya tak berada  di rumah, Farrell membuang semua obat-obatan senilai 1000 dolar ke  toilet dan mengguyurnya. Saat pulang dan mengetahui itu, adiknya, tutur  Farrell, sangat bernafsu membunuhnya. "Ia mungkin akan membunuh saya  bila memiliki kesempatan. Tentu saya dibela orangtua karena saya lebih  tua dan saya dianggap harus mengajarinya untuk lebih baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Pencarian Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua  peristiwa dalam masa kecil hingga remaja membuat Farrell menyadari  betapa rapuh kehidupan. "Saya tak ingin mati sebagai idiot, jadi saya  mulai belajar apa pun dan semuanya." tutur Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Satu hal  yang patut diketahui tentang keluarga saya, mereka sangat kompetitif  terhadap satu dan yang lain. Begitu mereka melihat salah satu anggota  lebih maju maka mereka ingin menghentikan anda dari jalur dan membuat  anda tak bisa melangkah lebih maju," ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengetahui antusias  Farrell, orangtuanya cemas. Mereka mengkhawtirkan ia akan tercuci otak  atau mengikuti aliran atau mengkultuskan sesorang. Mereka benar. Pada  1994, Farrell menjadi Nazi. Ia mengaku saat itu menyukai fakta bahwa  Hitler memiliki kendali atas ribuan orang. "Menjadi Nazi, membuat saya  merasa penting, menjadi seseorang." Untuk satu ini, ayahnya tak  menentang, justru senang dengan seluruh pemikiran Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada  alasan mengapa ayah Farrell suka dengan gagasan Nazi. Sedikit ke  belakang pada 1960-an, ketika Martin Luther King Jr. mulai membakar  semangat orang-orang dengan 'mimpinya', ayah Farrell menrencanakan  menyingkirkan semua warga kulit hitam dari area pertanian Chicago.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu  fakta, ketika Martin Luther King Jr bersama pendukungnya turun ke jalan  di sisi barat Chicago, ayahnya telah mengorganisir massa. Geng itu tak  hanya membuat kulit hitam keluar kota, tetapi juga memicu perang antara  kulit putih dan kulit hitam. Hari itu pula, ayah Farrell menghantam  hidung Martin Luther King dengan batu bata, dan hingga kini, tutur  Farrell, ia selalu berkoar-koar tentang itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lama setelah itu,  tahun 1997, keluarganya beserta Charles Mason memulai lagi misi rahasia.  Farrell berda di sana ketika mereka mengorganisir serangan terhadap  bocah kulit hitam berusia 11 tahun yang tak sengaja berjalan di  lingkungan kulit putih Chicago. Mereka bisa membunuhnya setelah  menganiaya si bocah, namun memilih meninggalkan ia berdarah-darah  sebagai tanda peringatan. Setelah menyaksikan itu, Farrell merasa  gagasan Nazi dan semua berbau ras tak lagi cocok dengannya.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Titik Balik&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada  1995, Farrell bertemu dengan wanita pertama yang membuat ia jatuh  cinta. Meski ia memiliki kesempatan untuk berbuat apa pun dengan gadis  tersebut, lagi-lagi ia melarang dirinya. "Saya tidak bisa, saya tak  membolehkan diri saya untuk memiliki hubungan intim dengan seseorang  yang tidak saya nikahi." ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa bulan setelah itu ia  melamar kekasihnya. Mereka bertunangan tanpa sekalipun berhubungan  seksual, sesuatu yang tidak biasa di kalangan barat. "Kami berdua paham  bahwa akan banyak masalah terjadi bila kami lakukan itu," tutur Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat  bersama kekasihnya ia mulai lebih fokus. Farrell terus belajar dan  belajar. "Saya tahu saya merasa kehilangan sesuatu dan mulai menyadari  kehidupan dan tujuan saya hidup, hanya saja saya tak bisa menunjuk  pasti," tutur Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semakin ia membaca, semakin besar pula  upaya orang tuanya untuk menariknya mundur, seperti yang ia tuturkan  soal keluarganya yang kompetitif. Orangtua Farrell mulai melakukan  serangan mental. "Mereka mengatakan betapa buruknya saya waktu kecil dan  bagaimana saya tidak berterima kasih sebagai anak atas makanan dan  tempat berteduh yang mereka berikan untuk saya," tutur Farrell.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;"Orang tua saya tak pernah lulus SMA. Mereka hanya sampai tingkat 8  lalu putus sekolah saat tingkat 9. Karena itu pendidikan orang tua saya  terbatas. Semua yang mereka tahu hanyalah berdasar apa yang mereka lihat  di TV dan perilaku orang-orang," kata Farrell.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Namun bukan berarti Farrell tak menghargai orangtuannya. "Saya  memiliki rasa terima kasih besar terhadap apa yang mereka lakukan. Saya  menghargai disiplin mereka," ungkap Farrell. Atas didikan mereka pula ia  sudah mendapat pekerjaan pertama pada usia 12 tahun. Pada usia 13 ia  sudah bekerja penuh waktu dengan pendapatan setara yang dihasilkan  orangtuanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada usia 16 tahun ia telah memiliki apartemen  pertamanya. Ia memasak, membersihkan rumah dan mencuci pakaian,  berbelanja sendiri. Farrell tengah bersiap menikah. Saat itu ia  mengikuti pandangan orang tuanya yang menilai seseorang berdasar  perbuatannya "Saya sepakat dengan orang tua saya, hingga kini," akunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Namun  itu pula yang membuat saya membenci Muslim dan Islam. Saya sungguh  benar-benar membenci Muslim dalam tingkat yang tak anda percayai,"  ujarnya. Karena media? "Ya itu bagian dari propaganda, namun sebagian  besar saya menilai itu karena ulah Muslim. Mereka kadang adalah pihak  yang merusak reputasi Islam sehingga membenci kami. Itu menyedihkan tapi  itu faktanya," ujar Farrell yang telah memeluk Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Hadiah Paling Berharga&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Pada  1997, tunangan Farrell memberinya Al Qur'an sebagai hadiah.  "Semata-mata karena saya begitu suka membaca," tuturnya. "Sekedar  memberitahu bagaimana dulu saya membenci Muslim, begitu ia memberi Al  Qur'an kami bertengkar hebat dan kami putus hingga beberapa saat,"  kenang Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya suatu malam ia mengambil kitab suci  tersebut dan mulai membacanya. "Saya masih ingat betul saat itu, rumah  begitu bersih, udara terasa enak dan nyaman, sorot lampu sungguh pas  untuk membaca. Itu Alquran versi terjemahan Abdullah Yusuf Ali," tutur  Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia membaca bagian awalan, tiga halaman pertama, dan,  "Saya mulai menangis seperti bayi. Saya menangis dan menangis. Saya tak  bisa menahan diri. Seketika saya tahu bahwa inilah yang saya cari selama  lini. Saya seperti ingin memukuli diri sendiri karena tak segera  menemukan sejak dulu," ujar Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia merasa tersihir oleh  bait-bait Al Qur'an. "Ini bukan Islam yang saya kenai. Ini bukanlah  Arab, bukan sesuatu yang buruk yang saya pikir sebelumnya," kata Farrel.  Ia merasa hidupnya dibungkus sepenuhnya dalam halaman-halaman tadi.  Farrell menjumpai seperti membaca jiwanya dalam Alqur'an. "Sungguh  indah, tetapi juga membuat saya menyesali diri. Setelah itu saya kembali  menjalin hubungan dengan tunangannya dan mendiskusikan banya hal secara  dewasa," ujarnya. Tak lama setelah itu, Farrel dan tunangannya memeluk  Islam dan beritikad untuk hidup sebagai Muslim, meski itu berarti  tinggal terpisah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu orangtua Farrel mengetahui itu, pecahlah  kemarahan mereka. "Ayah saya mengancam membunuh saya. Ia berkata, 'Kamu  lahir Katholik, jadi tolong Tuhan, saya akan memastikan kamu mati  sebagai Katholik,'". Reaksi ibu Farrell pun setali tiga uang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat  itu Farrell berhasrat besar untuk kuliah. "Saya ingin menempuh  pendidikan formal. Saya dapat pekerjaan dan membayar semua kebutuhan  untuk melanjutkan pendidikan saya hingga ke perguruan tinggi," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat  itu pula ia didepak keluar dari rumah dan Farrell pun tinggal di jalan  selama 6 bulan. "Saya menyantap makanan dari tempat sampah, tidur di  luar saat malam-malam terdingin, waktu itu tahun 1999," tutur Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun  itu semua tak menyurutkan semangat Farrell. "Saya berjalan bermil-mil  untuk bisa bersama Muslim. Saya dikejar keluar dari lingkungan tertentu  oleh polisi hanya gara-gara masuk ke lingkungan kulit hitam demi  mengikuti shalat Jumat. Saya dilempari batu, diludahi, dikasari. Saya  hanya ingin bisa bersama Muslim lain,"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga suatu hari ia  bertemu seorang teman yang membantunya. Si teman berkata, bila Farrell  bisa membangun sebuah masjid dalam toko knalpotnya, maka ia bisa tinggal  di sana hingga menemukan tempat lebih layak. Farrell pun setuju.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Toko  itu memiliki ruang di tingkat dua, sekitar 186 meter persegi yang  dipakai untuk gudang. Setiap hari Farrell menghabiskan waktu berjam-jam  untuk membuang sampah dan memindahkan pasokan inventaris. Dalam satu  bulan ia telah menggarap setengah ruangan, membangun dinding, menambah  jendela, memasang satu pintu, menggelar karpet, mengecat dan akhirnya  membuka masjid toko knalpot pertama di Kota Chicago. "Saya belajar  pertukangan dari paman saya. Itu adalah pekerjaan penuh waktu saya yang  pertama." tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekitar 6 bulan berikut ia berhasil mendapat  satu pekerjaan bagus dan pindah bersama dua teman ke apartemen baru.  Tunangannya tak ada dalam adegan hidupnya kini. "Kami telah setuju untuk  hidup sebagai Muslim, bukan seperti orang bodoh. Saya lebih mencintai  dia dari sebelumya, namun menjadi Muslim jauh lebih penting dari pada  bersama seseorang dan kami belum menikah," ungkap Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada  1999 ia menjadi Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim di kampusnya. Setiap  hari ia menghadiri majelis taklim, ke seminar. Ia mulai memiliki  seseorang yang menjadi tempat bertanya dan membangun hubungan dengan  teman-teman Muslim lain.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Pergi Haji&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada  tahun 2000 Farrell melaksanakan ibadah Haji. Sebuah pengalaman yang tak  pernah ia lupakan. Ia mengunjungi Madinah dan lingkungan di sekitarnya.  "Satu hal yang saya sadari Haji adalah kebenaran tentang Tuhan dan  sejarah Islam. Selama ini saya mungkin hanya bisa mengetahui dari buku  mengenai tempat dan orang-orang, di sana saya melihat dengan mata  sendiri keajaiban sejarah Islam. Saya seperti hidup dalam sejarah. Saya  merasa Hadis-hadis menjadi hidup. Saya seperti menyaksikan sahabat di  atas puncak bukit. Saya mencium bau perang Badar. Saya menghirup udara  yang dulu juga dihirup Rasul," tutur Farrell.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski ia sendiri  tanpa istri dan keluarga, Farrell menyadari Islam adalah kehidupan.  "Bukan hanya cara hidup tapi kehidupan itu sendiri. Saya memahami Islam  bukan sekedar agama, karena agama dapat dibiaskan. Saya memahami bahwa  Muslim bukanlah Islam dan Islam tak bisa dinilai karena aksi Muslim.  Muslimlah yang dihakimi oleh nilai-nilai Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Farrell selalu  bermimpi bekerja di sektor bantuan yang meringankan dan menolong beban  orang lain. Kini Farrell bekerja untuk Global Relief Fondation dan telah  bergabung selama setahun &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam sebuah essay, Farrell menulis,  "Sebanyak yang bisa saya tuturkan, tak ada yang dapat memaparkan isi  hati saya. Saya hanya menyebut sedikit dari kendala yang sayah hadapi.  Saya tahu banyak orang di luar sana mengalami jauh lebih banyak mungkin  lebih buruk lagi. Tujuan saya berbagi adalah untuk mengatakan bahwa saya  memahami kesulitan yang dialami mereka di sana, Wassalamu'alaikum"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Onislam.net&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=1c67a1cc30__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/19/lokks3-dulu-jr-farrel-sangat-benci-muslim-kini-islam-adalah-hidupnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3260654389261281469?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3260654389261281469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3260654389261281469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3260654389261281469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3260654389261281469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/dulu-jr-farrel-sangat-benci-muslim-kini.html' title='Dulu JR Farrel Sangat Benci Muslim, Kini Islam adalah Hidupnya'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5673306252080467013</id><published>2011-07-18T16:25:00.001+07:00</published><updated>2011-07-18T16:25:24.881+07:00</updated><title type='text'>Islam Runtut dan Terarah, Memeluknya, Bagi Barat Itu Tantangan Menarik</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="breadcrumb"&gt; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;Home&lt;/a&gt; » 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/kanal/dunia-islam"&gt;Dunia Islam&lt;/a&gt; » 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/kanal/dunia-islam/mualaf"&gt;Mualaf&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 				&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/18/loippm-islam-runtut-dan-terarah-memeluknya-bagi-barat-itu-tantangan-menarik#" rel="large"&gt;&lt;br&gt;&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="img_news"&gt; 			 															 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/mualaf-asing-ilustrasi-_110426195559-993.jpg" alt="Islam Runtut dan Terarah, Memeluknya, Bagi Barat Itu Tantangan Menarik" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Mualaf Asing (Ilustrasi)&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Senin, 18 Juli 2011 14:20 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Islam adalah agama  dengan tata aturan yang runtut dan terarah. Kenyataan itu, oleh  masyarakat barat, utamanya para mualaf dipandang sebagai hal menantang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Demikian  diungkapkan pendiri Mualaf Center, Steven Indra kepada republika.co.id  via sambungan telepon, Senin (17/7). "Islam itu tantangan lho buat  mereka," kata dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Steven mengatakan kehidupan ala dunia barat  cenderung bebas dan tidak teratur. Kondisi tersebut jelas berbeda 180  derajat dengan apa yang telah diatur Islam terhadap umat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Misal  dalam masalah konsumsi alkohol, bagi masyarakat barat, alkohol bebas  konsumsi seberapapun, kapan saja dan di mana saja. Sementara Islam tidak  memperbolehkan itu. "Tidak gampang lho memutarbalikan kebiasaan seperti  telapak tangan," kata dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menarik, kata dia, mereka tidak  menganggap itu sebagai sebuah hal yang ditakutkan. Tetapi sebuah  kebiasaan baru yang menarik untuk mereka jalankan. Tak masalah, apakah  itu menyulitkan mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kenapa tertarik, karena mereka berpikir  logis, mereka tidak melihat itu sebatas ritual, tapi disesuaikan dengan  logika. seperti misal, mengapa harus ini dan itu," kata dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Populasi  Muslim di dunia barat mengalami pertumbuhan signifikan dan tidak  sebatas jumlah imigran, tetapi juga mereka yang mendapatkan hidayah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bahkan  Rusia diprediksi pada tahun 2050 akan memiliki mayoritas penduduk&amp;nbsp;  beragama Islam. Lalu di Indonesia seperti Masjid Agung Sunda Kelapa, 20  persen dari individu yang memutuskan memeluk Islam berasal dari kalangan  ekspatriat atau warga negara asing. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Agung Sasongko&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=8242278cb3__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/18/loippm-islam-runtut-dan-terarah-memeluknya-bagi-barat-itu-tantangan-menarik&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5673306252080467013?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5673306252080467013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5673306252080467013&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5673306252080467013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5673306252080467013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/islam-runtut-dan-terarah-memeluknya.html' title='Islam Runtut dan Terarah, Memeluknya, Bagi Barat Itu Tantangan Menarik'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3279785932997846673</id><published>2011-07-13T15:40:00.001+07:00</published><updated>2011-07-13T15:40:23.530+07:00</updated><title type='text'>Kisah Musisi Inggris, Abdullah Rolle, yang Kini Fokus Menjad Artis Nasyid</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Onislam.net&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/abdullah-rolle-_110712205819-178.jpg" alt="Kisah Musisi Inggris, Abdullah Rolle, yang Kini Fokus Menjad Artis Nasyid" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Abdullah Rolle&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Rabu, 13 Juli 2011 07:03 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Abdullah Rolle lahir di  Inggris dan memeluk Islam sekitar tujuh tahun lalu. Sejak muda ia sudah  terlibat banyak dengan kegiatan musik, produksi, sebagai penyanyi dan  pemain musik. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada 2008 lalu, ia meluncurkan CD Nasyid  pertamanya, "Peace" di Global Peace and Unity Conference yang  diselenggarakan di London. Perjalanannya menuju Islam sangat terkait  erat dengan karirnya sebagai musisi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari ia berjalan di  pasar dan seorang lelaki Muslim datang mendekat padanya minta izin untuk  berbicara sesaat. Si lelaki bertanya apakah Rolle tahu tentang Islam  dan Rasul Muhammad.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kala itu Role menjawab ia selalu tahu Tuhan  adalah pencipta segalanya, tapi ia menekankan hanya diajari tentang  Yesus, bukan Muhammad. Rolle tak ingin terlibat lebih jauh dalam diskusi  itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya bukan orang yang tertarik dengan agama saat itu.  Beberapa tahun kemudian saya juga terlibat obrolan dengan seorang Muslim  mengenai Keesaan Allah, tapi saya tetap tidak siap berpikir apa pun  tentang Islam, atau menjadi Muslim," tutur Rolle.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya tak dekat  dengan orang-orang agamis. Orang-orang didekat saya yang bersentuhan  dengan bisnis musik memiliki gaya hidup tersendiri. Jadi saat itu saya  sama sekali tak tertarik Islam dan tak ada yang menarik saya." Waktu  yang tepat bagi Rolle belum tiba.&lt;br&gt;Sebuah Toko Buku yang Mengubah Hidup&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rolle pindah ke London Timur dan kerap mengunjungi toko buku bernama Dar Assalam di kawasan West End.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  mengenang, "Saya selalu suka membaca tentang kisah dunia dan konspirasi  serta apa yang terjadi di dunia. Beberapa hal yang saya baca benar dan  sebagian lagi tidak. Namun itu tak membuat saya dekat pula dengan  Pencipta. Jiwa saya selalu mencari meski saya&amp;nbsp; tak seratus persen sadar  tentang itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Para pengunjung dan pengelola toko buku itu sering  memberi Rolle brosur atau buku kecil yang ia bawa pulang dan disimpan  dalam lemari. Tak lama setelah Irak diinvasi dan setelah membaca seluruh  brosur, mulai tumbuh simpati dalam diri Rolle terhadap Muslim&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya  bertanya pada diri sendiri mengapa dunia selallu menyerang Islam dan  Muslim." Rolle juga kian menyadari bahwa media menggambarkan Muslim  sebagai teroris. Ia menyadari itu karena paham media kerap tak  mengungkapkan fakta sesungguhnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rolle pun tertarik mengapa  orang-orang sering menyerang Muslim. Kadang ketika ia mulai bingung, ia  pergi ke kamar tidurnya, meletakkan kepala ke lantai, bersujud dan  berdoa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak lama kemudian, kepada putranya ia berkata, "Saya  butuh sesuatu untuk makanan rohani. Buku-buku ini tak bisa berbuat  banyak." Anaknya menunjuk sebuah DVD berjudul 'Whati is The Purpose of  Life? oleh Khaled Yaseen.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia membawa satu dan membawanya pulang  untuk ditonton, dan ia terinspirasi. "Semua yang saya lihat di DVD  seperti sudah saya kenal lama. Saya tahu itulah kebenaran sesungguhnya,"  kenang Rolle.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu ia mengetahui bahwa Muslim shalat lima  kali dalam sehari. Ia sempat memandang tentu sulit bagi dirinya yang  berbisnis di musik untuk bisa-bisa melaksanakan. Tapi hati kecil Rolle  berkata itulah yang seharusnya. Pemilik toko buku memberi ia banyak  buku, namun tak satu pun yang memuat pembolehan seseorang boleh  meninggalkan shalat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Dibimbing oleh Muslim&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Rolle  masih ingat bagaimana komunitas Muslim membimbingnya. Ia selalu  dikelilingi oleh saudara-saudara yang benar-benar menunjukkan perhatian  tulus. "Saya menghabiskan banyak waktu bersama mereka selama dua tahun.  Mereka mengajari saya, membenarkan saya dan mengingatkan saya. Ini  terutama saudara-saudara dari toko buku. Setelah itu saya selalu bersama  mereka."&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya selalu menemukan bahwa sebagian Muslim sangat  sopan, dermawan dan baik hati. Bahkan ketika mereka memiliki masalah  terkait umat di dunia, secara individu mereka selalu baik terhadap saya.  Saya terdorong untuk menjadi saleh dan saya selalu mencoba. Saya ingin  seperti mereka." tutur Rolle.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu, Rolle telah meyakini  Islam dan memperoleh pengetahuan mendasar tentang agama itu serta dalam  tahap kian ingin mendalami lebih lanjut. Kala itu pula, teman-teman  Muslimnya berkata bahwa ia sudah seharusnya mendeklarasikan dua  pernyataan syahadat dan mengingatkan bahwa kematian siap menjemput kapan  saya. Namun, ia masih merasa belum sepenuhnya siap.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;DVD lain&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  pun bercerita pada istrinya tentang DVD yang pernah ia lihat dan  bagaimana ia tersentuh sesudah itu. Kemudian ia menonton DVD lain, oleh  Sheikh Fiez asal Australia berjudul One Islam yang berisi tentang Hari  Perhitungan dan Pembalasan. Tiba-tiba ia merasa dilahirkan kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perasaan  takut kepada Allah yang Esa mulai merasuk ke dalam kalbu "Jika saat itu  saya bisa mengucapkan syahadat pasti saya lakukan segera," tutur Rolle.  Keesokan hari ia tak menunda lagi. Ia menyatakan siap dan dua hari  kemudian ia resmi menjadi Muslim. Setelah itu ia tak pernah menengok ke  belakang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat menjadi Muslim, ia mengamati para ulama dan timbul  perasaan iri. "Saya berharap saya mengenal Islam ketika jauh lebih  muda," tuturnya. Namun Allah tahu yang terbaik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saudara sesama  Muslim, tutur Role selalu menggunakan pendekatan halus ketika hendak  menyampaikan sesuatu, termasuk tentang Muslim. "Mereka tidak mengatakan  musik haram, bila ya, tentu saya tak akan menjadi Muslim karena itulah  pekerjaan dan dunia saya." tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu tantangan  terbesar Rolle setelah memeluk Islam adalah belajar Bahasa Arab dan  shalat dalam Bahasa Arab. "Saya merasa seperti kembali ke sekolah. Saya  beruntung karena mampu menghafal beberapa juz Al Qur'an dan saya bisa  membaca tulisan Arab sehingga saya dapat shalat dan berdoa lebih &lt;strong&gt;banyak." ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Musik atau tanpa Musik?&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awal  menjadi Muslim, Rolle bekerja sebagai guru musik untuk anak-anak di  sekolah serta menciptakan lagu bagi pusat belajar kota. Ia bekerja  dengan anak-anak yang pergi meninggalkan rumah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pekerjaannya membuat ia mengetahui banyak cerita sedih dari anak-anak muda. Rolle tergerak untuk menolong. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlahan  timbul pemahaman dalam benaknya, apakah benar tak ada berkah di dalam  pekerjaannya. "Haruskah saya melepas semuanya, sekolah, pusat komunitas  dan yang lain? Beberapa orang menghormati apa yang saya lakukan dan yang  lain mengatakan saya salah mengambil keputusan."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rolle awalnya  tak memiliki niat menyentuk nasyid setelah memeluk Islam, namun ia  memiliki studio rekaman yang bisa dimanfaatkan. Kini Rolle fokus  mengembangkan karir sebagai penyany i nasyid internasional. Setahun  setelah album pertamanya 'Peace' dirilis ia melakukan tur ke Afrika  Selatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Ajeng Ritzki Pitakasari&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Onislam.net&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=15a84984d5__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/13/lo84b4-kisah-musisi-inggris-abdullah-rolle-yang-kini-fokus-menjad-artis-nasyid&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3279785932997846673?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3279785932997846673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3279785932997846673&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3279785932997846673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3279785932997846673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/kisah-musisi-inggris-abdullah-rolle.html' title='Kisah Musisi Inggris, Abdullah Rolle, yang Kini Fokus Menjad Artis Nasyid'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-9069730996099235450</id><published>2011-07-12T22:56:00.001+07:00</published><updated>2011-07-12T22:56:47.550+07:00</updated><title type='text'>Mualaf Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/domenyk-eades-_110712170356-490.jpg" alt="Mualaf Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Domenyk Eades&lt;/div&gt; 													 				                 							 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;&lt;br&gt;Selasa, 12 Juli 2011 17:05 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Lewat sebuah strategi gerak  cepat, pada 2 Agustus 1990, pasukan tentara Irak berhasil mencaplok  Kuwait. Lima hari setelah invasi itu, Arab Saudi meminta bantuan kepada  Amerika Serikat (AS). Invasi Irak ke negeri petrodolar itu pun  melahirkan Perang Teluk ketika pasukan Paman Sam menggelar Operasi Badai  Gurun pada 17 Januari 1991.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perang Teluk telah membetot  perhatian masyarakat dunia ketika itu. Tak terkecuali seorang remaja  yang ketika itu berusia 17 tahun, Domenyk Eades. Pria yang tumbuh besar  di Australia itu kerap menyaksikan dan membaca berita-berita tentang  Perang Teluk dari media massa. Ketika mengikuti isu Timur Tengah itulah,  ia tertarik untuk mempelajari Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Islam Telah Membuatnya Menjadi Seseorang yang Lebih Baik dan   Membimbingnya untuk Membuat Lingkungan Sebagai Tempat yang Lebih Baik&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidayah Allah SWT mulai menerangi hatinya. Domenyk pun mulai tertarik  untuk mempelajari Islam. "Saya ingin melihat sendiri bagaimana  sebenarnya Islam itu dan mengapa Islam sangat penting bagi banyak orang  di dunia," ujarnya kepada Republika. Untuk mengenal Islam, ia pun pergi  ke toko buku dan membeli Alquran yang diterjemahkan ke dalam bahasa  Inggris.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama tiga hari, Domenyk membaca kitab suci umat Islam  itu dengan hati-hati. "Itu merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa,"  ungkapnya. Ia pun mulai membandingkan isi Alquran dengan Injil.  Menurutnya, banyak karakter dan cerita di dalam Alquran yang juga  terdapat di dalam Injil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, menurut Domenyk, ada sederet hal  yang tercantum dalam Injil yang tidak bisa dimengerti. Ia pun mencoba  untuk mempelajari Islam lebih dalam lagi. Ketika itu, ia mengaku belum  serius untuk menjadi seorang Muslim. "Saya memercayai keberadaan Tuhan  dan saya rasa itu cukup," kenangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk Eades terlahir  sebagai seorang Kristiani. Ia mengaku baru mengenal Islam setelah  remaja. Ketika masih belia, ia sedikit mengetahui Islam dari beberapa  Muslim yang ditemuinya. Namun, mereka pun memiliki pengertian yang  sederhana tentang Islam. Ia menyadari banyak kesamaan yang ditemukan  antara Kristen dan Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Keduanya sama-sama memercayai Tuhan  dan adanya surga dan neraka," tuturnya. Meski begitu, ia lebih banyak  mengetahui hal-hal negatif tentang Islam dari tayangan televisi yang  ditonton dan koran yang dibacanya. Meski tumbuh besar sebagai Kristiani  yang cukup taat, Domenyk selalu menghormati orang-orang yang berbeda  keyakinan dengannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia selalu merasa yakin, sangatlah penting  bagi seseorang untuk mengikuti sebuah prinsip yang memandu mereka dalam  kehidupan. Karena itulah, ia juga sangat meyakini akan keberadaan Tuhan.  Domenyk mengetahui bahwa seorang Muslim harus menjalankan perintah  agama dan menjalankan ibadah wajib lima kali sehari.&lt;br&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0px 5px;" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/domenyk-eades.jpg" alt="" width="283" height="188"&gt;&lt;br&gt;Awalnya,  menurut dia, hal itu tampak sangat mengikat dan membatasi. "Seseorang  yang berusia 18 tahun tidak suka dibatasi dan diatur," ucapnya. Meski  begitu, ia terus membaca dan mempelajari Islam. Domenyk mulai menyadari  bahwa Islam tidaklah bermaksud mempersulit hidup umatnya, tetapi justru  sebaliknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlahan tapi pasti, ia mempelajari Islam dan cara  membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT. Ia juga mempelajari  shalat lima waktu dan berpuasa yang mengubah seseorang dari dalam dan  membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Ia mengaku, membutuhkan banyak  waktu untuk mengerti dengan benar mengenai pelajaran itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hidayah  kian menerangi kalbunya. Domenyk mulai melihat pesan positif yang  disampaikan Islam sehingga agama yang disebarkan Nabi Muhammad SAW  tersebut tak lagi menjadi agama yang asing baginya. Ia mengaku sangat  tertarik dengan Islam karena pesan yang dibawa Alquran sangat jelas dan  logis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia sangat menyukai bagaimana Alquran memberikan petunjuk  untuk hidup yang baik dan bagaimana Islam memberikan pesan yang sangat  jelas tentang kesetaraan di antara seluruh umat manusia. "Saya rasa  apabila orang-orang benarbenar mengerti tentang Islam, mereka akan  melihat bahwa setiap manusia merupakan ciptaan Tuhan dan itu sangatlah  berharga," paparnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apabila seseorang memiliki sebuah keyakinan,  kata Domenyk, mereka akan memperlakukan orang lain dengan hormat, tidak  peduli dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka terlihat. Ketika  mempelajari Alquran dan Islam, Domenyk mengaku, tidak benar-benar  berniat ingin menjadi seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga akhirnya, ia  menemukan pesan di dalam Alquran yang merupakan kelanjutan dari pesan  yang diajarkan Yesus. "Saya mulai menyadari apabila saya memercayai  Allah dan Muhammad sebagai utusan-Nya, itu berarti saya haruslah menjadi  seorang Muslim."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya, ia merasa ragu dapat mengikuti aturan  yang terdapat dalam ajaran Islam. Ia memercayai pesan yang dibawa oleh  Islam, tetapi sangat sulit baginya untuk dapat menjalankan shalat lima  waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan. Untuk dapat shalat tepat waktu pun  sangat sulit baginya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk juga mengkhawatirkan reaksi yang  akan muncul dari teman-teman dan keluarganya apabila ia menjadi seorang  Muslim. Karena alasan itulah, ia memerlukan waktu yang cukup lama untuk  menjadi seorang Muslim, meski di dalam hatinya ia sudah memercayai satu  Tuhan dan Muhammad sebagai utusan-Nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, ia belum merasa  siap menghadapi hidup baru sebagai Muslim. Hingga pada suatu hari,  Domenyk memutuskan untuk menemui beberapa orang Muslim. Ia pergi ke  sebuah masjid di dekat tempatnya tinggal. Pengalamannya saat berada di  masjid itu telah membuka hatinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kaum Muslim di masjid itu tahu  bahwa dia bukanlah seorang Muslim. Namun, mereka menyambutnya dengan  sikap ramah dan mengobrol hingga waktu shalat tiba. Saya seorang  Anglo-Australia dan saya memberanikan diri ke sana, tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hatinya  tergerak ketika melihat gerakan sujud yang dilakukan jamaah dalam  shalat. Pemandangan itu meninggalkan kesan yang mendalam baginya. Hati  kecilnya mulai berkata, hidup sebagai Muslim bukanlah hal yang mustahil  lagi. Saat kuliah, ia bertemu dengan Bukhari Daud, bupati Aceh Besar,  yang tengah studi di Australia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berteman baik dengan Bukhari.  Keduanya sering berdiskusi tentang Islam. Bukhari lalu mengundang  Domenyk ke rumahnya. Pertemuan itu adalah pengalaman yang menarik.  Mereka memperkenalkan saya pada budaya Muslim Indonesia. Di sanalah saya  pertama kali mengetahui tentang keramahan Muslim, tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tekadnya  untuk memeluk Islam sudah semakin bulat. Di depan Bukhari dan  sekelompok Muslim lainnya, Domenyk mengucapkan dua kalimah syahadat dan  mengukuhkannya menjadi seorang Muslim di kediaman Bukhari saat studi di  Australia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam telah membuat saya menjadi seseorang yang lebih  baik dan membimbing saya untuk membuat lingkungan sebagai tempat yang  lebih baik, paparnya. Ia pun berhasil meyakinkan keluarganya. Keluarga  saya melihat bagaimana Islam memberikan efek positif kepada saya. Hal  itu tidak memberikan dampak negatif terhadap hubungan saya dengan  keluarga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan Pertama di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ramadhan  pertama sebagai Muslim merupakan kenangan yang sangat luar biasa bagi  Domenyk Eades. Ia merasa beruntung memiliki banyak sahabat Muslim yang  berada di dekatnya. Mereka menghabiskan Ramadhan dengan berbuka puasa  bersama dan melaksanakan shalat Tarawih setelahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ramadhan  pertama Domenyk berlangsung di Indonesia pada 1997. Hari itu merupakan  pengalaman yang sangat luar biasa, kenang Domenyk. Ia mengaku tidak  terlalu sulit untuk membiasakan diri dalam menjalankan ibadah. Domenyk  sudah mempelajari bagaimana melaksanakan shalat dan puasa sebelum  menjadi seorang Muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menghafal beberapa ayat pendek.  Setelah mengucapkan syahadat, tidak terlalu lama baginya membiasakan  diri dalam melaksanakan ibadah. Menjadi seorang Muslim membawa banyak  perubahan dalam hidup Domenyk. Menurut dia, perubahan itu terjadi dari  waktu ke waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Domenyk menjadi seorang Muslim ketika duduk di  bangku kuliah. Ia beruntung tinggal di dekat lingkungan Muslim yang  kebanyakan berasal dari Indonesia. Tak cuma itu, ia juga bersyukur bisa  tinggal di beberapa negara Muslim. Selama beberapa waktu, ia tinggal di  Indonesia, terutama di Aceh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama beberapa tahun, ia menetap di  negara Arab untuk bekerja dan mempelajari bahasa Arab. Domenyk  mempelajari linguistik bahasa Arab di Inggris. Ia menghabiskan  bertahun-tahun mempelajari bahasa Arab. Domenyk pun telah menunaikan  ibadah haji ke Tanah Suci Makkah pada 2007.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ini ia bekerja  sebagai dosen senior pada program studi bahasa Arab di Universitas  Salford, Inggris. Saat ini, Domenyk mengajar bahasa Arab kepada  mahasiswanya di Inggris. Risetnya seba gai dosen di bidang bahasa dan  penerjemahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia juga sudah menyelesaikan penelitiannya di bidang  bahasa di Indonesia. Salah satu buku yang ia terbitkan adalah buku  mengenai bahasa Gayo, Aceh. Domenyk juga telah memublikasikan berbagai  macam artikel, jurnal, dan buku tentang tata bahasa serta dialek bahasa  Arab. Ia juga banyak menerjemahkan buku-buku dari bahasa Arab ke bahasa  Inggris. &lt;strong&gt;heri ruslan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Mohamad Afif&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; c02&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=3e3a279f35__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/12/lo7tdo-mualaf-domenyk-eades-terpesona-gerakan-sujud&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-9069730996099235450?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/9069730996099235450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=9069730996099235450&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9069730996099235450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9069730996099235450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/mualaf-domenyk-eades-terpesona-gerakan.html' title='Mualaf Domenyk Eades: Terpesona Gerakan Sujud'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-1309138494808930537</id><published>2011-07-12T10:42:00.001+07:00</published><updated>2011-07-12T10:42:02.277+07:00</updated><title type='text'>Siapa Bilang VOC Bukan Penjajah?</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div id="date_news"&gt;&lt;em&gt;Senin, 11 Juli 2011 pukul 15:05:00&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; 		  		&lt;br&gt; 					&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh &lt;/strong&gt;Muhammad Subarkah&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Tak cukup  menjarah dengan VOC, Pemerintah Belanda juga meminta uang sebesar  1.130.000.000 dolar AS sebagai pengganti pengakuan kedaulatan atas  Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada suatu siang di sekitar tahun 1918  beberapa orang tengah makan di ruang tengah Ketua Syarikat Islam, Umar  Said Cokroaminoto, yang terletak di Peneleh Gang 7, Surabaya, sambil  menyantap hidangan sekaligus meresapkan pembicaraan politik. Soekarno  yang saat itu remaja duduk bersama mereka. Saat itu, Alimin dan Muso  juga ikut makan bersama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saat itu aku sempat bertanya dengan  nada pelan. Berapa banyak yang diambil Belanda dari Indonesia?'' kata  Soekarno dalam buku biografinya yang ditulis Cindy Adams. Suasana sesaat  hening. Pak Cokro sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya bersuara  menjawab pertanyaan. "Anak ini selalu ingin tahu,'' kata Pak Cokro  sembari kemudian meneruskan pembicaraannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"De Vereenigde Oost  Indische Compagnie (VOC) atau Perkumpulan Dagang India Hindia Timur,  mengeruk-atau mencuri-kira-kira 1.800 juta gulden dari tanah kita setiap  tahun untuk memberi makan Den Haag,'' tegas Pak Cokro.