01 May 2012

Kaci Starbuck Bingung, Mengapa Harus Dibaptis Dua Kali (1)

Rabu, 25 April 2012, 18:56 WIB
Blogspot.com
Kaci Starbuck Bingung, Mengapa Harus Dibaptis Dua Kali (1)
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Kaci Starbuck tumbuh dan besar dalam lingkungan gereja. Ia rajin menghadiri sekolah minggu semenjak masih kanak-kanak.

Bahkan, ia sudah dibaptis sejak bocah. "Pemahamanku tentang ajaran Kristen waktu itu adalah keharusan seorang anak untuk dibaptis. Sebab, jika anda tidak dibaptis, maka anda masuk neraka," kenangnya.

Pemahaman itu tidak terlepas dari dorongan ayahnya yang seorang diaken, pelayan gereja. Ia pun memutuskan untuk dibaptis setelah menghadiri sekolah minggu.

Sebelum melalui proses itu, seorang pendeta bertanya padanya, mengapa dirinya menginginkan melakukan pembaptisan? "Aku jawab. Karena aku mencintai Yesus, dan aku tahu Yesus mencintaiku," tutur Kaci.

Selama bersinggungan dengan gereja, Kaci boleh dibilang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Untuk perempuan seusianya, hal itu terbilang langka. Begitu aktifnya, hingga ia mendapat julukan "Putri Gereja".

Suatu malam, dalam aktivitas keagamaan, Kaci mendengar seorang pria tengah berbicara tentang pertemuan pertama dengan istrinya. Istrinya itu berasal dari luar AS. Ada satu kesulitan kala ia tengah berkencan. Ia tidak dapat bersentuhan secara fisik seperti memegang tangan dengannya sebelum pernikahan. "Bagiku, cerita itu sangat menarik. Sangat indah untuk berpikir ada komitmen yang sudah dibuat sebelum melangkah lebih jauh," kenang dia.

Beberapa tahun kemudian, orang tua Kaci bercerai. Kepercayaan dirinya terhadap agama mulai goyah. Menurut keyakinan Kaci, ayah dan ibunya merupakan pasangan yang sempurna. Keduanya merupakan aktivis gereja yang aktif dalam setiap kegiatan keagamaan.

Saat itulah, Kaci memutuskan untuk menetap bersama sang ayah, sedangkan dua adiknya mengikuti ibunya, "Aku bertanya-tanya tentang surat Injil Korintus 1:13 tentang cinta dan amal. Mengapa hal itu tidak terjadi pada keluargaku?" tanya dia.

Dalam waktu tiga tahun, akhirnya Kaci pindah ke rumah ibunya. Saat itu pula, Kaci tahu bahwa ibunya tidak lagi ke gereja. Ia menyaksikan bagaimana gereja tidak lagi menjadi prioritas utama. Setelah pindah ke rumah ibunya, Kaci memulai tahun pertamanya di lingkungan baru.

Saat itu, ia bertemu dengan teman sekelas yang ramah. Di hari kedua, Kaci diajak olehnya untuk mengunjungi keluarga dan gerejanya. Ia pun mengiyakan ajakan itu. "Aku begitu terkejut dengan sambutannya. Meski aku seorang yang asing, mereka menyambutku dengan pelukan dan ciuman," kenang Kaci.

9 comments:

Anonymous said...

Pepatah dunia berkata,ada seribu satu jalan menuju ke roma..dan banyak orang berpikir bahwa semua agama sama saja,semua menuju kepada Tuhan...Benarkah demikian? Tuhan itu Esa..Maha Adil…apakah mungkin menyediakan lebih dari satu jalan ke Sorga? Seandainya Tuhan yang Maha Adil menyediakan berbagai jenis jalan yang berbeda,ada jalan yang tingkat kesulitannya tinggi,tingkat sedang,dan ada jalan yang enak/nyaman.Seandainya demikian,maka akan sangat sulit mengukur tingkat prestasi dari masing2 orang yang melewati jalan yang ber beda beda tersebut,dan pasti penilaiannya menjadi sangat tidak adil.Padahal Tuhan Maha Adil...
Kita semua paham,bahwa Jalan ke Sorga / Jalan Kebenaran itu tentunya berupa suatu aturan hukum yang menuntun manusia menuju Sorga yaitu Hukum yang juga berlaku didalam Kerajaan Sorga,atau orang menyebutnya sebagai Firman Tuhan.atau.Dan kita harus yakin bahwa Firman Tuhan itu hanya ada satu satunya,karena sumbernya hanya satu yaitu TUHAN sendiri.Jadi kita harus sepakat,bahwa Jalan Kebenaran hanya ada SATU yaitu Firman Tuhan Sejati. (Firman Tuhan= Sabda Tuhan Yang Hidup=Hukum Tuhan/Hukum yang berlaku di Kerajaan Sorga=Pribadi Tuhan sendiri).

