18 March 2019

16 November 2015

Misquoting Jesus

Siapa mau ebook ini? Kirim emailnya

21 February 2015

Fpi mantab. Razia daging babi

Mantab nih FPI

Razia Rumah Potong Hewan Ilegal, FPI Temukan Daging Anjing dan Babi

Hidayatullah.com–Laskar Pembela Islam Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Bekasi Raya menemukan hewan babi dan anjing dalam sebuah razia potong hewan (RPH) illegal di Bekasi Timur.

Penggerebekan Rumah Potong Hewan (RPH) ilegal di wilayah pertigaan Jalan Caringin Kelurahan Bojong Rawa Lumbu Kecamatan Bekasi Timur ini dilakukan hari Selasa (18/02/2015) pada pukul 22:30 malam, demikian dirilis dalam akun resmi Facebook Bekasi Raya.

Dalam temuan ini, lebih dari 15 KK dengan keadaan rumah yg tidak layak ditemukan potongan-potongan daging anjing dan babi siap jual.

FPI Bekasi Raya bahkan didapati 2 ekor babi yang masih hidup dalam keadaan terikat dan dimasukkan ke dalam karung dengan dikeluarkan moncongnya.

“Cukup disinyalir binatang ini dijualbelikan secara bebas yang kemungkinan akan dioplos dengan daging lainnya seprti daging sapi,” demikian Badan Investigasi Front DPW FPI Bekasi Raya, Budi Santoso dalam akun resmi Facebook FPI Bekasi Timur.*

Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/02/20/39291/razia-rumah-potong-hewan-ilegal-fpi-temukan-daging-anjing-dan-babi.html

These man will meet their lord son

We will help them to enter their heaven and meet their jesus quickly, so don't stop us execute them. Thank us.

Mantab. TNI mengawal eksekusi mati gembong narkoba dari Australia

Mantab....

Kawal Eksekusi Mati Bali Nine, TNI Siagakan Alat Tempur

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan akan mendukung langkah-langkah hukum Presiden RI Joko Widodo terkait eksekusi hukuman mati. Mabes TNI juga bereaksi atas penolakan Pemerintah Australia terkait rencana eksekusi hukuman mati terhadap dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Menurut Jenderal TNI Moeldoko, untuk memperkuat dukungan para Komandan pasukan khusus akan membuat perencanaan yang detail bersama-sama Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada gangguan-gangguan yang bersifat fisik maupun non fisik.

Unsur intelijen dan alat tempur akan disiagakan yang setiap saat dapat digerakkan. Para komandan s�tuan khusus juga harus bersiap-siap. Kesiapan pasukan khusus TNI ini tentu tidak melihat atau mendefinisikan dari salah satu negara.

“Tetapi sekali lagi, TNI sangat memahami kemungkinan-kemungkinan ancaman tersebut. Setelah saya perintahkan hari ini para komandan satuan khusus sudah menyiapkan dirinya dengan baik," tegas Jenderal TNI Moeldoko dalam siaran pers TNI yang diterima detikcom, Jumat (21/2/2015).

“Kami sangat memahami risiko atas kemungkinan terjadinya lost generation akibat narkoba. Kita mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam bentuk apapun, termasuk pemberian hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba”, ujar Panglima TNI.

http://news.detik.com/read/2015/02/20/201457/2838774/10/kawal-eksekusi-mati-bali-nine-tni-siagakan-alat-tempur

18 February 2015

Fotografer masuk islam karena keindahan alam

SAYA lahir dan tumbuh sebagaimana orang Swedia, tidak religius, namun memiliki hubungan hangat antar-sesama.

Selama 25 tahun kehidupan saya, benar-benar tidak berpikir tentang Tuhan atau apapun mengenai spiritual. Saya tipikal orang materialistik. Begitulah.

Saya masih ingat satu cerita pendek yang saya tulis di kelas tujuh tentang kehidupan masa depan saya. Saya bercita-cita menjadi programmer game sukses (padahal belum pernah menyentuh komputer) yang hidup bersama istri Muslim! Wah, pada waktu itu, “Muslim” bagi saya berarti berpakaian panjang dan mengenakan kerudung. Entah darimana datangnya pikiran itu.

Kemudian, di SMA, seingat saya banyak menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah menjadi kutu buku. Pada satu waktu, saya sempat mengambil Al-Quran terjemahan dan membaca beberapa ayat dari itu. Saya tidak ingat persis apa yang saya baca, tapi seingat saya isinya masuk akal dan logis.

Namun, saya sama sekali masih tidak religius; saya masih belum berfikir tentang Tuhan dalam kaitannya alam semesta, dan bahkan saya belum membutuhan adanya Tuhan. Maksud saya, kami hanya berfikir teori Newton untuk menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, bukankah begitu?

Waktu pun berlalu, saya lulus sekolah dan mulai bekerja. Saya bisa mendapatkan uang dan pindah ke apartemen saya sendiri dan menemukan sarana menakjubkan pada PC (komputer). Saya bersemangat menjadi seorang fotografer amatir dan terdaftar dalam kegiatan fotografi.

Suatu ketika saat sedang mendokumentasikan pasar dan mengambil foto dari jarak jauh dengan lensa tele, datanglah seorang imigran yang terlihat marah dan meminta saya tidak mengambil gambar-gambar apa pun tentang ibu dan saudara-saudara perempuannya. Anehnya, mereka adalah Muslim!

Hal yang berkaitan dengan Islam muncul lagi. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Saya pun tidak tahu apa sebabnya ketika saya mendatangi Pusat Informasi Islam di Swedia untuk meminta berlangganan newsletter (untuk informasi dan berita keislaman). Juga membeli Al Quran terjemahan karya Yusuf Ali dan satu buku sangat bagus tentang Islam berjudul: Iman Kita.

Saya membaca hampir semua Quran dan menemukan isinya begitu indah dan logis. Tapi tetap, Tuhan masih belum memiliki tempat di hatiku. Satu tahun kemudian, saat saya berada di satu tempat di satu pulau yang indah ketika musim gugur, saya mengambil foto-foto cantik. Saya diliputi oleh perasaan takjub. Saya seolah-olah menjadi sepotong kecil dari sesuatu yang lebih besar. Satu bagian dari bagian yang lebih besar milik Tuhan yang disebut alam semesta.