&lt;br&gt;"Apa yang  tersisa dari negeri kita,'' tanya Soekarno, dengan nada lebih keras.  Alimin kemudian menjawab, "Rakyat tani kita yang bekerja mandi keringat  mati kelaparan karena hanya mendapat penghasilan sebenggol sehari.''&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kita  menjadi bangsa kuli di antara bangsa-bangsa,'' Muso kemudian ikut  menyela pembicaraan. Pak Cokro kemudian menerangkan panjang lebar  mengenai arti penjajahan. Menurut dia, syariat Islam tidak membenci  bangsa Belanda karena yang dibenci sistem pemerintah kolonialnya.''&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br&gt;Percakapan  para tokoh bangsa itu kiranya kini perlu diceritakan kembali. Mungkin  dahulu tak terbayangkan bahwa Indonesia bisa lepas dari pemerintah  kolonial Belanda. Tapi faktanya, seratus tahun kemudian banyak yang lupa  dengan sosok VOC tersebut. Bahkan, belakangan kini ada anggapan bahwa  VOC hanya sekadar kongsi dagang. VOC bukan penjajah!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Persoalan  sosok VOC itu pada awal Mei silam sempat diseminarkan secara serius.  Pemicunya adanya pidato mantan presiden BJ Habibie dan sebagian kalangan  lainnya yang menyatakan kondisi Indonesia saat itu mirip dengan suasana  kolonialisme era VOC.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Salah satu manifestasi globalisasi dalam  bidang ekonomi, misalnya, adalah pengalihan kekayaan alam suatu negara  ke negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi,  kemudian menjual produk-produk ke negara asal, sedemikian rupa sehingga  rakyat harus membeli jam kerja bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam  bentuk baru, neo-colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu  'VOC dengan baju baru,'" kata Habibie dalam pidato memperingati hari  Pancasila di Gedung Parlemen (1/6).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menyambut pidato itu, bara  soal sosok penjajahan baru kini semakin tersingkap ke publik. Beberapa  peminat sejarah kemudian mendiskusikannya di perpustakaan pribadi Fadli  Zon yang berada di kawasan Pejompongan, Jakarta. Saat itu, terjadi  diskusi yang serus. Dan, benar saja ada sebagian pihak yang menyatakan  VOC yang berdiri pada 20 Maret 1600 adalah hanya sekadar kongsi dagang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peneliti  sejarah Batara R Hutagalung mengakui, bagi sebagian besar rakyat  Indonesia tidak dapat dibedakan apakah yang menjajah adalah VOC ataukah  penerusnya, yaitu Pemerintah India (banyak orang menyebut Hindia Belanda  atau Nederlandas Indie. VOC yang biasa disebut Kumpeni, jelas dipandang  sebagai penjajah. Namun, ada sejarawan Indonesia yang mendukung  pendapat konsevatif Belanda yang mengatakan bahwa VOC adalah perusahaan  dagang biasa atau bukan penjajah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apalagi di Belanda di sana  banyak orang yang menilai zaman VOC sebagai zaman keemasan (de gouden  eeuw). Bahkan, di website Kementerian Luar Negeri Belanda, di bagian  sejarah VOC juga dinyatakan sebagai zaman keemasan,'' kata Batara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  Batara, memang pada awalnya orang-orang Belanda datang ke nusantara  dengan maksud berdagang, terutama membeli rempah-rempah dan kemudian  menjualnya ke Eropa. Pada waktu itu, rempah-rempah sangat mahal harganya  di Eropa. Bahkan, di Jerman, julukan orang kaya pada saat itu disebut  sebagai seorang si-Pfeffersack (kantong merica).&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Nah, para  pedagang itulah kemudian mendirikan perusahaan dagang VOC. Yang luar  biasa dalam pemberian kewenangan itu, Pemerintah Belanda pada 1602  memberikan kewenangan yang sangat besar layaknya suatu negara (mendapat  hak oktroi). VOC mendapat hal memiliki uang sendiri, tentara, dan  menyatakan perang terhadap suatu negara. Salah satu buktinya adalah  penyerangan VOC terhadap Jayakarta pada 30 Mei 1619. Ini jelas suatu  bentuk penjajahan,'' tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain menyulut peperangan dan  membuat aksi pembantaian penduduk di banyak wilayah, lanjut Batara,  bukti VOC penjajah adalah perilaku kongsi Belanda ini sebagai agen  pemasok budak. Pada 1642, berdasarkan Bataviase Statuten (Undang-Undang  Batavia), VOC meresmikan adanya perbudakan. Dan, semenjak itulah hingga  lebih dari 200 tahun kemudian, Belanda menjadi pedagang budak terbesar  di dunia. Sebagian besar perbudakan terjadi di Jawa, namun mereka  didatangkan dari luar Jawa sebagai tawanan dari daerah-daerah yang  ditaklukkan Belanda. "Para budak itu, misalnya, berasal dari pulau  Banda. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada 1621, tercatat ada 883 orang (176 tewas dalam  perjalanan) ketika dibawa ke pulau Jawa dan dijual sebagai budak.  Bahkan, antara tahun 1670-1699, lebih dari separuh penduduk Batavia  adalah budak!''&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, sejarawan DR Harto Juwono  menyatakan hal senada. Menurut dia, adanya pemberian hak oktroi dari  penguasa Belanda kepada VOC, pada saat itulah sebenarnya VOC telah  meninggalkan fungsi utamanya sebagai kongsi dagang. Landasan legalitas  ini kemudian mendorong badan usaha ini ke arah suatu bentuk lembaga  kekuasaan yang lebih menggunakan dominasi politik daripada kekuatan  modalnya. Bahkan, sosok VOC sebagai penjajah sudah terlihat semenjak 40  tahun setelah pendiriannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Hak oktroi menjadi sumber legalitas  pelimpahan kewenangan politik. Ini karena VOC siap memasuki ranah  pertarungan politik dan militer daripada kompetisi ekonomi yang selalu  bisa dipatahkan dengan kekuatan militer dan diplomatiknya,'' kata Harto.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peninggalan  buruk dari VOC, selain mewariskan sistem perbudakan dan aksi kekerasan,  kongsi dagang ini juga meninggalkan jejak kelam sebagai cikal bakal  perilaku korup birokrasi Indonesia saat ini. Menurut Harto, pada waktu  VOC berkuasa, saat itu kongsi dagang ini berhasil menciptakan  oknum-oknum pejabat yang secara fisik, namun secara idealisme adalah  sebagai entrepreneur. Pemikiran mencari untung sebagai pedagang di  kalangan pegawai VOC dengan memanfaatkan sistem hubungan kekuasaan yang  dibangun ini, menjadi cikal bakal utama tindak pelanggaran korupsi,  pemungutan liar, penyelundupan, dan sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Situasi ini  terjadi bersamaan dengan melemahnya sarana kontrol yang memiliki badan  usaha ini. Penyimpangan itu semakin tumbuh subur dan mengakibatkan salah  satu faktor yang mendukung kebangkrutannya, dan kelak akan terus  berlangsung di bawah kekuasaan Pemerintah Belanda,'' jelas Harto. VOC  kemudian bubar pada 31 Desember 1799. Setelah itu, kekuasaan kolonial  langsung diambil alih oleh Pemerintah Belanda.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br&gt;Namun,  meski kekayaan nusantara sudah dirampok habis-habisan, sifat rakus  pemerintah kolonial terus berlangsung. Soekarno ketika menjabat sebagai  presiden pada penghujung 1949 kembali merasakannya secara konkret.  Pemerintah Belanda meminta uang sebesar 1.130.000.000 dolar AS sebagai  pengganti pengakuan kedaulatan atas Indonesia. Uang ini adalah utang  Pemerintah Hindia Belanda. Uang sebesar 'gunung' itu nantinya digunakan  sebagai dana rehabilitasi negeri Belanda yang remuk redam akibat dirajam  amuk Perang Dunia II.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu, Soekarno pun merasa geram, tapi  tak bisa berbuat apa-apa. "Kami setuju membayar utang Pemerintah Hindia  Belanda itu. Sungguh tak jujur tuntutan Belanda, membebani suatu negeri  bekas jajahannya yang terbelakang dengan jumlah yang demikian besar!''  tegas Soekarno. Nah, masihkah ada yang tak percaya VOC bukan penjajah?&lt;/p&gt; (-) 				 &lt;br&gt;&lt;br&gt;http://koran.republika.co.id/koran/0/138748/Siapa_Bilang_VOC_Bukan_Penjajah&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-1309138494808930537?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/1309138494808930537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=1309138494808930537&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1309138494808930537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1309138494808930537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/siapa-bilang-voc-bukan-penjajah.html' title='Siapa Bilang VOC Bukan Penjajah?'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-9166222317085032527</id><published>2011-07-07T09:30:00.001+07:00</published><updated>2011-07-07T09:30:51.465+07:00</updated><title type='text'>Aisha Uddin: Orang Boleh Tak Senang, Tapi Saya Bangga Bisa Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;BBC&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/aisha-uddin-_110706230041-147.jpg" alt="Aisha Uddin: Orang Boleh Tak Senang, Tapi Saya Bangga Bisa Menjadi Muslim" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Aisha Uddin&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Kamis, 07 Juli 2011 01:00 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Kulitnya putih pucat,  matanya biru terang. Sebelum berjilbab, banyak orang terkaget-kaget ia  bisa melantunkan Al Fatihah dengan merdu. Memang, tak sefasih Sameeah  Karim, sahabatnya. Namun, bagi seorang kulit putih seperti dirinya,  sungguh luar biasa. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sudah beberapa tahun ini, Aisha memeluk  Islam. Gadis 22 tahun ini juga sudah mulai berjilbab, bahkan lebih gemar  mengenakan abaya. "Sebelum ini, jeans dan hoodies adalah busana saya  sehari-hari...juga make up tebal," ia terkekeh menceritakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak  yang memprotes perubahannya, tapi ia tersenyum saja menanggapinya.  "Bagi saya sekarang, jelas itu merupakan perubahan dramatis, tapi saya  senang dengan apa yang saya buat, karena sekarang saya tidak harus  membuktikan diri untuk menjadi orang lain di luar saya. Inilah saya,"  ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aisyah menaruh minat pada agama sejak menginjak sekolah  menengah. Sejak itu, ia mulai diam-diam mengunjungi masjid setempat  untuk belajar agama yang semula dianggap 'aneh' olehnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Islam  menarik perhatian saya dan saya ingin tahu lebih jauh ke dalamnya -  orang-orangnya juga budayanya - dan saya terus belajar dan belajar,"  ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Melanjutkan pendidikan ke Birmingham, ia merasa bak di  surga. "Saya tak perlu lagi sembunyi-sembunyi belajar, dan di sekeliling  saya banyak yang Muslim," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mengaku menghabiskan  bertahun-tahun belajar banyak tentang Islam sebelum sepenuhnya yakin dan  bersyahadat. Setelah bisa mempraktikkan shalat lima waktu dengan benar,  ia mulai belajar berjilbab. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Hidup berubah secara dramatis setelah itu," akunya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  bukan sedang bercerita tentang penampilannya, namun apa yang ada dalam  dirinya. "Dulu saya adalah seorang pemberontak dan selalu mendapatkan  masalah di rumah. Lalu ketika saya menjadi Muslim, saya menjadiagak  tenang," ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak hanya itu, ia juga lebih senang tinggal di  rumah, ketimbang dugem di luar rumah. "Mempelajari sesuatu dari  internet, atau membaca buku membuat saya lebih bahagia...Kini saya  bangga punya identitas tertentu," akunya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; BBC, Turn To Islam&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=39987cd0c3__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/06/lnx5tl-aisha-uddin-orang-boleh-tak-senang-tapi-saya-bangga-bisa-menjadi-muslim&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="beacon_39987cd0c3" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://i.republika.co.id/www/delivery/lg.php?bannerid=203&amp;amp;campaignid=141&amp;amp;zoneid=197&amp;amp;loc=1&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2Fberita%2Fdunia-islam%2Fmualaf%2F11%2F07%2F06%2Flnx5tl-aisha-uddin-orang-boleh-tak-senang-tapi-saya-bangga-bisa-menjadi-muslim&amp;amp;cb=39987cd0c3" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" height="0" width="0"&gt;&lt;/div&gt;  			&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-9166222317085032527?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/9166222317085032527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=9166222317085032527&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9166222317085032527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/9166222317085032527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/aisha-uddin-orang-boleh-tak-senang-tapi.html' title='Aisha Uddin: Orang Boleh Tak Senang, Tapi Saya Bangga Bisa Menjadi Muslim'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-72294407365365745</id><published>2011-07-06T09:29:00.001+07:00</published><updated>2011-07-06T09:29:31.633+07:00</updated><title type='text'>Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Youtube&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/angela-collins-_110706001108-804.JPG" alt="Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam" height="217" width="333"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Angela Collins&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="newsdate"&gt;Rabu, 06 Juli 2011 00:13 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Angela Collins pernah menjadi  buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang  dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama  setelah Tragedi 11 September 2001. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Apa yang membuatnya jatuh hati pada Islam? Pada situs &lt;em&gt;turntoislam&lt;/em&gt;, ia menceritakan alasannya: &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya meyakini bahwa saya tidak bisa mengendalikan peristiwa yang terjadi dalam hidup saya atau dalam kehidupan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam  adalah satu-satunya agama yang menyuruh kita melakukan penyerahan total  kepada Sang Pencipta kita, Pencipta semua orang dan segala sesuatu.  Sebagai seorang Muslim saya tahu bahwa semua yang saya lakukan pertama  dimulai dengan niat dan kemudian saya harus mengubah niat itu menjadi  upaya dalam rangka melaksanakan apa yang telah ditetapkan. Kebijaksanaan  ini mendefinisikan jalan saya untuk menjadi orang yang lebih baik bagi  diri sendiri, keluarga saya, komunitas saya, dan semua orang di muka  bumi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam hakikat Allah (satu-satunya Allah) membuka hati saya,  Islam memberi saya arah, dan sekarang saya hidup dengan panduan yang  dipinjamkan oleh Pencipta saya untuk kebahagiaan di bumi ini dan insya  Allah, di akhirat nanti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara agama adalah sumber daya untuk membantu memandu diri untuk perilaku yang baik melalui spiritualitas kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya  seorang mualaf. Katolik adalah agama nenek moyang saya. Pada usia 14  tahun, saya menolak konsep trinitas dan mempersempit apa yang saya lihat  sebagai kisah rumit 'tiga dalam satu', menjadi 'dua dalam satu' dan  mulai menghadiri gereja Baptis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepanjang hidup saya, saya telah  mencari untuk memahami, tetapi ketika sampai pada konsep ketuhanan saya  benar-benar bingung. Terutama tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai  manusia dan akan membiarkan dirinya untuk mati bagi  dosa-dosapengikutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya bertanya pada diri sendiri, "Mengapa agama saya perlu begitu rumit?" &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika  saya mencapai usia dewasa, saya memutuskan untuk membuatnya sangat  sederhana. Hanya ada satu, Pencipta kita dan itu saja. Tidak ada  penjelasan lain yang rasional dan lebih masuk akal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya melihat  Islam sebagai agama yang datang untuk mengklarifikasi kesalahan manusia  yang mengubah firman Allah yang asli agar sesuai kepentingan mereka.  Islam adalah sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kami dan  kami menyembah Allah dan Allah saja. Allah mengutus Musa, Yesus, dan  Muhammad (saw) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua  orang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam Islam, Yesus (Isa) adalah satu-satunya nabi yang  tidak pernah mati itulah sebabnya ia adalah utusan yang akan datang  kembali sebelum Hari Penghakiman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Islam menegaskan bahwa Anda  tidak diberikan jalan ke surga hanya karena Anda mengatakan Anda adalah  Muslim. Dan Anda mungkin tidak langsung pergi ke surga hanya karena Anda  percaya bahwa Allah bersifat monotheistik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anda pergi ke surga  berdasarkan niat dan tindakan berikut pesan yang diajarkan kepada kita  oleh para rasul sendiri dan dikonfirmasi oleh buku-buku asli dari Allah.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Surga bukanlah klub eksklusif bagi mereka yang hanya mengikuti  apa yang ayah mereka ajarkan pada mereka. Sebaliknya, itu adalah  tanggung jawab Anda, terutama sebagai seorang Muslim, untuk terus  mencari kebenaran, pemahaman, dan untuk membaca serta berpikir. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah  membaca setiap bab dalam Quran dua kali dan menelaah secara rinci, saya  percaya bahwa karya ini hanya bisa datang dari Pencipta saya. Tanpa  ragu penulis buku ini tahu lebih banyak tentang saya daripada saya tahu  tentang diri saya sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sudah bukan rahasia lagi bahwa Islam  secara serius disalahpahami di tanah air saya, Amerika Serikat. Maka,  pilihan saya pada agama "kontroversial" membuat keluarga dan teman-teman  bingung. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa Allah  membawa saya ke Islam dengan meningkatkan gairah saya dalam  mengeksplorasi perspektif 'asing' melalui 'perjalanan asing'. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah  menemukan diri saya dalam Islam, saya dapat mematuhi ajaran-ajaran  dalam Quran dan Hadis. Islam adalah multi-budaya dan merupakan sistem  yang dapat diadopsi dalam lingkungan apapun pada setiap titik waktu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya yakin dapat mengatakan bahwa jika Allah tidak meniupkan Islam ke dalam jiwa saya, saya tak akan pernah menemukan Angela. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Well,  hari ini, di sinilah saya: Angela, seorang Muslim Amerika: adalah jiwa  yang terus-menerus mencari Penciptanya dan kini telah menemukan Pencipta  semesta alam, dalam Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reportase tentang Angela Collins bisa juga dilihat di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_jGDVGzKYe0&amp;amp;feature=related"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Turn To Islam&lt;/div&gt;			&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-72294407365365745?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/72294407365365745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=72294407365365745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/72294407365365745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/72294407365365745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/mualaf-angela-collins-begini-alasan.html' title='Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-2762340033763006628</id><published>2011-07-03T03:01:00.001+07:00</published><updated>2011-07-03T03:01:54.063+07:00</updated><title type='text'>Liburan Membawa Leila Reeb Temukan Hidayah</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/02/lnpcr0-liburan-membawa-leila-reeb-temukan-hidayah#" rel="small"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text01.jpg" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/02/lnpcr0-liburan-membawa-leila-reeb-temukan-hidayah#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text02.jpg" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 				&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/02/lnpcr0-liburan-membawa-leila-reeb-temukan-hidayah#" rel="large"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/images/text03.jpg" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;www.balkanchronicle.com&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/danny-dan-leila-reeb-_110702174850-877.jpg" alt="Liburan Membawa Leila Reeb Temukan Hidayah" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Danny dan Leila Reeb&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;Sunday, 03 July 2011 01:00 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Leila Reeb, wanita  Inggris berusia 29 tahun, memeluk Islam ketika usia 25 tahun. Dia kini  menikah dengan Danny (28) yang juga seorang mualaf sejak empat tahun  lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasangan guru yang tinggal di Milton Keynes, Bucks, itu menuturkan  bahwa setiap orang pasti merasa heran ketika mendengar ada orang yang  masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Reaksi yang biasa ketika orang tahu bahwa aku masuk Islam pada usia  dua puluhan tahun. Yakni, rasa ingin tahu yang muncul,'' cerita Leila  Reeb. ''Aku dan suami sama-sama orang Inggris berkulit putih. Jadi, Anda  jangan berpikir kami seperti 'tipikal' Muslim.''&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemberontak, Tato hingga &lt;em&gt;Piercing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Leila  Reeb memiliki pendidikan yang normal dalam sebuah keluarga khas Inggris.  Dia tumbuh dengan kondisi di mana agama tidak benar-benar memainkan  peran apa pun dalam kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;''Saya adalah seorang remaja stereotip,'' katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Leila Reeb tumbuh sebagai remaja pemberontak. Dia memiliki tato dan  piercing pada bibirnya. Dia juga punya pacar dan senang pergi  minum-minum bersama teman-teman. ''Di Inggris, ada budaya minum dan saya  menghabiskan sebagian waktu untuk pergi ke bar,'' ceritanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Leila  Reeb tidak punya teman muslim. Dalam pandangannya saat itu, Islam  adalah budaya patriarki di mana kaum laki-laki mendominasi dan menindas  kaum perempuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Liburan ke Mesir&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Pandangan sempit Leila Reeb tentang Islam berubah ketika dia pergi berlibur ke Mesir. Usianya saat itu sudah menginjak 25 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Mesir, Leila Reeb bertemu dengan penduduk Muslim setempat. Dia  menemukan dirinya diserap oleh budaya mereka. ''Ketika mendengar  panggilan ibadah setiap hari , ada sesuatu yang hidup dalam diriku. Aku  mulai merasakan hubungan spiritual yang kuat dengan Islam,'' tuturnya.  ''Aku heran bagaimana orang-orang tampak hormat.''&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah tiba  di rumah, Leila Reeb memutuskan untuk mempelajari Islam lebih dalam. Dia  menjalin hubungan dengan seorang teman yang telah masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang teman mengundang Leila Reeb untuk berbincang-bincang.&amp;nbsp; Ketika  Leila Reeb masuk, ruangan itu penuh dengan wanita mengenakan niqab.  ''Saya pikir mereka akan menilai saya. Tapi, mereka begitu ramah,''  ceritanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat mendalami Islam, Leila Reeb menemukan banyak  kebiasannya selama ini yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.  Namun, dia menilai Islam lebih masuk akal untuk diikuti. Salah satu  contohnya adalah larangan untuk tidak minum minuman keras karena  kebiasaan tersebut buruk bagi kesehatan. Leila Reeb kini juga menemukan  bahwa menutup aurat itu lebih membebaskan daripada menjadi budak mode.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Segera  setelah semua itu, Leila Reeb akhirnya memutuskan untuk mengucapkan  syahadat. ''Rasanya seperti hal yang benar untuk dilakukan. Tapi, saya  butuh beberapa pekan untuk memberitahu keluarga saya dan saya merasa  gugup tentang reaksi mereka,'' katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Isu Teroris&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Saat  Leila Reeb masuk Islam, ada banyak penangkapan teroris di Inggris.  Keluarga Leila Reeb sempat khawatir. Tetapi, Leila Reeb melakukan upaya  nyata untuk menunjukkan kepada mereka bahwa dirinya tidak berubah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;''Saya  memakai jilbab. Tapi, aku saat itu memilih untuk tidak memakai jilbab  dan keluarga saya bisa melihat aku masih orang yang sama. Sekarang  mereka sangat mendukung,'' tutur Leila Reeb.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Danny dan Leila Reeb  datang dari keluarga non-muslim. Mereka bertemu secara online mengobrol  tentang ini dan itu. Mereka menikah dua tahun lalu di sebuah masjid.&lt;br&gt;&lt;br&gt;''Kami  beruntung tinggal di Inggris karena setiap orang bebas untuk menjadi  apa yang mereka inginkan. Saya bangga menjadi orang Inggris dan menjadi  seorang Muslim. Tidak ada konflik antara keduanya,'' katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Leila  Reeb rajin membaca Alquran dan belajar lebih banyak tentang Islam  sepanjang waktu. Makan makanan halal dan berpuasa selama Ramadhan adalah  perubahan besar pada kehidupan Leila Reeb. ''Bangun setiap pukul 03.00  dini hari untuk berdoa itu tidak pernah mudah,'' kata Leila Reeb.  ''Tapi, sekarang aku benar-benar percaya&amp;nbsp; bahwa aku kini benar-benar  hidup. Aku tidak pernah menyesali pilihan saya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Didi Purwadi&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; www.balkanchronicle.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/02/lnpcr0-liburan-membawa-leila-reeb-temukan-hidayah&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-2762340033763006628?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/2762340033763006628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=2762340033763006628&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/2762340033763006628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/2762340033763006628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/07/liburan-membawa-leila-reeb-temukan.html' title='Liburan Membawa Leila Reeb Temukan Hidayah'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6197743586919985407</id><published>2011-06-23T12:29:00.002+07:00</published><updated>2011-06-23T12:32:40.802+07:00</updated><title type='text'>Dari Guantanamo ke Makkah, Kisah Mualaf Penjaga Penjara yang Berumrah</title><content type='html'>&lt;div class="img_news"&gt;                    &lt;div class="sumber"&gt;Arab News&lt;/div&gt;&lt;img alt="Dari Guantanamo ke Makkah, Kisah Mualaf Penjaga Penjara yang Berumrah" height="217" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/terry-holdbrooks-_110616201400-974.jpg" width="333" /&gt;       &lt;div class="t_img"&gt;Terry Holdbrooks &lt;/div&gt;&lt;div class="terkait"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Juni 2011 01:00 WIB    &lt;br /&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH - Masjidil Haram di  Makkah adalah jarak yang sangat jauh, jika disandingkan dengan Kamp  Delta milik Angkatan Laut AS, yang&amp;nbsp; terkenal sebagai pusat tahanan di  pangkalan di Teluk Guantanamo. Tetapi, menjadi dekat ketika hati sudah  berniat. Begitulah yang dirasakan&amp;nbsp; mantan penjaga penjara Guantanamo,&amp;nbsp;  Terry Holdbrooks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terry, sekarang dikenal sebagai Mustafa,  memeluk Islam pada tahun 2003. Berita dia bersyahadat segera menyebar di  kalangan para prajurit di Guantanamo, apalagi tugasnya saat itu adalah  mengawasi tahanan terorisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia bertekad menghadapi segala  risiko, dan tak akan berbalik ke belakang, mengingkari syahadatnya. Ia  diberhentikan tak lama kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimana Terry menerima cahaya  Islam? Seorang tahanan dari Maroko, andil memberikan pengetahuan  keislaman padanya. Sebelumnya, ia telah terpesona pada peran&amp;nbsp; Morgan  Freeman memainkan karakter Muslim di film &lt;em&gt;Robin Hood: Prince of Thieves. &lt;/em&gt;Meski bukan cerita utama, namun Muslim dalam film itu tergambar secara semestinya.&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Interaksi  dengan para tahanan mendorongnya untuk melihat&amp;nbsp; Islam lebih dalam dan  mempelajarinya untuk dirinya sendiri. "Semakin banyak membaca semakin  saya yakin akan kebenaran Islam," akunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota  militer, ia tak merasa berat dengan ajaran disiplin dalam Islam. "Aku  menikmati militer, dan aku menikmati Islam; keduanya memerlukan  kedisiplinan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti dari sipir penjara, ia menangani urusan  sipil. Tak masalah baginya. Yang jadi masalah: ia ingin segera bertamu  ke Tanah Suci, berhaji atau berumrah. Namun jarak dan biaya tidaklah  sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari, ia mendapatkan  surat dari Canadian Dawah Association (CDA). Isinya: undangan untuk  menunaikan umrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia diundang oleh Shazaad Muhammad, presiden  dan pendiri Kanada dakwah Association (CDA), untuk melakukan ibadah haji  kecil, umrah. Dia terlonjak girang. "Kegiatan ini terinspirasi oleh  Nabi Muhammad SAW yang mengirimkan undangan kepada para pemimpin daerah  dan mengundang mereka untuk memeluk Islam," kata Shazaad Mohammed,  pimpinan CDA Celebrity Relations Program, yang juga Duta Besar PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terry tak menyia-nyiakan kesempatan. Ketika izin atasan sudah di tangan, ia segera berangkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika  saya pertama kali melihat Mekah dan melihat Ka'bah, saya sedikit  terkejut," katanya. "Saya&amp;nbsp; terpesona dan menyadari bahwa ini adalah  pusat dunia saya sekarang. Mungkin bukan pusat dunia semua orang,&amp;nbsp;  tetapi itu adalah pusat dunia saya. Saya ingin hidup berguna dalam  Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kunjungannya ke Tanah Suci, ia&amp;nbsp; bertemu dengan  Sheikh Faisal Al-Ghazzawi, salah satu imam Masjidil Haram. Ia  mengungkapkan kegembiraannya menerima nasihat cara menjaga iman dari  sang imam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengunjungi pabrik kiswah, penutup&amp;nbsp; Ka'bah di  Makkah dan mendapat kehormatan meletakkan beberapa jahitan di kiswah  baru yang akan ditempatkan di Ka'bah di musim haji pada akhir tahun ini.  Hanya sepekan dia di sana dan "Waktu terlalu singkat. Saya ingin  tinggal lebih lama," ujarnya, yang mengaku nyaman berdoa di Makkah dan  Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang umrah, ia menemukan batinnya makin kaya. "Batin saya seperti diremajakan kembali," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt;&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Arab News&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;     &lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=7f425dbb43__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/06/16/lmvwrs-dari-guantanamo-ke-mekah-kisah-mualaf-penjaga-penjara-yang-berumrah &lt;br /&gt;&lt;div id="beacon_7f425dbb43" style="left: 0px; position: absolute; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img alt="" height="0" src="http://i.republika.co.id/www/delivery/lg.php?bannerid=203&amp;amp;campaignid=141&amp;amp;zoneid=197&amp;amp;loc=1&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2Fberita%2Fdunia-islam%2Fmualaf%2F11%2F06%2F16%2Flmvwrs-dari-guantanamo-ke-mekah-kisah-mualaf-penjaga-penjara-yang-berumrah&amp;amp;cb=7f425dbb43" style="height: 0px; width: 0px;" width="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6197743586919985407?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6197743586919985407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6197743586919985407&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6197743586919985407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6197743586919985407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/06/dari-guantanamo-ke-makkah-kisah-mualaf.html' title='Dari Guantanamo ke Makkah, Kisah Mualaf Penjaga Penjara yang Berumrah'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3801475024829250130</id><published>2011-06-15T13:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T13:03:08.265+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Mualaf Lucy Bushill-Mathews: Kita Tak Bisa Memaksa Orang untuk Masuk atau Keluar dari Islam</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div id="newsdate"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Emel&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/lucy-bushill-matthews-_110614193937-541.jpg" alt="Refleksi Mualaf Lucy Bushill-Mathews: Kita Tak Bisa Memaksa Orang untuk Masuk atau Keluar dari Islam" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Lucy Bushill-Matthews&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Rabu, 15 Juni 2011 01:00 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,&amp;nbsp; LONDON - Lucy  Bushill-Matthews, Muslimah mualaf dan ibu dari tiga orang anak, membawa  khazanah baru dalam dunia Islam. Ia wanita berpendidikan, dan gemar  menulis. Beberapa tulisannya dibukukan, yang terbaru tentang hal-hal  keseharian menjadi Muslimah, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia  oleh penerbit Lentera Hati menjadi "AKU SEORANG MUSLIMAH MUALLAF: Kisah  Lucu dan Sedih Menjadi Muslimah di Tanah Eropa". &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kepada Majalah Wanita &lt;em&gt;Emel&lt;/em&gt;, dia menuliskan refleksinya tentang pilihan berislam. Berikut ini buah pikirannya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berita  terbaru adalah tentang bersyahadatnya&amp;nbsp; Lauren Booth, ipar Tony Blair.  Muslim hampir secara universal gembira bahwa 'saudara perempuan' lain  telah memilih untuk memeluk Islam. Walau diakui Booth: banyak yang suka,  banyak pula yang tak suka dengan pilihannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Alquran menjunjung  tinggi prinsip: "Tak ada paksaan dalam menganut Islam." (2:256) Pasal  18 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 menyatakan: "Setiap  orang berhak atas kebebasan berpikir, mengikuti hati nurani dan tuntunan  agama." Hal ini termasuk kebebasan untuk memilih agama, kebebasan untuk  memilih bagaimana untuk menjalani hidup kita dengan iman sebagai kompas  penuntun, kebebasan untuk membesarkan anak-anak kita dalam kerangka  itu, dan - dari sudut kontroversial - kebebasan meninggalkan agama itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika  Nabi Muhammad mulai berkhotbah kepada masyarakat sekitar dia tahun 610  M, hanya dia&amp;nbsp; sendiri sebagai seorang Muslim. Meskipun telah ada  sepanjang sejarah kaum muslim (dengan 'm' kecil), secara harfiah berarti  orang-orang yang beriman kepada Tuhan, namun belum ada yang percaya  pada kredo lengkap, "Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah  utusan-Nya". &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di era itu, setiap Muslim setelah Muhammad adalah  mualaf. Muslim bersukacita ketika orang lain menerima Islam, dan para  pemimpin suku politeistik dari Quraisy menjadi semakin gelisah, pada  satu titik mengusir seluruh masyarakat Muslim ke sebuah lembah tandus  selama tiga tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari ini, mengubah juga disambut dengan reaksi  campuran, meskipun tanpa koreaksi yang sama dilontarkan jika ada Muslim  baru. Masing-masing berlomba-lomba mencari tahu mengapa ia menerima  Islam. Saya terkesan dengan jawaban Yusuf Islam alias Cat Stevens tiap  kali ditanya tentang mengapa ia masuk Islam, "Yah mengapa Anda mengikuti  Islam? Saya seorang Muslim untuk alasan yang sama seperti Anda."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sayangnya,  banyak umat Islam yang tak menyadari, mengapa ia beragama Islam. Banyak  Muslim yang menjadi Muslim hanya karena orang tua mereka Muslim. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimanapun,  adalah wajar bagi orangtua untuk memilih&amp;nbsp; membesarkan mereka dalam iman  mereka sendiri. Sayangnya, jika kita mengalami pendidikan budaya yang  ketat, ini bisa bingung dengan dan menyalahkan semua pada agama kita.  (Padahal, mungkin itu pola asuh orang tua yang salah, red).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak-anak  saya sudah protes pada cara saya mendidik mereka, yang mencoba untuk  memasukkan nilai-nilai moral dan kebiasaan serta dasar teologis Islam.  "Saya ingin memiliki kehendak bebas saya," kata putri saya yang  menginjak pra-remaja, saat tertekan dengan desakan orangtuanya untuk  memastikan kamarnya rapi.&amp;nbsp; "Hidupku akan sangat jauh lebih baik jika aku  bukan Muslim," lanjutnya. "Islam menyuruh aku harus berdoa dan memberi  makan kelinci, membaca Alquran dan kamarku rapi."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak saya yang  berusia delapan tahun juga sangat percaya pada kebebasan pribadi. Dia  menulis dalam diarinya, "Itu membuat saya sedih saya harus melakukan  apapun yang saya diberitahu untuk melakukannya. Saya senang jika saya  mendapatkan apa pun yang saya inginkan."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kita pasti harus  mengakui dan menghormati pilihan anak-anak kita sendiri. Saya telah  ditanya beberapa kali oleh orang-orang, beberapa dari mereka Muslim,  "Kapan Anda akan membuat anak Anda memakai jilbab?" Seolah-olah masalah  itu ada di tangan saya, bukannya pilihan yang sangat pribadi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak  tertua saya, dia telah memutuskan dia ingin membuat pilihan sendiri.  "Ketika aku dewasa," katanya, "Aku akan melihat semua agama dan melihat  mana yang paling masuk akal bagiku." Saya hanya bisa berharap dia  seorang 'peneliti' terbaik dan jeli, walaupun sebagai seorang Muslim,  wajar saja bahwa saya berharap dia memilih Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebuah kasus  baru-baru di AS melibatkan remaja Fatimah Rafiqah Barry yang memilih  agama Kristen, kemudian melarikan diri dari orang tuanya yang Muslim. Ia  menyatakan akan dibunuh jika ia kembali. Namun dikatakan dalam Alquran  (4: 80) "Dan orang-orang yang berpaling, kami tidak mengutus kamu  sebagai wali mereka" .&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ubaydallah ibn Jahsh pada zaman Rasulullah  meninggalkan Islam dan menganut Kristen. Ia hidup bebas sebagai seorang  Kristen sampai dia meninggal. Kita mungkin tidak setuju dengan  pilihannya, tetapi dalam hal ini setiap orang bertanggung jawab pada  akhirnya kepada Allah, dan bukan untuk orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Alquran  menantang kita, "Jika telah menjadi kehendak Tuhanmu bahwa semua orang  di dunia harus beriman, maka semua orang di bumi akan beriman!" (10:99) &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya  hanya bisa terus berdoa, semoga anak-anak saya tetap tumbuh dalam  keimanan, dan ketika besar, tetap memilih Islam sebagai agamanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucy Bushill-Matthews, adalah penulis &lt;em&gt;Welcome to Islam – a Convert's Tale&lt;/em&gt; dan kini mengelola beberapa madrasah di Inggris.