19 January 2008

Direktur Itu Bersyahadat


Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 05 Januari 2008
Akhirnya, "wanita menyebalkan"  dengan tertawanya yang lepas dan bersuara keras  itu mengucapkan dua kalimah syahadat dan memeluk Islam
 
Oleh: M. Syamsi Ali
Ketika pertama kali mengikuti kelas the Islamic Forum, wanita ini cukup menyebalkan sebagian peserta. Pasalnya, orangnya seringkali tertawa lepas, bersuara keras dan terkadang dalam mengekpresikan dirinya secara blak-blakan. Bahkan tidak jarang di tengah-tengah keseriusan belajar atau berdiskusi dia tertawa terbahak. Hal ini tentunya bagi sebagian peserta dianggap kurang sopan.
Theresa, demikian dia mengenalkan dirinya, sangat kritis dan agresif dalam menyampaikan pandangan-pandangannya. "From what I've learned I do believe Islam is the best religion", katanya suatu ketika. "but why women can not express themselves freely as men?, lanjutnya.
Dalam sebuah diskusi tentang takdir dan bencana alam, tiba-tiba Theresa menyelah "wait..wait…what? I don't think God will allow people to suffer". Ternyata maksud Theresa adalah bahwa Allah itu Maha Penyayang dan tidak mungkin akan menjadikan hamba-hambaNya menderita. Dia menjelaskan bahwa tidak mungkin bisa disatukan antara sifat Allah Yang Maha Pemurah dan penyayang dan bencana alam yang terjadi di berbagai tempat.
Biasanya saya memang tidak terlalu merespon secara serius terhadap pertanyaan atau pernyataan si Theresa tersebut. Saya tahu bahwa dia memang memiliki kepribadian yang lugas dan apa adanya, dan sangat cenderung untuk merasionalisasi segala hal. Belakangan saya tahu bahwa Theresa dengan nama akhir (last name) Gordon, ternyata adalah direktur sebuah rumah sakit swasta di Manhattan. Kedudukannya itu menjadikannya cukup percaya diri dan berani dalam mengekspresikan dirinya.
Namun dalam tiga minggu sebelum Ramadan lalu, terjadi perubahan drastis pada sikap dan cara bertutur kata Theresa. Kalau biasanya tertawa terbahak apa adanya, dan bahkan tidak ragu-ragu memotong pembicaraan atau penjelasan-penjelasan saya dalam diskusi-diskusi di kelas, kini dia nampak lebih kalem dan sopan. Hingga suatu ketika dia bertanya: "Is it true that Islam does not allow the women to laugh loudly?" Saya mencoba menjelaskan kepadanya: "It depends on its context" jawabku.
"Some women or people laugh loudly for no reasons but an expression of bad attitude. But some others do laugh because that is their nature", jelasku.
Maksud saya dalam penjelasan tersebut, jangan-jangan Theresa sering tertawa keras dan apa adanya memang karena tabiatnya. Bukan karena prilaku yang salah. Kalau memang itu sudah menjadi bagian dari tabiatnya, tentu tidak mudah merubahanya. Sehingga kalau saya terfokus kepada masalah ketawa, jangan-jangan dia terpental dan lari dari keinginannya untuk belajar Islam.
Suatu hari Theresa meminta waktu kepada saya setelah kelas. Menurutnya ada sesuatu yang ingin didiskusikan. Setelah kelas usai saya tetap di tempat bersama Theresa. "I am sorry Imam" katanya. "Why and what is the reason for the apology?", tanyaku. "I think I've been impolite in the class in the past", katanya seraya menunduk. "Sister Theresa, I have been teaching in this class for almost 7 years. Alhamdulillah, I've received many people with many backgrounds. Some people are very quite and some others are the opposite", jelasku. "But I always keep in mind that people have different ways of understanding things and different ways of expressing things", lanjutku.