Sungguh indah sekali! Saya tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Benar-benar santai, namun penuh dengan energi, dan di atas semuanya, benar-benar menyadari adanya Tuhan di mana pun mata saya memandang. Saya tidak tahu berapa lama saya tinggal di tempat luar biasa ini. Saat saya pulang, kondisinya kembali seperti biasa. Hanya saja ada yang tetap tinggal tak terhapuskan. Apa yang saya alami melekat dalam pikiran saya.

Pada saat itu, Microsoft memperkenalkan Windows baru ke pasar perangkat lunak. Paket perangkat lunak itu termasuk layanan online Microsoft Network (MSN). Saya penasaran tentang sarananay dan segera memiliki akunnya. Saya kemudian menemukan bahwa Islam BBS (electronic bulletin board system) adalah bagian paling menarik dari MSN, dan di sanalah saya menemukan Shahida.

Shahida adalah wanita Amerika yang telah masuk Islam. Chemistry kami pun saling bersambung, dan ia menjadi sahabat pena terbaik yang pernah saya miliki. E-mail korespondensi kami akan menjadi catatan sejarah –faktanya, kotak surat saya yang memenuhi tiga megabyte selama enam bulan pertama bakal bisa membuat kisah sendiri.

Shahida dan saya membahas Islam, dan iman kepada Tuhan. Pada umumnya, segala sesuatu yang dia tulis masuk akal bagi saya. Shahida memiliki kesabaran malaikat untuk saya, yang memiliki pemikiran lambat dan suka menyampaikan pertanyaan konyol. Tapi dia tidak pernah menyerah pada saya. Dia mengatakan kepada saya, “Dengarkan saja hati Anda, dan Anda akan menemukan kebenaran.”

Saya lantas menemukan kebenaran dalam diri saya lebih cepat dari yang saya duga. Dalam perjalanan pulang dari kerja, saya naik bus dan kebanyakan orang di sekitar saya sedang tertidur. Saya tertarik dengan matahari terbenam, yang membentuk awan indah tersebar dengan warna pink dan oranye. Pada saat itu, semua bagian datang bersama-sama.

Saya pun mengerti bagaimana Tuhan mengatur hidup kita, sesungguhnya kita bukan robot. Saat itu saya masih melihat, hal itu mungkin tergantung pada mekanisme kerja fisika dan kimia, tetapi saya telah percaya dan melihat apa yang telah diatur Tuhan. Betul-betul indah: saya mengalami beberapa menit dalam pemahaman dan kedamaian secara total. Saya begitu rindu saat seperti ini terjadi lagi.

DAN saat itu terjadi lagi. Suatu pagi saya bangun, pikiran saya jelas seperti lonceng. Pikiran pertama yang berkelebat melalui otak saya adalah, bagaimana saya harus bersyukur kepada Tuhan, yang Dia telah membangunkan saya untuk menghadapi hari lain yang penuh peluang. Padahal sebelumnya saya merasa seperti biasa saja, setiap hari di sepanjang hidup saya.

Setelah pengalaman ini, saya tidak bisa lagi menyangkal keberadaan Tuhan. Memang setelah 25 tahun menyangkal Tuhan, tidak mudah juga untuk mengakui keberadaan-Nya dan menerima iman. Tapi hal-hal yang baik terus terjadi padaku. Saya kemudian menghabiskan beberapa waktu di Amerika Serikat, dan pada saat ini, saya mulai berdoa, serta merasa dan belajar untuk fokus pada Tuhan dan mendengarkan apa yang dikatakan hati saya.

Sampailah kemudian di akhir pekan yang bagus di New York. Semula sempat cemas juga, tapi akhirnya bisa terlewati dengan berhasil. Sebagian besar dari semua itu karena akhirnya saya bertemu Shahida.

Pada titik ini tidak ada lagi jalan balik, walaupun saya belum melakukannya. Kembali ke Swedia, Tuhan terus membimbing saya. Saya terus banyak membaca lagi, dan saya akhirnya memiliki dorongan untuk pergi ke masjid terdekat dan bertemu dengan beberapa Muslim. Kaki saya gemetar saat saya mendatangi masjid, padahal sebelumnya saya telah melewatinya berkali-kali. Tapi tidak pernah berani untuk berhenti dan mengunjungi.

Saya bertemu orang-orang terbaik di masjid, dan diberi beberapa banyak bahan bacaan dan membuat rencana untuk mendatangi dan mengunjungi saudara-saudara Muslim di rumah mereka. Apa yang mereka katakan atau memberi jawaban, semuanya masuk akal. Islam pun menjadi bagian utama dari hidup saya. Saya mulai berdoa secara teratur dan pergi shalat Jumat untuk pertama kali.

Sungguh indah sekali. Saya menyelinap masuk dan duduk di belakang. Saya tidak mengerti apa yang disampaikan khatib, tapi menikmati kondisinya. Setelah khotbah, kita semua berkumpul dalam baris dan shalat dua rakaat. Ini salah satu pengalaman paling indah yang pernah saya miliki dalam perjalanan saya ke Islam. Ketulusan 200 orang yang hadir di masjid hanya tercurahkan kepada satu hal; memuji Allah yang Maha Besar.

Perlahan-lahan, pikiran saya mulai setuju dengan hati saya, dan saya mulai membayangkan diri saya sebagai seorang Muslim. Tapi sungguh-sungguhkah saya masuk Islam? Saya telah lama meninggalkan gereja, bisakah nanti saya mengerjakan shalat lima kali sehari? Bisakah saya berhenti makan daging babi? Bisakah saya benar-benar melakukannya? Dan bagaimana dengan keluarga saya dan teman-teman? Saya ingat apa yang dikatakan saudara saya bernama Omar kepada saya, bagaimana keluarganya telah menyingkirkan dirinya saat ia menyampaikan telah masuk Islam.

Bisakah saya benar-benar masuk Islam?