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Emel&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=7fc75aa3e9__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/06/14/lms5uv-refleksi-mualaf-lucy-bushillmathews-kita-tak-bisa-memaksa-orang-untuk-masuk-atau-keluar-dari-islam&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3801475024829250130?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3801475024829250130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3801475024829250130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3801475024829250130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3801475024829250130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/06/refleksi-mualaf-lucy-bushill-mathews.html' title='Refleksi Mualaf Lucy Bushill-Mathews: Kita Tak Bisa Memaksa Orang untuk Masuk atau Keluar dari Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-8304613762064330353</id><published>2011-06-15T13:02:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T13:02:06.123+07:00</updated><title type='text'>Nuh HA Mim Keller Tertarik pada Islam karena Lebih Utuh dan Sempurna</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;picspara.co.cc&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/nuh-ha-mim-keller-_110614170051-148.jpg" alt="Nuh HA Mim Keller Tertarik pada Islam karena Lebih Utuh dan Sempurna" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Nuh Ha Mim Keller&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 													 							&lt;/div&gt; 			 			 			&lt;div id="newsdate"&gt;Selasa, 14 Juni 2011 17:01 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO - Nuh Ha Mim Keller  masyhur sebagai seorang pakar hukum Islam. Bahkan, ia ditabalkan menjadi  seorang teolog dan pakar tasawuf terkemuka di Barat. Keller pun  menerjemahkan sederet kitab ke dalam bahasa Inggris. Di balik semua  pencapaiannya itu, siapa sangka, ia adalah seorang penganut Katholik  Roma yang kemudian memeluk Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keller terlahir pada 1954 di  Northwestern, Amerika Serikat (AS). Ia lalu mengambil studi filsafat dan  bahasa Arab di Universitas Chicago dan Universitas California, Los  Angeles. Ia mengaku dibesarkan di sebuah daerah pertanian dalam keluarga  yang taat menganut Katholik Roma.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Sejak kecil, gereja  memberikan alam spiritual yang tak terbantah, yang lebih riil daripada  alam fisik yang berada di sekelilingku. Akan tetapi, aku tumbuh dewasa,  hubunganku dengan agama itu sertamerta menimbulkan persoalan, dalam  akidah ataupun amal," ujarnya sepeti dikutip dalam buku Bulan Sabit di  Atas Patung Liberty.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak kecil, ia mencoba membaca Alkitab.  Namun, saat membacanya, ia menilai kitab suci itu bertele-tele dan tak  memiliki susunan koheren. "Sehingga menyulitkan orang yang ingin  menjadikannya sebagai pedoman hidup," tutur Keller. Pandangannya tentang  agama yang diwariskan orang tuanya itu semakin terbuka ketika dia mulai  masuk kuliah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ketika aku masuk ke universitas, aku tahu bahwa  keaslian kitab suci itu, khususnya Perjanjian Baru, benar-benar  meragukan dan merupakan produk kajian hermeneutik modern kaum Kristen  sendiri," ungkapnya. Rasa penasaran tehadap kebenaran agama yang  dianutnya sangat tinggi. Ia lalu membaca terjemahan Norman Perrin atas  The Problem of the Historical Jesus karya Joachim Jeremias, salah  seorang ahli Perjanjian Baru ternama abad ini. Hal itu dilakukannya agar  bisa memahami teologi kontemporer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keller pun mulai terpengaruh dengan pandangan Jeremias dan teolog  Jerman, Rudolph Bultmann, yang menyatakan bahwa menulis biografi Yesus  adalah mimpi yang mustahil dilakukan. Menurut mereka, kehidupan Kristus  yang sebenarnya tak mungkin direkonstruksi dari Perjanjian Baru secara  meyakinkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Jika hal ini diakui sendiri oleh penganut Kristen  dan salah seorang ahli tekstualnya yang ternama, lalu apa yang akan  dikatakan oleh musuh-musuhnya?" ujar Keller. Ia lalu belajar filsafat di  universitas.&lt;br&gt;Menurutnya, filsafat mengajarkan untuk menanyakan dua  hal terhadap siapa pun yang mengklaim memiliki kebenaran­Apa yang Anda  maksudkan? Dan, bagaimana Anda tahu?&lt;br&gt;Ia pun mengajukan kedua  pertanyaan tersebut terhadap tradisi agama Katholik Roma yang dianutnya.  "Namun, tak kutemukan jawaban dan aku pun sadar bahwa agama Kristen  telah terlepas dari tanganku. Aku pun kemudian mulai melakukan pencarian  yang mungkin tidak populer bagi kebanyakan anak muda di Barat­yakni  mencari makna di balik dunia tak bermakna," ungkap Keller.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  masa pencarian kebenaran itulah, ia kemudian mulai mengenal Alquran.  Awalnya, ia hanya membaca terjemahan Alquran. Keller mengaku tak begitu  tertarik dengan terjemahan Alquran itu. Ia justru penasaran dengan  Alquran yang berbahasa Arab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Aku tahu kitab aslinya (Alquran)  yang berbahasa Arab telah diakui keindahan dan kefasihannya di antara  berbagai kitab agama manusia.&lt;br&gt;Aku bertekad belajar bahasa Arab untuk membaca aslinya," paparnya.&lt;br&gt;Ia pun memutuskan untuk belajar bahasa Arab di Chicago.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  waktu satu tahun, ia berhasil mempelajari tata bahasa dengan nilai yang  baik. Meski begitu, ia masih merasa kurang. Keller akhirnya memutuskan  untuk mempelajari bahasa Arab ke Kairo, Mesir. Di Mesir, Keller mengaku  men emukan sesuatu yang benar-benar membawanya kepada Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yakni  tanda monoteisme murni pada para penganutnya, yang jauh lebih  mengejutkanku daripada apa pun yang pernah kulihat sebelumnya," ujar  Keller. Di negeri piramida itu, ia bertemu dengan banyak Muslim, mulai  dari yang baik hingga yang buruk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama di Mesir, ada sebuah  pengalaman yang berkesan di hati Keller. Suatu ketika, ada seorang pria  di pinggir Sungai Nil di dekat taman Muqyas. Tempat itu biasa  dilewatinya. Ia pun mendekati orang itu. Ternyata pria itu sedang shalat  di atas sehelai kardus, dengan wajah menghadap ke seberang air.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya,  Keller mengaku akan lewat di depan orang itu. Namun, niat itu  diurungkannya. Ia memilih memutar dan berjalan di belakang pria yang  sedang shalat itu karena tak ingin mengusiknya. "Aku menyaksikan seorang  manusia larut dalam hubungannya dengan Tuhan, tak memperhatikan  kehadiranku."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pun sempat bertemu seorang remaja di Kairo. Anak  itu lalu mengucapkan salam kepada Keller di dekat Khan Al-Khalili.  Siswa yang duduk di sekolah menengah pertama yang pandai berbahasa  Inggris itu bercerita kepadanya tentang agama Islam. Dia menjelaskan  tentang Islam semampunya. "Ketika kami berpisah, kurasa dia berdoa agar  aku menjadi Muslim," tuturnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat berada di Kairo, Keller  mengaku memiliki seorang teman yang berasal dari Yaman. Ia selalu  meminta temannya itu untuk membawa Alquran dan mengajarinya belajar  bahasa Arab. Di kamar hotel tempatnya menginap tak ada meja. Sehingga,  Keller pun meletakkan Alquran di dekat buku-buku yang berjajar di atas  lantai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melihat Keller menyimpan Alquran di atas lantai, temannya  lalu membungkuk dan mengangkatnya. "Ia memuliakan Alquran. Ini  membuatku terkesan sebab kutahu dia kurang taat menjalankan agama,  tetapi tetap terlihat pengaruh Islam terhadap dirinya," ungkap Keller.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat  berada di Mesir, Keller mengaku mengalami banyak peristiwa dan  pengalaman. Setelah melepas agama Katholik Roma yang dianutnya, ia lebih  memilih untuk tak beragama sementara waktu. Dalam kondisi tak beragama  itulah, pikirannya selalu berkecamuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menyadari pun bahwa seorang manusia haruslah beragama.&lt;br&gt;Pada  saat itu, ia mulai terkesan pada pengaruh agama Islam terhadap  kehidupan kaum Muslim. Keller menilai agama Islam begitu mulianya  tujuan. "Aku menjadi semakin tertarik kepada Islam karena ekspresinya  yang lebih utuh dan lebih sempurna."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keller pun kerap merenung.  Hingga akhirnya, ia menyadari bahwa Islam adalah agama yang  menyempurnakan jalan. Agama yang paling komprehensif dan mudah dipahami  untuk mengamalkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun  benar-benar jatuh cinta dengan Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga akhirnya, seorang  temannya di Kairo mengajukan pertanyaan, "Mengapa engkau tidak menjadi  seorang Muslim?" Ketika mendengar pertanyaan itu, Keller telah meyakini  bahwa Allah SWT telah menciptakan dirinya untuk menjadi bagian dari  agama Islam. "Islam benar-benar memperkaya para pengikutnya, dari hati  yang paling sederhana hingga kaum intelektual yang paling cerdas.  Seseorang menjadi Muslim bukanlah melalui tin dakan pikiran atau  kehendak, melainkan semata-mata melalui kasih sayang Allah," tuturnya.  Keller pun mengucapkan dua kalimah syahadat dan menjadi seorang Muslim  pada 1977 di Kairo, Mesir. Hingga akhirnya, ia menjadi seorang pemikir  dan ulama terkemuka. Islam dalam Pandangan Nuh Ha Mim Keller Oleh Heri  Ruslan Keller adalah pakar hukum Islam yang diakui kehebatannya oleh  seorang ulama terkemuka Abd alRahman al-Shaghouri. Tak heran jika Keller  pun diakui sebagai seorang Syekh pada tarekat tawasuf Shadhili. Ia  menetap di Aman, Yordania. Ia dikenal sebagai seorang ulama dan pemikir  Islam di abad modern.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu, apa pendapatnya tentang kondisi umat  Islam saat ini? Syekh Nuh Ha Mim Keller berpendapat bahwa nasib buruk  politik Islam dewasa ini bukanlah sebuah kehinaan agama Islam, atau  menempatkannya pada sebuah kedudukan rendah dalam tatanan alamiah  berbagai ideologi dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Aku memandangnya sebagai fase rendah  dalam perputaran sejarah yang lebih luas. Hegemoni asing terhadap  negara-negara Islam telah pernah terjadi sebelumnya," paparnya. Menurut  dia, peradaban Islam pernah tergelincir pada harubiru kehancuran akibat  serbuan bangsa Mongol pada abad ke-13 M.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu, kata dia,  bangsa Mongol menjarah kota-kota dan mendirikan piramida kepala manusia  dari gurun Asia Tengah hingga ke jantung negeri-negeri Islam. "Sesudah  itu, takdir telah mendorong kaum Turki Usmani untuk membangkitkan firman  Allah SWT, dan membuatnya menjadi realitas politik yang menggetarkan  hati yang berlan sung selama berabad-abad," ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  dia, inilah saatnya mendorong kaum Muslim kontemporer untuk berjuang  demi sejarah baru kristalisasi Islam, sesuatu yang mungkin didambakan  umat manusia.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Reporter:&lt;/b&gt; Heri Ruslan&lt;/div&gt;						&lt;br&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=93e7618152__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;/a&gt;&lt;div id="beacon_93e7618152" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://i.republika.co.id/www/delivery/lg.php?bannerid=203&amp;amp;campaignid=141&amp;amp;zoneid=197&amp;amp;loc=1&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2Fberita%2Fdunia-islam%2Fmualaf%2F11%2F06%2F14%2Flmryhq-nuh-ha-mim-keller-tertarik-pada-islam-karena-lebih-utuh-dan-sempurna&amp;amp;cb=93e7618152" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" width="0" height="0"&gt;&lt;/div&gt;  			&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-8304613762064330353?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/8304613762064330353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=8304613762064330353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8304613762064330353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8304613762064330353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/06/nuh-ha-mim-keller-tertarik-pada-islam.html' title='Nuh HA Mim Keller Tertarik pada Islam karena Lebih Utuh dan Sempurna'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3107619346786400139</id><published>2011-06-15T13:01:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T13:01:13.960+07:00</updated><title type='text'>Subhanallah...Melalui Internet, Mereka Belajar Islam, Lalu Menjadi Mualaf</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 				&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/06/10/lmjubb-subhanallahmelalui-internet-mereka-belajar-islam-lalu-menjadi-mualaf#" rel="large"&gt;&lt;br&gt;&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;kval.com&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/dakwah-bisa-dilakukan-melalui-internet-ilustrasi-_110610074954-308.jpg" alt="Subhanallah...Melalui Internet, Mereka Belajar Islam, Lalu Menjadi Mualaf" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Dakwah bisa dilakukan melalui internet. Ilustrasi&lt;/div&gt; 													 				                 							&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Jumat, 10 Juni 2011 07:49 WIB 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH - Usianya baru 18  tahun. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil di Amerika  Serikat. Berpamitan hendak berlibur dan jalan-jalan ke luar negeri, ia  terbang ke Arab Saudi dan menyatakan kislamannya di negeri itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dia  masih ada di sini untuk berlibur," kata Majed Al-Osaimi, direktur  www.edialogue.org, website dakwah yang banyak dikunjungi publik Barat  yang tertarik pada Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berbicara kepada Arab News, ia  mengatakan seorang remaja, yang sedang belajar di Amerika Serikat, juga  menerima Islam sebagai agama baru setelah ngobrol dengan seorang daiyah  yang berhubungan dengan website itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Gadis itu telah memperoleh  beberapa pengetahuan tentang Islam dan membersihkan semua keraguannya  selama 20 menit percakapan dengan pekerja dakwah kami dan menyatakan dia  ingin segera bersyahadat," kata Al-Osaimi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mengatakan,  situs, yang didirikan pada bulan Maret tahun ini, telah berperan dalam  mengislamkan 119 orang dari kebangsaan berbeda. Kini mereka terus  menjalin kontak dengan para mualaf ini untuk melakukan bimbingan online.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia memprediksi, jumlahnya akan meningkat pesat, mengingat  respons jamaah maya saat ini. "Setiap satu atau dua hari sekali, ada  satu orang yang menerima Islam sebagai agama mereka melalui website  kita," jelasnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Al-Osaimi juga meminta Muslim lainnya di Barat  untuk mengajar anak-anak mereka tentang Islam pada usia dini. "Itu tugas  mereka untuk membawa anak-anaknya atas dasar budaya Islam dan  tradisinya," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mengatakan ia juga telah menghubungi  gadis itu dan menemukan bahwa ia telah belajar banyak tentang Islam dari  sumber yang berbeda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dia bertanya beberapa pertanyaan yang  sangat penting tentang Islam," tambahnya. Gadis itu juga ingin belajar  bahasa Arab untuk membaca dan memahami Alquran dalam bahasa aslinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia  mengatakan mereka yang berkebangsaan India adalah mayoritas mualaf baru  yang menyatakan keislamannya melalui website yang berbasis di Dammam,  Arab Saudi ini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menjelaskan, situs dijalankan oleh 11 staf  yang kesemuanya adalah relawan dan pekerja full-time. Mereka yang  memeluk Islam melalui situs ini berasal dari&amp;nbsp; Inggris, Perancis,  Australia, Amerika Utara, Filipina, Rumania, Nigeria, dan Kamerun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lebih dari 90 ribu orang sejauh ini telah berpartisipasi dalam web chat room mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kami memiliki rencana untuk memperluas situs web termasuk dalam beragam bahasa," katanya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Arab News&lt;/div&gt;			&lt;br&gt; 			 				&lt;a href="http://i.republika.co.id/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=203__zoneid=197__cb=9e3e659d53__oadest=http%3A%2F%2Fwww.amikom.ac.id" target="_new"&gt;STMIK AMIKOM&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/06/10/lmjubb-subhanallahmelalui-internet-mereka-belajar-islam-lalu-menjadi-mualaf&lt;br&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3107619346786400139?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3107619346786400139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3107619346786400139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3107619346786400139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3107619346786400139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/06/subhanallahmelalui-internet-mereka.html' title='Subhanallah...Melalui Internet, Mereka Belajar Islam, Lalu Menjadi Mualaf'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-704637921211809445</id><published>2011-05-26T10:23:00.000+07:00</published><updated>2011-05-26T10:24:00.732+07:00</updated><title type='text'>Lisa Smith: Mantan Kru Pesawat Militer yang Terpikat pada Islam</title><content type='html'> 			 			&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 				    &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/25/llrgep-lisa-smith-mantan-kru-pesawat-militer-yang-terpikat-pada-islam#" rel="large"&gt;&lt;br&gt;&lt;/a&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;.&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110525235251-851.JPG" alt="Lisa Smith: Mantan Kru Pesawat Militer yang Terpikat pada Islam" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt; 													 				                &lt;div class="terkait"&gt;&lt;/div&gt; 							&lt;/div&gt; 			 			&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Kamis, 26 Mei 2011 03:00 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;, DUBLIN - Di pengujung usia  30-an tahun, hati Lisa Smith berlabih pada Islam. &amp;quot;Sepanjang usia saya,  baru kali ini saya menemukan sesuatu yang bermakna dalam hidup,&amp;quot; kata  lajang yang berasal dari latar belakang ateis ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilihannya pada Islam, sungguh tak diduga kawan-kawannya di unit  transportasi Angkatan Bersenjata Irlandia. Bahwa Lisa tengah memilih  agama, semua temannya tahu. Ajaran Budhisme, Kristen, katholik, hingga  yahudi, semua dilahap. Yang luput dari perhatian mereka, Lisa ternyata  juga mempelajari Islam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lisa bergabung dengan Pasukan Pertahanan Udara saat berusia 19 tahun.  Ia menjadi seorang prajurit selama lima tahun sebelum bergabung dengan  Korps Udara, di mana ia bekerja selama dua tahun sebagai pramugari di  pesawat jet pemerintah. Dia sekarang bekerja di unit transportasi  tentara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berasal dari latar belakang yang &amp;quot;tidak beragama&amp;quot;, Lisa yakin gaya  hidup pestanya adalah bagian dari pencarian untuk menemukan sesuatu yang  bermakna dalam kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;quot;Saya tidak punya banyak landasan iman untuk mencari jawaban,  misalnya untuk pertanyaan sederhana: mengapa kita ada di sini, apa  tujuan kita dalam hidup aku hanya tahu bahwa kami tidak bisa di bumi ini  tanpa alasan.&amp;quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lisa menghabiskan tahun-tahun pada pencarian dia untuk pemenuhan  rohani, dengan membaca &amp;quot;semua hal&amp;quot;. Tato di pergelangan tangannya (yang  ia berencana untuk membuangnya dengan sinar laser) tertulis I am that I  am, yang dipetiknya dari dialog sebuah film yang didasarkan pada  tulisan-tulisan Chris Lawson dalam The Moses Code.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;quot;Saya sudah melalui seluruh tahap spiritualitas, dan kemudian aku berpikir bahwa tidak ada Tuhan, hanya kesadaran Tuhan.&amp;quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sama seperti warga kulit putih Irlandia kebanyakan, ia juga membenci  Islam. &amp;quot;Saat saya melihat gadis-gadis Muslim, dalam benak saya akan  berkata, &amp;#39;mereka ahli membuat bom&amp;#39;,&amp;quot; katanya mengenang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;namun begitu mengenal dekat salah seorang dari mereka, sudut  pandangnya berubah. &amp;quot;Mereka tampak begitu damai dan  mereka tidak pernah  khawatir tentang apapun,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika suatu saat ia berkesempatan membaca Alquran, ia menemukan  jawabannya. &amp;quot;Itu petunjuk hidup yang nyata...dan saya merasa banyak  pesan-pesan di dalamnya ditujukan untuk saya,&amp;quot; ujarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lisa menghabiskan tiga bulan berikutnya untuk mempelajari Islam.  &amp;quot;Hampir 24 jam sehari,&amp;quot; katanya mengibaratkan.   April 2011, ia  bersyahadat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia beruntung, bosnya di Angkatan Udara memberi dukungan atas  keputusannya memilih Islam. Sehari-hari, ia mengenakan pakaian dinas  dengan topi menutupi rambutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia berharap untuk meninggalkan pekerjaan dalam beberapa bulan  mendatang &amp;quot;jika saya menemukan suami yang cocok&amp;quot;. Ia berencana untuk  mengundurkan diri  dalam dua tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Independent.ie&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/25/llrgep-lisa-smith-mantan-kru-pesawat-militer-yang-terpikat-pada-islam"&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/25/llrgep-lisa-smith-mantan-kru-pesawat-militer-yang-terpikat-pada-islam&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-704637921211809445?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/704637921211809445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=704637921211809445&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/704637921211809445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/704637921211809445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/05/lisa-smith-mantan-kru-pesawat-militer.html' title='Lisa Smith: Mantan Kru Pesawat Militer yang Terpikat pada Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4251151979662891002</id><published>2011-05-23T14:27:00.001+07:00</published><updated>2011-05-23T14:27:10.455+07:00</updated><title type='text'>"Menghilang" Sejak Ramalan Kiamatnya Meleset</title><content type='html'>                                                    &lt;form method="post" name="form2" id="form2"&gt;                             &lt;table vspace="4" align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal278569916.jpg" vspace="4" width="300" align="left" border="2" hspace="4"&gt;&lt;br&gt; &lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                                                     &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/17158/23/05/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1"&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/17158/23/05/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1"&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;                        &lt;tr&gt;                                                                          &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/form&gt;                                                   &lt;p&gt;&lt;font style="font:10px tahoma;color:#ff0000;"&gt;                             Senin, 23 Mei 2011                            &lt;br&gt;                             &lt;/font&gt;                              &lt;span style="font-size:14px; font-family:Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hidayatullah.com--&lt;/strong&gt;Media  di Amerika Serikat melaporkan Harold Camping tidak terlihat sejak  prediksi kiamat yang dia siarkan itu ternyata salah. Kontak telepon dan  e-mail ke Family Radio milik Harold Camping tidak dijawab. Dia  memprediksikan kiamat terjadi pada Sabtu (21/5) tepat pukul 18.00 di  berbagai zona waktu di belahan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koran &lt;em&gt;The Washington Post&lt;/em&gt; melaporkan layanan telepon untuk  mencegah aksi bunuh diri dibuka untuk mengantisipasi kemungkinan  orang-orang yang percaya dengan ramalan tersebut mengalami depresi  setelah ramalan kiamat tidak menjadi kenyataan. Sekelompok warga dari  Gereja Injil Calvary di Milpitas, California, mengadakan misa pagi untuk  menghibur orang-orang yang percaya dengan isi ceramah Harold Camping.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Kami hadir di sini sebab kami peduli kepada orang-orang ini,&amp;#39;&amp;#39;  tuliskoran New York Times mengutip James Bynum yang merupakan salah  seorang pemuka gereja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, banyak warga Kristen menepis pandangan Camping. Sebagian bahkan menggambarkan dia sebagai &amp;#39;&amp;#39;nabi palsu&amp;#39;&amp;#39;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian kalangan atheis berpesta untuk merayakan melesetnya ramalan  kiamat. Sedangkan, sekelompok orang yang tidak percaya berkumpul di luar  markas Family Radio International milik Harold Camping di kawasan  Oakland, California, ketika tenggat waktu ramalan berlalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Ini mungkin salah satu hal sedih yang saya pernah baca, kabar bahwa  ada anak-anak di luar sana yang orang tuanya menghabiskan dana tabungan  kuliah dan menjual rumah mereka,&amp;#39;&amp;#39; kata seorang wanita kepada BBC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Camping mengatakan dia tahu tanpa secuil keraguan pun bahwa hari kiamat akan tiba. Dia menyatakan tidak ada rencangan cadangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia sudah pernah meramalkan kiamat pada tahun 1994. Para pengikutnya  belakangan menyatakan ramalan itu hanya mengacu tahap antara.*&lt;/p&gt;                                                                                                                   Sumber : roL&lt;br&gt;Rep: Akbar Muzakki&lt;br&gt;Red: Cholis Akbar&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/17158/23/05/2011/"&gt;http://www.hidayatullah.com/read/17158/23/05/2011/&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4251151979662891002?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4251151979662891002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4251151979662891002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4251151979662891002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4251151979662891002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/05/menghilang-sejak-ramalan-kiamatnya.html' title='&quot;Menghilang&quot; Sejak Ramalan Kiamatnya Meleset'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-8808089266664781096</id><published>2011-05-23T12:24:00.001+07:00</published><updated>2011-05-23T12:24:56.679+07:00</updated><title type='text'>Demi Menemukan Islam, Anna Stamou Rela Jadi "Pasien" Para Filsuf</title><content type='html'>&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/anna-stamou-_110523091232-982.jpg" alt="Demi Menemukan Islam, Anna Stamou Rela Jadi " width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Anna Stamou&lt;/div&gt; 													 				                &lt;div class="terkait"&gt;&lt;/div&gt; 							 			 			&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Senin, 23 Mei 2011 01:00 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;, ATHENA -  Salah satu  penghargaan terkemuka Muslim internasional di Eropa baru-baru ini  diberikan kepada seorang wanita Yunani. Manajer humas dari Asosiasi  Muslim Yunani, Anna Stamou, dianggap sebagai satu dari 10 wanita Muslim  dengan pengaruh yang besar dan yang paling positif di Eropa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penggagas  penghargaan, adalah European Muslim Professionals Network (CEDAR), yang  didukung oleh Institute of Strategic Dialogue, atau dikenal juga dengan  nama "Three Club". Seremonial pemberian penghargaan dilakukan akhir  tahun lalu di Madrid, Spanyol. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak banyak yang tahu, enam tahun  yang lalu ia adalah seorang mualaf. Ia menemukan Islam setelah bergulat  dengan kegelisahan dirinya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Pencarian saya telah lama, saya  selalu mencari jawaban. Dalam pencarian saya tentang kebenaran, aku  tidak bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan,&amp;quot; ujarnya, tentang  perjalanan batinnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak sekolah menengah, Anna punya minat  yang tinggi di bidang sains. Dalam mata pelajaran ini, dia selalu  unggul. Imbasnya, dalam menemukan jawaban atas kegamangan batinnya, ia  bermain logika. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Jadi, saya berkonsultasi ke beberapa sekolah  filsafat, bertemu banyak filsuf. Saya ditangani mendalam dengan  Pythagoras,&amp;quot; ia tersenyum menjelaskan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama pencarian ini, ia  bertemu dengan suaminya sekarang. Saat itu, mereka sama-sama bergabung  sebagai  sukarelawan organisasi Doctors of the World, selama perang di  Irak. Dari pria inilah, ia banyak menemukan pengetahuan tentang Islam. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun,  ia tak menerima mentah-mentah omongannya. Anna mulai meneliti lebih  dalam ajaran-ajarannya. &amp;quot;Saya pikir ini karena ilmu yang saya  peroleh  dari sekolah bahwa Islam adalah sebuah agama inferior dan terdistorsi.  Islam meskipun telah memberi saya jawaban, saya berkata pada diri  sendiri bahwa saya harus belajar lebih banyak tentang agama ini,&amp;quot;  katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Yunani, Islam kerap rancu dengan Turki. Pasalnya,  kebanyakan Muslim di Yunani berasal dari Turki. Buku-buku keislaman,  umumnya menggunakan bahasa mereka. &amp;quot;Meskipun ada ribuan Muslim Yunani,  saya tidak mengerti mengapa tidak ada buku yang diterbitkan dalam bahasa  Yunani,&amp;quot; ujarnya. Ia mempelajari Islam dari buku-buku berbahasa Inggris  dan Prancis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia beruntung mengalami transisi dari agama  lamanya menuju Islam didampingi oleh penerimaan dari sisi keluarga dan  teman-temannya. &amp;quot;Saya belum bertemu reaksi negatif. Beberapa orang  mungkin memiliki pertanyaan, tapi tak pernah ada tendensi negatif,&amp;quot;  ujarnya, yang mengaku dengan senang hati akan menjelaskan agama barunya.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di sisi lain, ia juga menjaga hubungan dengan mereka yang beda  agama secara baik, termasuk keluarganya. &amp;quot;Kini saya mengenakan jilbab,  dan tak masalah bagi mereka,&amp;quot; katanya. Ia juga akan hadir di tengah  keluarganya saat mereka merayakan hari besar agama. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Jilbab  adalah bagian dari iman. Ingat, hanya bagian, Anda dapat memilih untuk  mengikuti atau tidak. Ini adalah pilihan Anda,&amp;quot; katanya. Ia menyatakan,  adalah salah anggapan publik Barat yang menyamakan jilbab sebagai simbol  penindasan atas kaum perempuan. &amp;quot;Jilbab adalah masalah pilihan. Saya  mendukung mereka yang memperjuangkan hak mereka untuk memakainya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  mengatakan, dasar dari semua masalah adalah hidup berdampingan secara  damai dan toleransi. &amp;quot;Selama Ramadhan, kami makan bersama dengan  teman-teman Kristen kami, ini adalah sesuatu yang tidak mudah ditemukan  di Eropa. Selain itu, putri saya mencintai dan bersemangat untuk Natal.  Mereka juga ada di acara Paskah keluarga,&amp;quot; tambahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat Idul  Fitri, hal sama dilakukan padanya. Bahkan, para mahasiswanya bergantian  menyalami dan memeluknya. &amp;quot;Saya beruntung menjadi bagian Yunani.  Demokrasi ada di sini,&amp;quot; ujar dosen kimia di dua perguruan tinggi Yunani  ini.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.greeksrethink.com"&gt;www.greeksrethink.com&lt;/a&gt;, Today Zaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/22/lllvz4-demi-menemukan-islam-anna-stamou-rela-jadi-pasien-para-filsuf"&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/22/lllvz4-demi-menemukan-islam-anna-stamou-rela-jadi-pasien-para-filsuf&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-8808089266664781096?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/8808089266664781096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=8808089266664781096&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8808089266664781096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/8808089266664781096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/05/demi-menemukan-islam-anna-stamou-rela.html' title='Demi Menemukan Islam, Anna Stamou Rela Jadi &quot;Pasien&quot; Para Filsuf'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6353652907149119616</id><published>2011-05-18T08:40:00.001+07:00</published><updated>2011-05-18T08:40:48.075+07:00</updated><title type='text'>Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah dalam Perjalanan Hidup Saya</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/jill-_110516124657-861.JPG" alt="Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah dalam Perjalanan Hidup Saya" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;jill&lt;/div&gt; 													 				                &lt;div class="terkait"&gt; 					&lt;h3&gt;TERKAIT :&lt;/h3&gt; 					                        &lt;div class="jberita"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/video/umat/11/05/13/ll4m0t-octavio-ada-apa-inisiapa-muhammad"&gt;Octavio: Ada apa ini...Siapa Muhammad?&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div class="jberita"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/video/umat/11/05/12/ll2x6t-terkesan-kyai-sakti-akhirnya-ramzi-memilih-islam"&gt;Terkesan Kyai Sakti, Akhirnya Ramzi Memilih Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div class="jberita"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/11/ll12pj-saat-teman-seusianya-bingung-identitas-assefa-hunde-telah-temukan-islam"&gt;Saat Teman Seusianya "Bingung Identitas", Assefa Hunde Telah Temukan Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div class="jberita"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/10/lkzggy-pengacara-muslim-abaikan-advokasi-terhadap-mualaf"&gt;Pengacara Muslim Abaikan Advokasi Terhadap Mualaf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div class="jberita"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/09/lkxjue-keluarga-pekerjaan-dan-masa-depan-pertimbangan-dominan-para-mualaf"&gt;Keluarga, Pekerjaan, dan Masa Depan, Pertimbangan Dominan Para Mualaf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                     &lt;/div&gt; 							 			 			&lt;h1&gt;Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah dalam Perjalanan Hidup Saya&lt;/h1&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Senin, 16 Mei 2011 12:47 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Ia meminta dipanggil Jill  saja. Menganut Islam beberapa tahun lalu, dia kini mantap menjadi  Muslimah. "Insya Allah, Islam akan saya bawa sampai maut menjemput,"  ujarnya. Berikut kisahnya tentang pilihannya pada Islam: &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saat  remaja, saya bekerja sampingan di sebuah restoran milik orang Palestina.  Ya, pemilik itu seorang Muslim. Ini kali pertama saya, remaja kulit  putih kelahiran Amerika, bersinggungan dengan Muslim. Dia shaleh. Dia  memperlakukan karyawan dengan "hati". Dia menyambut siapa saja dengan  ramah, bersalamaan. Dia sangat berbeda dengan Muslim yang saya kenal. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Masuk  kuliah, saya memutuskan memilih jurusan sejarah timur tengah. Di sini,  saya mengenal lebih jauhtentang Islam dari perspektif sejarah. Siapa  penyebar ajaran Islam, bagaimana dia, apa isi ajarannya, dan seterusnya.  Hati saya makin tertawan pada Islam. Namun saat itu belum memutuskan  menganut Islam. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada perjalanannya kemudian, saya berkenalan  dengan seorang pemuda yang mengenalkan saya pada sufisme Islam. Dari  pemuda yang di kemudian hari menjadi suami saya ini, saya menyimpulkan  satu hal tentang Islam: agama yang logis dan knowledgeble. Satu kata  yang selalu saya ingat: "Jill, islam adalah agama yang logis. Dia bukan  hanya agama, tapi jalan keluar untuk hidup."&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;Dan saya  membuktikannya. Setiap kali ada masalah, Islam membimbing saya untuk  tenang dan keluar dari masalah itu. Ajaran Islam juga bisa diterima  akal. Bahkan, misalnya, untuk hal remeh kenapa wanita harus mengenakan  jilbabpun, ada alasan logis yang bisa diterima akal. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya  memutuskan berislam tidak dengan cara membabi buta. Saya mempelajarinya  lebih dulu. Saya orangnya sangat berhati-hati. Betul, calon suami yang  mengenalkan saya lebih jauh pada Islam, tapi pendapatnya bukan harga  mati bagi saya. Saya tetap mengikuti kelas pendidikan Islam, bertanya  pada teman-teman yang lain, dan seterusnya. Intinya, saya terus belajar.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Menganut Islam adalah hal terindah dalam perjalanan hidup saya.  Insya Allah, saya akan membawanya hingga maut menjemput. Berislam,  bukan sekadar mengucap syahadat, selesai. Insya Allah, saya akan terus  belajar tentang Islam, meningkatkan dan terus menjaga keimanan saya.  Insya Allah, semoga Allah selalu membimbing saya."&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Berdasar pengakuannya via situs Youtube dan sejumlah sumber lain&lt;/div&gt;&lt;br&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/05/16/ll9xei-jill-menjadi-muslim-adalah-hal-terindah-dalam-perjalanan-hidup-saya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6353652907149119616?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6353652907149119616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6353652907149119616&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6353652907149119616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6353652907149119616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/05/jill-menjadi-muslim-adalah-hal-terindah.html' title='Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah dalam Perjalanan Hidup Saya'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-7071734119651303845</id><published>2011-05-18T08:37:00.001+07:00</published><updated>2011-05-18T08:37:37.491+07:00</updated><title type='text'>Gereja Swedia Raup Keuntungan dari Film Porno?