Tugas kita sekarang adalah menemukan satu-satunya jalan ke Sorga yang sebenarnya,karena dunia menawarkan1001 jalan kebenaran,yaitu 1000 jalan kebenaran palsu,dan 1 jalan Kebenaran Sejati (Firman Tuhan).
ke lanjutan 1.

Anonymous said...

Lanjutan 1:
Taurat mencatat,kebenaran palsu (firman tuhan palsu) sengaja diciptakan oleh musuh Tuhan,yaitu iblis untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam menyelamatkan manusia,dengan berbagai jalan kebenaran palsu yang dibuat semirip mungkin dengan Kebenaran Sejati dan dibuat dengan berbagai versi yang ber beda-beda,dan kepada para pengikut kebenaran palsu ini,iblis mampu membuat berbagai mujizat dan pengalaman pribadi secara spiritual dan membawa kesuksesan materi duniawi,karena menurut Taurat, iblis disebut juga sebagai penguasa dunia (terbatas di dunia saja).

Hanya dengan kerendahan hati memohon kepada Tuhan Pencipta Langit dan Bumi maka kita akan diberikan kemurahan,yaitu Hikmat Sorgawi dari Tuhan untuk menemukaan Jalan Kebenaran Sejati.Bagaimana caranya?

Caranya,antara lain,ikuti sejarah awal penciptaan Alam semesta dan penciptaan Manusia sampai kepada keberadaan kita hari ini,secara jelas dan detail tercatat di Taurat dan Injil.
Firman Tuhan (Hukum Kerajaan Sorga) disampaikan kepada manusia (Adam),terus kepada Nuh,selanjutnya kepada Abraham dan diturunkan sampai akhir jaman melalui SATU GARIS KETURUNAN (sesuai Janji Tuhan kepada Abraham)
yaitu melalui Ishak (anak Abraham yang Tuhan janjikan), kepada Yakub (nama lain Yakub adalah Israel),kepada Nabi-nabi bangsa Israel,dan terakhir Yesus Kristus menyempurnakan dalam INJIL dengan cara mengintisarikan semua Firman Tuhan sejak dari Taurat,Kitab para Nabi Israel kedalam Dua Hukum Utama (Hukum Kasih),yaitu: Kasih kepada Tuhan (vertical) dan Kasih kepada sesama manusia (horizontal).tercermin dalam Tanda Salib...Pada Kedua Hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab Para Nabi (sabda Yesus dalam kitab Matius 22:37-40).
ke lanjutan 3.

Anonymous said...

Lanjutan 2:
Melalui TAURAT manusia tidak mampu memahami perkara Sorgawi dan ke Ilahian Tuhan secara memadai,semuanya serba simbolik,misalnya: penyakit kusta = simbul kutukan;makanan haram/halal=simbol ketaatan dalam hal memenuhi kebutuhan hidup (tanpa tahu maksudnya).Tuhan hadir dengan Hukum yang sangat keras (mata ganti mata,gigi ganti gigi,nyawa ganti nyawa)= simbol /mencerminkan bagaimana Tuhan membenci /tidak kompromi dengan dosa,manusia berdosa pasti dihukum di neraka.

Melalui INJIL,Yesus datang mengajarkan hal Kerajaan Sorga dengan bahasa terang seperti kepada sahabatNya sendiri.(menyingkap rahasia Taurat dengan bahasa dan logika manusia) ternyata Inti sari Taurat adalah Hukum Kasih (vertikal & horizontal atau SALIB).Salib = Kasih = Penderitaan (rela menderita bagi orang yang dikasihinya).

Melalui Taurat,Tuhan melarang manusia untuk tidak saling menjahati (supaya tidak ada kejahatan di dunia ini).