Melalui gelombang internet, saya juga telah mendapat informasi. Ada berton-ton informasi tentang Islam di luar sana. Saya mengunjungi hampir setiap situs yang terkait dengan Islam, dan saya banyak belajar dari situ.

Apa yang benar-benar membuat perubahan dalam diri saya adalah cerita berjudul “Dua belas Jam” dari seorang wanita Inggris yang baru masuk Islam. Ia pernah mengalami perasaan sama seperti saya. Ketika saya membaca ceritanya, saya menangis dan menyadari bahwa tidak ada jalan untuk kembali lagi; saya tidak bisa menolak Islam lagi.

Memasuki liburan musim panas, saya telah memantapkan pikiran. Saya harus menjadi seorang Muslim. Namun awal musim panas masih terasa sangat dingin. Jika cuaca mulai cerah selama minggu pertama liburan saya, saya ingin terlebih dulu tidak melewatkan sinar matahari dan harus pergi ke pantai. Di TV, pembaca acara cuaca telah menyebutkan matahari akan bersinar sepanjang hari. Baiklah, saya akan masuk Islam pada hari berikutnya.

Keesokan paginya langit tampak abu-abu, dengan hembusan angin dingin bertiup di luar jendela kamar saya. Rasanya Tuhan telah memutuskan, inilah saatnya, dan saya tidak bisa menunggu lagi. Saya pun mandi wajib (ghusl), mengenakan pakaian bersih, kemudian melompat ke mobil dan melaju selama satu jam menuju masjid.

Di masjid, saya mendekati beberapa saudara dan memberitahu mereka tentang keinginan saya menjadi Muslim. Setelah shalat Dhuhur, imam dan beberapa saudara menyaksikan saya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Allhamdulillah.

Yang melegakan saya, semua keluarga dan teman-teman menerima baik masuknya saya ke Islam; mereka semua menerimanya. Saya tidak bisa mengatakan mereka senang, tapi mereka tidak punya perasaan menolak sama sekali.

Tentu saja, mereka tidak dapat memahami semua hal yang saya lakukan, seperti sholat lima kali sehari pada waktu tertentu atau tidak makan daging babi. Mereka berpikir, praktik-praktik ini merupakan kebiasaan aneh yang akan mati dalam perjalanan waktu. Tapi saya akan membuktikan bahwa mereka salah, insya Allah!

Detail: http://www.hidayatullah.com/feature/cermin/read/2015/02/17/39114/fotografer-swedia-ini-pun-masuk-islam-melalui-gejala-alam-1.html

17 February 2015

Maurice Bucaille, Ilmuwan Besar Perancis Peluk Islam Usai Bedah Mumi Firaun





Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana Alquran mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898.

Maurice Bucaille lahir di Perancis. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia belajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Prancis. Kemudian menjadi dokter bedah terkenal dan terpintar yang pernah dimiliki Perancis modern. Namun, cerita keislamannya mampu mengubah hidup dia.

Perancis terkenal sebagai negara yang tertarik dengan arkeologi dan budaya. Di akhir 80an, Perancis meminta Mesir untuk mengirimkan mumi Firaun untuk dilakukan serangkaian eksperimen dan penelitian.

Akhirnya mumi penguasa Mesir terkenal tersebut akhirnya tiba di Perancis. Mumi itu kemudian dipindahkan ke ruangan khusus di Monument Center. Para arkeolog, ahli bedah dan ahli anatomi mulai melakukan studi tentang mumi ini dalam upaya untuk menyelidiki misteri Firaun.

Dokter bedah senior dan ilmuwan yang bertanggung jawab atas studi tentang mumi Firaun adalah Profesor Maurice Bucaille. Sementara proses restorasi mumi berjalan, Maurice Bucaille sibuk dengan pikirannya. Dia mencoba untuk menemukan bagaimana Firaun ini meninggal.

Saat larut malam, ia menemukan penyebabnya. Sisa-sisa garam yang terjebak dalam tubuh mumi itu adalah bukti bahwa ia meninggal karena tenggelam dan mayatnya segera diangkat dari laut.

Terlihat jelas juga bahwa para pendeta Mesir kuno buru-buru mengawetkan tubuh Firaun tersebut. Tapi Maurice bingung dengan sebuah pertanyaan, bagaimana tubuh ini–dengan mengesampingkan tubuh mumi lainnya dari Mesir kuno– tetap utuh hingga sekarang meskipun tubuhnya pernah tenggelam di laut.

Maurice sibuk memikirkan hal tersebut ketika seorang koleganya mengatakan tidak usah terlalu dipikirkan karena dalam Islam disebutkan bahwa Firaun ini memang tenggelam.

Pada awalnya, dia sangat tidak yakin dan menolak pernyataan tersebut. Dia mengatakan penemuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui peralatan komputer canggih dan modern.

Maurice bertambah tercengang setelah koleganya yang lain mengatakan bahwa Alquran, kitab suci yang dipercaya muslim, menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan mengatakan tubuh tersebut akan tetap utuh meskipun ia telah tenggelam.

Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana kitab suci umat Islam ini mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898. Selain itu Alquran juga baru diturunkan kepada umat Islam selama lebih dari 1400 tahun setelah peristiwa tenggelamnya Firaun. Mengingat juga sampai beberapa dekade lalu seluruh umat manusia termasuk muslim tidak tahu bahwa orang Mesir kuno mengawetkan firaun mereka?

Maurice Bucaille terjaga sepanjang malam menatap tubuh Firaun, berpikir mendalam soal kitab Alquran yang secara eksplisit mengatakan bahwa tubuh ini akan utuh setelah tenggelam.

"Bisakah dipercaya nabi Muhammad SAW tahu tentang ini lebih dari 1.000 tahun yang lalu ketika saya baru saja mengetahu hal itu?" pikir Maurice.

Pikiran Maurice malam itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan keheranan tentang kitab suci umat Islam. Mumi tersebut akhirnya dikembalikan ke Mesir.