</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;form method="post" name="form2" id="form2"&gt;&lt;table vspace="4" align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal637984040.jpg" vspace="4" width="300" align="left" border="2" hspace="4"&gt;&lt;br&gt; &lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                                                     &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/17055/18/05/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1"&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td valign="top" height="2"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/read/17055/18/05/2011/images/spacer.gif" width="1" height="1"&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;                        &lt;tr&gt;                                                                          &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/form&gt;                                                   &lt;p&gt;&lt;font style="font:10px tahoma;color:#ff0000;"&gt;                             Rabu, 18 Mei 2011                            &lt;br&gt;                             &lt;/font&gt;                              &lt;span style="font-size:14px; font-family:Arial,Helvetica,sans-serif"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hidayatullah.com--&lt;/strong&gt;Kantor berita &lt;em&gt;Fars &lt;/em&gt;(17/5)  melaporkan, gereja- gereja Swedia dalam beberapa hari terakhir terus  diburu media massa atas isu pornografi. Sejumlah uskup Katolik di kota  Lund, Swedia, dikabarkan berinvestasi di jaringan  televisi yang  menayangkan film-film porno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal berdasarkan ketetapan  gereja Swedia, investasi gereja di  sektor itu dilarang dan bertentangan  dengan semangat keagamaan dan  etika. Namun sejumlah uskup Swedia  melanggar ketentuan itu dengan  mengedepankan alasan ekonomi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Stefan Skoog, seorang pejabat  finansial di wilayah keuskupan Lund,  kepada koran The Local terbitan  Swedia mengatakan mustahil menemukan  perusahaan yang bersih, demikian  dikutip &lt;em&gt;thelocal&lt;/em&gt;.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Nyaris tidak mungkin menemukan  perusahaan yang sepenuhnya bersih."  Namun ia berdalih bahwa pihaknya  selalu menekankan para investor dan  manajer keuangan kami untuk  berusaha menghindari berinvestasi di  sektor-sektor "tidak bersih."&lt;br&gt; &lt;br&gt;  Dewan Keuskupan Lund berinvestasi di sebuah perusahaan media komersial   MTG, yang menayangkan film porno pada malam hari melalui TV 1000.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika &lt;em&gt;Sveriges Radio &lt;/em&gt;(SR)  meminta pendapat masyarakat di daerah  setempat apa yang mereka  pikirkan tentang kasus Gereja ini, umumnya  respon mereka negatif. &lt;br&gt; &lt;br&gt;"Ini  patut dipertanyakan. Saya lebih suka bahwa Gereja Swedia  menempatkan  uang mereka di dana yang tidak berurusan dengan hal-hal  seperti, " ujar  salah seorang kepada &lt;em&gt;SR. &lt;/em&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ini benar-benar tidak  tepat. Saya pikir gereja harus mengikuti  nilai-nilainya Kristen dan  menjadi teladan moralitas dalam masyarakat, "  kata yang lain. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Meski demikian, Stefan Skoog percaya anggota gereja Swedia menempatkan uangnya seetis mungkin.&lt;br&gt; &lt;br&gt;  "Dan jika dana terbukti kurang etis dari yang lebih kita suka, kami   bekerja secara aktif mencoba mempengaruhi mereka untuk berganti,"   ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krisis moral&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awal tahun 2011, Gereja Katolik Swedia menyatakan bahwa dalam 30   tahun terakhir sedikitnya tiga pastor terjerat skandal etika dan seks.  Sejak kasus tersebut, penilaian negatif opini masyarakat Swedia juga  semakin meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir, masalah ini muncul ke  permukaan beberapa kali dan para pejabat Vatikan juga memilih bungkam  dalam masalah ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Merebaknya skandal etika di gereja di  negara-negara Eropa utara menunjukkan krisis etika yang melanda gereja  Katolik. Namun yang terjadi Swedia, berbeda dengan berbagai skandal yang  terungkap sebelumnya.*&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;                                                                                                                   Sumber : irb/thelocal.se &lt;br&gt;Rep: Administrator&lt;br&gt;Red: Panji Islam&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.hidayatullah.com/read/17055/18/05/2011/gereja-swedia-raup-keuntungan-dari-film-porno?.html&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-7071734119651303845?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/7071734119651303845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=7071734119651303845&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/7071734119651303845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/7071734119651303845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/05/gereja-swedia-raup-keuntungan-dari-film.html' title='Gereja Swedia Raup Keuntungan dari Film Porno?'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-1042980453117772649</id><published>2011-04-24T23:45:00.000+07:00</published><updated>2011-04-24T23:46:01.260+07:00</updated><title type='text'>Semula, Myriam Francois Cerrah Belajar Alquran untuk Serang Pendapat Temannya</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="img_news"&gt; 			 															&lt;div class="sumber"&gt;Myriam Francois Cerrah&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/myriam-francois-cerrah-_110420140155-195.JPG" alt="Semula, Myriam Francois Cerrah Belajar Alquran untuk Serang Pendapat Temannya" width="333" height="217"&gt; 						&lt;div class="t_img"&gt;Myriam Francois Cerrah&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;Semula, Myriam Francois Cerrah Belajar Alquran untuk Serang Pendapat Temannya&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newsdate"&gt;Rabu, 20 April 2011 13:14 WIB&lt;/div&gt; 			&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0px 5px;" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/77_Myriam1.jpg" alt=""&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON - Bagi Myriam Francois Cerrah, Alquran adalah puncak perenungan  filosofisnya. Alquran pula yang kemudian mengantarkannya pada Islam.  Mahasiswa pascasarjana Oxford University bidang Politik Timur Tengah ini  memeluk Islam pada tahun 2003 saat berusia 21.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, sarjana filsafat lulusan Universitas Cambridge ini mulai  membuka Alquran dengan "marah". Ia berdiskusi soal Tuhan dengan teman  kuliahnya. Sang teman, menggunakan dalil ketuhanan sesuai apa yang  disebutkan dalam konsep Islam. "Saya mempelajarinya sebagai bagian dari  upaya untuk membuktikan pendapat teman saya yang seorang Muslim itu  salah," ujarnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian ia mulai membaca dengan pikiran yang  lebih terbuka. Pembukaan Al Fatihah, dengan alamat untuk seluruh umat  manusia, mencengangkannya. "Dalam Islam, seluruh tindakan manusia, dia  sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Itulah pentingnya dia  mengambil jalan lurus, jalan Tuhan," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam dunia yang  diatur oleh relativisme, katanya, maka hanya ada dua panduan: moral  objektif dan landasan moralitas. "Sebagai seseorang yang selalu memiliki  minat dalam filsafat, Alquran terasa seperti puncak dari semua&amp;nbsp;  renungan filosofis saya. Hal ini dikombinasikan Kant, Hume, Sartre dan  Aristoteles. Entah bagaimana berhasil&amp;nbsp; menjawab pertanyaan-pertanyaan  filosofis mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi  manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, "mengapa kita di sini?"  katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tentang Nabi Muhammad, Cerrah mengenalinya sebagai  seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para  pendahulunya, Musa, Isa, dan Ibrahim. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Makin lama ia belajar  Alquran, makin besar keinginannya untuk menganut agama Islam. Tujuan  semula, mendebat argumentasi temannya, berubah menjadi pengakuan, "Kamu  benar tentang agamamu!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak mau buang waktu, ia segera  bersyahadat. "Beberapa teman dekat saya melakukan yang terbaik untuk  mendukung saya dan memahami keputusan saya. Saya tetap sangat dekat  dengan beberapa teman masa kecil saya dan melalui mereka saya mengakui  universalitas pesan Ilahi, bahwa nilai-nilai Tuhan bersinar melalui&amp;nbsp;  perbuatan baik manusia, Muslim maupun bukan," katanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  menyatakan, konversi keimanannya bukan sebagai 'reaksi' terhadap, atau  oposisi terhadap budaya Barat. "Sebaliknya, itu merupakan validasi dari  apa yang&amp;nbsp; selalu saya pikirkan," ujarnya, seraya mengkritik beberapa  masjid di Inggris yang menutup pintu dialog tentang ketuhanan dan  terlalu dogmatis. "Catat: aturan dan protokol mereka banyak yang  membingungkan dan malah bikin stres."&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;Aku tidak segera  mengidentifikasi dengan komunitas Muslim. Saya menemukan banyak hal aneh  dan banyak sikap membingungkan. Perhatian yang diberikan kepada luar  atas ke dalam terus masalah saya sangat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, adalah tugas  Muslim untuk membuat Islam&amp;nbsp; tampil tidak sebagai agama yang asing. Dan  kini, ia menjadi bagian untuk tutut mengemban tugas itu. "Menjadi  Muslim, tidak berarti kita&amp;nbsp; kehilangan semua jejak diri kita sendiri.  Islam adalah validasi yang baik dalam diri kita dan sarana untuk  memperbaiki yang buruk," katanya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			 			&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Redaktur:&lt;/b&gt; Siwi Tri Puji B&lt;/div&gt; 						&lt;div class="newsmeta"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; Emel&lt;br&gt;&lt;br&gt;LINK : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/04/20/ljxtbf-semula-myriam-francois-cerrah-belajar-alquran-untuk-serang-pendapat-temannya&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-1042980453117772649?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/1042980453117772649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=1042980453117772649&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1042980453117772649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1042980453117772649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/04/semula-myriam-francois-cerrah-belajar.html' title='Semula, Myriam Francois Cerrah Belajar Alquran untuk Serang Pendapat Temannya'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-1872349789264962660</id><published>2011-04-24T23:29:00.001+07:00</published><updated>2011-04-24T23:29:14.741+07:00</updated><title type='text'>Perjamuan Terakhir Yesus Terjadi Hari Rabu?</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div class="yog-wrap yom-art-bd"&gt;&lt;div class="yog-col yog-5u"&gt;&lt;div class="yom-mod yom-art-related" id="mediaarticlerelated"&gt;&lt;div class="bd"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="photo first last"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/perjamuan-terakhir-yesus-terjadi-hari-rabu-foto-220500605.html" class="media"&gt;&lt;img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/l5W_0agMLfBiLa6IDSXVxA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MzAwO2NyPTA7Y3c9NjAwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7dz0xOTA-/http://media.zenfs.com/id-ID/News/Inilah/1434652.jpg" alt="Perjamuan Terakhir Yesus Terjadi Hari Rabu?" title="Perjamuan Terakhir Yesus Terjadi Hari Rabu?" width="190" height="95"&gt;&lt;span class="action enlarge "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Perjamuan Terakhir Yesus Terjadi Hari Rabu?&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;     &lt;div class="yog-col yog-11u"&gt;&lt;div class="yom-mod yom-art-content"&gt;&lt;div class="bd"&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INILAH.COM, London – Umat Kristiani sejak lama mempercayai bahwa Perjamuan Terakhir (&lt;em&gt;The Last Supper&lt;/em&gt;) &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_6"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_0"&gt;Yesus Kristus&lt;/span&gt; terjadi pada Kamis. Namun, riset terbaru menyebutkan satu hari lebih awal. Mana yang benar?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Professor Colin Humphreys, ilmuwan di University of Cambridge yang melakukan riset ini meyakini, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_3"&gt;selama&lt;/span&gt; ini telah terjadi kekacauan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_7"&gt;penanggalan&lt;/span&gt;. Apa yang ia baru temukan, memperkuat usulan untuk menentukan tanggal tepatnya Hari Paskah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Humphreys  menggunakan kombinasi riset kitab suci, sejarah dan astronomi untuk  menentukan kondisi serta waktu santap malam terakhir Yesus &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_2"&gt;bersama&lt;/span&gt; kedua belas murid, sebelum kematiannya. Periset sebelumnya bingung dengan Alkitab yang dianggap tak konsisten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alkitab  menulis, Matius, Markus dan Lukas menyatakan Perjamuan Terakhir itu  terjadi bertepatan dengan awal festival Paskah Yahudi. Sedangkan Yohanes  menulis, peristiwa itu terjadi sebelum Paskah Yahudi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait hal  ini, Humphreys menyatakan bahwa Yesus, Matius, Markus dan Lukas mungkin  menggunakan penanggalan berbeda dengan Yohanes. Menurutnya, Yesus  mengikuti penanggalan Yahudi lama, bukan penanggalan matahari yang marak  digunakan saat kematiannya hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Apapun yang anda pikirkan mengenai Alkitab, faktanya, orang Yahudi tak mungkin salah mengadakan Paskah dengan jamuan lainnya. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_5"&gt;Jadi&lt;/span&gt;  ketika dokumen-dokumen yang mendeskripsikan kehidupan Yesus (Gospel)  saling berlawanan, maka ini akan makin sulit dimengerti," ujar  Humphreys.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui buku bertajuk &lt;em&gt;The Mystery of The Last Supper&lt;/em&gt;, ia menyatakan banyak ahli kitab yang menyatakan Gospel sama sekali tak &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_4"&gt;bisa&lt;/span&gt; dipercaya untuk alasan ini. Namun, Humphreys merasa, hasilnya akan berbeda jika &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1303341130_1"&gt;ilmu pengetahuan&lt;/span&gt; dipadukan dengan Gospel. "Bahkan pada akhirnya, kita bisa menemukan bahwa tak ada kontradiksi," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika  benar demikian, maka jamuan Paskah Yahudi dan Last Supper sama-sama  terjadi pada Rabu. Ini menjelaskan mengapa begitu banyak peristiwa  terjadi antara Jamuan Terakhir hingga penyaliban. Yesus melalui  penahanan, interogasi dan pengadilan, yang tampaknya tak mungkin terjadi  dalam semalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sebuah tanggal muncul untuk menentukan Hari  Paskah di penanggalan modern. Berdasarkan penyaliban yang terjadi  tanggal 3 April, maka Hari Paskah akan jatuh setiap 5 April," ujarnya.  [ast]&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;http://id.berita.yahoo.com/perjamuan-terakhir-yesus-terjadi-hari-rabu-220500169.html&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-1872349789264962660?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/1872349789264962660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=1872349789264962660&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1872349789264962660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/1872349789264962660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/04/perjamuan-terakhir-yesus-terjadi-hari.html' title='Perjamuan Terakhir Yesus Terjadi Hari Rabu?'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5421492404142160898</id><published>2011-04-09T10:02:00.002+07:00</published><updated>2011-04-09T10:02:48.930+07:00</updated><title type='text'>Adian Husaini: Film Hanung "?" = Kampanye Pluralisme yang Vulgar</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font: bold 25px Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                    &lt;br /&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;                             &lt;table align="left" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal883274488.jpg" vspace="4" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="color: red; font: 10px tahoma;"&gt;                             Jum'at, 08 April 2011                            &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hidayatullah.com—&lt;/strong&gt;Pakar  pemikiran Islam, Dr Adian Husaini punya kesan sendiri setelah melihat  langsung film karya Hanung Bramantyo berjudul '?' (baca: &lt;em&gt;Tanda Tanya&lt;/em&gt;) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 lalu.&lt;br /&gt;Menurunya, film ini jelas-jelas sebuah kampanye pluralimse yang vulgar.&lt;br /&gt;“Jelas kampanye pluralisme, malah pluralisme yang vulgar,” ujar Adian.&lt;br /&gt;Peniliti &lt;em&gt;Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations &lt;/em&gt;(INSISTS)  ini menambahkan, dalam pandangan Islam, orang Murtad itu sangat serius,  tidak bisa dianggap main-main. Dalam Islam, orang murtad itu dianggap  kafir dan kata kafir itu bukan kata main-main.&lt;br /&gt;"Setelah saya melihat trailer film ini yang lebih dulu disebarkan di &lt;em&gt;YouTube&lt;/em&gt;, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas.”&lt;br /&gt;Menurut pria yang juga kolumnis tetap di hidayatullah.com ini pesan  dalam film ini ingin memberikan kerukunan, tetapi justru memberikan &lt;em&gt;streotype &lt;/em&gt;(cap) yang buruk pada Islam,&lt;br /&gt;Misalnya; kasus menusup pendeta, mengebom gereja dll. Kasus-kasus itu kemudian diangkat menjadi &lt;em&gt;sterotype&lt;/em&gt;.  Menurut Adian, peran-peran Islam juga digambarkan dengan buruk. Orang  murtad dari Islam dianggambarkan sebagai hal yang wajar saja, juga semua  agama digambarkan menuju tuhan yang sama.&lt;br /&gt;“Dalam film ini, dibuat seolah orang keluar dari agama Islam itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.&lt;br /&gt;Menurut Adian, semua yang digambarkan Hanung dalam film itu jelas  paham Pluralisme yang sangat ditentang dalam Islam. Sebab kerukunan itu,  kata Adian, bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;Karena itu, Adian menilai, pesan film Hanung ini sangat berlebihan,  terutama jelas merusak konsep Islam. Merusak konsep tauhid, syirik, iman  dan kufur.&lt;br /&gt;“Sangat disayangkan film seperti ini disebarluaskan. Ini bukan menumbuhkan kerukunan, malah merusak kerukunan itu sendiri.”&lt;br /&gt;Menurutnya, atas nama Pluralisme, semuanya dirusak dengan cara  berlebih-lebihan. Padahal tidak mungkin semua agama dihilangkan klaim  kebenaran.Padahal selama ini tidak ada masalah. Jadi film ini sangat  berbahaya.&lt;br /&gt;Adian juga mempertanyakan, “Apa sih yang mau dicapai dengan tontonan-tonan seperti ini?”&lt;br /&gt;Padahal jelas sekali dalam Islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada  kufur. Batas-batas itu harus dipegang. Kalau produser, penulis, pemain  dan sutradara mengaku dirinya Muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas  aqidah dan keimanan dia.&lt;br /&gt;Kapan dia memegang keyakinannya dan kapan harus menjaga kerununan dengan orang lain.&lt;br /&gt;“Jadi film  ini salah kaprah dan berlebihan yang justru merugikan kerukunan umat beragama sendiri.”&lt;br /&gt;Dia menyarankan, di era kebebasan ini, umat Islam harus berhati-hati,  karena banyak ide-ide menyesatkan digambarkan dengan cenematografi yang  dibungkus humor atau memancing tawa. Orang lupa, padahal di balik tawa  dan canda itu ada sesuatu yang serius.&lt;br /&gt;Dengan era apa saja sekarang ini, di mana orang bisa nonton apa saja, bisa produksi apa saja, langkah terbaik adalah “&lt;em&gt;Kuu anfusakum wa ahlikum naaro&lt;/em&gt;” (jagalah keluargamu dari api neraka).&lt;br /&gt;Film Hanung ini, kata Adian seperti pernah disampaikan Allah dalam Qur’an Surat Al-An’am; 112, dengan istilah &lt;em&gt;“Zuhrufal Qauli Ghururo” &lt;/em&gt;[perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)].&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan Quran Surat Al-An’am: 112, berbunyi, &lt;em&gt;“Dan  demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu  setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka  membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang  indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya  mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang  mereka ada-adakan.” &lt;/em&gt;[Quran Surat 6:112]&lt;br /&gt;Lebih lanjut, ia berharap Hanung memang sedang tidak menyadari kekeliruannya.&lt;br /&gt;“Saya berharap ia (Hanung) tidak sadar dan keliru. Dan bertaubat,  memohon ampun pada Allah itu lebih baik daripada mempertahankan hal yang  salah,“ ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelum ini, KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya sempat  mengirimkan rilim kepada redaksi hidayatullah.com, yang menyebut &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/16266/08/04/2011/read/16241/07/04/2011/mui:-film-karya-hanung-mendukung-orang-murtad.html"&gt;film ini dapat mendukung orang murtad&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;(keluar Islam). */&lt;em&gt;the Islam Media&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rep: CR-3&lt;br /&gt;Red: Cholis Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5421492404142160898?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidayatullah.com/read/16266/08/04/2011/adian-husaini:-film-hanung-kampanye-pluralisme-yang-vulgar.html' title='Adian Husaini: Film Hanung &quot;?&quot; = Kampanye Pluralisme yang Vulgar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5421492404142160898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5421492404142160898&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5421492404142160898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5421492404142160898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2011/04/adian-husaini-film-hanung-kampanye.html' title='Adian Husaini: Film Hanung &quot;?&quot; = Kampanye Pluralisme yang Vulgar'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-763212743569953700</id><published>2010-08-05T01:23:00.001+07:00</published><updated>2010-08-05T01:23:30.285+07:00</updated><title type='text'>Kisah Mualaf Aminah Assilmi: Dia Korbankan Segalanya Demi Islam</title><content type='html'>&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/aminah_assilmi_100723094342.jpg" alt="Kisah Mualaf Aminah Assilmi: Dia Korbankan Segalanya Demi Islam" title="Aminah Assilmi" height="260" width="360"&gt;&lt;br&gt; 						&lt;div class="img-title"&gt;Aminah Assilmi&lt;/div&gt; 											 								&lt;p&gt;&lt;a href="http://REPUBLIKA.CO.ID"&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/a&gt;,JAKARTA--Tak banyak orang  yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of  Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah  kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perjalanannya  menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya  berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. Mulanya, ia adalah seorang  gadis jemaat Southern Baptist–aliran gereja Protestan terbesar di AS,  seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sewaktu muda,  ia bukan gadis yang biasa-biasa saja, tapi cerdas dan unggul di sekolah  sehingga mendapatkan beasiswa. Satu hari, sebuah kesalahan komputer  terjadi. Siapa sangka, hal itu membawanya kepada misi sebagai seorang  Kristen dan mengubah jalan hidupnya secara keseluruhan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun  1975 untuk pertama kali komputer dipergunakan untuk proses  pra-registrasi di kampusnya. Sebenarnya, ia mendaftar ikut sebuah kelas  dalam bidang terapi rekreasional, namun komputer mendatanya masuk dalam  kelas teater. Kelas tidak bisa dibatalkan, karena sudah terlambat.  Membatalkan kelas juga bukan pilihan, karena sebagai penerima beasiswa  nilai F berarti bahaya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Lantas, suaminya menyarankan agar Aminah  menghadap dosen untuk mencari alternatif dalam kelas pertunjukan. Dan  betapa terkejutnya ia, karena kelas dipenuhi dengan anak-anak Arab dan  'para penunggang unta'. Tak sanggup, ia pun pulang ke rumah dan  memutuskan untuk tidak masuk kelas lagi. Tidak mungkin baginya untuk  berada di tengah-tengah orang Arab. &amp;#39;&amp;#39;Tidak mungkin saya duduk di kelas  yang penuh dengan orang kafir!&amp;#39;&amp;#39; ujarnya kala itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suaminya coba  menenangkannya dan mengatakan mungkin Tuhan punya suatu rencana dibalik  kejadian itu. Selama dua hari Aminah mengurung diri untuk berpikir,  hingga akhirnya ia berkesimpulan mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan,  agar ia membimbing orang-orang Arab untuk memeluk Kristen. Jadilah ia  memiliki misi yang harus ditunaikan. Di kelas ia terus mendiskusikan  ajaran Kristen dengan teman-teman Arab-nya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;#39;&amp;#39;Saya memulai  dengan mengatakan bahwa mereka akan dibakar di neraka jika tidak  menerima Yesus sebagai penyelamat. Mereka sangat sopan, tapi tidak  pindah agama. Kemudian saya jelaskan betapa Yesus mencintai dan rela  mati di tiang salib untuk menghapus dosa-dosa mereka.&amp;#39;&amp;#39; &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi  ajakannya tidak manjur. Teman-teman di kelasnya tak mau berpaling  sehingga ia memutuskan untuk mempelajari alquran untuk menunjukkan bahwa  Islam adalah agama yang salah dan Muhammad bukan seorang nabi. Ia pun  melakukan penelitian selama satu setengah tahun dan membaca alquran  hingga tamat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun secara tidak sadar, ia perlahan berubah  menjadi seseorang yang berbeda, dan suaminya memperhatikan hal itu.  &amp;#39;&amp;#39;Saya berubah, sedikit, tapi cukup membuat dirinya terusik. Biasanya  kami pergi ke bar tiap Jumat dan Sabtu atau ke pesta. Dan saya tidak  lagi mau pergi. Saya menjadi lebih pendiam dan menjauh.&amp;#39;&amp;#39;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melihat  perubahan yang terjadi, suaminya menyangka ia selingkuh, karena bagi  pria itulah yang membuat seorang wanita berubah. Puncaknya, ia diminta  untuk meninggalkan rumah dan tinggal di apartemen yang berbeda. Ia terus  mempelajari Islam, sambil tetap menjadi seorang Kristen yang taat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga  akhirnya, hidayah itu datang. Akhirnya pada 21 Mei 1977, jemaat gereja  yang taat itu menyatakan, &amp;#39;&amp;#39;Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain  Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.&amp;#39;&amp;#39; &lt;br&gt;&lt;br&gt;Perjalanan setelah  mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti halnya mualaf lain, bukanlah  perkara yang mudah. Aminah kehilangan segala yang dicintainya. Ia  kehilangan hampir seluruh temannya, karena dianggap tidak menyenangkan  lagi. Ibunya tidak bisa menerima dan berharap itu hanyalah semangat  membara yang akan segera padam. Saudara perempuannya yang ahli jiwa  mengira ia gila. Ayahnya yang lemah lembut mengokang senjata dan siap  untuk membunuhnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak lama kemudian ia pun mengenakan hijab.  Pada hari yang sama ia kehilangan pekerjaannya.&lt;br&gt;Lengkap sudah. Ia  hidup tanpa ayah, ibu, saudara, teman dan pekerjaan. Jika dulu ia hanya  hidup terpisah dengan suami, kini perceraian di depan mata. Di  pengadilan ia harus membuat keputusan pahit dalam hidupnya; melepaskan  Islam dan tidak akan kehilangan hak asuh atas anaknya atau tetap  memegang Islam dan harus meninggalkan anak-anak. &amp;#39;&amp;#39;Itu adalah 20 menit  yang paling menyakitkan dalam hidup saya,&amp;#39;&amp;#39; kenangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bertambah  pedih karena dokter telah memvonisnya tidak akan lagi bisa memiliki anak  akibat komplikasi yang dideritanya. &amp;#39;&amp;#39;Saya berdoa melebihi dari yang  biasanya. Saya tahu, tidak ada tempat yang lebih aman bagi anak-anak  saya daripada berada di tangan Allah. Jika saya mengingkari-Nya, maka di  masa depan tidak mungkin bagi saya menunjukkan kepada mereka betapa  menakjubkannya berada dekat dengan Allah.&amp;#39;&amp;#39; Ia pun memutuskan melepaskan  anak-anaknya, sepasang putra-putri kecilnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, Allah Maha  Pengasih. Ia diberikan anugerah dengan kata-katanya yang indah sehingga  membuat banyak orang tersentuh dan perilaku Islami-nya. Dia telah  berubah menjadi orang yang berbeda, jauh lebih baik. Begitu baiknya  sehingga keluarga, teman dan kerabat yang dulu memusuhinya, perlahan  mulai menghargai pilihan hidupnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam berbagai kesempatan ia  mengirim kartu ucapan untuk mereka, yang ditulisi kalimat-kalimat bijak  dari ayat Al-Quran atau hadist, tanpa menyebutkan sumbernya. Beberapa  waktu kemudian ia pun menuai benih yang ditanam. Orang pertama yang  menerima Islam adalah neneknya yang berusia lebih dari 100 tahun. Tak  lama setelah masuk Islam sang nenek pun meninggal dunia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;#39;&amp;#39;Pada  hari ia mengucapkan syahadat, seluruh dosanya diampuni, dan amal-amal  baiknya tetap dicatat. Sejenak setelah memeluk Islam ia meninggal dunia,  saya tahu buku catatan amalnya berat di sisi kebaikan. Itu membuat saya  dipenuhi suka cita!&amp;#39;&amp;#39;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selanjutnya yang menerima Islam adalah  orang yang dulu ingin membunuhnya, ayah. Keislaman sang ayah  mengingatkan dirinya pada kisah Umar bin Khattab. Dua tahun setelah  Aminah memeluk Islam, ibunya menelepon dan sangat menghargai  keyakinannya yang baru. Dan ia berharap Aminah akan tetap memeluknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa  tahun kemudian ibu meneleponnya lagi dan bertanya apa yang harus  dilakukan seseorang jika ingin menjadi Muslim. Aminah menjawab bahwa ia  harus percaya bahwa hanya ada satu Tuhan dan Muhammad adalah utusan-Nya.  &amp;#39;&amp;#39;Kalau itu semua orang bodoh juga tahu. Tapi apa yang harus  dilakukannya?&amp;#39;&amp;#39; tanya ibunya lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dikatakan oleh Aminah, bahwa  jika ibunya sudah percaya berarti ia sudah Muslim. Ibunya lantas  berkata, &amp;#39;&amp;#39;OK, baiklah. Tapi jangan bilang-bilang ayahmu dulu,&amp;#39;&amp;#39; pesan  ibunya. Ibunya tidak tahu bahwa suaminya (ayah tiri Aminah) telah  menjadi Muslim beberapa pekan sebelumnya. Dengan demikian mereka tinggal  bersama selama beberapa tahun tanpa saling mengetahui bahwa pasangannya  telah memeluk Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saudara perempuannya yang dulu berjuang  memasukkan Aminah ke rumah sakit jiwa, akhirnya memeluk Islam. Putra  Aminah beranjak dewasa. Memasuki usia 21 tahun ia menelepon sang ibu dan  berkata ingin menjadi muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Enam belas tahun setelah perceraian, mantan suaminya juga memeluk  Islam. Katanya, selama enam belas tahun ia mengamati Aminah dan ingin  agar putri mereka memeluk agama yang sama seperti ibunya. Pria itu  datang menemui dan meminta maaf atas apa yang pernah dilakukannya. Ia  adalah pria yang sangat baik dan Aminah telah memaafkannya sejak dulu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mungkin  hadiah terbesar baginya adalah apa yang ia terima selanjutnya. Aminah  menikah dengan orang lain, dan meskipun dokter telah menyatakan ia tidak  bisa punya anak lagi, Allah ternyata menganugerahinya seorang putra  yang rupawan. Jika Allah berkehendak memberikan rahmat kepada seseorang,  maka siapa yang bisa mencegahnya? Maka putranya ia beri nama Barakah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia  yang dulu kehilangan pekerjaan, kini menjadi Presiden Persatuan Wanita  Muslim Internasional. Ia berhasil melobi Kantor Pos Amerika Serikat  untuk membuat perangko Idul Fitri dan berjuang agar hari raya itu  menjadi hari libur nasional AS. Pengorbanan yang yang dulu diberikan  Aminah demi mempertahankan Islam seakan sudah terbalas. &amp;#39;&amp;#39;Kita semua  pasti mati. Saya yakin bahwa kepedihan yang saya alami mengandung  berkah.&amp;#39;&amp;#39;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aminah Assilmi kini telah tiada meninggalkan semua yang  dikasihinya. Termasuk putranya yang dirawat di rumah sakit, akibat  kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang dari New York untuk mengabarkan  pesan tentang Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-763212743569953700?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/763212743569953700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=763212743569953700&amp;isPopup=true' title='53 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/763212743569953700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/763212743569953700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/08/kisah-mualaf-aminah-assilmi-dia.html' title='Kisah Mualaf Aminah Assilmi: Dia Korbankan Segalanya Demi Islam'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>53</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5535829320475603267</id><published>2010-08-05T01:11:00.001+07:00</published><updated>2010-08-05T01:11:48.282+07:00</updated><title type='text'>Gema Adzan Menggetarkan Jiwaku!</title><content type='html'>&lt;div class="article-content"&gt; &lt;p&gt;Ia banyak berpikir dan membaca tentang Islam. Dan ketika  mendengarkan  suara adzan, ia mengaku merasa sangat gemetar&lt;br&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br&gt;Oleh:&lt;b&gt; M. Syamsi Ali&lt;/b&gt;*&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/convert-to-islam.jpg" align="right" height="201" width="300"&gt;Senin malam lalu, bertepatan dengan hari peringatan  kelahiran Dr. Martin Luther, pejuang hak-hak kesetaraan antarras di AS,  dilangsungkan perhelatan akbar di Lincoln Center kota New York.  Sedikitnya 2000 penonton menghadiri acara pertunjukan International  Distinguished Concert of New York (IDCNY) dengan tema "The Armed for  Peace".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Acara ini sendiri dikemas sebagai rangkaian memperingati  hari kelahiran Martin Luther sebagai simbol  'non violence' (anti  kekerasan/perang). Sedangkan acara dengan tema "The Armed Force for  Peace" dimaksudkan sebagai tandingan terhadap "the Armed Force for war",  yang akhir-akhir ini mendominasi berbagai peristiwa dunia kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya  sendiri hadir sebagai undangan, tapi sekaligus diminta mengumandangkan  adzan di selah-selah 'concert for peace' malam itu. Tentu dengan sangat  senang hati saya hadir, apalagi dengan tiket gratis yang konon kabarnya  dijual hingga seratusan US Dollar itu. Tapi lebih dari itu, bagi saya,  yang lebih menyenangkan lagi adalah kesempatan memperdengarkan sesuatu  tentang Islam, walau itu hanya dengan gema adzan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bukan jalannya  acara itu yang ingin saya ceritakan. Tapi sesuatu yang jauh lebih  menarik dari segalanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ternyata, diam-diam gema adzan yang saya  lantunkan malam itu menjadi penyebab hidayah bagi seseorang. Dari dua  ribuan hadirin itu, Allah memilih salah seorang di antara mereka untuk  dibimbing menuju ridhaNya lewat kumandang adzan itu. Orang tersebut baru  pagi ini, Rabu, datang ke Islamic Center dan menyampaikan perasaannya  di saat adzan dikumandangkan malam itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya baru tiba di Islamic  Center ketika Sekretaris menelpon ,'"Ya syeikh, ada seseorang ingin  konsultasi," begitu ujarnya. Normalnya saya tidak menerima tamu, kecuali  jika sangat penting, sebelum shalat Dhuhur. "Bisakah dia menunggu  Dhuhur?" tanya saya. "Dia mengatakan  sedang tergesa-gesa,"  jawab  Sekretaris  saya. "Let her come to my office," kataku.&lt;br&gt;&lt;br&gt; "I am  really sorry to bother you early, Imam," ujarnya mengawali pembicaraan  di saat  memasuki kantor. "Oh tidak sama sekali! Aku baru saja masuk dan  ingin mempersiapkan pidato singkat setelah salat Dhuhur hari ini. Tapi  baik-baik saja, saya pikir saya ok untuk bertemu denganmu. Terima kasih  atas kunjungannya," candaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gadis itu nampak percaya diri. Tidak  ada keraguan, dan terus memperlihatkan wajah yang ramah. Mungkin itulah  tipe wanita-wanita Amerika, apalagi yang berpendidikan tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apa  yang bisa aku bantu padamu hari ini?" ujarku memulai.  Sambil menarik  napas, dia melihatku dan mengatakan,  "Saya yakin, Anda tak kenal saya,  tetapi saya mengenal Anda." Saya sedikit terkejut dengan pernyataannya  karena seolah-olah kehadirannya adalah karena mengenal saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Really?"  kataku lagi. "Apakah kita pernah berjumpa sebelumnya?"  tanyaku seperti  nggak sabaran. "No, tapi saya pernah melihat Anda beberapa hari lalu."  Saya sepertinya nggak percaya sebab memang tidak ada di benak bahwa dua  hari sebelumnya saya tampil di Lincoln Center untuk mengumandangkan  adzan. "Ya, dua hari lalu di  Lincoln Center," jawabnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barulah  saya sadar akan acara penting dua hari sebelumnya itu. "Dan apa yang  bisa saya bantu kepada Anda hari ini?" tanyaku. Dengan sedikit mimik  yang serius, namun dengan wajah yang ceria dia menceritakan bahwa sejak  bebarapa bulan terakhir ini dia sedang mendalami Islam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya  lagi, keinginan mendalami Islam itu terdorong oleh kenyataan bahwa  Islam semakin terekspos sedemikian rupa di berbagai media massa .  "Sebenarnya, pada awalnya saya  hanya ingin memastikan semua hal negatif  yang telah dikatakan banyak orang tentang Islam. Tapi semakin aku  belajar tentang hal itu, semakin aku tertarik padanya,&amp;quot; katanya serius.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena  nampaknya dia sangat tergesa-gesa, saya langsung saja ke poin penting.   "Dan apa yang Anda dapatkan tentangnya?" tanyaku memancing. "Jujur,  saya percaya bahwa agama Islam luar biasa. Sungguh pun begitu saya  mempunyai banyak pertanyaan, dan saya tidak bermaksud melukai perasaan  mana pun," tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Oh not at all Miss!" kataku. "Kenyataannya,  pertanyaan-pertanyaan itu mungkin jalan bagi Anda untuk mengeksplorasi  lebih jauh agama ini."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gadis baya berambut pirang ini tersenyum  sambil menunduk. Mungkin masih merasa bersalah karena dalam benaknya  masih ada beberapa pertanyaan tentang berbagai aspek agama ini.  