15 November 2007

Menteri Intergrasi Belanda "Bela" Muslim


Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 15 November 2007
Menteri Urusan Integrasi Belanda, Ella Vogelaar,menyerang anggota parlemen kubu kanan yang sering 'menyerang' kalangan Muslim
ImageHidayatullah.com-- Menteri Urusan Integrasi Belanda, Ella Vogelaar,menyerang anggota parlemen kubu kanan Rita Verdonk, Geert Wilders dan Henk Kamp, saat menyampaikan kebijakannya soal integrasi. Vogelaar mengatakan ketiga politisi itu menimbulkan rasa tidak aman di Belanda dengan ucapan-ucapan keras. Mereka juga menciptakan jurang antara kalangan Muslim dan warga lain.
Ella Vogelaar berpendapat bahwa Verdonk, Wilders dan Kamp tengah 'berlomba-lomba' siapa yang dapat melakukan kebijakan paling keras dalam bidang integrasi dan imigrasi. Ketiga politisi itu makin memperdalam perbedaan antara kelompok-kelompok etnik.
Menurut Biro Perencanaan Sosial Budaya Belanda (SCP) dunia Muslim sangat jauh berbeda dari dunia warga Belanda lainnya. Karena itu Vogelaar berpendapat bahasa keras ketiga anggota parlemen Belanda itu sama sekali tidak mendorong proses integrasi.
Beritikad baik
Vogelaar tidak menyangkal bahwa warga sipil kerapkali merasa terganggu oleh kawula muda Maroko dari daerah permukiman Amsterdam Slotervaart. Vogelaar ingin bertindak keras terhadap mereka dan orangtua mereka.
Tetapi sang menteri tidak ingin menggarisbawahi masalah saja, seperti yang dilakukan Verdonk, Wilders dan Kamp. 'Sebagian besar kelompok pendatang beritikad baik. Mereka harus mendapat peluang berkembang dan berintergrasi di masyarakat Belanda,' kata Vogelaar. Ia juga merujuk pada laporan SCP.
Di situ antara lain tertera bahwa kaum pendatang semakin berpendidikan bagus, mempunyai pekerjaan atau usaha sendiri dan semakin jarang mencari calon mitra hidup di negeri asal.
Menjawab serangan
Verdonk, Wilders dan Kamp langsung menjawab serangan Vogelaar terhadap mereka. Verdonk menyangkal tuduhan bahwa kritiknya terhadap Islam memukul rata semua warga pendatang. 'Banyak sekali orang Muslim yang jadi', kata Verdonk. Tetapi citra buruk kawula muda Maroko adalah salah mereka sendiri.
"Saya tidak bertangggungjawab atas kelakuan buruk mereka," ujar mantan Menteri Urusan Integrasi Verdonk.
Ucapan Vogelaar bahwa bahasa keras ketiga politisi itu menimbulkan rasa tidak aman ditertawakan Verdonk.
"Selama hidup ini saya sering mendengar ucapan-ucapan yang bodoh, tapi ucapan anda ini tiada taranya."
Sementara Wilders mengatakan, "Saya tidak mengatakan bahwa semua Muslim itu rusak. Tapi saya tidak perduli komentar mereka tentang ucapan-ucapan saya. Saya baru saja mulai."
Mantan Menteri Imigrasi Belanda Rita Verdonk, dikenal karena kebijakan-kebijakan kerasnya. Sebelum ini, ia pernah mengusulkan kalangan parlemen Belanda untuk melarang burqa.
Parlemen Belanda yang sebagian besar berasal dari partai beraliran tengah-kanan. Alasannya burqa dianggap mengganggu ketertiban umum, warga dan keselamatan.   
Dari populasi total warga Belanda, sekitar Sekitar 6 persen adalah kaum Muslim. Namun, mereka masih mendapat perlakuan tidak adil. [rnl/hid/www.hidayatullah.com]


Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

No comments:

Translate it by Google Translator