Jatuh Cinta dengan Alquran

Tapi, karena ia sudah tahu tentang kisah Firaun versi muslim, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Kebetulan saat itu di Arab Saudi diadakan konferensi medis yang dihadiri banyak ahli anatomi muslim.

Di sana, Maurice memberitahu mereka tentang penemuannya, yaitu bahwa tubuh Firaun itu tetap utuh bahkan setelah ia tenggelam. Salah satu peserta konferensi membuka Alquran dan membacakan surat Yunus ayat 92 yang menceritakan kisah bagaimana tubuh Firaun diangkat dari dasar laut dan atas izin Allah, tubuh itu akan utuh agar menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir sesudahnya.

Dalam kegembiraannya setelah dibacakan ayat tersebut, Maurice berdiri di hadapan para peserta konferensi berkata, 'Aku telah masuk Islam dan percaya pada Alquran ini'.

Saat kembali ke Perancis, Maurice Bucaille menghabiskan 10 tahun melakukan studi tentang kesesuaian fakta-fakta ilmiah saat ini dengan yang disebutkan dalam Alquran. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alquran tidak pernah bertentangan dengan satupun fakta ilmiah.

Dia kemudian menulis buku tentang Alquran yang menghebohkan seluruh negara-negara Barat, dengan judul, "The Bible, The Qur'an and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge."

Buku tersebut sangat laris dan bahkan ratusan ribu eksemplar telah diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Persia, Turki dan Jerman. Bahkan tersebar ke hampir semua toko buku di seluruh dunia.

"Sisi ilmiah dari Alquran telah mengejutkan saya sejak awal, karena pikiran saya belum pernah melihat begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang disuguhkan secara akurat. Itu semacam cermin bagi ilmu pengetahuan yang sudah ditulis dalam buku-buku ilmiah selama ini padahal ilmu tersebut sudah ada lebih dari 13 abad yang lalu," sepenggal catatan kata pengantar Maurice dalam bukunya. (Sumber: Onislam.net)



--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

14 February 2015

Ketidakadilan yg dianut media barat

Media AS yang Hipokrit dan Bahaya Radikalisasi dalam Kasus Penembakan 3 Muslim

Tidak seperti Muslim yg disuruh berlaku adil walau kepada kaum yg dibenci (secara agama) sekalipun.

Jamuan (Al-Mā'idah):8 - Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Washington DC - Media-media di Amerika Serikat terkesan enggan memberitakan peristiwa penembakan tiga warga muslim di Chapel Hill, North Carolina, AS. Awalnya tidak banyak media yang memberitakan peristiwa tersebut. Setelah peristiwa tersebut menjadi pembicaraan yang luas di media sosial, barulah media-media mainstream di AS memberitakannya.

“Memang ada double standard di media-media mainstream di Barat. Media dikuasai oleh kelompok tertentu yang punya kepentingan ideologi dan ekonomi. Secara ideologi mereka tidak setuju dengan masyarakat muslim. Secara ekonomi juga masyarakat muslim belum terlalu solid,” kata tokoh muslim Indonesia di AS, Muhammad Shamsi Ali, kepada detikcom, Jumat (13/2/2015).

Menurutnya, sikap media yang hipokrit ini justru semakin memperburuk hubungan antara dunia Barat dengan dunia Islam dan semakin menyuburkan radikalisme. Pasalnya, ketidakimbangan dalam pemberitaan itu memicu ketidakpuasan dan kemarahan di kalangan masyarakat Islam.

“Salah satu penyebab utama radikalisme adalah ketidakimbangan pemberitaan di media-media Barat. Ketika orang Islam melakukan sesuatu yang kurang baik, mereka mengeksposnya besar-besaran. Tapi ketika orang Barat yang melakukan dan orang Islam yang menjadi korban, media diam. Itu membuat orang Islam marah, sehingga wajar jika ada teori konspirasi yang tumbuh bahwa Barat ingin menghancurkan
Islam,” kata Ustad Shamsi.

Menurutnya, ketidakimbangan dalam pemberitaan itu terlihat di banyak kasus yang lain. Misalnya, dalam salah satu forum interfaith dialogue di New York, salah seorang petinggi media mempertanyakan kepada Ustad Shamsi mengapa masyarakat muslim tidak mengutuk kasus Charlie Hebdo.

“Saya katakan padanya bahwa para tokoh muslim mengutuk peristiwa tersebut. Hanya saja media tidak banyak memberitakan sehingga dipersepsikan seolah-olah kita ini diam saja. Seolah-olah kita ini tidak mengutuk ekstremisme. Padahal faktanya kita mengutuk keras ekstremisme,” ucapnya.

Untungnya, lanjut dia, saat ini ada media sosial yang bebas kepentingan dan lebih imbang dalam menilai suatu peristiwa. Setelah penembakan di Chapel Hill ramai dibicarakan di media sosial, akhirnya media mainstream mau tak mau ikut memberitakan.

“Setelah peristiwa itu menjadi trending topic, akhirnya media-media mainstream memberitakan meskipun tetap kelihatan enggan. Pemberitaannya juga terkesan menyudutkan masyarakat Islam,” kata pria yang aktif mengampanyekan dialog antar-agama ini.

http://news.detik.com/read/2015/02/13/210921/2832856/1148/media-as-yang-hipokrit-dan-bahaya-radikalisasi-dalam-kasus-penembakan-3-muslim

13 February 2015

Dasar sinting PM India Nerendra Modi Jadi Sesembahan

Dasar sinting. Untung di batalkan

PM India Nerendra Modi Batal Jadi Sesembahan Kuil di Gujarat

Hidayatullah.com–Pihak berwenang di wilayah Gujarat, India, menghancurkan sebuah kuil Hindu yang dibangun untuk menyembah Narendra Modi, perdana menteri India yang dianggap dewa oleh pengagumnya.

Ratusan pengikut Modi di Rajkot mengumpulkan dana untuk membangun kuil yang di dalamnya terdapat patung perdana menteri India itu sebagai dewa sesembahan. Di atas kuil Hindu itu dibuatkan pula semacam kincir angin yang berbentuk seperti bunga teratai, simbol dari partai nasionalis India Bharatiya Janata (BJP), lansir Reuters.