Barangkali karena tradisi agama lain, ketika mempertanyakan dianggap  meragukan atau merupakan indikasi kelemahan iman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Anda tahu,  dalam agama kami, menanyakan jawaban atas segala kekhawatiran yang  mungkin sangat dianjurkan. Sebenarnya, itu adalah jalan menuju  kebenaran,&amp;quot; tegasku sambil memberikan contoh Ibrahim yang mempertanyakan  bagaimana mungkin Allah akan menghidupkan orang yang telah mati (kaifa  tuhyil mauta).&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Really? It is amazing! Kau tahu, salah satu dari  banyak alasan mengapa saya belajar Islam, karena saya benar-benar ingin  tahu. Aku tidak mau mengikuti sesuatu secara membabi-buta, bahkan ketika  saya menolaknya rasionalitas," jelasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"But don't forget,"  saya memotong pembicaraannya. "Dalam hal bahwa rasionalitas kami mungkin  tidak di posisi untuk bergulat.  Tetapi tentu tidak ada dalam agama  Islam membantah rasionalitas kami maupun sifat dasar manusiawi kami,"  tambah saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia tampak agak bingung. Tapi kemudian saya  lanjutkan, "Ketika Anda menghitung 1 ditambah 1 ditambah 1, menurut  rasionalitas kita adalah 3. Tapi kalau ada orang yang bersikeras untuk  mengatakan itu adalah 1, maka itu bertentangan dengan rasionalitas  kita..." jelas saya. &amp;quot;Tapi bila Anda mengatakan bahwa Allah akan membawa  kita kembali ke kehidupan setelah kematian, rasionalitas Anda mungkin  tidak dalam posisi untuk tahu detailnya. Tetapi tidak bertentangan  dengan pikiran kita. Mengapa? Bagi Tuhan, Yang menciptakan kami dari  tidak ada, akan lebih mudah mengembalikan kami, membandingkan hingga  awal penciptaan manusia."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak terasa waktu berjalan hampir sejam  kami mengobrol. "I am sorry to talk that much. I know you are in a  hurry," kataku sambil tersenyum. "Oh no! I am okay... but need to go  back to my work," jawabnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Di mana Anda bekerja? Dan siapa nama  Anda," tanyaku. Dari awal kami mengobrol, ternyata lupa saling  menanyakan nama. "Hai, nama saya Nicole dan aku seorang akuntan bekerja  di perusahaan akuntansi di Kota. Dan kau tahu hari-hari ini sangat sibuk  bagi kami," jawabnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya teringat kalau hari-hari ini adalah  waktu pengurusan tax bagi warga Amerika. Dan sudah tentu dia sangat  sibuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;#39;Ngomong-ngomong, saya berharap percakapan kita telah  menarik Anda," kataku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tentu," jawabnya sambil kelihatan serius.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Syeikh,  saya rasa…" katanya terpotong.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mengapa dengan perasaan Anda?"  tanyaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sambil membalik posisi duduknya, sang gadis itu melihat  saya dengan wajah serius. "Saya berpikir, lebih baik bagi saya untuk  mengejar impian saya," katanya lebih serius.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Impian tentang  apa?" tanyaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya ingin menjadi seorang Muslim sekarang,"  tegasnya. "Dan Anda tahu? Saya datang karena lagu yang Anda nyanyikan  (adzan, red) di Lincoln Center Senin yang lalu.  Jujur, setelah membaca  banyak tentang Islam, banyak berpikir tentang hal itu, dan ketika saya  mendengarkan Anda bernyanyi (melantunkan adzan, red), saya mendengar itu  dengan gemetar, dan aku tidak tahu mengapa itu begitu kuat!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Nicole,  saya yakin itu Anda tulus dalam cara itu untuk menemukan kebenaran. Dan  Anda telah menemukannya!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Jadi apa yang aku lakukan?&amp;quot; tanyanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Ini  sangat sederhana,"  jawabku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya kemudian memanggil dua jama'ah  yang sudah mulai datang ke Islamic Center, terutama para sopir taksi  yang memang menjadikan masjid 96th Street itu sebagai station untuk  shalat dan keperluan kamar mandi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah keduanya hadir di  kantor, saya memulai membimbing Nicole dengan linangan airmata:  "Asy-hadu anlaa ilaah illa Allah. Wa asy-hadu anna Muhammadan  Rasulullah," diikuti takbir kedua saksi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum meninggalkan  Islamic Center Nicole sempat belajar wudhu dan shalat Dhuha. Tapi dia  berjanji untuk shalat Dhuhur di kantornya, yang menurutnya cukup  private.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selamat Nicole, semoga Nicole Friedman ini bisa menjadi  inspirasi bagi Nicole Kidman menemukan hidayahNya!. [New York , 20  Januari 2010/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;&lt;b&gt;www.hidayatullah.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;]&lt;p&gt;ilustrasi:  Najlah Feanny/CORBIS SABA&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/syamsiali.jpg" align="left" height="121" width="97"&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New  York dan penulis rubrik &amp;quot;Kabar Dari New York&amp;quot; di &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5535829320475603267?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5535829320475603267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5535829320475603267&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5535829320475603267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5535829320475603267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/08/gema-adzan-menggetarkan-jiwaku.html' title='Gema Adzan Menggetarkan Jiwaku!'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5775731703127615829</id><published>2010-08-05T01:01:00.001+07:00</published><updated>2010-08-05T01:01:12.380+07:00</updated><title type='text'>Kebencian itu Awal dari Hidayah</title><content type='html'>Ia marah dengan Islam. "Aku merasa agama  dan para pengikutnya telah menyerbu negara saya, " ujarnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align="left"&gt;Oleh: &lt;b&gt;M. Syamsi Ali&lt;/b&gt;&lt;br&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/foto/Islamic-Centre-NY.gif" align="right" height="202" width="260"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Rabu, 10 Pebruari, kota New  York sedang dilanda badai salju. Sejak tengah malam lalu, salju turun  tiada henti membuat jalanan menjadi sepi dan licin. Kebanyakan warga  memilih tinggal di rumah, berbagai institusi ditutup sementara, termasuk  sekolah-sekolah dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku sendiri cukup malas untuk  meninggalkan rumah pagi. Tapi entah apa, rasanya aku tetap terpanggil  untuk melangkahkan kaki menuju kantor PTRI, dan selanjutnya ke Islamic  Center. Ternyata kantor PTRI juga pagi ini hanya dibuka hingga pukul 12  siang. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku segera  menuju &lt;i&gt;Islamic Cultural Center of New York &lt;/i&gt;dengan tujuan sekedar  shalat dzuhur dan asar sekalian. Lazimnya, ketika ada badai salju atau  hujan lebat, jama'ah meminta untuk menjama' shalat. Setiba di Islamic  Center aku segera menuju ruang shalat, selain untuk melihat apakah  pemanas ruangan telah dinyalakan atau belum, juga untuk shalat sunnah. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tiba-tiba saja Sekretaris  memanggil, &lt;i&gt;"Some one is waiting for you!".  "Let me do my sunnah and  will be there!,"&lt;/i&gt; jawabku. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah shalat sunnah, segera aku menuju ke ruang  perkantoran Islamic Center. Di ruang tamu sudah ada seseorang yang  relatif berumur, tapi nampak elegan dalam berpakaian.&lt;i&gt; "Hi, good  morning!," &lt;/i&gt; sapaku.&lt;i&gt; "Good morning!,"&lt;/i&gt; jawabnya dengan sangat  sopan dan ramah.&lt;i&gt; "Waiting for me?,"&lt;/i&gt;  tanyaku sambil menjabat  tangan.&lt;i&gt; "Yes, and I am sorry to bother you at this early time," &lt;/i&gt;katanya  sambil tersenyum. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku  mengajak pria berkulit putih tersebut ke ruangan kantor aku. Dengan  berbasa-basi aku katakan "Wah mudah-mudahan Anda diberikan pahala atas  perjuangan mengunjungi Islamic Center dalam suasana cuaca seperti ini,"  kataku.&lt;i&gt; "Oh not at all!&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;We used to this kind of weather,"&lt;/i&gt;  jawabnya. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"So,  what I can do for you this morning,"&lt;/i&gt; tanyaku memulai pembicaraan.  Tanpa aku sadari orang tersebut masih berdiri di depan pintu. Barangkali  dia tidak ingin lancang duduk tanpa dipersilahkan. Memang dia nampak  sopan, tapi dari kata-katanya dapat dipahami bahwa dia cukup terdidik. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"Please do have your sit!," &lt;/i&gt;kataku.&lt;i&gt;  "Thanks sir!," &lt;/i&gt;jawabnya singkat. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah duduk Aku ulangi lagi, pertanyaan sebelumnya &lt;i&gt;"what  I can do for you this morning?." &lt;/i&gt; Sambil membalik posisi duduknya,  dia melihat ke arahku dengan sedikit serius, tapi tetap dengan  senyumnya. &lt;i&gt;"I am here for….,'&lt;/i&gt; seolah terhenti..&lt;i&gt;"for some  clarifications!," &lt;/i&gt;jawabnya. Intinya, ia mengaku telah banyak  membaca, mengamati dan belajar agama.  &amp;quot;Harus jujur Aku tahu tentang hal  itu banyak,&amp;quot; jelasnya.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"That's great!," &lt;/i&gt;selaku. Dia mengaku, dari waktu ke  waktu, pertanyaan tentang agamanya terus bertambah. Sementara perasaan  terhadap Islam justru makin tumbuh. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pria itu, merubah posisi duduknya dan bercerita. &amp;quot;Aku dulu  sangat marah. Aku benar-benar membenci agama ini!, jelasnya. "Aku  merasa agama dan para pengikutnya telah menyerbu negara saya, "  tambahnya dengan sangat serius. &amp;quot;Jadi, apa yang terjadi?, pancingku  menyambung ceritanya.  &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Singkatnya, aku menuliskan beberapa catatan ceritanya,  bagaimana kebenciannya kepada agama Islam menjadi awal 'kehausan' untuk  mencari tahu. Suatu hari dia membeli makanan di pinggir jalan (&lt;i&gt;Halal  Food&lt;/i&gt;) di kota Manhattan. Sekedar untuk  diketahui, mayoritas mereka  yang jual makanan di pinggir jalan di kota New York adalah Muslim. Lalu  menurutnya, di gerobak penjual makanan itu tertulis "&lt;i&gt;Laa ilaaha illa  Allah-Muhammad Rasul Allah"  &lt;/i&gt;dalam bahasa Arab. Kebenciannya yang  amat sangat kepada Islam, membuatnya tidak bisa menahan diri untuk  mengata-ngatai penjual makanan itu dengan kalimat,  "&lt;i&gt;don't turn  people away from buying your food with that ….(bad word)'&lt;/i&gt;, katanya  sinis!. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tapi  menurutnya lagi, sang penjual itu tidak menjawab dan hanya tersenyum,  bahkan merespon dengan&lt;i&gt; "Thank you for coming my friend!." &lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Singkatnya, menurut dia  lagi, sikap ramah si penjual makanan itu selalu teringat dalam  pikirannya. Bahkan sikap itu menjadikannya merasa bersalah, tapi pantang  untuk datang meminta maaf. Ketidak inginannya meminta maaf itu, katanya  sekali lagi, karena kebenciannya kepada agama ini (Islam, &lt;i&gt;&lt;b&gt;red&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).  &amp;quot;Itu benar-benar membuat saya marah kepada diri saya, namun di saat  yang sama, saya benar-benar ingin tahu," sambungnya. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Awalnya, aku hanya &lt;i&gt;googling&lt;/i&gt;  beberapa informasi mengenai agama. Kemudian mendengarkan beberapa  ceramah di &lt;i&gt;Youtube &lt;/i&gt;(terutama ceramah Hamzah Yusuf), " ujarnya.  Setelah itu kemudian membeli beberapa buku karangan non Muslim, termasuk  sejarah Rasul oleh Karen Amstrong, Syari'ah oleh John Esposito, dll. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&amp;quot;Semakin saya pelajari, semakin  aku merasa menjadi curiga dan bingung," akunya.  "Tapi apakah Anda  pernah berpikir sebelumnya, mengapa begitu?," ujarku. "Saya tidak tahu,  saya kira faktor media, katanya. Yang jelas,  setiap kali dia melihat  pemboman, pembunuhan, pengrusakan, dan bahkan beberapa aksi film,  ada-ada saja Muslim yang terkait. &amp;quot;Saya benar-benar tidak tahu dan  bingung, apa yang sedang dipraktikkan orang-orang Islam ini?.&amp;quot; &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dia kembali berbicara panjang,  seolah menyampaikan ceramah kepadaku tentang "jurang besar" antara ilmu  tentang Islam yang dia pahami dan berbagai perangai yang dia lihat dari  beberapa Muslim selama ini. Di satu sisi, dia kagum dengan sikap penjual  makanan tadi. Tapi di satu sisi, dia marah dengan sikap beberapa orang  Islam yang justru melakukan  apa yang disebutnya sebagai "kejahatan atas  nama Islam." "Dan demikian, aku pada pihak mana? Apakah suatu hari  nanti aku akan menjadi seorang Muslim?, tanyanya pada dirinya sendiri. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah selesai, aku kemudian  memulai mengambil kendali. "Pertama, saya ucapkan selamat!," kataku  singkat. Tapi justu nampak bingung dengan ucapanku itu. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Segera aku sambung &lt;i&gt;'You have  been a real American!'.&lt;/i&gt; Dia tersenyum tapi masih belum paham.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Kemarahan Anda dapat  dimengerti," kataku. Pertama-tama, karena Anda tidak tahu dan akan  mencari serta bertanya tetang itu.  Kedua, faktor media dan obat untuk  itu adalah memperjelas. Dan saya pikir Anda melakukan yang kedua, "  tambahku &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku  mengajaknya mendiskusikan berbagai hal. Mulai dari sejarah peperangan,  terorisme, pembunuhan, pengrusakan, dari dulu hingga sekarang. Dan  sebaliknya, bagaimana Islam telah memainkan peranan besar dalam  membangun peradaban manusia. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Sepanjang sejarah manusia, apa yang Anda lihat sekarang  ini tidaklah terlalu mengejutkan dan hal baru. Berapa banyak nyawa telah  diambil, properti dihancurkan dan rumah rusak?," tanyaku. &amp;quot;Dan dari  awal Nabi Muhammad mengajarkan agama ini pada abad ke-7 di Arabia,  hingga hari ini, berapa banyak perang dan pembunuhan yang telah  melibatkan Muslim sebagai pelaku?," pancingku lagi. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dia nampak hanya geleng-geleng  kepala dengan contoh-contoh yang aku berikan. Dari Hitler, Stalin,  Perang Dunia I dan II, Hiroshima dan Nagasaki , dst. Berapa diantara  mereka yang terbunuh, dan siapa yang melakukan? Peperangan di Iraq,  berapa yang terbunuh ketika jet-jet Amerika mendrop boms di  perkampungan- perkampungan? Siapa mayoritas tentara Amerika? &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kemudian, pernahkan dilakukan  studi secara dekat, untuk mengetahui apakah benar bahwa pemboman,  pembunuhan, pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa Muslim selama ini,  walau atas nama Islam, memang dibenarkan oleh Islam? Dan benarkah bahwa  memang motifnya karena memperjuangkan Islam dan Muslim, atau karena  memang Islam dan Muslim adalah jembatan menuju kepada&lt;i&gt;&lt;b&gt; 'interest'&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  tertentu?, ceritaku panjang lebar. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tak terasa, waktu adzan dhuhur telah tiba.&lt;i&gt; "Sorry, that  is what we call adzan  or the call to pray,"&lt;/i&gt; jelasku. Aku diam  sejenak, dia juga nampak diam mendengarkan adzan dari Sheikh Farahat,  muadzin yang baru diterima sebagai pegawai di Islamic Center. Suara  tammatan Al-Azhar ini memang sangat indah. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah adzan, aku kembali menyambung pembicaraan. Saat  ini kita membicarakan berbagai ketidakadilan yang terjadi di berbagai  belahan dunia, dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Secara ekonomi  hanya segelintir yang menikmati kue alam, secara politik ada pemaksaan  sistemik kepada negara lain, dst. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Dengan semua ini, dan tidak ada cara untuk mengatakan  bahwa pembunuhan, terutama ketika kita sampai pada kehidupan dan warga  sipil tak berdosa, adalah dibenarkan atas nama berjuang untuk keadilan,"  lanjutku. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tapi  karena waktu sangat singkat, aku bertanya "Apa pendapatmu? Apakah ada  hal yang membuat Anda berkeberatan?, &amp;quot; pancingku. Dia nampak diam, tapi  tersenyum dan mencoba berbicara. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"You are right!," &lt;/i&gt;katanya singkat. &amp;quot;Aku sudah tidak  adil untuk diri saya sendiri! Asosiasi saya terhadap Islam dan perilaku  sebagian kaum Muslim benar-benar tidak adil." &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;"You got the point, sir!",&lt;/i&gt;  jawabku singkat. "Sekarang, saya meminta izin sesaat untuk shalat."  Tiba-tiba saja dia melihatku dengan sedikit serius. Kali ini tanpa  senyum dan berkata "Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi seorang  Muslim?" tanyanya. &lt;i&gt;"Are you serious?"&lt;/i&gt; tanyaku&lt;i&gt;. "Yes!" &lt;/i&gt;,  jawabnya singkat.&lt;i&gt; "Follow me!", &lt;/i&gt;ajakku. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Aku ajak dia ke ruang wudhu,  mengajarinya berwudhu, lalu ke ruang shalat. Sambil menunggu waktu  iqamah, aku menyampaikan kepadanya. &amp;quot;Apa yang akan saya lakukan adalah  membawa Anda untuk menyatakan iman Anda yang baru dengan apa yang kita  sebut syahadat. Dan itu adalah untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan yang  layak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya,"  jelasku seraya mengingatkan apa yang pernah dia lihat dahulu di gerobak  penjual makanan itu. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebelum &lt;i&gt;iqamah &lt;/i&gt;dimulai aku ajak, Peter Scott, begitu  nama pria tersebut, ke depan jama'ah dan menuntunnya mengucapkan "&lt;i&gt;Asy-hadu  anlaa ilaaha illa Allah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasul Allah," &lt;/i&gt;seraya  diikuti gema takbir sekitar 200-an jama'ah shalat Dhuhr hari ini. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Peter, Anda seorang Muslim  sekarang, seperti orang lain di sini hari ini. Tidak ada diantara Anda  yang kurang. Sebenarnya, Anda lebih baik dari kami karena Anda dipilih  untuk menjadi, bukan hanya dilahirkan ke dalamnya dan mengikutinya,"  jelasku sambil meminta untuk mengikuti gerakan-gerakan shalat sebisanya,  tapi dengan konsentrasi. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;i&gt;Allahu Akbar! &lt;/i&gt;Semoga Peter selalu dijaga dan  dijadikan pejuang di jalanNya! [New York, 10 Pebruari 2010/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/syamsiali_thumb.jpg" align="left" height="80" width="64"&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New  York dan penulis rubrik &amp;quot;Kabar Dari New York&amp;quot; di &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;    &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5775731703127615829?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5775731703127615829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5775731703127615829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5775731703127615829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5775731703127615829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/08/kebencian-itu-awal-dari-hidayah.html' title='Kebencian itu Awal dari Hidayah'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5639350924244865338</id><published>2010-07-05T19:51:00.001+07:00</published><updated>2010-07-05T19:51:07.003+07:00</updated><title type='text'>KIAMAT MENURUT ALQURAN AKURAT SECARA ILMIAH</title><content type='html'>&lt;i&gt;soucer : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=130006043702895"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=130006043702895&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Apabila bumi digoncangkan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung-gunung  dihancurkan selumat-lumatnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.&amp;quot;   (QS. 56:4-6)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;quot;Ketika bumi digoncangkan sekeras-kerasnya, dan bumi mengeluarkan semua  isinya, manusia bertanya : &amp;#39;Mengapa menjadi begini ?&amp;#39;, dihari itu bumi  akan menceritakan beritanya bahwa Tuhanmu telah memerintahkan seperti  itu.&amp;quot; (QS. 99:1-5)&lt;br&gt; &amp;quot;Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu, bahwa goncangan Sa&amp;#39;ah itu adalah  sesuatu yang amat dahsyat.&amp;quot; (QS. 22:1)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sungguh luar biasa sekali kejadian hari itu, hari dimana Allah menepati  janji-Nya kepada semua makhluk-makhluk ciptaan-Nya, hari dimana tidak  ada satupun yang dapat memberikan pertolongan dan hari yang tiada satu  juga tempat bersembunyi. Bahkan meskipun makhluk itu pergi keplanet  Saturnus sekalipun, begitu kata Qur&amp;#39;an.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;i&gt;Pergilah kamu kepada planet [zhillu] yang mempunyai &lt;b&gt;3 lingkaran&lt;/b&gt;,  yang tiada lindungan karena dia tetap tidak akan menyelamatkan dari  bencana [Sa&amp;#39;ah] bahwa dia [Sa&amp;#39;ah] melontarkan percikan api laksana balok  seolah dia iringan [cahaya] yang kuning. Kecelakaan pada hari itu bagi  orang-orang yang mendustakan [kebenaran].&lt;/i&gt;&lt;br&gt; (QS. 77:30-34)&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;Saturnus adalah planet nomor 2 besarnya dalam tata surya bumi kita  ini dengan diameter 120,536 km (equatorial) dengan berat massa 5.68e26  kg dan mengorbit dengan jarak 1,429,400,000 km [atau sekitar 9.54 AU]  dari matahari. Misi tak berawak yang pertama kali menyelidiki planet  Saturnus ini oleh Pioneer 11 dalam tahun 1979 yang disusul oleh Voyager 1  dan Voyager 2. Saat ini sebuah pesawat tak berawak yang lain dan  dilengkapi peralatan yang lebih canggih bernama Cassini tengah dalam  perjalanan menuju planet Saturnus dan diperkirakan akan tiba pada tahun  2004.&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Planet Saturnus memiliki angkasa yang kaya akan Hidrogen dengan  sabuk-sabuk awan yang memantulkan sinar matahari dengan baik. &lt;b&gt;Dan 3  lapis jaringan cincin [lingkaran] seputar Equator Saturnus yang indah  itu memperhebat kecemerlangan planet tersebut. Lingkaran cincin itu  sendiri diduga terdiri dari debu halus, kerikil kecil atau bulir-bulir  es yang tak terhingga banyaknya&lt;/b&gt;. Planet ini memiliki 10 buah bulan  dan satu diantaranya baru ditemukan pada tahun 1966.&lt;br&gt; Informasi lebih lainnya mengenai Planet Saturnus ini bisa anda lihat  dalam situs : &lt;a href="http://www.seds.org/billa/tnp/saturn.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &amp;quot;e1839DjapFr2Gb6MCkQWARu5d_A&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.seds.org/billa/&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;tnp/saturn.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Itulah dia hari kiamat, hari Sa&amp;#39;ah /waktu kehancuran total yang  ditentukan/, Yaumul Hasrah /hari penyesalan/, Yaumul Muhasabah /hari  perhitungan/, Yaumul Wazn /hari pertimbangan/ dan sejumlah nama lain  yang kesemuanya menunjukkan mengenai kiamat yang akan terjadi dalam satu  hitungan yang mengagetkan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;b&gt;Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: &amp;quot;Kapankah datangnya  ?&amp;quot;. Katakanlah:&amp;quot;Hanya disisi Tuhankulah pengetahuan /ilmu/ tentangnya;  tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.  ia /Kiamat/ itu amat dahsyat untuk langit dan bumi. Dia tidak akan  datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba&amp;quot;. Mereka bertanya kepadamu  seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: &amp;quot;Sesungguhnya  ilmu /pengetahuan/ tentangnya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan  manusia tidak mengetahui&amp;quot;.&lt;/b&gt;    (QS. 7:187) &lt;br&gt; &lt;br&gt; Bagaimanakah sebenarnya peristiwa pada hari tersebut jika kita  menganalisanya dengan penganalisaan Qur&amp;#39;an dan Science ? Adakah kiamat  itu diberlakukan oleh Allah secara begitu saja dan tanpa melalui proses  alamiah ? Marilah kita telaah terlebih dahulu ayat-ayat Allah yang  bersangkutan tentangnya didalam AlQur&amp;#39;an dan menghubungkannya dengan  kajian Science.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;b&gt;Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat  yang bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang  dijanjikan itu adalah benar. (QS. 51:1-5)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang merubah  waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai satu  kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada  Tuhannya. (QS. 100:1-6)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Pada hari meledaknya tata surya ini dengan bencana besar serta  diturunkannya para malaikat secara bersungguh-sungguh. (QS. 25:25)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Pada hari tata surya ini digoncang dengan sebenar-benar goncangan  dan orbit akan terlepas dengan luar biasa. (QS. 52:9-10)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh,  tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan  molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta  lautan mendidih. (QS. 81:1-6)&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Tata surya akan pecah karenanya sebagai bukti janji-Nya ditunaikan;  Sungguh, ini satu peringatan, barang siapa yang mau mengikuti niscaya  dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (QS. 73:18-19)&lt;br&gt; &lt;br&gt; Maha Besar Allah yang telah membukakan sedikit tabir rahasia-Nya kepada  manusia mengenai hari perjanjian dengan segala kelogisannya yang sudah  sepantasnya menjadi bahan pemikiran bagi kaum yang mau memikirkan serta  bagi mereka yang benar-benar mengharapkan ridho dari Tuhannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Melalui AlQur&amp;#39;an, wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw  sang utusan mulia sekitar 14 abad yang lalu ditanah Arabia telah  menyajikan secara gamblang proses kehancuran tersebut berdasarkan  data-data ilmiah yang mampu dicapai oleh pemikiran manusia diabad 20  ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; AlQur&amp;#39;an memberitakan bahwa kehidupan dalam tata surya ini akan ditutup  sekaligus secara mendadak dengan alasan dan pembuktian yang logis dan  komplit. Hidup didunia ini adalah selaku ujian terhadap manusia yang  akan menentukan nilai bagi setiap diri untuk ditempatkan pada golongan  yang baik atau jahat diakhirat nanti yang berpokok pangkal pada ayat  51:56.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan alasan ini teranglah bahwa hidup kini bukan terwujud dengan  sendirinya tanpa ujung pangkal, bukan pula menjalani reinkarnasi dengan  mati dan hidup berulang kali dengan jalan penitisan kepada makhluk/zat  lainnya , malah sesuai dengan pemikiran wajar berdasarkan hukum  kausalita yang berlaku.&lt;br&gt; Hari kehancuran total itu oleh AlQur&amp;#39;an dinamakan Sa&amp;#39;ah, yaitu waktu  penutupan kehidupan massal yang ditentukan Allah, tak seorangpun yang  dapat mengetahui kapan waktu pastinya sebagai satu pengujian kepada  setiap diri mengenai Iman dan Ilmunya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;b&gt;Tiada kejadian Sa&amp;#39;ah itu melainkan dalam sekejapan mata atau  lebih cepat lagi.&lt;br&gt;     Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 16:77) &lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pada ayat 16:77 diatas telah disebutkan bahwa kedatangan Sa&amp;#39;ah itu  terjadi dalam tempo yang sangat singkat, dan digambarkan kecepatannya  melebihi kejapan mata. Sekarang mari sejenak kita melihat ramalan James  Scotti dari Universitas Arizona yang mengamati sebuah Asteroid yang  diberi nama XF 11 melalui teleskop 36 inci pada 6 Desember 1997 dan  menyatakan bahwa kemungkinan XF 11 itu bakal menghantam bumi pada tahun  2028.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;b&gt;Menurut perhitungan yang dilakukan pada 23 Maret 1998 lalu,  posisi terdekat Asteroid XF 11 pada 26 Oktober 2028 adalah 600.000 mil  atau 954.340 kilometer. Kecepatan obyek angkasa ini saat itu  diperkirakan mendekati 13.914 km/detik, tulis sebuah laporan ilmiah yang  dikeluarkan Donald K. Yeomans dan Paul W. Chodas, astronom NASA yang  khusus melakukan prediksi garis orbit komet, asteroid, planet, dan benda  angkasa lain di bawah sistem tata surya matahari, dengan bantuan  komputer.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Perhitungan terakhir posisi XF 11 dilakukan berdasarkan pantauan  astronom Eleanor Helin, Brian Roman, dan Ken Lawrence yang bersama  Donald dan Paul tergabung dalam tim NEAT (Near Earth Asteroid Tracking)  di Jet Propulsion Laboratory (JPL NASA), Pasadena AS. Perhitungan ini  berarti mengandaskan ramalan bumi bakal kiamat 30 tahun lagi dan kembali  ke zaman batu setelah sebuah asteroid selebar satu mil (1,6 kilometer)  menghantam bumi.&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Kedua pengamatan terhadap PHA 108 (potentially hazardous asteroid),  yaitu kode yang diberikan terhadap XF 11 ini menyimpulkan, pada 2028,  garis edarnya paling dekat dengan bumi, sekitar 50.000 mil saja. Jarak  itu cukup dekat dengan daratan dan merupakan alamat buruk bagi penghuni  bumi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Peter Schelus, peneliti lain dari Mc Donald Observatory di Texas  lalu memasuki percaturan. Awal Maret lalu, ia menggambarkan akan terjadi  88 hari ketika angkasa dipenuhi jalur asteroid yang berpijar. Garis  pijar yang menggemparkan ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di  Eropa.&lt;br&gt; &lt;br&gt;    &lt;b&gt; Jadwal kedatangan Asteroid XF 11, kata Peter, adalah pada 26  Oktober 2028 sore pukul 13.30 waktu pantai timur AS (atau 01.30 dini  hari WIB). Saat itu, NEO (Near Earth Object), yaitu XF 11 sudah berada  pada jarak 26.000 mil atau bisa lebih dekat lagi!&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Kalau benar-benar terjadi, ya tadi itu, kehancuran total bagi segala  peradaban di muka bumi. Berbagai analisis lalu bermunculan dalam bentuk  terbitan terbatas, media cetak, tayangan film dokumenter, sampai mini  seri televisi yang sanggup menyedot perhatian seluruh dunia, khususnya  di AS.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Seperti artikel New Yorker edisi awal tahun yang menyebutkan, akibat  tabrakan hebat dengan asteroid, separoh populasi bumi akan sirna.  Kemudian sebuah film dokumenter yang ditayangkan Discovery selama dua  jam sanggup membangkitkan kekhawatiran. Begitu juga film serupa arahan  National Geographic.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Keberadaan XF 11 dan lintas orbitnya makin ramai diperbincangkan.  Stasiun televisi NBC tak mau kalah dengan menyajikan miniseri Asteroid,  memanfaatkan histeria massa.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Asteroid (kelas) XF 11 saat memasuki atmosfir bumi diperkirakan  memiliki kecepatan 45.000 mil per jam atau sebanding dengan 100 kali  kecepatan peluru yang ditembakkan. Ketika menghantam bumi, ledakan yang  ditimbulkan setara dengan 500.000 megaton TNT (ukuran ledakan). Sebagai  perbandingan, bom atom yang membumihanguskan Hiroshima diperkirakan  sebesar 0,015 megaton. Kekuatan ini sanggup membentuk terowongan di  atmosfir sepanjang lima mil. Hujan api dan perubahan cuaca pun terjadi  secara drastis lantaran iklim global berubah. Sinar matahari terhalang  oleh debu yang tersebar dalam jumlah besar di lapisan stratosfir.&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Bumi memang berada pada daerah terpaan asteroid dan komet. Namun,  atmosfir bumi melindungi penghuninya dari bebatuan ruang angkasa kecil  seukuran butiran pasir atau kelereng yang setiap hari menghujani bumi.  Kebanyakan asteroid mengikuti jalur edar antara dua planet, yaitu Mars  dan Jupiter, tapi asteroid itu saling mempengaruhi dan bahkan  terpengaruh oleh Jupiter. Akibatnya, sebagian asteroid keluar dari jalur  dan kemudian memasuki orbit Mars atau Bumi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Bintang berekor di malam hari adalah bukti benda ruang angkasa yang  terbakar ketika memasuki atmosfir. Kebanyakan asteroid berdiameter 10  meter akan hancur sebelum menumbuk bumi. Walau demikian, masih ada  beberapa pecahan yang sempat tiba di permukaan bumi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Bagaimana kalau asteroid jatuh di laut? Jika jatuh di Laut Jawa  misalnya, akan menimbulkan tsunami setinggi 130 meter. Dan mengakibatkan  gelombang hebat yang menyapu kota-kota sejauh 10 mil dari garis pantai.  Bukankah menurut para ilmuwan, punahnya dinosaurus akibat serangan  meteor yang terjadi 65 juta tahun lalu?&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Perhitungan orbit yang akurat adalah modal utama. Soalnya, menurut  penelitian Spaceguard Survey yang menghabiskan US$50 juta selama 10  tahun -yaitu lembaga yang mampu menaksir populasi dan melakukan  identifikasi besarnya obyek NEAR (Near Earth Asteroid Rendezvous) yang  berpotensi menabrak bumi melalui penjejak sistematik yang terdapat pada  monitor efektif- memperkirakan, sekitar 4.000 asteroid dengan ukuran  satu kilometer ke atas, melintas di sekitar bumi. Dari jumlah itu, cuma  150 yang dapat dikenali. Sementara ukuran lebih kecil seperti yang jatuh  di Tunguska, jumlahnya lebih banyak, yaitu 300.000.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Tim NEAT menghapus kekhawatiran itu melalui perhitungan mereka. Tapi  Brian Marsden dari Smithsonian Astrosphysical Observatory, yang ikut  mendorong penemuan kalkulasi garis orbit terakhir, masih penasaran.  Marsden menyebutkan bahwa dasar perhitungan itu menurut gambar XF 11  yang ditangkap pada 1990. Bahwa perhitungan yang sangat akurat dapat  dilakukan lagi saat XF 11 berdekatan dengan bumi pada 31 Oktober 2002.  Melalui radar optik, garis edar XF 11 yang tepat bisa disimpulkan. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;u&gt;Benarkah kiamat akan terjadi pada tahun 2028 yang diakibatkan oleh XF  11 ?&lt;br&gt; Masih terlalu dini untuk menyimpulkan demikian, Asteroid XF 11 meskipun  menghantam bumi dia tidak akan mengakibatkan hancurnya tata surya  sebagaimana yang di jelaskan oleh Qur&amp;#39;an.&lt;br&gt; Menurut hukum Fisika, kecepatan pandangan mata sama besar dengan  kecepatan gerak sinar atau gelombang radio. Sinar bergerak sekitar  186.282 mil sedetik. Dalam satu tahun atau selama 365 hari ada  31.536.000 detik. Jadi sinar bergerak dalam satu tahun sejauh  5.874.589.152.000 mil, dan ini dinyatakan 1 tahun sinar, biasanya angka  ini dibulatkan menjadi 6 billion mil.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sementara itu sinar dari matahari untuk mencapai bumi dibutuhkan waktu  8.3 menit [juga biasanya dibulatkan menjadi 8 menit sinar saja]. Jadi  jika misalnya matahari itu mendadak hilang dari angkasa maka keadaan itu  baru dapat kita lihat 8 menit kemudiannya, karena memang sekianlah  kecepatan kejapan mata atau pandangan mata [menurut hukum Fisika].&lt;/u&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kini dikatakan Sa&amp;#39;ah itu lebih cepat lagi, maka kecepatan yang melebihi  gerakan sinar untuk saat ini yang dikenal adalah komet. Dan komet itu  melayang diantara bintang-bintang angkasa hanya dalam waktu beberapa  saat saja, padahal seperti diketahui orang, jarak bintang terdekat  adalah 4 tahun gerak sinar.&lt;br&gt; Jadi Sa&amp;#39;ah itu berlaku cepat sekali seperti kecepatan gerak komet [atau  memang justru komet itu sendirilah yang dijadikan Allah selaku penyebab  terjadinya Sa&amp;#39;ah nantinya ?].&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mari kita bahas masalah ini :&lt;br&gt; &lt;b&gt;Komet adalah benda angkasa yang DIDUGA oleh para ahli terdiri dari  debu, es dan gas yang membeku. Komet menyala dan membentuk ekor gas  bercahaya tatkala lewat didekat matahari. Ia memiliki lintasan yang  lonjong, berbeda dengan lintasan planet yang berbentuk lingkaran.&lt;br&gt; Komet terang sering tampak pada siang hari.&lt;br&gt; Ekornya bisa lengkung meliputi setengah bola langit, dan para Astronom  juga menduga ada sekitar 100.000 buah komet diangkasa raya.&lt;br&gt; Dan sebagaimana yang dikatakan ayat 7:187 yang sudah kita ulas diatas,  bahwa tidak akan ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan saat Sa&amp;#39;ah  itu terjadi.&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Karenanya jika kita mencoba mengasumsikan bahwa memang komet itulah yang  akan menjadi penyebab Sa&amp;#39;ah maka pantas ramalan para sarjana mengenai  rombongan komet yang dapat dilihat dari bumi selalu gagal begitupun  rombongan komet yang dinamakan Kohoutek pada bulan Desember 1973.&lt;br&gt; Ada satu ayat Qur&amp;#39;an yang cukup mengundang perhatian kita untuk  menghubungkannya kepada penyebab kejadian pada hari Sa&amp;#39;ah itu, ayat  tersebut adalah :&lt;br&gt; &lt;br&gt;    &lt;i&gt; Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan [benda]  yang membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu &lt;b&gt;&amp;quot;Ada Delapan&amp;quot;&lt;/b&gt;.  (QS. 69:17)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;#39;Arsy yang selama ini ditafsirkan oleh sebagian besar orang sebagai  singgasana dimana Allah berdiam itu saya anggap keliru, sebab Allah  tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jika dikatakan bahwa Allah *duduk* diatas &amp;#39;Arsy maka berarti Allah  memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat  tinggal dan tempat bernaung, padahal Allah Maha Suci dan Maha Mulia dari  semua itu ! Sungguh kontradiksi sekali dengan sifat-sifat keTuhanan  yang dikenal didalam Islam sebagai Asma ul Husna .&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sungguh, jika kita mau memperhatikan Qur&amp;#39;an secara lebih teliti akan  kita dapati beberapa pengertian untuk &amp;#39;Arsy ini, misalnya :&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;u&gt;1.   Yang didirikan, yang dibangun seperti bangunan dijaman Nabi  Sulaiman [27:38];&lt;br&gt;       bangunan dijaman Nabi Yusuf [12:100] atau bangunan yang ada di  Palestina dahulu kala [2:259].&lt;br&gt;       Lebih jelas lagi ayat 7:137 dimana dinyatakan &amp;#39;Arsy itu berarti  bangunan yang dibangun oleh Fir&amp;#39;aun.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 2.   &amp;#39;Arsy juga berarti semesta raya atau universe karena dia dibangun  atau didirikan oleh Pencipta  Esa.&lt;br&gt;       Ayat tentang itu banyak sekali, diantara lain ayat 11/7, 7/54,  40/6, 39/75 dan 69/17.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 3.   Semua benda angkasa dinamakan semesta raya atau langit bagi manusia  dan merupakan &amp;#39;Arsy   Allah, termasuk planet-planet, bulan-bulan  [satelites], komet dan apa-apa yang ada diantaranya. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Semua benda itu dibangun oleh Allah sebagai yang dimaksud ayat 11:7.