Saya kemudian menjelaskan kepadanya karakter manusia dengan merujuk kepada para sahabat sebagai contoh. Di antara sahabat-sahabat agung Rasulullah SAW ada Abu Bakar yang lembut dan bijak, tapi juga ada Umar yang tegas dan penuh semangat. Ada Utsman yang juga lembut dan sangat bersikap dewasa, tapi juga ada Ali yang muda tapi tajam dalam pandangan-pandangannya. "Even between themselves, they often involved in serious disagreement", kataku. Tapi mereka salaing mamahami dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada.
"Do you think I will be able to change?", tanyanya lagi. Saya berusaha menjelaskan bahwa memang ada hal-hal yang perlu dirubah dari cara bersikap dan bertutur kata, dan itu adalah bagian esensial dari ajaran agama Islam. Tapi di sisi lain, saya ingin menyampaikan bahwa dalam melakukan semua hal dalam Islam harus ada pertimbangan prioritas. "I am sure, one day when you decide to be a Muslim, you will do so", motivasi saya. "But don't expect to change in one day", lanjutku.
Hampir sejam kami berdialog dengan Theresa. Ternyata umurnya sudah mencapai kepala 4. Bahkan Theresa adalah seorang janda beranak satu wanita dan sudah menginjak remaja.
Hari-hari Theresa memang sibuk Sebagai direktur rumah sakit di kota besar seperti Manhattan, tentu memerlukan kerja keras dan pengabdian yang besar. Tapi hal itu tidak menjadikan Theresa surut dari belajar Islam. Setiap hari Sabtu pasti disempatkan datang walaupun terlambat atau hanyak untuk sebagian waktu belajar.
Sekitar dua minggu sebelum Idul Adha, Theresa datang ke kelas sedikit lebih awal dan nampak berpakaian rapih. Selama ini biasanya berkerudung untuk sekedar memenuhi peraturan mesjid, tapi hari itu nampak berpakaian Muslimah dengan rapih. "You know what, I've decided to convert", katanya memulai percakapan pagi itu. "Alhamdulillah. You did not decide it Sister!", kataku. "When some one decides to accept Islam, it's God's decision", jelasku.
Beberapa saat kemudian beberapa peserta memasuki ruangan. Saya menyampaikan kepada mereka bahwa ada berita gembira. "A good news, Theresa have decided to be a Muslim today". Hampir saja semua peserta yang rata-rata wanita itu berpaling ke Theresa dan menyalaminya. "So the big lady will be a Muslim?", kata salah seorang peserta. Memang Theresa digelari "big lady" karenanya sedikit gemuk.
Menjelang shalat Dhuhur, saya meminta Theresa untuk mengambil air wudhu. Sambil menunggu adzan Dhuhr, saya kembali menjelaskan dasar-dasar islam secara singkat serta beberapa nasehat kepadanya. Saya juga berpesan agar kiranya Theresa dapat menggunakan posisinya sebagai direktur rumah sakit untuk kepentingan Islam. "Insha Allah!", katanya singkat.
Setelah adzan dikumandangkan saya minta Theresa untuk datang ke ruang utama masjid. Di hadapan ratusan jama'ah, Theresa mempersaksikan Islamnya: "Laa ilaaha illa Allah-Muhammadan Rasul Allah". Allahu Akbar! [www.hidayatullah.com]
New York, December 24, 2007
* Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com 
Share this article