Sebelumnya pada hari Rabu (11/2/2015) Modi menyatakan terkejut bahwa ada sebagian pengagumnya yang mendirikan kuil tempat memuja dirinya.

Dia mengatakan lewat Twitter bahwa hal tersebut melawan tradisi India.

Tidak terpengaruh dengan reaksi negatif dari Modi, Jayesh Patel, pemimpin kelompok pendiri kuil itu, mengatakan kepada BBC Hindi bahwa kuilnya akan tetap dibuka, tetapi patung Modi akan diganti dengan patung Ibu India.

“Keyakinan kami masih tetap sama, tetapi sekarang tidak ada lagi patung (sesembahan) Modi,” kata Patel dikutip BBC Kamis (12/2/2015).

BBC melaporkan kuil itu berada di desa Kotharia, kampung halaman Modi di negara bagian Gujarat. Letaknya sekitar 210km dari kota terbesar di Gujarat, Ahmedabad.

Sekitar 350 pengagum Modi mengumpulkan uang untuk membangun kuil beratap kubah itu. Awalnya di sana hanya dipajang foto Modi, politisi BJP yang pernah menjadi menteri utama Gujarat dari tahun 2001 sampai akhirnya menjadi perdana menteri. Kemudian pengikutnya menganti foto itu dengan patung sesembahan berwujud Modi seharga 170.000 atau sekitar US$2.724.

“Kami yakin dia adalah reinkarnasi dewa sebab setelah dia menjadi menteri utama Gujarat semuanya berubah menjadi lebih baik,” kata salah satu pemujanya Ramesh Undhad kepada AFP.

Pihak berwenang di Rajkot menghancurkan kuil Modi itu dengan alasan setelah diperiksa bangunannya berdiri di atas tanah milik pemerintah.

Meskipun Modi batal jadi sesembahan di kuil Hindu di Gujarat, tetapi masyarakat di Uttar Pradesh masih ada yang menyembah patung Modi. Politisi itu menjadi sesembahan di sana setela kuil yang awalnya memasang patung Dewa Siwa diganti dengan patung Modi.

Di masyarakat Hindu India, tokoh-tokoh terkenal tidak jarang dijadikan sesembahan oleh para pengagumnya. Di antara adalah Indira Gandi dan bekas bintang film yang menjadi politisi, NT Rama Rao *

Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/02/13/38823/pm-india-nerendra-modi-batal-jadi-sesembahan-kuil-di-gujarat.html

12 February 2015

Ternyata orang Buddha tidak bisa berlaku adil

Beda dengan Muslim, yang diperintah untuk berlaku adil kepada umat lain.

Jamuan (Al-Mā'idah):8 - Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Cuplikan berita :

Muslim Rohingya tidak akan mendapatkan hak pilih sementara dalam referendum di Myanmar, setelah perdana menteri menarik hak pilih sementara menyusul desakan biksu dan warga Buddhis.

Ratusan warga Buddhis dan biksu mereka turun ke jalan memprotes hak pilih bagi warga Muslim pemegang izin tinggal sementara.

Lebih dari satu juta Muslim Rohingya tinggal di Myanmar (Burma), tetapi mereka hingga saat ini tidak pernah mendapatkan pengakuan sebagai warga negara meskipun nenek moyang mereka sudah tinggal di wilayah itu jauh sebelum zaman kolonial Inggris.

Tahun 2010 junta militer Myanmar memberikan “kartu putih” kepada Rohingya yang menunjukkan pemiliknya punya hak pilih.

Pengumuman pencabutan hak pilih itu oleh perdana menteri dilakukan hanya beberapa jam setelah biksu dan warga Buddhis melakukan unjuk rasa.

“Pemegang kartu putih bukanlah warganegara dan mereka yang bukan warganegara tidak memiliki hak ppikih di negara lain,” kata Shin Thumana, seorang biksu Buddha yang berpartisipasi dalam aksi protes itu dikutip BBC Selasa (11/2/2015).

Namun, menurut Shwe Maung, seorang Rohingya yang berhasil menjadi anggota parlemen mewakili daerah pemilihan Arakan (Rakhine), isu hak pilih bagi warga Muslim Rohingya itu baru muncul setelah bentrokan tahun 2012.

Para biksu Buddha berada di garda terdepan menentang warga Muslim di Myanmar. Salah satu tokohnya yang terkemuka adalah biksu Ashin Wirathu, yang belum lama ini mengungkapkan pernyataan kasar tentang utusan khusus PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee.

Bulan Desember lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang mendesak Myanmar memberikan status kewarganegaraan bagi muslim Rohingya, yang sebagian besar hingga saat ini dikategorikan sebagai orang tak memiliki negara.*

Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/02/12/38619/ikuti-tuntutan-biksu-dan-warga-buddhis-myanmar-cabut-hak-pilih-rohingya.html

10 February 2015

Mantab boss : larang perayaan valentine

Good...

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melarang perayaan dan penjualan suvenir valentine.

“Saya melarang perayaan, termasuk penjualan suvenir-suvenir valentine yang bergambar love atau hati,” kata Ramdhan di Balai Kota Makassar, Selasa (10/2/2015).

Menurut dia, perayaan atau pembelian produk tanda hati cenderung hanya mengikuti budaya asing yang tidak sesuai budaya timur.

“Ini mengajak kita ke kesesatan dan mengarah (ke masalah) kesusilaan. Kasih sayang tidak mesti harinya dan dibuat-buat, karena kasih sayang itu tidak ada batasan, apalagi penentuan hari,” tegasnya.

Pihaknya berencana akan mengelar inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah penjual suvenir valentine di Kota Makassar.

“Saya tidak pernah setuju ada Hari Kasih Sayang atau disebut Valentines Day, kita segera sidak,” ujar Ramdhan, yang sapaan akrabnya Danny Pomato itu.*

Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/02/10/38457/walikota-makassar-larang-perayaan-valentine.html

Biarkan saja. Biar mereka punah

Mahkamah Agung Amerika Senin (9/2) menyatakan, tidak akan menghentikan perkawinan sesama jenis berlangsung di negara bagian Alabama

Mahkamah Agung AS hari Senin (09/02/2015), menolak permohonan jaksa agung Alabama untuk menunda keputusan para hakim yang membatalkan larangan negara bagian itu untuk perkawinan sesama jenis.