&lt;br&gt;     Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari  [maksudnya 6.000 tahun karena 1 hari Allah = 1000 tahun manusia  berdasarkan ayat 22:47] dan adalah semestanya atas Almaa&amp;#39; ...&lt;br&gt;     (QS. 11:7)&lt;/u&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Semesta raya disusun begitu rupa terdiri dari jutaan bima sakti/galaksi.  Masing-masing bima sakti terdiri dari jutaan bintang yang setiapnya  dikitari oleh planet-planet yang umumnya juga dikitari oleh bulan-bulan  sebagai satelitnya. Satu bintang dengan beberapa planet dan bulannya  dinamakan tata surya atau solar system.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kita kembali pada ayat 69:17 sebelumnya yang mengatakan bahwa kelak pada  hari Sa&amp;#39;ah akan ada 8 yang membawa semesta raya ini padanya yang karena  itu dia disebut sebagai yang menguasai. Adalah satu hal yang cukup  masuk akal jika kita telah berasumsi bahwa yang 8 dimaksudkan oleh  Alqur&amp;#39;an ini adalah 8 rombongan komet yang akan datang dengan kecepatan  penuh dan menjadikan penyebab hari Sa&amp;#39;ah tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Para ahli Astronomi telah sama mengetahui kedatangan suatu komet yang  dinamakan komet halley ditaksir besarnya ribuan kali besar matahari dan  panjangnya diperkirakan 500 juta mil atau lebih kurang 6 kali jarak  antara matahari dan bumi [lebih panjang dari 1.000 AU].&lt;br&gt; Pada bulan April 1970 pernah pula kelihatan komet yang seperti itu  bergerak dari belahan selatan ke utara selama sebulan penuh menjelang  subuh.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kalau orang hanya mengikuti pendapat dan dugaan ahli-ahli angkasa Barat  tentang komet, maka akhirnya orang akan berpendapat bahwa komet itu  hanya benda angkasa yang tidak perlu dihiraukan karena mereka  menganggapnya tidak berarti sama sekali. Dan ini bertentangan dengan  AlQur&amp;#39;an yang dengan nyata mengatakan bahwa Allah tidak pernah  menjadikan langit dan bumi ini dengan kesia-siaan atau dengan kata lain  tanpa maksud dan tujuan.&lt;br&gt; &lt;br&gt;    &lt;i&gt; Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu  sangkakan terhadap Tuhanmu, dan itu telah menjerumuskan kamu, maka  jadilah kamu orang-orang yang merugi. (QS. 41:23)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Dan mereka berkata: &amp;quot;Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di  dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan  kita selain masa&amp;quot;, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan  tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan dusta atas nama Allah  pada hari kiamaT ?&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Sungguh, Allah Yang mempunyai karunia atas manusia tetapi kebanyakan  mereka tidak berterimakasih. (QS 10:60)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kalau bintang-bintang berfungsi mengatur kehidupan diplanet-planet yang  mengorbitnya, maka komet merubah kehidupan secara mendadak, dia  membentur semua bintang diangkasa luas secara berganti-ganti menurut  ketetapan yang ditentukan Allah sesuai dengan arah layang komet yang  tidak berorbit jelas.&lt;br&gt; &lt;br&gt;    &lt;i&gt; Yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk atau dalam keadaan  berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (mereka itu  berkata): &amp;quot;Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini  dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa  neraka. (QS. 3:191)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara  keduanya secara bermain-main.&lt;br&gt;     (QS. 44:38)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Para Astronom Barat terlalu cepat mengambil kesimpulan untuk menentukan  wujud dari komet itu dengan mengatakan ia terdiri dari debu, es dan gas  yang membeku. Sebab jika benar demikian, maka tentunya komet itu akan  jatuh kepada planet atau matahari seperti jatuhnya meteorities, padahal  belum pernah diketahui sebuah komet telah jatuh seperti demikian.  Begitupula halnya dengan orbit komet yang dianggap pula oleh Astronom  Barat itu sebagai keluarga tata surya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Orang seharusnya dapat mengambil pelajaran tentang komet Kohoutek pada  bulan Desember 1973 yang ternyata telah keluar dari gugusan bintang  lain, yaitu kelihatan dari celah-celah galaksi lain disemesta raya ini.  Orang telah gagal dengan anggapannya yang mengatakan bahwa wujud komet  terdiri dari pasir dan juga gagal dalam menentukan orbitnya yang  dikatakan ellips, padahal sebenarnya komet itu mengedar tanpa orbit yang  jelas.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dalam hal ini manusia, khususnya umat Islam harus istiqomah terhadap  kitab suci AlQur&amp;#39;an yang berisikan petunjuk dan sumber ilmu pengetahuan  bagi manusia. &lt;u&gt;Bukankah Allah sudah bersumpah pada ayat 37:1-5 dibawah  ini yang menyamakan arti semesta raya yang berjuta milyar bintang  dengan 8 buah benda berapi [komet] penghancurnya.&lt;/u&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Demi [bintang-bintang] yang berbaris tersusun [disemesta raya],&lt;br&gt;     Demi [benda angkasa] yang membentur dengan benturan&lt;br&gt;     Demi [ayat-ayat Qur&amp;#39;an] yang menganalisakan pemikiran&lt;br&gt;     Bahwa Tuhanmu adalah satu, yaitu Tuhan semua planet dan bumi ini  serta apa yang ada diantaranya serta Tuhan bagi tempat-tempat terbit  matahari [dalam setiap planetnya].&lt;/i&gt;&lt;br&gt;     (QS. 37:1-5)&lt;br&gt; &lt;br&gt; Orang tidak berkesempatan banyak untuk mempelajari komet karena terlalu  jauh dan jarang sekali kelihatan, untuk komet Halley saja melakukan  lintasan kepada matahari dalam kurun waktu 76 tahun sekali, komet  Kohoutek 75.000 tahun untuk melengkapi peredarannya sedangkan komet  Encke yang memiliki lintasan terpendek menghampiri matahari tiap 3,3  tahun sekali.&lt;u&gt; Pada tahun 1993 Eugene dan Carolyn Shoemaker serta  David Levy menemukan sebuah komet baru yang diberi nama komet  Shoemaker-Levy 9 [sesuai dengan nama penemunya]&lt;/u&gt;&lt;br&gt; Informasi selengkapnya mengenai komet SL 9 ini bisa anda lihat dalam  situs : &lt;a href="http://www.seds.org/billa/tnp/sl9.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &amp;quot;e18392ZNpL2vWY078JH2NaqUjqg&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.seds.org/billa/&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;tnp/sl9.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ayat 42:5 juga memberitahukan kepada kita bahwa pada masa lalu, pernah  berlaku pendekatan layang sekelompok komet [yang besar] hingga merobah  posisi planet-planet dalam tata surya ini. Akibatnya, terjadilah topan  Nabi Nuh dan berpindahlah kutub-kutub bumi dari tempatnya semula  ketempat yang baru sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt;    &lt;i&gt; Hampir saja planet-planet itu terseret [oleh komet] dari atasnya,  dan malaikat tasbih dengan memuja Tuhan mereka serta memintakan ampun  bagi orang dibumi. Ingatlah bahwa Allah itu Pengampun dan Penyayang.&lt;/i&gt;     (QS. 42:5)&lt;br&gt; &lt;br&gt; Peristiwa Topan Nabi Nuh sudah ditentukan oleh Allah dengan rencana  tepat dan logis, tidak semata-mata untuk mengazab mereka-mereka yang  kafir terhadap petunjuk Nabi-Nya namun lebih jauh dari itu berfungsi  untuk perbaikan stelsel tata surya, khususnya planet bumi.&lt;br&gt; [masalah ini akan kita bahas dalam artikel : Kealamiahan mukjizat Nabi  Nuh dan Nabi Musa]&lt;br&gt; &lt;br&gt; Seimbang dengan ayat 42:5 diatas, maka Ayat 69:13 menyatakan sebaliknya,  bahwa kelak dikemudian hari serombongan komet akan datang  membentur/menyeret tata surya kita, waktunya sangat dirahasiakan, hanya  Allah sendiri yang mengetahuinya. Waktu itu akan tergoncanglah  planet-planet dengan hebatnya terseret mengikuti layang sekumpulan komet  itu dan musnahlah semua yang hidup kecuali apa yang dikehendaki oleh  Allah sebagaimana yang terdapat dalam ayat 39:68&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Apabila ditiupkan sangkakala dengan sekali tiupan, terbawalah  bumi ini dan semua tenaga alamiahnya lalu bergoncanglah ia sekali  goncangan maka ketika itu menimpalah yang menimpa dan pecahlah tata  surya ini pada hari itu menurut ketentuan. &lt;/i&gt;(QS. 69:13-16)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Dan ditiupkan sangkakala lalu mati apa-apa yang ada dilangit dan  apa-apa yang ada dibumi kecuali apa saja yang dikehendaki oleh Allah,  kemudian akan ditiupkan padanya [sekali lagi] maka tiba-tiba mereka  bangkit [dari mati dan] menunggu [pengadilan Tuhan atas mereka]. (QS.  39:68) &lt;br&gt; &lt;br&gt; Apakah dan bagaimana waktu itu kejadian penyeretan tata surya ini dan  dengan jalan bagaimana pula Allah menjalankan hukum-hukum Kausalita-Nya  untuk memberikan perlindungan kepada apa yang dikecualikan-Nya seperti  pada ayat 39:68 diatas ?&lt;br&gt; Mari kita jawab bersama ...&lt;br&gt; Perhatikan ulang firman Allah berikut ini :&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang  merubah waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai  satu kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada  Tuhannya. (QS. 100:1-6)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat yang  bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang  dijanjikan itu adalah benar. (QS. 51:1-5)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Demi yang membentur dengan benturan (QS. 37:2) &lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari ayat Qur&amp;#39;an diatas kita bisa membaca bahwa kelak akan datang  sekumpulan benda angkasa yang meluncur dengan cepat sambil memercikkan  api [QS. 100:1] yang telah ditentukan Allah untuk membentur tatasurya  kita ini [QS. 37:2] lalu menyeretnya menurut layangnya disemesta luas  [QS. 100:4] hingga habislah semua bintang diangkasa itu semuanya  terseret pada waktu tertentu berturut-turut [QS. 51:4].&lt;br&gt; &lt;br&gt; Waktu itu matilah semua makhluk berjiwa dalam daerah tatasurya [QS.  39:68] hari itu tidak ada tempat berlindung sama sekali bagi manusia  sekalipun dia mencoba ke planet Saturnus dengan dugaan bahwa cincin yang  melingkar pada Saturnus itu dapat melindunginya dan itu sudah dibantah  oleh Qur&amp;#39;an pada 77:30-34 yang sudah kita bahas pada bagian atas.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Tolong perhatikan masing-masing ayat yang saya tunjuk diatas untuk  menemukan relevansinya&lt;br&gt; Dengan ini saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa benda angkasa yang  dimaksudkan kemungkinan besar adalah komet yang memiliki karakteristik  nubuatan Qur&amp;#39;an.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan yang menjadi ekor komet sebagai yang kita lihat melayang diangkasa  bebas adalah bintang-bintang dengan semua planet dan bulannya yang telah  dibentur dan diseret oleh komet itu lebih dahulu. Demikian pula akan  berlaku pada tata surya kita ini bila nanti sudah datang perintah dari  Allah saatnya.&lt;br&gt; Lalu kenapa rombongan komet itu kelihatan kecil saja ?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Itu tidak lain karena disebabkan dia berada sangat jauh dibalik jutaan  bintang atau malah mungkin pula dibalik jutaan galaksi. Suatu komet  tidak dapat diperkirakan besarnya dengan satu kepastian, mungkin ribuan  kali lebih besar dari matahari kita, dia bergerak tanpa orbit yang jelas  karena dia terbentuk dari non partikel dengan massa yang semakin besar  yang diakibatkan oleh sifat kohesi sesamanya dan bergabung dengan Nebula  atau awan susu, dia lari dari partikel tetapi mempunyai sifat bergabung  sesamanya seperti Ionosfir yang melingkupi planet.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Demikian pula komet lari dari setiap bintang yang ditemuinya tetapi  karena terlalu besar dan terlalu cepat layangnya [dalam Qur&amp;#39;an  diistilahkan &lt;b&gt;yang terbang bebas dan berbeban berat serta mudah dalam  pergerakan]&lt;/b&gt; maka dalam gerak demikian dia membentur setiap tatasurya  yang menghalangi arah geraknya, langsung membentur dan menyeret. Waktu  itu juga seluruh Ionosfir akan bergabung dengan komet, sehingga  berakibat setiap tatasurya yang dibentur komet itu otomatis menurut  kepada benda raksasa itu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika komet membentur tatasurya dia terpaksa merobah arah geraknya  beberapa derajat karenanya komet itu nantinya akan menempuh seluruh  daerah semesta raya, ditimbulkan oleh sifatnya yang anti partikel. Maka  dari itu akan amat janggal sekali jika kita mengikuti Dugaan Astronomi  Barat bahwa komet itu terdiri dari pasir atau es yang mengorbit keliling  matahari kita.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan sifat anti partikel itu, komet tidak menjalani garis orbit  tertentu, karenanya sebagaimana yang sudah kita tuliskan pada bahagian  atas bahwa orang pernah melihat komet itu bergerak dari selatan keutara  atau sebaliknya. Jika komet termasuk keluarga tatasurya kita maka  otomatis dia harus patuh pada hukum tatasurya dan bintang-bintang lain  bahwa semuanya bergerak dari barat ketimur.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pembenturan komet atas setiap bintang bukan terlaksana sekaligus, bukan  dalam satu ketika melainkan melalui proses ilmiah yaitu secara  berangsur-angsur sehingga kian lama wujudnya semakin membesar dalam masa  yang amat panjang dan itu telah mulai terjadi semenjak ribuan tahun  yang lalu dan akan tetap seperti itu hingga masa ketentuan itu  diberlakukan Allah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mungkin hal itu susah digambarkan dalam ingatan bahwa langit biru yang  ada diatas kita ini kelak tiada lagi berbintang karena semuanya mengikut  pada 8 rombongan komet seolah komet itu yang menguasai semesta raya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan yang  membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu &amp;quot;Ada Delapan&amp;quot;. (QS.  69:17)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bahwa setiap planet itu berputar disumbunya untuk mewujudkan siang dan  malam serta Timur dan Barat bagi permukaan masing-masing planet itu  adalah sudah satu hukum yang pasti dalam ilmu Astronomi. Semua bintang  berada pada posisi tertentu disemesta raya dengan sifat Repellent antara  satu dengan lainnya tersusun rapi sesuai dengan hukum-hukum yang sudah  ditetapkan Allah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari  garis orbitnya/,&lt;br&gt;     Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Dia  ?&lt;br&gt;   &lt;i&gt;  Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.     (QS. 35:41) &lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; Tapi mesti dijelaskan disini dalam hubungannya dengan banyak ayat Qur&amp;#39;an  yang lain serta kajian Ilmu pengetahuan modern, &lt;u&gt;setiap planet  memiliki Rawasia [tenaga alamiah] Simple karenanya tidak akan kejadian  dua planet dempet bersatu; sebaliknya setiap planet dalam tatasurya ini  akan dempet bersatu dengan matahari yang dikitarinya namun tidak akan  lebur mencair karena masing-masingnya dikungkung oleh batang magnet yang  membujur dari Utara ke Selatan.&lt;/u&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini berlaku sewaktu tatasurya ini diseret oleh komet sehingga  menyebabkan susunan planet kacau balau. Orbit dan jarak tertentu tak  terlaksana lagi masing-masingnya tertarik jatuh pada matahari disebabkan  Rawasia yang berlainan. Setiap planet itu melekat pada matahari dalam  keadaan utuh berupa globe yang senantiasa bulat dan tetap berputar  disumbunya.&lt;br&gt; Masalah Rawasia/Batang Magnet/Tenaga Alamiah ini sudah kita bahas dalam  artikel Mengungkap konstruksi piring terbang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal demikian sangat penting sekali terjadi karena dengan itu tidak akan  kejadian adanya suatu planet dalam tatasurya kita ditarik oleh bintang  lain, tetapi hal itu pulalah yang menyebabkan permukaan setiap planet  terbakar, lautan menguap habis, gunung-gunung meleleh dan setiap benda  mencair jadi atom asal seperti diterangkan oleh ayat 81:1 s.d 81:6&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh,  tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan  molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta  lautan mendidih. (QS. 81:1-6)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Akan tetapi lain keadaannya dengan bulan-bulan yang menjadi satelit  mengitari planet.&lt;br&gt; Untuk itu AlQur&amp;#39;an menerangkan :&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;i&gt;Semakin dekat Sa&amp;#39;ah dan terpecahnya bulan-bulan. (QS. 54:1)&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan lenyaplah bulan-bulan itu serta dikumpulkanlah bulan-bulan itu  bersama matahari. (QS. 75:8-9)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;u&gt;Bulan memiliki Rawasia Spot atau Mascon, yaitu titik pusat magnet  yang berada dalam tubuhnya, karena itu dia tidak pernah berputar tetapi  mengedar keliling planet. Makanya bulan terwujud dari pasir halus tak  memadat, bergravitasi sangat lemah. Bulan mengorbit matahari dengan  jarak 384,400 km dari planet bumi kita dan bergaris tengah 3476 km  dengan massa 7.35e22 kg.&lt;/u&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sewaktu planet-planet jatuh tertarik dempet pada matahari pada hari  Sa&amp;#39;ah tersebut maka setiap bulan itu tak mungkin mempertahankan wujud  globenya, masing-masing akan meleleh menjadi satu dengan matahari dan  mulai saat itu hilanglah bulan untuk selama-lamanya sebagaimana  tercantum pada ayat 75:8-9 diatas dan sesuai pula dengan ayat 39:68 yang  menyatakan bahwa pada ledakan pertama itu semua yang hidup akan mati  kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah, dan secara kesimpulan   salah satu benda yang tidak akan dimusnahkan oleh Allah itu adalah  planet bumi kita ini sebab pada saat itu bumi tidak lebur kedalam  matahari dalam pengertian meleleh melainkan akan mewujudkan satu keadaan  baru sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain  serta beberapa Hadist Nabi Muhammad Saw yang akan kita bahas dibawah ini  :&lt;br&gt; &lt;br&gt;     &lt;i&gt;Pada hari Kami putarkan tata surya ini laksana putaran radiasi  untuk ketetapan-ketetapan [Kami].&lt;br&gt;     Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan  mengulanginya kembali sebagai janji atas Kami. Sungguh pasti akan Kami  tepati [janji itu]. (QS. 21:104)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     [Yaitu] hari dimana bumi diganti dengan bumi yang lain [dalam  rupanya] begitu pula planet-planet, dan mereka semuanya tunduk kepada  Allah yang Esa dan Perkasa. (QS. 14:48)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu,&lt;br&gt;     Bahwa goncangan Sa&amp;#39;ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat. (QS.  22:1)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Dia berfirman: &amp;quot;Di sana engkau hidup dan disana pula engkau akan  mati, dan dari sana pula engkau akan dibangkitkan. (QS. 7:25)&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Dari Sahal bin Sa&amp;#39;ad ra. katanya:&lt;br&gt;     &lt;b&gt;Rasulullah Saw bersabda: &amp;quot;Dikumpulkan manusia pada hari kiamat di  Bumi yang putih kemerah-merahan bagai dataran yang bersih, tidak ada  tanda-tanda penunjuk untuk siapapun&amp;quot;. (HR. Imam Muslim)&lt;br&gt; &lt;br&gt;     Dari Mikdad bin Aswad ra. katanya:&lt;br&gt;     Rasulullah Saw bersabda: &amp;quot;Didekatkan matahari kepada manusia dihari  kiamat sehingga jarak matahari dari mereka sekira satu mil. Manusia  digenangi keringat menurut ukuran amal mereka...&amp;quot; (HR. Imam Muslim) &lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jadi jelaslah bahwa bumi kita ini dan juga matahari tidak akan hancur  saat itu melainkan akan diperbaharui bentuk dan keadaannya sebagaimana  Firman Allah dan Hadist Rasul diatas.&lt;br&gt; Sampai disini maka usailah bagian pertama dari pembahasan kiamat ini,  dan kita akan meneruskan pembahasan Kiamat ini kearah yang lebih jauh  lagi pada artikel Mengungkap Hidup Setelah Mati .&lt;br&gt; &lt;br&gt; sumber : &lt;a href="http://ikhsanhafiyudin.blogspot.com/2010/07/kiamat-berdasarkan-alquran-secara.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &amp;quot;e1839c7a8hVhd9Ki797CUkUR6lw&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://ikhsanhafiyudin.blo&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;gspot.com/2010/07/kiamat-b&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;erdasarkan-alquran-secara.&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;html&lt;/a&gt;&lt;br&gt;  &lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=85308&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=130006043702895&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=130006043702895&amp;amp;id=100001141421204"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs132.snc4/36948_113810392000341_100001141421204_85308_2909127_a.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;APAKAH DUNIA INI SUDAH DEMIKIAN TUA DAN LELAH&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Setidaknya seperti gambaran dalam film 2012 dimana daratan seperti  tergulung oleh bencana, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak  peristiwa aneh terjadi dialam semesta ini, pertanda apakah semua itu.  Belum lama terjadi di Guatemala dimana secara tiba tiba sebuah  perempatan jalan menjadi lubang bulat raksasa atau disebut sinkhole,  baru baru ini peristiwa serupa terjadi pula di Cina dan tidak tanggung  tanggung jumlah lubang yang muncul banyak dengan kurun waktu susul  menyusul.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Delapan lubang itu terjadi dalam kurun waktu dua minggu dan berukuran  besar. Anehnya lagi, banyak menyusul lubang lubang lain setelah warga  setempat melaporkan ke pemerintah. &lt;br&gt; &lt;a href="http://dunia-panas.blogspot.com/2010/06/foto-ekslusif-dan-sebab-munculnya.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this),  &amp;quot;e1839at_pi9t2nBOW__JhTPz_Aw&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://dunia-panas.blogspo&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;t.com/2010/06/foto-ekslusi&lt;/span&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;f-dan-sebab-munculnya.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt;  &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=85476&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=130006043702895&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=130006043702895&amp;amp;id=100001141421204"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs039.snc4/34312_113835591997821_100001141421204_85476_6430972_a.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=85477&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=130006043702895&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=130006043702895&amp;amp;id=100001141421204"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs043.snc4/34513_113835661997814_100001141421204_85477_3664558_a.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="caption"&gt;Proses terjadinya Sinkhole menurut Sains&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertanda  apakah semua ini, benarkah ini semua awal mula kiamat, atau fenomena  alam biasa?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=85478&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=130006043702895&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=130006043702895&amp;amp;id=100001141421204"&gt;&lt;img style="width: 460px;" class="  img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs045.snc4/34591_113835711997809_100001141421204_85478_6439841_n.jpg" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img);  });"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan...sayang kau tak duduk di  sampingku, kawan..&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ini belum kasus lumpur Sidoarjo, tsunami, gempa berkepanjangan, dan yang  akan datang fenomena Badai Matahari.....mungkin benar Ebiet G Ade, di  lagu lain&lt;br&gt;  &amp;quot; Memang bila kita kaji lebih jauh...masih banyak tangan yang tega  berbuat nista.&lt;br&gt; Tuhan pasti telah memperhitungkan...amal dan dosa yang kita perbuat(wah  lupa liriknya)&amp;quot;&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5639350924244865338?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5639350924244865338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5639350924244865338&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5639350924244865338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5639350924244865338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/07/kiamat-menurut-alquran-akurat-secara.html' title='KIAMAT MENURUT ALQURAN AKURAT SECARA ILMIAH'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3182659902642865013</id><published>2010-06-30T19:41:00.001+07:00</published><updated>2010-06-30T19:41:36.122+07:00</updated><title type='text'>Pendeta Bram Akhirnya Mengaku Khilaf</title><content type='html'>&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt; 	&lt;div class="article-meta"&gt; 			&lt;span class="createdate"&gt; 			Wednesday, 30 June 2010 09:33		&lt;/span&gt; 		 		 							&lt;span class="article-category"&gt; 						Nasional												&lt;/span&gt; 				&lt;/div&gt;  		&lt;div class="buttonheading"&gt; 								&lt;span&gt; 			&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Dirinya mengku khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan  pemurtadan lagi&lt;br&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/pendeta-bram.jpg" align="right" height="215" width="300"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Teka-teki siapa dalang  merebaknya kasus pemurtadan dengan dalih pemberian bantuan sembako di  Kota Bandung, akhirnya terkuak. Adalah seorang pendeta bernama Abraham  (55) atau yang akrab dipanggil Bram. Ia mengaku khilaf atas ulahnya  dengan  memberi bantuan sembako kepada beberapa warga di Babakan  Ciaparay Kota Bandung beberapa waktu lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal tersebut terungkap  Selasa malam (29/6) dalam dialog antara KPUB (Komite Peduli Ummat  Bandung) dengan Pendeta Bram di sebuah rumah makan di kawasan Jl.  Soekarno Hatta Bandung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya tidak bermaksud memurtadkan atau  mengajak pindah agama seseorang sesuai agama yang saya anut. Saya hanya  bermaksud memberi bantuan sosial saja," kilah Bram.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun  pernyataan Bram segera disanggah Euis Rifqi dari LSM Insan Kamil selaku  pembina korban pedangkalan aqidah tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Seharusnya jika  hanya ingin memberi bantuan sembako saja, warga tidak perlu dibawa ke  tempat rekreasi dengan proses seperti orang dibaptis dengan dengan  menyebut "Demi Yesus  segala," tukas Euis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Euis, warga  binaannya tidak hanya sekali diberi bantuan, dengan terlebih dahulu  diajak tamasya. Setidaknya dirinya mendapat laporan dari beberapa warga  yang sempat ikut sebanyak tiga kali. Sudah ada indikasi ada niat  terselubung yang mengarah pada pedangkalan aqidah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat dirinya  disebut telah melakukan pembaptisan, Bram segera menolak. Menurutnya,  apa yang telah dilakukannya hanya sekedar menolong, dan warga yang  datang saat itu ingin belajar dan dirinya tidak merasa mengundang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Disinggung  soal penggunaan beberapa ayat Al Qur'an dalam mempengaruhi para  penerima bantuan, Bram tidak merasa membacakannya. Hanya, imbuh Bram,  dirinya mengatakan dan menjelaskan bahwa di  dalam Alkitab juga ada kata  "celupan" atau "shibghah" dalam Surat Al Baqarah 138.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Celupan  dalam pemahaman saya adalah pertaubatan atau pengakuan dosa seorang  untuk kembali kepada Tuhan," jelas Bram.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara Euis  mengganggap pemahaman Bram soal kata "celupan" atau "shibghah" terlalu  dangkal dan tidak sesuai dengan makna ayat Al Qur'an. Euis juga  menyayangkan ulah Bram tersebut yang dengan gegabah telah menjelaskan  suatu pemahaman pada orang yang tidak seagama dengannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  dialog tersebut tidak terjadi debat sengit maupun kata-kata keras yang  saling menghujat. Malah dengan bahasa yang lembut dan sopan, Euis justru  gembira jika Bram juga mempelajari Al Qur'an.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya gembira jika  Pak Bram juga mempelajari Al Qur'an dan saya berdoa semoga Pak Bram  mendapat hidayah seperti pendeta yang lain yang telah masuk Islam," doa  Euis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mendapat "support" demikian Bram hanya senyum-senyum,  sambil menganggukkan kepalanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di akhir pertemuan tersebut  secara terbuka Bram mengakui segala tindakannya dan menganggap itu  sebuah kekhilafan dan ketidaktahuan. Untuk itu dirinya memohon maaf,  khususnya kepada warga penerima bantuan, juga kepada Euis selaku  pembinanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya mohon maaf dan telah khilaf serta berjanji  tidak akan mengulangi lagi," ujar Bram.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Permintaan maaf Bram  tersebut disaksikan beberapa orang yang sempat menerima bantuan dan juga  beberapa anggota KPUB.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat dimintai keterangan &lt;i&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;,  Hari Nugraha (40) selaku koordinator KPUB yang turut hadir dalam  pertemuan tersebut menjelaskan, sebenarnya pendeta Bram sempat  dilaporkan ke Kepolisian beberapa minggu setelah kejadian tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kita  sudah laporkan kasus ini ke Polwiltabes Bandung beberapa minggu lalu.  Kemudian tadi saya di hubungi Pak Bram untuk pertemuan malam ini," jelas  Hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kejadian pemberian bantuan yang dilakukan pendeta Bram  sendiri terakhir dilakukan akhir Mei 2010.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti pernah  diberitakan &lt;i&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;sebelumnya, akhir Mei 2010 yang lalu  beberapa warga Babakan Ciparay Kota Bandung diberi paket bantuan oleh  seseorang berupa beras lima kilogram, handuk, dan uang lima puluh ribu  rupiah. Saat itu sekitar 13 warga tertarik dengan paket tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  keterangan warga yang ikut, sebelum memperoleh paket tersebut mereka  diajak ke tempat wisata pemandian di pinggiran Kota Banduung.  Selanjutnya mereka dicelupkan sambil diminta mengatakan, "Demi Yesus".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Belakangan  terungkap pelakunya adalah seorang pendeta Bram dari Gereja Advent Hari  Ketujuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Disinggung apa rencana selanjutnya yang akan dilakukan  KPUB setelah pertemuan malam ini? Hari mengatakan, akan segera  mempelajari dan mengkomunikasikan dengan elemen ormas Islam di Kota  Bandung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam pantauan &lt;i&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, pertemuan  tersebut memang tidak dihadiri ormas-ormas Islam Kota Bandung. Hanya  dari KPUB dan Insan Kamil yang nampak hadir. Padahal ini bisa menjadi  momen penting di mana pengakuan dan permintaan maaf pendeta Bram bisa  disaksikan  ormas Islam agar ia tidak membuat ulah lagi. [&lt;b&gt;man/&lt;a href="http://hidayatullah.com"&gt;hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;b&gt;Keterangan  foto:&lt;/b&gt; Pendeta Bram (berdiri nomor 2 dari kiri / memakai rompi  hitam) berjabat tangan dengan Hari Nugraha dari KPUB.&lt;br&gt; 						&lt;/div&gt; 	 	&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3182659902642865013?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3182659902642865013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3182659902642865013&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3182659902642865013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3182659902642865013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/06/pendeta-bram-akhirnya-mengaku-khilaf.html' title='Pendeta Bram Akhirnya Mengaku Khilaf'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5550356869920897959</id><published>2010-06-30T14:29:00.001+07:00</published><updated>2010-06-30T14:29:16.504+07:00</updated><title type='text'>Teolog Swedia: Yesus Tidak Disalib!</title><content type='html'>&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt; 	&lt;div class="article-meta"&gt; 			&lt;span class="createdate"&gt; 			Wednesday, 30 June 2010 13:41		&lt;/span&gt; 		 		 		&lt;/div&gt;  		&lt;div class="buttonheading"&gt; 								&lt;span&gt; 			&lt;a href="http://hidayatullah.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL2hpZGF5YXR1bGxhaC5jb20vYmVyaXRhL2ludGVybmFzaW9uYWwvMTIzNjctdGVvbG9nLXN3ZWRpYS15ZXN1cy10aWRhay1kaXNhbGli" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,&amp;#39;win2&amp;#39;,&amp;#39;width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes&amp;#39;);  return false;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;			&lt;/span&gt; 						&lt;/div&gt; 	 	&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    Tidak ada satupun literatur kuno yang menyebutkan tentang penyaliban  Yesus&lt;br&gt;  &lt;br&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/penyaliban.jpg" align="right" height="200" width="300"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Seorang teolog Swedia  menyatakan, Yesus tidak disalib, karena tidak ada bukti yang menunjukkan  bahwa orang-orang Romawi menyalib para tahanannya 2.000 tahun silam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  Gunnar Samuelsson dari Universitas Gothenburg, cerita mengenai eksekusi  Yesus adalah berdasarkan pada tradisi orang Kristen dan ilustrasi  artistik, bukan berdasarkan naskah-naskah kuno. Hal tersebut ditulis  Samuelsson dalam disertasi doktornya yang berjudul &lt;i&gt;&amp;quot;Crucifixion in  Antiquity - An Inquiry into the Background of the New Testament  Terminology of Crucifixion&amp;quot;&lt;/i&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Samuelsson, seorang kristiani  yang taat, menyatakan bahwa Bibel telah disalahinterpretasikan. Tidak  ada referensi eksplisit yang menyebutkan penggunaan paku untuk  penyaliban di dalamnya, yang ada hanya Yesus ditusuk sebuah &amp;quot;staurus&amp;quot;  menuju bukit Cavalry, yang juga bisa berarti &amp;quot;galah&amp;quot; atau &amp;quot;tongkat&amp;quot;.  Demikian hasil penelitiannya menyebutkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Disertasi Samuelsson  setebal 400 halaman itu ditulis berdasarkan studi mendalam atas  teks-teks asli. Karya ilmiahnya diajukan ke universitas bulan lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Masalahnya  adalah, deskripsi tentang penyaliban sama sekali tidak ada dalam  literatur-literatur kuno,&amp;quot; kata Samuelsson dalam sebuah wawancara dengan&lt;i&gt;  Daily Telegraph&lt;/i&gt;, Rabu pekan lalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Sumber-sumber yang Anda  harapkan untuk menemukan pemahaman yang sesungguhnya tentang peristiwa  itu, tidak mengatakan apapun,&amp;quot; tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Literatur-literatur kuno  dalam bahasa Yunani, Latin, dan Hebew, dari zaman Homer hingga abad  pertama, menggambarkan sejumlah penundaan hukuman, tapi tidak ada yang  menyebut &amp;quot;salib&amp;quot; atau &amp;quot;penyaliban&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Konsekuensinya, pemahaman  kontemporer tentang penyaliban sebagai hukuman, sangat diragukan  (dipertanyakan),&amp;quot; ujar Samuelsson kepada koran Inggris tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Dan  yang lebih diragukan lagi, apakah hal yang sama bisa disimpulkan atas  peristiwa penyaliban Yesus. Perjanjian Baru tidak mengatakan sebanyak  apa yang ingin kita percayai,&amp;quot; tandas Samuelsson.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya ada  sedikit bukti menegaskan bahwa Yesus dibiarkan mati setelah dipaku di  atas sebuah tiang salib, baik itu dalam literatur-literatur kuno zaman  pra-Kristen maupun ekstra-Bibel, demikian pula dalam Bibel.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Samuelsson  mengakui bahwa sangat mudah untuk bereakasi dengan emosional daripada  berfikir secara logis terhadap penelitian itu, yang sangat dekat dengan  agamanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Samuelsson, teks-teks yang berbicara tentang  eksekusi, tidak menjelaskan bagaimana Yesus dilekatkan pada alat  eksekusinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Inilah inti masalahnya. Teks tentang kisah  penderitaan (Yesus) tidak begitu jelas dan informasinya  ditambah-tambahi, sebagaimana kita umat kristiani terkadang  menginginkannya demikian,&amp;quot; katanya menjelaskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Jika Anda  mencari teks yang menggambarkan tindakan pemakuan orang ke tiang salib,  Anda tidak akan menemukannya kecuali di Alkitab.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua literatur  kontemporer menggunakan terminologi yang samar-samar, termasuk yang  ditulis dalam bahasa Latin. Sementara dalam bahasa Latin, kata &amp;quot;crux&amp;quot;  tidak selalu berarti salib, dan &amp;quot;patibulum&amp;quot; tidak selalu berarti palang  salib. Kedua kata tersebut digunakan dalam arti yang lebih luas daripada  itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meskipun hasil penelitiannya menegaskan bahwa tidak ada  bukti Yesus disalib, Samuelsson mengatakan ia masih percaya bahwa Yesus  anak tuhan. Ia hanya meminta agar penganut Kristen memperbaiki  pemahamannya terhadap Bibel.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Saran saya, kita harus membaca  teksnya sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita pikirkan. Kita  harus membaca yang tersurat, bukan yang tersirat. Teks dalam Bibel sudah  cukup. Kita tidak perlu menambahkan apapun.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hasil penelitian  Samuelsson mengingatkan kita pada tradisi Kristen lainnya; Sinterklas  dan salju Natal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tokoh Sinterklas tidak ada dalam Alkitab, dan  sebagian orangtua jujur mengatakan kepada anak-anaknya bahwa itu hanya  dongeng belaka. Tapi kisah itu tetap dipercayai sebagai bagian dari  agama dan tradisi mereka. Sementara para pengusaha mengatakan bahwa  tidak peduli itu nyata atau tidak, yang penting tokoh Sinterklas  membantu melariskan dagangan mereka, terutama di musim Natal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perayaan  Natal dan cerita kelahiran Yesus juga selalu dikaitkan dengan salju.  Padahal dalam Alkitab dikatakan, ibunda Yesus makan buah kurma yang  jatuh dari pohon setelah melahirkan anaknya. Buah kurma adalah tanaman  khas padang pasir yang hanya berbuah di musim panas. Apakah mungkin  ketika itu Maria memakan buah kurma, sambil mendekap anaknya yang  menggigil kedinginan karena salju?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Al-Quran lebih dari 1.400  tahun lalu telah mengatakan, Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh  penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya  ketika itu. Bahkan beliau belum wafat.[&lt;b&gt;di/tlg/loc/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5550356869920897959?