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

2 comments:

faisol said...

terima kasih sharing info/ilmunya...
saya membuat tulisan tentang "Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Ronal said...

Turunnya Al Qur’an - dijelaskan di dalam Alkitab/Injil

AL Kitab-ZAKARIA
3:9 Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua--satu permata yang bermata tujuh--sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

4:2 Maka berkatalah ia kepadaku: “Apa yang engkau lihat?” Jawabku: “Aku melihat: tampak sebuah kandil,dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3 Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya.”

5:1 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang.

5:2 Berkatalah ia kepadaku: “Apa yang engkau lihat?” Jawabku: “Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta.”

Al Qur’an
15. AL HIJR
[15.87] Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.

24. AN NUUR (CAHAYA)
[24.35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Perhatikan kutipan ayat :
dalam Al-Kitab - Zakaria ayat 5:2: “Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta.” ’. sangat mungkin di dalam Alkitab, Tuhan memperlihatkan Al-Qur’an sebagai gulungan kitab yang terbang, dengan panjang dua puluh hasta dan lebar sepuluh hasta seperti jumlah huruf Hijaiyah yang ada di dalam Al-Qur’an
sebanyak 30 huruf)
di dalam Al-Qur’an - Al Hijr ayat 15.87 : ‘Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.’)


- Surat Alkitab dikutip dari www.sabda.org atau langsung ke URL http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=38&intro=pintisari

- , dalam CIRI-CIRI NUBUATAN ZAKHARIA:
Kutipan ulasan dari http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=38&intro=pintisari:

Nubuatan Zakharia dapat dibagi dalam dua bagian (pasal Zak 1-8 dan Zak 9-14). Bagian pertama terdiri dari tujuh penglihatan yang luar biasa, ditambah dengan suatu pemandangan di sidang pengadilan tempat Imam Besar Yosua dituduh oleh Setan. Bagian kedua terutama membahas dua tema, yaitu penghakiman dan penyelamatan: penghakiman untuk orang yang tidak percaya, tetapi penyelamatan bagi umat Allah.

Kutipan ulasan bagian 3:
3. Menafsirkan penglihatan-penglihatan
Ketujuh penglihatan itu sukar untuk ditafsirkan. Beberapa ahli telah mencari arti dari tiap detail penglihatan itu. Tetapi, perhatikan penafsiran yang sangat terbatas yang diberikan oleh para malaikat. Dalam penglihatan yang pertama, kita diberitahukan siapa para penunggang kuda itu; dan semak pohon bunga mungkin saja menggambarkan Israel. Tetapi bagaimana tentang warna-warna kuda? Mengapa kitab gulungan berukuran panjang dua puluh hasta dan lebar sepuluh hasta (Zak 5-2), atau tutup gantang terbuat dari timah (Zak 5-7)?
*****


NABI MUHAMMAD DI DALAM AL-KITAB dan AL-QUR’AN

AL Kitab-ZAKARIA
3:8 Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu--sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.

Al Qur’an
48. AL-FATH (KEMENANGAN)
[48.29] Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

- Surat Alkitab dikutip dari www.sabda.org atau langsung ke URL http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=38&intro=pintisari

- , dalam CIRI-CIRI NUBUATAN ZAKHARIA:
Kutipan ulasan dari http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=38&intro=pintisari:

Nubuatan Zakharia dapat dibagi dalam dua bagian (pasal Zak 1-8 dan Zak 9-14). Bagian pertama terdiri dari tujuh penglihatan yang luar biasa, ditambah dengan suatu pemandangan di sidang pengadilan tempat Imam Besar Yosua dituduh oleh Setan. Bagian kedua terutama membahas dua tema, yaitu penghakiman dan penyelamatan: penghakiman untuk orang yang tidak percaya, tetapi penyelamatan bagi umat Allah.

Kutipan ulasan bagian 3:
3. Menafsirkan penglihatan-penglihatan
Ketujuh penglihatan itu sukar untuk ditafsirkan. Beberapa ahli telah mencari arti dari tiap detail penglihatan itu. Tetapi, perhatikan penafsiran yang sangat terbatas yang diberikan oleh para malaikat. Dalam penglihatan yang pertama, kita diberitahukan siapa para penunggang kuda itu; dan semak pohon bunga mungkin saja menggambarkan Israel. Tetapi bagaimana tentang warna-warna kuda? Mengapa kitab gulungan berukuran panjang dua puluh hasta dan lebar sepuluh hasta (Zak 5-2), atau tutup gantang terbuat dari timah (Zak 5-7)?
*****


http://www.salib.net

Translate it by Google Translator