Keputusan itu secara efektif membuat Alabama negara bagian ke-37 di mana kaum homoseksual dapat kawin secara hukum.

Ketua Hakim Alabama Roy Moore sebelumnya berargumentasi bahwa Alabama tidak harus mengikuti keputusan pengadilan federal yang bulan lalu menyatakan bahwa larangan pernikahan sesama jenis yang berlaku di negara bagian itu tidak konstitusional.

Moore mengatakan, siapapun hakim yang mengeluarkan surat perkawinan sesama jenis dapat menghadapi tindakan hukum dari gubernur negara bagian itu.*

 

 

Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/02/10/38396/ma-amerika-tolak-hentikan-pernikahan-sesama-jenis-di-alabama.html

Hati hati ulah misionaris licik

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nangroe Aceh Darussalam, Ghazali Abbas Adan mendesak pemerintah melalui aparat penegak hukum bersikap tegas kepada para misionaris di Aceh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Ghazali menanggapi kasus-kasus upaya pendangkalan aqidah umat Islam melalui buku-buku berbau kristeniasi yang semakin meluas di kota Aceh. [baca; Penyebaran Buku Berbau Kristenisasi Di Aceh Meluas].

“Masyarakat juga tidak boleh maen hakim sendiri,” tegas mantan anggota DPR RI asal Aceh dari PPP kepada hidayatullah.com, belum lama ini.

Apalagi, lanjut Ghazali, mereka (para pelaku penyebaran buku kristenisasi, red) mengetahui jika Aceh itu merupakan daerah lex spesialissyariat Islam (daerah yang memiliki kekhususan, red).

“Itu kan namanya keangkuhan terhadap suatu daerah yang sudah jelas lex spesialis,” ujar Senator dari Aceh itu.

Maka, kasus kristenisasi melalui penyebaran buku yang terjadi terakhir kali terhadap masyarakat Aceh, menurut Ghazali sudah tepat jika pelakunya harus meninggalkan kota Aceh. Bukan tidak boleh tinggal di Aceh, semua warga non muslim boleh tinggal di Aceh, tetapi lanjutnya, harus mengikuti aturan yang berlaku di kota Aceh sebagai daerah lex spesialis dalam rangka untuk saling menghargai.

“Sebab, tidak dibenarkan melarang warga non-muslim untuk tinggal di Aceh,” imbuhnya.

Ghazali mengambil contoh seperti di tanah Bali. Di mana, ungkapnya, ada aturan yang disebut nyepi di sana dan pada saat itu adzan tidak boleh dikumandangkan atau tidak boleh dijaharkan suaranya. Umat Islam saja menghargai dan mengikuti aturan tersebut.

“Nah, seharusnya di Aceh juga bisa seperti itu, untuk saling menghargai sebagai bagian konsep Bhinneka Tunggal Ika dalam NKRI. Sebagai warga negara yang baik, tolonglah ikuti aturan yang sudah ada di Aceh,” ujar Ghazali berharap.*


Detail: http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/02/10/38392/aparat-diminta-tindak-tegas-misionaris-di-aceh.html

07 February 2015

Masa mayat di sembah ?

Orang gila..,

Mumi seorang biksu di Mongolia pekan lalu mengejutkan dan membingungkan orang-orang yang menemukannya.

Pemeriksaan forensik sedang dilakukan atas mayat biksu tersebut, yang ditemukan dibungkus dengan kulit hewan di Mongolia tengah-utara.

Para ilmuwan belum memastikan bagaimana bisa mayat biksu itu tidak rusak, meskipun mereka menduga iklim Mongolia yang sangat dingin bisa jadi penyebab mengapa jasad mayat itu terawetkan.

Namun, Dr. Barry Kerzin, seorang dokter dari pemimpin spitritual Buddha Tibet tertinggi, Dalai Lama, kepada Siberian Times mengatakan bahwa biksu tersebut berada dalam posisi meditasi langka yang disebut “tukdam”.

“Jika meditator itu bisa bertahan dalam posisi meditasinya itu, dia bisa menjadi Buddha,” kata Dr. Kerzim dikutip BBC (4/2/2015).

Mumi biksu itu ditemukan setelah dicuri oleh seorang pria yang berencana akan menjualnya di pasar gelap.

Polisi Mongolia telah menangkap pencuri itu dan mumi biksu tersebut disimpan dan dijaga di Pusat Keahlian Forensik Nasional.

Identitas dari biksu yang jasadnya terawetkan itu tidak jelas. Namun, ada dugaan bahwa dia adalah guru Lama Dashi-Dorzho Itigilov, yang dulu mayatnya juga ditemukan dalam keadaan serupa.

Tahun 1927, Itigilov –yang berasal dari Buryatia yang ketika itu masuk wilayah Uni Soviet– konon berpesan kepada murid-muridnya bahwa dia akan segera mati dan mereka harus membongkar kembali kuburnya 30 tahun kemudian.

Lama itu kemudian duduk dalam posisi bunga teratai, dia mulai bermeditasi, lalu wafat.

Ketika mayatnya digai lagi, legenda setempat mengatakan bahwa jasadnya masih utuh.

Karena takut dengan pemerintah Uni Soviet, murid-murid pengikutnya kemudian menguburkan kembali jasadnya. Kubur itu tetap demikian sampai tahun 2002, ketika makamnya digali kembali dan mayatnya ditemukan masih terawetkan.