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5550356869920897959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5550356869920897959&amp;isPopup=true' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5550356869920897959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5550356869920897959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/06/teolog-swedia-yesus-tidak-disalib.html' title='Teolog Swedia: Yesus Tidak Disalib!'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6940326112924547844</id><published>2010-06-29T16:58:00.001+07:00</published><updated>2010-06-29T16:58:28.184+07:00</updated><title type='text'>Religious Tolerance in Muslim History</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt; 							&lt;div class="article_metadata"&gt; 								 									&lt;span class="metadata_time"&gt;17 June, 2010 10:11:00&lt;/span&gt; 								  								 									 											Idris Tawfiq 										 								  							&lt;/div&gt; 							 	&lt;div class="font_size"&gt; 		Font size: 		&lt;a href="javascript:tsz(&amp;#39;article_body&amp;#39;,&amp;#39;12px&amp;#39;)"&gt; &lt;img alt="Decrease  font" src="http://www.idristawfiq.com/themes/tpl_4006/img/font_decrease.gif" border="0"&gt;&lt;/a&gt; 		&lt;a href="javascript:tsz(&amp;#39;article_body&amp;#39;,&amp;#39;16px&amp;#39;)"&gt; &lt;img alt="Enlarge  font" src="http://www.idristawfiq.com/themes/tpl_4006/img/font_enlarge.gif" border="0"&gt;&lt;/a&gt; 	&lt;/div&gt;  							&lt;div id="article_body"&gt; 								 									&lt;div class="image" style="width: 520px;"&gt; 										&lt;img src="http://www.idristawfiq.com/thumbnail.php?file=Tha_Alhambra_palace_in_Gr_002_901803508.jpg&amp;amp;size=article_medium" alt="image"&gt; 										&lt;span class="image_caption"&gt;The Alhambra Palace, Granada.  Symbol of Islam&amp;#39;s &amp;quot;Golden Age&amp;quot;&lt;/span&gt; 									&lt;/div&gt; 								 								 									&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; 								 								&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Religious  intolerance has become too much a part of modern life. It is a fact of  life, though, that good people, of whatever faith, do not poke fun or  try to insult one another's religion.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;On the contrary, we find that real  people of faith are keen to get to know each other better and to learn  from each other. Goodness, wherever it is to be found, comes from God.  Where else would it come from?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;We should never feel threatened by  goodness. It is only a threat to us when our own faith is weak or  lukewarm and it shows up our own shortcomings.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Since the very  beginning, Islam has taught respect for the beliefs of others. We see it  in the teaching and the practice of Islam right through history.  Indeed, it is the sign of a Muslim that he or she respects the religion  of others, and their Books and their Prophets. Those who teach  otherwise, Muslim or not, are distorting the message of Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Muslims are no  more or less perfect than anyone else. They believe, though, that the  message they follow is a perfect message and is meant for the whole of  mankind. Islam is perfect and it has existed since the beginning of  time.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Whilst  some Muslims, throughout history, have not always lived up to the  beauty of its message, Islam itself has nothing whatever to be ashamed  of.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;It  is an absolute basic belief of Islam, though, that people of other  religions should be free to believe whatever they wish. In the Quran,  which Muslims believe to be the word of God, we read:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Let  there be no compulsion in religion: Truth stands out clear from error:  Whoever rejects Satan and believes in Allah hath grasped the most  trustworthy handle, that never breaks, and Allah heareth and knoweth all  things. (Al-Baqarah 2:256)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;In another place, Allah says:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wilt  thou (Muhammad) then compel mankind, against their will, to believe?]  (Yunus 10:99)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Prophet Muhammad (peace be upon him) lived side by  side with Jews and polytheists. In Madinah, he made treaties with both,  guaranteeing their freedom of religion and joining with them in a pact  to defend the city.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;It was not that they were Jews or polytheists that  made the Muslims eventually fight them, but because they broke the  terms of the treaty and sided with the enemy which was attacking the  city.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;It  is, in fact, one of the hallmarks of the way Prophet Muhammad dealt  with others, believers and non-believers, that he would listen very  carefully to what they had to say, and he would ask, "Have you  finished?" before giving an answer.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;He set the bench mark very high by  showing Muslims that if they engage in dialogue, they must listen with  great respect.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;When the second of the four rightly guided  Caliphs, Umar ibn Al-Khattab, entered Jerusalem in 638 AD, he entered  the city on foot, out of respect for the holiness of the place.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;His first action  was to clear the rubble and the debris from the area of Al-Aqsa Mosque  and to cleanse the whole sight with rose water.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;There was no  bloodshed. There was no slaughter. Unlike the slaughter of 70,000 men,  women and children which accompanied the arrival of the Crusaders in  1099, the Muslims entered the city peacefully, signing a treaty with the  Patriarch Sophronius, which guaranteed their rights to worship, their  lives and their property.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;The Patriarch, no doubt acting upon his lived  experience in the city, asked that no Jews be allowed to live in  Jerusalem. Salah Al-Din, known as Saladin in the West, lifted this  injunction when he retook Jerusalem from the Crusaders in 1187.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Those who wished  to leave were guaranteed their safety. Those who wished to remain were  allowed to do so.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;In fact, allowing religious minorities to live  within the Muslim state would be a test of how faithful the Muslims were  to their high calling as a "mercy to mankind".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Prophet Muhammad  said,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;He  who unfairly treats a non-Muslim who keeps a peace treaty with Muslims,  or undermines his rights or burdens him beyond his capacity, or takes  something from him without his consent; then I am his opponent on the  Day of Judgment. (Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;There is a period in the history of  Islam which is lovingly known to Muslims as the Golden Age of Islam.  This was the period of the Muslims in southern Spain, which lasted for  centuries.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;During this time, Christians and Jews held high  office in the royal court. It was only when the Catholic monarchs,  Ferdinand and Isabella, retook the Muslim cities in the south that  mosques and synagogues were burned down and Muslims and Jews were either  expelled or forced to convert.&lt;br&gt;Mehmet II officially recognized  Patriarch Gennadius II as leader of the Orthodox peoples throughout the  Ottoman Empire following the capture of Constantinople in 1453.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;In the same year,  he granted to the leader of the Jewish community (the Chief Rabbi) the  title "Hahambasha", or Chief Wise Man. Both actions show the respect for  other faiths which was to symbolize the Ottoman rule.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;We have only to  look at Palestine under the Ottoman Empire, to see that this was the  greatest period when the region knew peace. Christians, Muslims and Jews  lived together happily in the holy city of Jerusalem.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Finally, a word of  hope in our own day from the city of Edinburgh in Scotland. Some weeks  after the Israeli attack on Gaza in January 2009, there was a rise in  anti-Semitic attacks and hate crimes in many countries.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;In Edinburgh, the  synagogue of the United Hebrew Congregation was attacked by vandals,  allegedly protesting against the war on Gaza. The response from the  Scottish-Islamic Foundation, Scotland's largest umbrella organization  for Muslims, was swift: "We will guard the synagogue for you", they  said, if it proved too difficult for the Jewish community to do so.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;What better  example can we give of Muslim attitudes to other faiths than that? The  Muslims of Scotland were prepared to guard the synagogue of the Jewish  community.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Muslims believe that God (Allah) is the Lord of  all people on earth. He is not just the God of the Muslims. Because of  this, Muslims have a very great responsibility to act with justice and  kindness to all those who have not yet come to the fullness of truth,  which Muslims believe was revealed in the message of Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Muslims have a  responsibility to teach the world about Islam. In the Quran we read.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Thus  We have made of you a nation justly balanced, that ye might be witnesses  over the nations, and the Messenger a witness over yourselves.  (Al-Baqarah 2:143)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2" face="verdana,geneva"&gt;Religious intolerance has no place in our  world. Muslims and others should know that it has no place in Islam,  either.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; 							&lt;/div&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)&lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6940326112924547844?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6940326112924547844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6940326112924547844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6940326112924547844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6940326112924547844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/06/religious-tolerance-in-muslim-history.html' title='Religious Tolerance in Muslim History'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4647680067936010544</id><published>2010-06-18T15:17:00.001+07:00</published><updated>2010-06-18T15:17:36.013+07:00</updated><title type='text'>UMUR JUSUF 90 TAHUN DISAAT MARIA BERUMUR ANTARA 12 - 14. KALAU NABI MUHAMMAD DITUDUH PEDOFIL APAKAH YUSUF JUGA TERMASUK?</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;p&gt;Spouse of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Blessed  Virgin Mary&lt;/a&gt; and foster-father of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Our Lord Jesus Christ&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Life&lt;/h2&gt; &lt;h3&gt;Sources&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;The chief sources of information on the life of St. Joseph are the  first chapters of our &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10057a.htm"&gt;first&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09420a.htm"&gt;third&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06655b.htm"&gt;Gospels&lt;/a&gt;; they are  practically also the only reliable sources, for, whilst, on the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;holy&lt;/a&gt; patriarch's  life, as on many other points connected with the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Saviour's&lt;/a&gt; history  which are left untouched by the &lt;!--yyy=x81183.htm--&gt;canonical&lt;!--u44--&gt;  writings, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01601a.htm"&gt;apocryphal  literature&lt;/a&gt; is full of details, the non-admittance of these works  into the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03274a.htm"&gt;Canon of  the Sacred Books&lt;/a&gt; casts a strong suspicion upon their contents; and,  even granted that some of the facts recorded by them may be founded on  trustworthy traditions, it is in most instances next to impossible to  discern and sift these particles of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15073a.htm"&gt;true&lt;/a&gt; history from  the fancies with which they are associated. Among these &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01601a.htm"&gt;apocryphal&lt;/a&gt;  productions dealing more or less extensively with some episodes of St.  Joseph's life may be noted the so-called &lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/0847.htm"&gt;"Gospel of James"&lt;/a&gt;,  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/0848.htm"&gt;"Pseudo-Matthew"&lt;/a&gt;,  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/0849.htm"&gt;"Gospel of the  Nativity of the Virgin Mary"&lt;/a&gt;, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/0805.htm"&gt;"Story of Joseph the  Carpenter"&lt;/a&gt;, and the "Life of the Virgin and Death of Joseph". &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Genealogy&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat011.htm#vrs16"&gt;St. Matthew  (1:16)&lt;/a&gt; calls St. Joseph the son of Jacob; according to &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk013.htm#vrs23"&gt;St. Luke (3:23)&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07204b.htm"&gt;Heli&lt;/a&gt; was his &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11478c.htm"&gt;father&lt;/a&gt;. This is  not the place to recite the many and most various endeavours to solve  the vexing questions arising from the divergences between both &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06408a.htm"&gt;genealogies&lt;/a&gt;; nor  is it &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10733a.htm"&gt;necessary&lt;/a&gt;  to point out the explanation which meets best all the requirements of  the problem (see &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06410a.htm"&gt;G&lt;font size="-2"&gt;ENEALOGY OF&lt;/font&gt; C&lt;font size="-2"&gt;HRIST&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;);  suffice it to remind the reader that, contrary to what was once  advocated, most modern writers readily admit that in both documents we  possess the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06408a.htm"&gt;genealogy&lt;/a&gt;  of Joseph, and that it is quite possible to reconcile their data. &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Residence&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;At any rate, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02533a.htm"&gt;Bethlehem&lt;/a&gt;,  the city of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04642b.htm"&gt;David&lt;/a&gt;  and his descendants, appears to have been the birth-place of Joseph.  When, however, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06655b.htm"&gt;Gospel&lt;/a&gt;  history opens, namely, a few months before the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01541c.htm"&gt;Annunciation&lt;/a&gt;,  Joseph was settled at &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10725a.htm"&gt;Nazareth&lt;/a&gt;. Why and  when he forsook his home-place to betake himself to &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06341c.htm"&gt;Galilee&lt;/a&gt; is not  ascertained; some suppose — and the supposition is by no means  improbable — that the then-moderate circumstances of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05782a.htm"&gt;family&lt;/a&gt; and the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10733a.htm"&gt;necessity&lt;/a&gt; of  earning a living may have brought about the change. St. Joseph, indeed,  was a &lt;em&gt;tekton&lt;/em&gt;, as we learn from &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat013.htm#vrs55"&gt;Matthew 13:55&lt;/a&gt;,  and &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mar006.htm#vrs3"&gt;Mark 6:3&lt;/a&gt;.  The word means both mechanic in general and carpenter in particular; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08580c.htm"&gt;St. Justin&lt;/a&gt;  vouches for the latter sense (&lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/01286.htm"&gt;&lt;em&gt;Dialogue with  Trypho&lt;/em&gt; 88&lt;/a&gt;), and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15006b.htm"&gt;tradition&lt;/a&gt; has  accepted this interpretation, which is followed in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05140a.htm"&gt;English Bible&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Marriage&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;It is probably at &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10725a.htm"&gt;Nazareth&lt;/a&gt; that  Joseph &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02537c.htm"&gt;betrothed&lt;/a&gt;  and &lt;!--yyy=x83859.htm--&gt;married&lt;!--u44--&gt; her who was to become the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Mother of God&lt;/a&gt;.  When the &lt;!--yyy=x83854.htm--&gt;marriage&lt;!--u44--&gt; took place, whether  before or after the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07706b.htm"&gt;Incarnation&lt;/a&gt;,  is no easy matter to settle, and on this point the masters of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05692b.htm"&gt;exegesis&lt;/a&gt; have at  all times been at variance. Most modern &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04157a.htm"&gt;commentators&lt;/a&gt;,  following the footsteps of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14663b.htm"&gt;St. Thomas&lt;/a&gt;,  understand that, at the epoch of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01541c.htm"&gt;Annunciation&lt;/a&gt;, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Blessed Virgin&lt;/a&gt;  was only &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02537c.htm"&gt;affianced&lt;/a&gt;  to Joseph; as &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14663b.htm"&gt;St.  Thomas&lt;/a&gt; notices, this interpretation suits better all the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06655b.htm"&gt;evangelical&lt;/a&gt; data.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;It will not be without interest to recall here, unreliable though  they are, the lengthy stories concerning St. Joseph's &lt;!--yyy=x83854.htm--&gt;marriage&lt;!--u44--&gt;  contained in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01601a.htm"&gt;apocryphal  writings&lt;/a&gt;. When forty years of age, Joseph &lt;!--yyy=x83859.htm--&gt;married&lt;!--u44--&gt;  a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15687b.htm"&gt;woman&lt;/a&gt; called  Melcha or Escha by some, Salome by others; they lived forty-nine years  together and had six children, two daughters and four sons, the youngest  of whom was &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08280a.htm"&gt;James&lt;/a&gt;  (the Less, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02767a.htm"&gt;"the  Lord's brother"&lt;/a&gt;). A year after his wife's death, as the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12406a.htm"&gt;priests&lt;/a&gt; announced  through &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08544a.htm"&gt;Judea&lt;/a&gt;  that they wished to find in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08536a.htm"&gt;tribe of Juda&lt;/a&gt; a  respectable man to &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;espouse&lt;!--u44--&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Mary&lt;/a&gt;, then twelve  to fourteen years of age. Joseph, who was at the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14726a.htm"&gt;time&lt;/a&gt; ninety years  old, went up to &lt;!--yyy=x65724.htm--&gt;Jerusalem&lt;!--u44--&gt; among the  candidates; a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10338a.htm"&gt;miracle&lt;/a&gt;  manifested the choice &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06608a.htm"&gt;God&lt;/a&gt; had made of  Joseph, and two years later the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01541c.htm"&gt;Annunciation&lt;/a&gt; took  place. These dreams, as &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08341a.htm"&gt;St. Jerome&lt;/a&gt; styles  them, from which many a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03712a.htm"&gt;Christian&lt;/a&gt; artist  has drawn his inspiration (see, for instance, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12640c.htm"&gt;Raphael's&lt;/a&gt;  "Espousals of the Virgin"), are void of authority; they nevertheless  acquired in the course of ages some popularity; in them some &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03744a.htm"&gt;ecclesiastical&lt;/a&gt;  writers sought the answer to the well-known difficulty arising from the  mention in the &lt;!--yyy=x63392.htm--&gt;Gospel&lt;!--u44--&gt; of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02767a.htm"&gt;"the Lord's brothers"&lt;/a&gt;;  from them also popular credulity has, contrary to all probability, as  well as to the tradition witnessed by old works of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03710a.htm"&gt;art&lt;/a&gt;, retained the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02408b.htm"&gt;belief&lt;/a&gt; that St.  Joseph was an old man at the time of &lt;!--yyy=x83854.htm--&gt;marriage&lt;!--u44--&gt;  with the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Mother of  God&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;The Incarnation&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;This &lt;!--yyy=x83854.htm--&gt;marriage&lt;!--u44--&gt;, true and complete, was,  in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08069b.htm"&gt;intention&lt;/a&gt;  of the spouses, &lt;!--note check clause--&gt;to be &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15458a.htm"&gt;virgin&lt;/a&gt; &lt;!--yyy=x83854.htm--&gt;marriage&lt;!--u44--&gt;  (cf. &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02084a.htm"&gt;St. Augustine&lt;/a&gt;,  "De cons. Evang.", II, i in P.L. XXXIV, 1071-72; "Cont. Julian.", V,  xii, 45 in P.L. XLIV, 810; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14663b.htm"&gt;St. Thomas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.newadvent.org/summa/4028.htm"&gt;III:28&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://www.newadvent.org/summa/4029.htm"&gt;III:29:2&lt;/a&gt;). But soon  was the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05752c.htm"&gt;faith&lt;/a&gt;  of Joseph in his spouse to be sorely tried: she was with child. However  painful the discovery must have been for him, unaware as he was of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07706b.htm"&gt;mystery of the  Incarnation&lt;/a&gt;, his delicate feelings forbade him to defame his  affianced, and he resolved "to put her away privately; but while he  thought on these things, behold the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01476d.htm"&gt;angel of the Lord&lt;/a&gt;  appeared to him in his sleep, saying: Joseph, son of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04642b.htm"&gt;David&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021a.htm"&gt;fear&lt;/a&gt; not to take  unto thee &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Mary&lt;/a&gt;  thy wife, for that which is conceived in her, is of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07409a.htm"&gt;Holy Ghost&lt;/a&gt;. . .  And Joseph, rising from his sleep, did as the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01476d.htm"&gt;angel of the Lord&lt;/a&gt;  had commanded him, and took unto him his wife" (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat001.htm#vrs19"&gt;Matthew 1:19, 20,  24&lt;/a&gt;). &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;The Nativity and the flight to Egypt&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;A few months later, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14726a.htm"&gt;time&lt;/a&gt; came for  Joseph and Mary to go to &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02532e.htm"&gt;Bethlehem&lt;/a&gt;, to be  enrolled, according to the decree issued by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02107a.htm"&gt;Caesar Augustus&lt;/a&gt;: a  new source of anxiety for Joseph, for "her days were accomplished, that  she should be delivered", and "there was no room for them in the inn (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk002.htm#vrs1"&gt;Luke 2:1-7&lt;/a&gt;).  What must have been the thoughts of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;holy&lt;/a&gt; man at the  birth of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Saviour&lt;/a&gt;,  the coming of the shepherds and of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09527a.htm"&gt;wise men&lt;/a&gt;, and at  the events which occurred at the time of the &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;Presentation  of Jesus&lt;!--u44--&gt; in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14499a.htm"&gt;Temple&lt;/a&gt;, we can  merely guess; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09420a.htm"&gt;St.  Luke&lt;/a&gt; tells only that he was "wondering at those things which were  spoken concerning him" (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk002.htm#vrs33"&gt;2:33&lt;/a&gt;). New  trials were soon to follow. The news that a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10212c.htm"&gt;king of the Jews&lt;/a&gt;  was born could not but kindle in the &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;wicked&lt;!--u44--&gt;  heart of the old and bloody tyrant, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07289c.htm"&gt;Herod&lt;/a&gt;, the fire of  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08326b.htm"&gt;jealousy&lt;/a&gt;.  Again "an &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01476d.htm"&gt;angel of  the Lord&lt;/a&gt; appeared &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;in sleep&lt;!--u44--&gt; to Joseph,  saying: Arise, and take the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;child&lt;/a&gt; and his &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;mother&lt;/a&gt;, and fly  into &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05329b.htm"&gt;Egypt&lt;/a&gt;: and  be there until I shall tell thee" (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat002.htm#vrs13"&gt;Matthew 2:13&lt;/a&gt;). &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Return to Nazareth&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;The summons to go back to Palestine came only after a few years, and  the Holy Family settled again at &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10725a.htm"&gt;Nazareth&lt;/a&gt;. St.  Joseph's was henceforth the simple and uneventful life of an &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07543b.htm"&gt;humble&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08399a.htm"&gt;Jew&lt;/a&gt;, supporting  himself and his &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05782a.htm"&gt;family&lt;/a&gt;  by his work, and faithful to the &lt;!--yyy=x85379.htm--&gt;religious&lt;!--u44--&gt;  practices commanded by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10582c.htm"&gt;Law&lt;/a&gt; or observed by  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12748a.htm"&gt;pious&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08193a.htm"&gt;Israelites&lt;/a&gt;. The  only noteworthy incident recorded by the &lt;!--yyy=x63392.htm--&gt;Gospel&lt;!--u44--&gt;  is the loss of, and anxious quest for, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Jesus&lt;/a&gt;, then &lt;!--note check--&gt;twelve  years old, when He had strayed during the yearly &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12085a.htm"&gt;pilgrimage&lt;/a&gt; to the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08344a.htm"&gt;Holy City&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk002.htm#vrs42"&gt;Luke 2:42-51&lt;/a&gt;). &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Death&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;This is the last we hear of St. Joseph in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible"&gt;sacred writings&lt;/a&gt;, and we may  well suppose that &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Jesus's&lt;/a&gt;  foster-father died before the beginning of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Savior's&lt;/a&gt; public  life. In several circumstances, indeed, the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06655b.htm"&gt;Gospels&lt;/a&gt; speak of  the latter's &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;mother&lt;/a&gt;  and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02767a.htm"&gt;brothers&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat012.htm#vrs46"&gt;Matthew 12:46&lt;/a&gt;;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mar003.htm#vrs31"&gt;Mark 3:31&lt;/a&gt;;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk008.htm#vrs19"&gt;Luke 8:19&lt;/a&gt;;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/joh007.htm#vrs3"&gt;John 7:3&lt;/a&gt;),  but never do they speak of His father in connection with the rest of  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05782a.htm"&gt;family&lt;/a&gt;;  they tell us only that &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Our Lord&lt;/a&gt;, during  His public life, was referred to as the son of Joseph (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/joh001.htm#vrs45"&gt;John 1:45&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/joh006.htm#vrs42"&gt;6:42&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/luk004.htm#vrs22"&gt;Luke 4:22&lt;/a&gt;)  the carpenter (&lt;a href="http://www.newadvent.org/bible/mat013.htm#vrs55"&gt;Matthew  13:55&lt;/a&gt;). Would &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Jesus&lt;/a&gt;,  moreover, when about to die on the &lt;!--yyy=x58020.htm--&gt;Cross&lt;!--u44--&gt;,  have entrusted His &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;mother&lt;/a&gt;  to &lt;!--yyy=x66335.htm--&gt;John's&lt;!--u44--&gt; care, had St. Joseph been  still alive?  &lt;!--&lt;div id="adleft"&gt;&lt;script src="http://www.aquinasandmore.com/index.cfm/fuseaction/store.affiliatekeywordsearch/D/7/keywords/joseph" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;According to the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01601a.htm"&gt;apocryphal&lt;/a&gt; "Story  of Joseph the Carpenter", the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;holy&lt;/a&gt; man reached  his hundred and eleventh year when he died, on 20 July (A.D. 18 or 19). &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/13393b.htm"&gt;St. Epiphanius&lt;/a&gt;  gives him ninety years of age at the time of his demise; and if we are  to &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02408b.htm"&gt;believe&lt;/a&gt; the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02384a.htm"&gt;Venerable Bede&lt;/a&gt;,  he was buried in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08503a.htm"&gt;Valley of Josaphat&lt;/a&gt;.  In truth we do not &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08673a.htm"&gt;know&lt;/a&gt;  when St. Joseph died; it is most unlikely that he attained the ripe old  age spoken of by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/fathers/0805.htm"&gt;"Story of Joseph"&lt;/a&gt;  and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/13393b.htm"&gt;St. Epiphanius&lt;/a&gt;.  The probability is that he died and was buried at &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10725a.htm"&gt;Nazareth&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Devotion to Saint Joseph&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Joseph was "a just man". This praise bestowed by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07409a.htm"&gt;Holy Ghost&lt;/a&gt;, and  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12436b.htm"&gt;privilege&lt;/a&gt;  of having been chosen by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06608a.htm"&gt;God&lt;/a&gt; to be the  foster-father of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Jesus&lt;/a&gt;  and the spouse of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15464b.htm"&gt;Virgin Mother&lt;/a&gt;, are  the foundations of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07462a.htm"&gt;honour&lt;/a&gt; paid to St.  Joseph by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03744a.htm"&gt;Church&lt;/a&gt;.  So well-grounded are these foundations that it is not a little  surprising that the cult of St. Joseph was so slow in winning  recognition. Foremost among the &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;causes&lt;!--u44--&gt; of  this is the fact that "during the first centuries of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03744a.htm"&gt;Church's&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05543b.htm"&gt;existence&lt;/a&gt;, it was  only the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09736b.htm"&gt;martyrs&lt;/a&gt;  who enjoyed veneration" (Kellner). Far from being ignored or passed  over in silence during the early &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03712a.htm"&gt;Christian&lt;/a&gt; ages,  St. Joseph's prerogatives were occasionally descanted upon by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06001a.htm"&gt;Fathers&lt;/a&gt;; even such  eulogies as cannot be attributed to the writers among whose works they  found admittance bear witness that the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07630a.htm"&gt;ideas&lt;/a&gt; and devotion  therein expressed were familiar, not only to the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14580a.htm"&gt;theologians&lt;/a&gt; and  preachers, and must have been readily welcomed by the people. The  earliest traces of public recognition of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;sanctity&lt;/a&gt; of St.  Joseph are to be found in the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05230a.htm"&gt;East&lt;/a&gt;. His &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt;, if we may  trust the assertions of Papebroch, was kept by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01300b.htm"&gt;Copts&lt;/a&gt; as early as  the beginning of the fourth century. &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;Nicephorus  Callistus&lt;!--u44--&gt; tells likewise — on what authority we do not &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08673a.htm"&gt;know&lt;/a&gt; — that in the  great &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02325a.htm"&gt;basilica&lt;/a&gt;  erected at &lt;!--yyy=x54175.htm--&gt;Bethlehem&lt;!--u44--&gt; by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07202b.htm"&gt;St. Helena&lt;/a&gt;, there  was a gorgeous &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11271a.htm"&gt;oratory&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04673a.htm"&gt;dedicated&lt;/a&gt; to  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07462a.htm"&gt;honour&lt;/a&gt; of  our &lt;!--yyy=x85586.htm--&gt;saint&lt;!--u44--&gt;. Certain it is, at all events,  that the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt;  of "Joseph the Carpenter" is entered, on 20 July, in one of the old &lt;!--yyy=x57743.htm--&gt;Coptic&lt;!--u44--&gt;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03158a.htm"&gt;Calendars&lt;/a&gt; in  our possession, as also in a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14382b.htm"&gt;Synazarium&lt;/a&gt; of the  eighth and nineth century published by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09538a.htm"&gt;Cardinal Mai&lt;/a&gt;  (Script. Vet. Nova Coll., IV, 15 sqq.). &lt;!--yyy=x63516.htm--&gt;Greek&lt;!--u44--&gt;  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10191b.htm"&gt;menologies&lt;/a&gt; of a  later date at least mention St. Joseph on 25 or 26 December, and a  twofold &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;commemoration&lt;/a&gt;  of him along with other &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04171a.htm"&gt;saints&lt;/a&gt; was made on  the two &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14335a.htm"&gt;Sundays&lt;/a&gt;  next before and after &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03724b.htm"&gt;Christmas&lt;/a&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;In the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09022a.htm"&gt;West&lt;/a&gt;  the name of the foster-father of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Our Lord&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;Nutritor  Domini&lt;/em&gt;) appears in local &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09741a.htm"&gt;martyrologies&lt;/a&gt; of  the ninth and tenth centuries, and we find in 1129, for the first time, a  &lt;!--yyy=x81429.htm--&gt;church&lt;!--u44--&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04673a.htm"&gt;dedicated&lt;/a&gt; to his &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07462a.htm"&gt;honour&lt;/a&gt; at &lt;!--yyy=x54783.htm--&gt;Bologna&lt;!--u44--&gt;.  The &lt;!--yyy=x82027.htm--&gt;devotion&lt;!--u44--&gt;, then merely private, as it  seems, gained a great impetus owing to the influence and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15753a.htm"&gt;zeal&lt;/a&gt; of such &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;saintly&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11726a.htm"&gt;persons&lt;/a&gt; as &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02498d.htm"&gt;St. Bernard&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14663b.htm"&gt;St. Thomas Aquinas&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06534a.htm"&gt;St. Gertrude&lt;/a&gt;  (d. 1310), and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02782a.htm"&gt;St.  Bridget of Sweden&lt;/a&gt; (d. 1373). According to &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02432a.htm"&gt;Benedict XIV&lt;/a&gt; (De  Serv. Dei beatif., I, iv, n. 11; xx, n. 17), "the general opinion of the  learned is that the &lt;!--yyy=xxyyyk.htm--&gt;Fathers of Carmel&lt;!--u44--&gt;  were the first to import from the &lt;!--yyy=x60036.htm--&gt;East&lt;!--u44--&gt;  into the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09022a.htm"&gt;West&lt;/a&gt;  the laudable practice of giving the fullest cultus to St. Joseph". His &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt;, introduced  towards the end shortly afterwards, into the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12354c.htm"&gt;Dominican&lt;/a&gt; &lt;!--yyy=x55552.htm--&gt;Calendar&lt;!--u44--&gt;,  gradually gained a foothold in various &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05001a.htm"&gt;dioceses&lt;/a&gt; of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09022a.htm"&gt;Western Europe&lt;/a&gt;.  