Jasad lama itu kemudian dipindah ke sebuah kuil Buddha dan disembah-sembah untuk keabadian.*

Sumber: http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/02/05/38184/disembah-untuk-keabadian-mumi-biksu-nyaris-dijual-ke-pasar-gelap.html

21 January 2015

Bahaya Valentine Day

Dalam rangka membentengi umat dari bahaya kemaksiatan Hari Valentine... DVD AKU KAMU CINTA DAN PERGAULAN kini diskon 30%. Harga awal Rp 50.000 kini turun menjadi Rp 35.000 sampai dengan akhir Bulan Februari. Penasaran dengan isinya? Yuk, segera pesan dengan format berikut ini: 

Nama:
Alamat: 
No. HP: 
Judul DVD: 
Jumlah: 
Telp: (021) 888 555 62
SMS: 0818 31 6264 

*HARGA BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM JNE



--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

BUKU PERBANDINGAN AGAMA : PAULUS SANG PENDIRI AGAMA KRISTEN

​Mengapa ajaran agama Kristen ini demikian jauh berbeda dengan apa yang ingin disampaikan oleh Al-Qur'an tentang nabi Isa as? Baca selengkapnya di Buku "PAULUS SANG PENDIRI KRISTEN" karya Hj. Irena Handono. Insya Allah tulisan-tulisan berikutnya dalam buku ini akan menjelaskan mengapa terjadi perbedaan itu, bagaimana perbedaannya dan siapa yang membuatnya.
Harga Rp.35.000 (sudah diskon 30% bagi pemesan PO sblm 22 Jan)
Silahkan memesan dengan sistem PO:

Format Order:
-Nama:
-Alamat Lengkap: (JL.Kec.Kab.Prop)
-No HP
Kirim ke:
SMS: 0818316264
Telp. 021-88855562

*Harga belum termasuk ONGKIR JNE.




--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

11 April 2014

Stephanie Roy Hidayah Datang Kala Puasa Ramadhan (2-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih
Peralihan keyakinannya sempat ditentang para kerabat.

Ia pun kemudian kenal dengan seorang pria Muslim. Hubungan mereka pun semakin dekat dan Stephanie kemudian berkata pada teman-temannya ia mulai tertarik untuk mempelajari Islam, meski tidak begitu serius.

Ternyata, ia justru ditarik dan terus didukung untuk masuk Islam oleh berbagai aliran Islam yang ada di kampusnya. Pertentangan kemudian muncul dari kawan-kawannya yang non-Muslim.

Mereka berkata pada Stephanie Islam itu berat dan ia tak akan sanggup menjalankan ibadah-ibadahnya, terutama berpuasa.
Ia pun bingung dan kemudian berkata akan menunggu selama tiga tahun untuk memantapkan dirinya ingin masuk Islam atau tidak.

Proses pencarian

Dalam tiga tahun tersebut, ia berusaha memahami apa inti dari ajaran Islam dan perbedaan berbagai aliran di dalamnya.
Dalam masa tersebut, ia mencari apa yang selama 23 tahun ini tidak ada dalam hidupnya dan apa yang akan melengkapi hidupnya di masa depan.

Tapi, dalam masa belajarnya untuk mengenal Islam, ia tetap bisa melanjutkan kuliah dan bisa meyakinkan orang tuanya ia akan memilih Islam suatu hari nanti.

Dalam tahun pertama, ia ditantang kawan-kawannya yang non-Muslim untuk berpuasa Ramadhan. Ia pun menyanggupinya.
Ia berpuasa dari pagi hari hingga senja pada hari pertama. “Namun, saat itu aku malah berbuka dengan bir dan burger bacon yang terbuat dari daging babi asap,” katanya.

Masa tantangan pun berlanjut hingga sebulan penuh dan Stephanie pun menyanggupinya. Tantangan yang tadinya hanya sebuah hal yang tidak serius, kemudian justru memberikan perubahan yang sangat berarti padanya.

Setelah 30 hari berpuasa, ia merasakan perubahan pada tubuhnya dan sadar puasa bukan membuat tubuhnya lemah meski tidak makan dalam waktu lama, justru membuat tubuhnya menjadi bertambah kuat.
“Saat itu, mungkin saya belum yakin sepenuhnya pada Islam, tapi saya yakin dengan kekuatan Ramadhan,” katanya.

Pembelajarannya tentang Islam terus berlanjut, hingga sampai pada Ramadhan kedua. Saat itu, ia sadar, ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian pada Islam.

“Saat itu, saya yakin Allah telah memberikan petunjuk pada saya untuk datang pada Islam,” katanya. Namun, ia belum mantap sepenuhnya.

Ia justru berdoa setiap malam agar Allah menunjukkan dengan jelas apakah ia akan masuk Islam atau tidak.
Hal ini karena kawan-kawannya yang Muslim ingin ia segera masuk Islam, sedangkan kawannya yang non-Muslim selalu mencegahnya.

Hingga, pada Ramadhan ketiga ia baru menemukan hidayah. Selepas berbuka puasa, pada 28 Juli 2012 ia pun akhirnya mengucapkan syahadat.

Tak ada pihak lain yang bisa menghalanginya untuk menapakkan kaki di jalan kebenaran. Ia pun yakin dengan kata-kata yang diucapkannya tersebut, “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.''

source : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/04/10/n3smig-stephanie-roy-hidayah-datang-kala-puasa-ramadhan-2habis

Stephanie Roy Hidayah Datang Kala Puasa Ramadhan (1)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih
Peralihan keyakinannya sempat ditentang para kerabat.
Perempuan yang tinggal di Kanada ini ingin benar-benar paham dengan apa yang akan dipilihnya. Begitu juga dengan Islam.
Ia tak langsung masuk dan menjadi bagian darinya sebelum ia benar-benar berkenalan dengan Risalah Samawi itu dan apakah Islam akan cocok dengan dirinya atau tidak.

Dari laman aquila-style, ia menceritakan pengalamannya hingga mantap memilih Islam. Kisahnya diawali ketika keraguan mulai muncul padanya dan ia mendapatkan pertanyaan, “Bagaimana caranya aku bisa hidup di sini?”

Kegelisahan pada eksistensi dirinya muncul sejak ia membaca novel berjudul The Alchemist karangan Paulo Ceolho. Ia membaca novel tersebut berulang-ulang.

Ia sangat tertarik pada gambaran karakter di dalamnya yang saat menghadapi kesulitan tetap berjalan teguh pada satu tujuan dan tidak memedulikan situasi ataupun yang menjadi penghalangnya. “Saat membacanya, aku kemudian tersadar, rasanya kepala ini dipukul dengan hebatnya,” katanya.

Ia kemudian mengingat nasibnya sekitar 10 tahun lalu. Saat itu, kehidupannya jauh berbeda dengan sekarang.
Ia tak lancar berbahasa inggris dan tinggal dengan ibunya di sebuah kota kecil di Kanada bagian timur. Saat itu, cita-citanya adalah menjadi seorang aktris atau penyanyi terkenal.

Kehidupan yang dijalaninya kini jauh berbeda dengan yang dicita-citakannya. Ia telah memegang gelar sarjana dalam ilmu bahasa dan menjalani kehidupan sukses di ibu kota Kanada.

Dalam masa kesuksesannya tersebut, ia dipertemukan dengan novel The Alchemist yang membuat kehidupannya jauh lebih sukses dari sebelumnya secara spiritual.

Tidak tertarikSebelumnya ia tak tertarik dengan Islam. Ia menganggap Islam adalah agama bagi orang-orang gila yang rela membunuh demi apa yang disembahnya tersebut. Ketika ia duduk di bangku kuliah dan mempelajari tentang Perang Salib, pikirannya menjadi terbuka.

Meski selama ini ia dibesarkan di lingkungan gereja Katolik, kisah Perang Salib ini dianggapnya sebagai tindakan ekstremis dari agamanya dan tidaklah benar. “Aku sendiri sebenarnya percaya hanya ada satu Tuhan,” katanya.

Ia sendiri selalu percaya dengan adanya Tuhan. Tapi, ia tak menemukan agama yang pas untuk diyakini. Ia kemudian mencoba berbagai agama dan berbagai bentuk paganisme.
Satu hal yang ia percaya hanyalah ia bisa hidup di dunia ini karena adanya Tuhan, tapi ia tak tahu Tuhan yang mana.

“Saya terus mencari, tapi tidak pernah menemukan agama mana yang ingin saya pegang dan akhirnya saya pun menyerah. Pilihan saya adalah menjadi agnostik, percaya dengan adanya Tuhan, tapi tidak menentukan satu agama sebagai kepercayaannya,” jelasnya.

Hingga, keputusan tersebut mulai berubah ketika ia membaca novel The Alchemist. Ia sangat tertarik dengan bab-bab pertama dalam buku tersebut yang mengenalkan tanda-tanda adanya Allah.

05 June 2012

Turki Terjemahkan Injil Berusia 1.500 Tahun

Selasa, 05 Juni 2012, 00:28 WIB
Alarabiya
Turki Terjemahkan Injil Berusia 1.500 Tahun
Naskah injil yang ditemukan di Turki bertuliskan bahasa Syriac dialek Aram.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA --  Sebuah media di Timur Tengah Alarabiya melaporkan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia 1.500 tahun.

Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.

Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.

Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.

Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal.

Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.
St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.

Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.

"Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad," Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.

Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Gita Amanda

04 June 2012

George Wenur, Tersentuh Azan di Tepi Israel (I)


Selasa, 29 Mei 2012, 10:31 WIB
twitter
George Wenur, Tersentuh Azan di Tepi Israel (I)
George Wenur

REPUBLIKA.CO.ID, Hawa dingin Perth, Australia mengantarkan Republika bertemu seorang general manajer hotel terkemuka di kota tersebut, Rabu (23/5). Dia adalah George Wenur yang kini menjadi nahkoda King's Hotel Perth. Sosok enerjik ini bukan pemain baru di dunia perhotelan. Bersama manajemen hotel Four Season, dia sudah melanglang buana mengelola bisnis yang satu ini.

Selidik punya selidik, penggemar motor gede Harley Davidson ini ternyata seorang mualaf. Sebenarnya dia terlahir sebagai seorang katolik. Namun demikian George menghabiskan masa kecilnya di lingkungan Islam. Di tumbuh di sekitar Masjid Al Falah, Surabaya. Sejak masa kecil itulah sebenarnya dia sudah mulai kontak dengan Islam.

Setamat dari SMA Santa Maria Surabaya, dia kemudian meneruskan kuliah perhotelan di Swiss. Setelah tiga tahun kuliah, George yang lahir 4 Oktober 1960 ini kemudian terjun ke dunia kerja. Setelah beberapa saat mencoba kerja di hotel, pada tahun 1986 dia ingin mencoba dunia baru dengan bekerja di kapal pesiar asal Italia. Dari sinilah kisah hidupnya berubah.

Saat mulai bekerja di kapal, dia berkawan dengan seorang warga Iran dan warga Irak. Bersama kedua orang ini dia sering berbincang soal Islam. Sebelum di kapal, dia juga pernah punya teman kerja di Venesia bernama Samir. Warga Irak ini menjadi teman satu kamar George saat tinggal di kota tersebut.

Setelah sembilan bulan kerja di kapal, kejadian tidak lazim mendorongnya membuat perubahan besar dalam hidup. Saat itu, kapal tempatnya bekerja melintas di sekitar perairan Ashdod, yang diduduki Israel.

Kapal ini memang melayani rute wisata menyusur Laut Mediterania. Kota Ashdod menjadi salah satu titik persinggahannya. Jadi, dalam setiap rute perjalanan mengelilingi Mediterania, George singgah di kota tersebut.

Di bulan kesembilan kerja di kapal itulah dia mendengar suara azan dari speaker kapal saat posisinya berada dekat perairan Ashdod. Dia berpikir, suara azan itu diputar oleh petugas radio komunikasi kapal. Namun George tidak lantas begitu percaya pada sangkaannya itu. Dia cek ke petugas radio komunikasi.

"Tapi ternyata mereka mengatakan tidak membunyikan siaran azan," ujar George. Saat itu kira-kira tiba waktunya untuk shalat shubuh. Karena tidak ada yang menyiarkannya, suara azan ini pun mengundang rasa penasaran yang sangat besar. George berpikir keras untuk menemukan asal muasal panggilan azan tersebut.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Irfan Junaidi

Translate it by Google Translator