Among the most &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15753a.htm"&gt;zealous&lt;/a&gt;  promoters of the &lt;!--yyy=x82027.htm--&gt;devotion&lt;!--u44--&gt; at &lt;!--note check--&gt;that  epoch, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15437a.htm"&gt;St. Vincent  Ferrer&lt;/a&gt; (d. 1419), &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/01235b.htm"&gt;Peter d'Ailly&lt;/a&gt; (d.  1420), &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02505b.htm"&gt;St.  Bernadine of Siena&lt;/a&gt; (d. 1444), and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06530c.htm"&gt;Jehan Charlier Gerson&lt;/a&gt;  (d. 1429) deserve an especial mention. &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06530c.htm"&gt;Gerson&lt;/a&gt;, who had,  in 1400, composed an &lt;!--yyy=x70504.htm--&gt;Office&lt;!--u44--&gt; of the  Espousals of Joseph particularly at the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04288a.htm"&gt;Council of Constance&lt;/a&gt;  (1414), in promoting the public recognition of the cult of St. Joseph.  Only under the pontificate of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14032b.htm"&gt;Sixtus IV&lt;/a&gt;  (1471-84), were the efforts of these &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07386a.htm"&gt;holy&lt;/a&gt; men rewarded  by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/13164a.htm"&gt;Roman&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03158a.htm"&gt;Calendar&lt;/a&gt; (19  March). From that &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14726a.htm"&gt;time&lt;/a&gt;  the &lt;!--yyy=x82027.htm--&gt;devotion&lt;!--u44--&gt; acquired greater and  greater popularity, the dignity of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt; keeping pace  with this steady growth. At first only a &lt;em&gt;festum simplex&lt;/em&gt;, it  was soon elevated to a double rite by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08019b.htm"&gt;Innocent VIII&lt;/a&gt;  (1484-92), declared by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07004b.htm"&gt;Gregory XV&lt;/a&gt;, in  1621, a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;festival&lt;/a&gt;  of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11189a.htm"&gt;obligation&lt;/a&gt;,  at the instance of the Emperors Ferdinand III and Leopold I and of King  Charles II of Spain, and raised to the rank of a double of the second  class by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04029a.htm"&gt;Clement XI&lt;/a&gt;  (1700-21). Further, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02431a.htm"&gt;Benedict XIII&lt;/a&gt;, in  1726, inserted the name into the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09291a.htm"&gt;Litany of the Saints&lt;/a&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;One &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;festival&lt;/a&gt;  in the year, however, was not deemed enough to satisfy the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12748a.htm"&gt;piety&lt;/a&gt; of the  people. The &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05543a.htm"&gt;feast  of the Espousals of the Blessed Virgin and St. Joseph&lt;/a&gt;, so  strenuously advocated by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06530c.htm"&gt;Gerson&lt;/a&gt;, and  permitted first by &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11579a.htm"&gt;Paul  III&lt;/a&gt; to the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06217a.htm"&gt;Franciscans&lt;/a&gt;,  then to other &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12748b.htm"&gt;religious&lt;/a&gt;  orders and individual &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05001a.htm"&gt;dioceses&lt;/a&gt;, was, in  1725, granted to all countries that solicited it, a proper &lt;!--yyy=x70504.htm--&gt;Office&lt;!--u44--&gt;,  compiled by the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12354c.htm"&gt;Dominican&lt;/a&gt;  Pierto Aurato, being assigned, and the day appointed being 23 January.  Nor was this all, for the reformed &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03354a.htm"&gt;Order of Carmelites&lt;/a&gt;,  into which &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14515b.htm"&gt;St.  Teresa&lt;/a&gt; had infused her great &lt;!--yyy=x82027.htm--&gt;devotion&lt;!--u44--&gt;  to the foster-father of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/08374c.htm"&gt;Jesus&lt;/a&gt;, chose him,  in 1621, for their &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11562a.htm"&gt;patron&lt;/a&gt;,  and in 1689, were allowed to celebrate the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt; of his  Patronage on the third &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14335a.htm"&gt;Sunday&lt;/a&gt; after &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05224d.htm"&gt;Easter&lt;/a&gt;. This &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt;, soon  adopted throughout the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/14169b.htm"&gt;Spanish Kingdom&lt;/a&gt;,  was later on extended to all states and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05001a.htm"&gt;dioceses&lt;/a&gt; which  asked for the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12436b.htm"&gt;privilege&lt;/a&gt;.  No &lt;!--yyy=x82027.htm--&gt;devotion&lt;!--u44--&gt;, perhaps, has grown so  universal, none seems to have appealed so forcibly to the heart of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03712a.htm"&gt;Christian&lt;/a&gt; people,  and particularly of the labouring classes, during the nineteenth  century, as that of St. Joseph.  &lt;/p&gt;This wonderful and unprecedented increase of popularity called  for a new lustre to be added to the cult of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04171a.htm"&gt;saint&lt;/a&gt;.  Accordingly, one of the first acts of the pontificate of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12134b.htm"&gt;Pius IX&lt;/a&gt;, himself  singularly devoted to &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/13356b.htm"&gt;St. Joseph&lt;/a&gt;, was to  extend to the whole &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03744a.htm"&gt;Church&lt;/a&gt; the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt; of the  Patronage (1847), and in December, 1870, according to the wishes of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02581b.htm"&gt;bishops&lt;/a&gt; and of  all the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/05769a.htm"&gt;faithful&lt;/a&gt;,  he solemnly declared the Holy Patriarch Joseph, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11562a.htm"&gt;patron&lt;/a&gt; of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03449a.htm"&gt;Catholic&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/03744a.htm"&gt;Church&lt;/a&gt;, and  enjoined that his &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/06021b.htm"&gt;feast&lt;/a&gt;  (19 March) should henceforth be celebrated as a double of the first  class (but without &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/11204a.htm"&gt;octave&lt;/a&gt;,  on account of &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09152a.htm"&gt;Lent&lt;/a&gt;).  Following the footsteps of their predecessor, &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09169a.htm"&gt;Leo XIII&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/12137a.htm"&gt;Pius X&lt;/a&gt; have shown  an equal desire to add their own jewel to the crown of St. Joseph: the  former, by permitting on certain days the reading of the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/15510a.htm"&gt;votive Office&lt;/a&gt; of  the &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/04171a.htm"&gt;saint&lt;/a&gt;; and  the latter by approving, on 18 March, 1909, a &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/09286a.htm"&gt;litany&lt;/a&gt; in &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/07462a.htm"&gt;honour&lt;/a&gt; of him  whose &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/10673c.htm"&gt;name&lt;/a&gt; he  had received in &lt;a href="http://www.newadvent.org/cathen/02258b.htm"&gt;baptism&lt;/a&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;VERSI INDONESIA, KLIK : &lt;br&gt;http://translate.google.com/translate?js=y&amp;amp;prev=_t&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8&amp;amp;layout=1&amp;amp;eotf=1&amp;amp;u=http%3A%2F%2Fwww.newadvent.org%2Fcathen%2F08504a.htm&amp;amp;sl=en&amp;amp;tl=id&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4647680067936010544?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4647680067936010544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4647680067936010544&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4647680067936010544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4647680067936010544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/06/umur-jusuf-90-tahun-disaat-maria.html' title='UMUR JUSUF 90 TAHUN DISAAT MARIA BERUMUR ANTARA 12 - 14. KALAU NABI MUHAMMAD DITUDUH PEDOFIL APAKAH YUSUF JUGA TERMASUK?'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-3291386604273572396</id><published>2010-06-18T12:46:00.001+07:00</published><updated>2010-06-18T12:46:26.665+07:00</updated><title type='text'>“Yesus” Disambar Petir di Ohio</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;    &lt;div class="article-content"&gt; Petir tidak pandang bulu, "orang suci" dan "malaikat" pun ikut pula  dihantam&lt;br&gt;  &lt;br&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/The-King.jpg" mce_src="/images/stories/The-King.jpg" align="right" height="180" width="300"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Sepertinya "tuhan"  mengorbankan anaknya. Lagi. Demikian tulis &lt;i&gt;Washington Post&lt;/i&gt;  (16/6). Senin lalu, petir menyambar sebuah patung Yesus setinggi 62  kaki&amp;nbsp; yang berdiri di luar sebuah gereja di Monroe, Ohio. Patung itu pun  terbakar dan hanya menyisakan kerangka baja yang hangus. Lengan  kurusnya masih menunjuk ke langit, sebuah isyarat yang menjadikannya  dijuluki &lt;i&gt;"Touchdown Jesus&lt;/i&gt;".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Darlen Bishop, wakil pastor  dari Gereja Solid Rock mengatakan lega, karena petir menyambar Yesus dan  bukan rumah dan para wanita yang tinggal di sekitanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya  katakan kepada mereka, 'sepertinya Yesus menanggung hantaman itu demi  kalian semalam'," ujarnya, seperti dikutip &lt;i&gt;Washington Post.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;Orang  suci kena strum&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada tahun 2008, petir juga menghanguskan  jemari dan alis Yesus di Redeemer, patung terkenal setinggi 130 kaki  yang berdiri di atas kota Rio de Janeiro.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun 2007, petir  menyetrum Yesus setinggi 33 kaki di tempat suci Bunda Cabrini di Golden,  Colorado, AS. Ketika itu salah satu lengannya putus.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang suci  dan malaikat rupanya juga tidak aman dari petir. Patung Bunda Maria di  Chicago yang berada di kubah sebuah gereja dilalap api akibat petir pada  tahun 1978.&lt;br&gt;&lt;br&gt;St. Joan of Arc pernah tersengat petir di New  Orleans, sehingga tongkat yang diacungkannya patah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Patung-patung  Malaikat Moroni, yang biasanya ada di puncak gereja aliran Mormon,  menjadi langganan sambaran petir. Sampai-sampai &lt;i&gt;Salt Lake Tribune&lt;/i&gt;  pernah mengkhawatirkan keselamatan patung-patung itu dalam headline di  halaman mukanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang Romawi Kuno sering mengkaitkan patung yang  disambar petir dengan pertanda buruk, seperti halnya ayam yang bisa  berbicara dan hujan darah dari langit. Tapi dua peristiwa terakhir  sangat langka sekali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk mencari makna dari sambaran petir  atas &lt;i&gt;Touchdown Jesus&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Washington Post&lt;/i&gt; mencoba mengontak  Pat Robertson, pembawa acara "The 700 Club" yang pernah menyatakan bahwa  bencana badai Katrina dan gempa Haiti merupakah hukuman dan tanda dari  tuhan. Tapi melalui humasnya, Robertson menyatatakan menolak untuk  memberikan komentar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun bagi pastor Bishop sendiri,  terbakarnya patung Yesus itu tidak menandakan apa-apa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;i&gt;Honey,  it's just some fiberglass&lt;/i&gt;," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ya, memang hanya sebuah  patung fiberglas, jadi mengapa harus dikhawatirkan. Lagipula petir  memang kerap menyambar obyek-obyek yang tinggi.[&lt;b&gt;di/wp/www.hidayatullah.com&lt;/b&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-3291386604273572396?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/3291386604273572396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=3291386604273572396&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3291386604273572396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/3291386604273572396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/06/yesus-disambar-petir-di-ohio.html' title='“Yesus” Disambar Petir di Ohio'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-4552914447277245183</id><published>2010-05-27T12:43:00.001+07:00</published><updated>2010-05-27T12:43:18.931+07:00</updated><title type='text'>BREAKING NEWS: Prophet Muhammad's Name Found in the Bible</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;br&gt;cek this out : &lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.youtube.com/watch?v=wm3sZfPwv1g&amp;amp;feature=related&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a class="watch-description-username" href="http://www.youtube.com/user/InviteToIslam" onclick="yt.events.stopPropagation(event);"&gt;&lt;strong&gt;InviteToIslam&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; 	&lt;span class="watch-description-username-dash"&gt;—&lt;/span&gt; 	&lt;span class="watch-video-date"&gt;December 27, 2009&lt;/span&gt; 	—  				&lt;span&gt;The name "Muhammad" has been discovered in the Bible in the  original Hebrew language.&lt;br&gt;&lt;br&gt;In the 5th chapter of the Shir haShirim  ( שיר השירים ), which is one of the five megilot or Sacred Scrolls that  are part of the Hebrew Bible or for short the "Song of Solomon" (also  called "Song of Songs"). That chapter is giving a prophecy about an  individual to come, a mystery man. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Song of Songs &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wm3sZfPwv1g&amp;amp;feature=related#" onclick="yt.www.watch.player.seekTo(5*60+15);return false;"&gt;5:15&lt;/a&gt;  compares this prophetic mystery man to the land of "Lebanon" which is  the land of the Arabs. This implies that the mystery man would be an  Arab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Song of Songs &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wm3sZfPwv1g&amp;amp;feature=related#" onclick="yt.www.watch.player.seekTo(5*60+10);return false;"&gt;5:10&lt;/a&gt;  says:  "My beloved is white and ruddy, pre-eminent above ten thousand."  This is a prophecy of Prophet Muhammad as he conquered Mecca. It is a  well known historically documented fact that in the year 630 CE Muhammad  entered Mecca as the leader of an army of "ten thousand men". This  verse and the preceeding verse (v. 11) also match Muhammad's physical  discription as found in Muslim sources (light skin and black hair).&lt;br&gt;&lt;br&gt;In  reading the English translation of Song of Songs &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wm3sZfPwv1g&amp;amp;feature=related#" onclick="yt.www.watch.player.seekTo(5*60+16);return false;"&gt;5:16&lt;/a&gt; it  finishes the description by saying: "He is altogether lovely" but what  most people don't know is that the name of that man was given in the  original megilot. Here is the name written in ancient Hebrew as it  appears in verse sixteen: מחמד . It is read as : "Mahammad". According  to Ben Yehuda's Hebrew-English Dictionary, it is correctly pronounced as  "Mahammad". &lt;br&gt;&lt;br&gt;If you don't believe me, go to these translator  links, paste the name מחמד and then translate it into English. You will  see that מחמד is translated as "Muhammad".&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.freetranslation.com/" target="_blank" title="http://www.freetranslation.com/" rel="nofollow" dir="ltr"&gt;http://www.freetranslation.com/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://worldlingo.com/en/products_services/worldlingo_translator.html" target="_blank" title="http://worldlingo.com/en/products_services/worldlingo_translator.html" rel="nofollow" dir="ltr"&gt;http://worldlingo.com/en/products_ser...&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;You  can also see and listen to the Song of Songs in its original form, in  Hebrew where Muhammad is mentioned by name in the below link (please  notice the "im" in Hebrew is a plural of respect):&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt3005.htm" target="_blank" title="http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt3005.htm" rel="nofollow" dir="ltr"&gt;http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt30...&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-4552914447277245183?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/4552914447277245183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=4552914447277245183&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4552914447277245183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/4552914447277245183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/05/breaking-news-prophet-muhammads-name.html' title='BREAKING NEWS: Prophet Muhammad&apos;s Name Found in the Bible'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-6325547982496812269</id><published>2010-05-21T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-05-21T10:18:56.271+07:00</updated><title type='text'>Politik di Balik Kecantikan Miss USA &amp; Miss Universe</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; 	&lt;span class="reporter"&gt; 		&lt;strong&gt;Fitraya Ramadhanny&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;br&gt;	  &lt;/span&gt; 		&lt;br&gt;  			&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - detikhot awal pekan ini melansir Rima Fakih menjadi muslim pertama yang menang Miss USA 2010. Pemilihan Miss USA dan juga Miss Universe, adalah dua momen yang tidak boleh saya lewatkan, tapi itu bukan karena&amp;nbsp; paras cantik dan bodi aduhai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Percaya atau tidak, saya punya cara pandang yang sama sekali berbeda terhadap ajang adu kecantikan itu. Ketika orang mengagumi paras, bodi aduhai, atau mungkin juga kecerdasan mereka, buat saya, itu semua tidak penting. Miss USA dan Miss Universe, buat saya hanya bermakna tunggal, POLITIK.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut saya, Miss USA dan nanti dilanjutkan Miss Universe adalah cara paling sederhana untuk memahami garis-garis&amp;nbsp; kebijakan politik Paman Sam. Miss USA adalah potret kebijakan politik&amp;nbsp; dalam negeri, Miss Universe adalah potret kebijakan politik luar negeri. Itu semua untuk satu tahun ke depan setelah sang putri kecantikan terpilih.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak percaya? Lebih baik kali ini Anda percaya. Mari kita mulai urai analisanya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Komunikasi politik, adalah elemen paling penting dalam strategi politik di Amerika. Pencitraan menjadi senjata paling ampuh untuk menentukan baik buruknya sesuatu. Dan peran tunggal pencitraan diserahkan kepada MEDIA. Tentu sudah banyak Anda tahu betapa gurita media AS juga menjalankan tugas propaganda, terutama televisi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, yang belum banyak kita sadari, pesan tersembunyi banyak disusupkan dalam beraneka program televesi, dan itu bukan dalam berita. Percayalah, Gedung Putih sudah tahu gambar apa yang harus muncul di depan mata Anda. Mulai dari wajah orang sampai latar belakang. Semua bisa menanamkan pesan di benak anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss USA dan Miss Universe dalam 4 dekade terakhir, telah menjadi alat propaganda yang efektif. Gadis-gadis yang terpilih sebagai ratu kecantikan, jangan cuma dilihat sebagai individu. Mohon kiranya bisa melihat mereka dengan berbagai agenda politik yang bisa disimbolkan lewat daerah asal, etnisitas, bahkan nama mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terus terang biasanya saya langsung fokus dengan Miss Universe karena kebijakan politik luar negeri AS lebih menarik dan berdampak banyak dari pada urusan dalam negeri mereka. Sebelum saya memberikan contoh, ini dia prinsip paling dasar untuk menonton acara penobatan Miss Universe menurut saya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Top 10 Finalis Miss Universe dipilih dari negara-negara yang mendapatkan apresiasi Gedung Putih untuk satu tahun yang sudah berlalu. Biasanya negara-negara yang tunduk pada tekanan AS, memberikan pintu lebar untuk masuknya perusahaan-perusaahaan asing, atau negara binaan AS yang harus mendapatkan publikasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Top 5 Finalis Miss Universe dipilih dari negara-negara yang akan menjadi fokus perhatian Gedung putih untuk tahun ini. Mereka akan menjadi target pendekatan karena kepemilikan minyak dan gas, beraneka bahan tambang, lokasinya penting secara geografis, atau negaranya penting untuk dijadikan sekutu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Miss Universe dipilih dari satu negara yang menjadi negara fokus yang akan diberikan pencitraan oleh AS. Negara ini akan didekati habis-habisan, untuk mendukung kebijakan politik luar negeri AS.&lt;br&gt;&lt;br&gt;OK! Sekarang saya mau ingatkan, pemilihan Miss Universe tidak bisa lepas dari situasi politik internasional, dan nasional untuk kasus Miss USA. Ayo kita masuk ke contoh, rumusannya kita buat begini: Situasi politik internasional dulu, baru kita lihat siapa Miss Universe-nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;2004&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;George W Bush sudah empat tahun mengobarkan perang melawan terorisme, sebentar lagi Pilpres di AS dan Bush harus bertahan. Afghanistan sudah takluk dan ladang minyak sudah dibagi-bagi. 'Perang melawan terorisme' memasuki babak pre-emptive action dengan menyerbu Irak. Inggris yang jadi sekutu loyal, terus dihantam protes dalam negeri meminta tentara dipulangkan. AS butuh sekutu tambahan untuk dibujuk mengirim anak muda mereka untuk dikorbankan di Irak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss Universe: Jennifer Hawkins dari Australia&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;2007&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Kavling minyak di Irak juga sudah dibagi-bagi rata untuk para sponsor perang. Sekarang Bush ingin menghantam Ahmadinejad dari Iran. Namun setelah beberapa tahun, Ahmadinejad terus bertahan, sementara Kim Jong Il juga mulai jahil di Korea Utara. Bush menyebut mereka Evil Axis, Poros Setan. Sementara tinggal 1 tahun tersisa, Ahmadinejad tidak juga goyah. Bush memutuskan melepas Ahmadinejad dan memilih menahan Kim Jong Il. Butuh sekutu yang bertetangga dengan Korea Utara dan bisa dibujuk agar mengeluarkan kebijakan diplomasi keras untuk Korea Utara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss Universe: Riyo Mori dari Jepang&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;2008-2009&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Krisis ekonomi global sudah dirasakan dampaknya. Harga minyak membumbung tinggi. AS sedang berganti presiden. Irak rupanya tidak bisa jadi jaminan. Pembakaran ladang minyak sudah membuat mereka pusing, dan sudah ribuan tentara AS mati sia-sia. Situasi sulit untuk Bush (2008) dan Obama (2009). Untuk mengamankan perekonomian, siapapun harus bisa memegang minyak. Minyak yang aman ada di Amerika Latin. Bisa didapat tanpa perang, namun para kepala negaranya benci dengan AS, jadi perlu dibujuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss Universe: 2008 - Dayana Mendoza dan 2009 - Stefania Fernandez, keduanya dari Venezuela&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masih kurang buktinya? Ayo kita lihat untuk skala mikro: Miss USA. Kalau Miss USA ini untuk urusan politik internal Amerika saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;2008&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Tahun terakhir pemerintahan Bush. Popularitasnya terjun drastis. Publik sudah lelah dengan perang Irak. Krisis ekonomi merajalela. Pemerintah butuh dukungan dari kelompok lain di luar White-Anglo-Saxon-Protestant. Mereka harus diangkat-angkat biar mau mendukung pemerintah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss USA: Crystle Stewart (Afro-American)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;2010&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Tahun kedua pemerintahan Obama. AS berusaha memperbaiki citra internasional akibat 10 tahun perang melawan terorisme. Obama yang keturunan Kenya, sempat menjadi Muslim, merasa punya modal untuk menyelamatkan muka USA di hadapan negara muslim. Obama pidato di Kairo memuji dialog Islam dan Barat. Bulan Juni nanti Obama akan ke Indonesia, negara Muslim terbesar. Sebelum ke Indonesia, harus ada kabar baik soal Islam di dalam negeri Amerika.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miss USA: Rima Fakih (Muslim)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi pasang mata baik-baik, dan kita bisa meraba sepak terjang Amerika dalam setahun ke depan. Bahkan bila data-data Anda sudah cukup, mungkin Anda bisa memprediksi pemenang tahun depan, atau bahkan menebak kapan Putri Indonesia juara Miss Universe.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagi saya, Putri Indonesia berpeluang masuk Top 10 tahun ini bersama Mesir. Soal juara Miss Universe, mungkin itu bergantung hasil kunjungan Obama ke Indonesia, bulan Juni mendatang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;*) Fitraya Ramadhanny &lt;/strong&gt;adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pendapat perusahaan tempat penulis bekerja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://www.detiknews.com/read/2010/05/21/085709/1361232/103/politik-di-balik-kecantikan-miss-usa-miss-universe?n991102605&lt;br&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-6325547982496812269?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/6325547982496812269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=6325547982496812269&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6325547982496812269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/6325547982496812269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/05/politik-di-balik-kecantikan-miss-usa.html' title='Politik di Balik Kecantikan Miss USA &amp; Miss Universe'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-5016140196052239293</id><published>2010-05-20T18:16:00.001+07:00</published><updated>2010-05-20T18:16:42.572+07:00</updated><title type='text'>Khitan Dapat Atasi Gangguan Fimosis Anak</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;   &lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt; 	&lt;div class="article-meta"&gt; 			&lt;span class="createdate"&gt; 			Wednesday, 19 May 2010 16:32		&lt;/span&gt; 		 		 		&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div class="article-content"&gt; Fimosis adalah kondisi kepala penis tidak dapat ditarik sehingga kulit tersebut menutupi lubang atau saluran kemih&lt;br&gt;  &lt;br&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/foto/sunat.jpg" mce_src="/images/foto/sunat.jpg" align="right" height="216" width="200"&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com&lt;/b&gt;--Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada penis anak laki-laki adalah mengalami fimosis (phimosis). Anak yang mengalami fimosis selalu merasa sakit saat kencing. Umumnya kondisi ini diobati dengan cara&amp;nbsp; dikhitan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fimosis adalah kondisi kulup (bagian kulit yang menutupi ujung kepala penis) tidak dapat ditarik sehingga kulit tersebut menutupi lubang atau saluran kemih yang menyebabkan anak merasa nyeri saat buang air kecil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti dikutip dari Menshealth.about.com, Selasa (18/5), fimosis dapat disebabkan oleh:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegagalan kulup untuk melonggar selama proses pertumbuhan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Infeksi seperti balinitis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cacat yang disebabkan oleh trauma.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyakit pada alat kelamin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Infeksi yang terjadi kemungkinan timbul dari ketidakmampuan melakukan pembersihan yang efektif sehingga menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit di daerah tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain rasa nyeri dan sakit saat buang air kecil, fimosis ini juga sering disertai dengan gejala:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagian depan penis yang menggelembung&lt;br&gt;&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak menangis saat buang air kecil karena timbul rasa sakit&lt;br&gt;&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Urine yang keluar tidak lancar&lt;br&gt;&lt;br&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kadang disertai dengan demam tinggi atau iritasi pada penis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fimosis ini bisa terjadi karena faktor kongenital (bawaan sejak bayi lahir) atau bisa juga akibat peradangan berulang yang terjadi pada kulit depan penis (kulup).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak-anak seringkali sulit untuk mengungkapkan apa yang dialaminya, sehingga orangtualah yang harus cermat memperhatikan dan melihat apa yang terjadi dengan anaknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa ahli medis memiliki pendapat berbeda mengenai pengobatan terhadap kondisi ini, di antaranya ada yang melarang melakukan perawatan bedah sampai anak tersebut mencapai pubertas. Namun jika penyebab dari fimosis ini adalah akibat infeksi Balanitis xeroticia obliterans, maka satu-satunya pengobatan adalah melakukan bedah sunat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski demikian ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fimosis, yaitu:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggunakan krim tropis, steroid dan non-steroid yang dioleskan pada bagian kulup.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peregangan bertahap untuk membuka kulup sehingga lebih longgar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembedahan untuk membentuk kembali kulup dan membuatnya lebih lebar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Umumnya jika fimosis tak kunjung sembuh setelah diberikan pengobatan berupa krim dan peregangan, maka dokter akan menyarankan dilakukan sunat untuk membuang kulit kulup tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga kini sunat atau khitan masih menjadi pengobatan yang efektif untuk fimosis, dan sunat ini sendiri tidak akan mengganggu fungsi reproduksi dari anak tersebut nantinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah dilakukan sunat, orangtua dan anak harus menjaga kebersihannya agar tidak terjadi infeksi yang dapat menghambat saluran kemih kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu usahakan untuk selalu membersihkan kepala penis perlahan-lahan setiap kali anak selesai buang air kecil. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyumbatan saluran kemih oleh kotoran. [dth/hidayatullah.com]&lt;/div&gt;&amp;nbsp;   &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-5016140196052239293?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/5016140196052239293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=5016140196052239293&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5016140196052239293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/5016140196052239293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristolog.blogspot.com/2010/05/khitan-dapat-atasi-gangguan-fimosis.html' title='Khitan Dapat Atasi Gangguan Fimosis Anak'/><author><name>Kristolog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06034879364246910062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://1.bp.blogspot.com/_NrrCFaRHNzA/S_nzkZfs6HI/AAAAAAAAAA8/Jkn3bObw4po/S220/DEEDAT.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35586995.post-830565778379153706</id><published>2010-05-10T13:01:00.001+07:00</published><updated>2010-05-10T13:01:43.519+07:00</updated><title type='text'>Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah (revised and completed)</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an, sudah menemukan pembuktian kebenarannya secara ilmiah. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya. &lt;em&gt;ENJOY IT!!&lt;/em&gt;&lt;span id="more-59"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Awal Penemuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/picture12.png"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2265" title="Picture1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/picture12.png?w=450&amp;amp;h=226" alt="" width="450" height="226"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah's Ark)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/naonelife01.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-727" title="naonelife01" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/naonelife01.jpg?w=465&amp;amp;h=719" alt="" width="465" height="719"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Foto-foto tahun 1999-2000&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun&lt;br&gt; 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.&lt;br&gt; &lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/picture4.png"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2266" title="Picture4" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/picture4.png?w=450&amp;amp;h=597" alt="" width="450" height="597"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh AS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/copy-of-map-of-urartu-and-mount-ararat.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2255" title="Copy of Map of Urartu And Mount Ararat" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/copy-of-map-of-urartu-and-mount-ararat.jpg?w=450&amp;amp;h=315" alt="" width="450" height="315"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/petanuh3.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2256" title="petanuh3" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/petanuh3.jpg?w=450&amp;amp;h=330" alt="" width="450" height="330"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Tuuh … Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Arafat. Jelas kan??&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/noah-ark-grass.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2254" title="noah-ark-grass" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2007/11/noah-ark-grass.jpg?w=462&amp;amp;h=301" alt="" width="462" height="301"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture1.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture1.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture1.jpg?w=466&amp;amp;h=284" alt="picture1.jpg" width="466" height="284"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture2.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture2.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture2.jpg?w=477&amp;amp;h=222" alt="picture2.jpg" width="477" height="222"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;aa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Pengukuran di Atas Perahu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran1.png"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-728" title="pengukuran1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran1.png?w=470&amp;amp;h=226" alt="" width="470" height="226"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran2.png"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-729" title="pengukuran2" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran2.png?w=469&amp;amp;h=303" alt="" width="469" height="303"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture3.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture3.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture3.jpg?w=481&amp;amp;h=416" alt="picture3.jpg" width="481" height="416"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Ini dia lebih jelasnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture4.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture4.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture4.jpg?w=485&amp;amp;h=298" alt="picture4.jpg" width="485" height="298"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Setelah dibersihkan, beginilah bentuk Asli Perahu Nabi Nuh AS yang kuno tapi canggih. Di dalam perahu inilah sedikit umat Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT dari banjir dahsyat setinggi gunung dan ratusan pasang binatang ikut serta didalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/elfred3.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-730" title="elfred3" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/elfred3.jpg?w=473&amp;amp;h=320" alt="" width="473" height="320"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Gambaran suasana terjadinya banjir dalam Injil yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Sekitar 25 tahun sebelum zaman Nabi Musa AS atau 1.300 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/noahs_ark.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-731" title="noahs_ark" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/noahs_ark.jpg?w=473&amp;amp;h=359" alt="" width="473" height="359"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SMEOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH KEYAKINAN KITA AKAN KEBENARAN ADANYA NABI-NABI UTUSAN ALLAH SWT. (Moeflich)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;LIHAT REPILKA PERAHU NABI NUH AS INI DI BELANDA YANG MENAKJUBKAN YANG BISA ANDA KUNJUNGI KESANA: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klik &lt;a href="http://moeflich.wordpress.com/2009/02/16/inilah-ruang-dalam-interior-perahu-nabi-nuh-as-menakjubkan-kesana-yuk/?preview=true&amp;amp;preview_id=1226&amp;amp;preview_nonce=bad0930403"&gt;http://moeflich.wordpress.com/2009/02/16/inilah-ruang-dalam-interior-perahu-nabi-nuh-as-menakjubkan-kesana-yuk/?preview=true&amp;amp;preview_id=1226&amp;amp;preview_nonce=bad0930403&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35586995-830565778379153706?l=kristolog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristolog.blogspot.com/feeds/830565778379153706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35586995&amp;postID=830565778379153706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35586995/posts/default/830565778379153706'/><link rel='self' type='