Melalui INJIL, Tuhan mendorong agar manusia saling mengasihi dan berbuat kebaikan supaya tidak ada kejahatan didunia ini (hidup dibumi seperti di Sorga).
Dapat disimpulkan,melalui Injil Yesus Kritus,Tuhan telah berbicara dengan bahasa terang bahwa dengan menegakkan Hukum Kasih (Hukum Kerajaan Sorga) maka kejahatan dan dosa ditaklukkan / tidak berdaya lagi..,dan genaplah Firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. (1 Korintus 15:54b-56).
ke lanjutan 3

Anonymous said...

Lanjutan 3:
Melalui INJIL Tuhan menegaskan ,bahwa Hukum Kasih itu adalah dasar daripada Hukum Taurat,artinya kalau sudah melakukan Hukum Kasih sudah sama dengan melakukan Hukum Taurat,contohnya: Taurat katakan :jangan membunuh ( orang yang memiliki kasih tidak akan membunuh); Jangan berzinah (orang yang memiliki kasih tidak akan berzinah dengan pasangan orang lain/ anak orang lain);Jangan berdusta (orang yang memilik kasih tidak akan mendustai sesamanya),…dst.

Hanya orang yang menerima Taurat dan INJIL yang paham semua persoalan tersebut,karena ia memahami karakter Tuhan yaitu: panjang sabar,rendah hati,penuh kasih dan kemurahan,dsb...dsb...Kalau tidak demikian,maka,ketidak adilan,kekerasan,dsb seketika akan diselesaikan / dihakimi oleh Tuhan saat itu juga,tetapi karena Tuhan panjang sabar menunggu,supaya orang yang mau berpikir, sadar bahwa dunia yang dikuasai nafsu jahat ini tidak boleh diikuti begitu saja,tetapi harus mencari Tuhan yang mengajarkan semua kebaikan tanpa cacad cela,yaitu Hukum Kerajaan Sorga atau Hukum Kasih,Kasih kepada Tuhan (vertikal) dan Kasih kepada sesama (horizontal) tercrmin dalam Tanda Salib.Jadi Kasih identik dengan Salib,siapa mengasihi,harus rela memikul Salib penderitaan,karena semakin kita mengasihi banyak orang,maka semakin besar penderitaan yang harus kita tanggung.Sebagai perumpamaan, seorang ayah yang memiliki banyak anak,lebih banyak menderita dari yang memiliki sedikit anak,karena lebih banyak yang dikasihinya,karena ayah tersebut tidak rela melihat satupun dari sekian banyak anaknya yang hidup susah/menderita. Itulah Kasih Bapa kepada anaknya seperti yang diajarkan Tuhan....
ke lanjutan 4.

Anonymous said...

Lanjutan 4:
Hanya melalui Hukum Kasih maka manusia bisa masuk Sorga,karena di Sorga hanya berlaku Hukum Kasih supaya kehidupan di Sorga bisa selalu damai selama lamanya,sehingga manusia yang tidak mengenal kasih tidak mungkin bisa masuk Sorga,karena hanya akan mengacaukan kehidupan damai di Sorga dan akan mengakibatkan tidak ada kekekalan lagi disana, sesuatu yang kacau pasti menuju kehancuran,bukan kedamaian kekal.
Untuk melakukan Hukum Kasih,Tuhan mengajarkannya secara bertahap,pertama mengasihi orang tua kita seperti diri sendiri,kemudian mengasihi pasangan hidup kita seperti diri sendiri,selanjutnya mengasihi anak anak kita seperti diri sendiri,seterusnya mengasihi seisi rumah kita,tetangga kita,teman2 kita,dan seterusnya.Karena alasan itulah Tuhan sangat sangat membenci perceraian suami istri,karena dapat juga dimaknai pasangan tersebut sudah gugur pada latihan tahap awal,dan konsekuensinya sangat luar biasa,yaitu timbulnya kebencian ataupun kepahitan hati terhadap bekas pasangan hidupnya,anak-anak terhadap orang tuanya yang bercerai,dsb.Kondisi demikian ini menjadi salah satu sumber malapetaka kekacauan di muka bumi ini, anak yang kehilangan kasih sayang yang utuh dari orang tuanya akan sangat mudah tersesat didunia hitam yang menambah derajat kekacauan kehidupan manusia di dunia.
Tuhan juga mengajarkan,untuk mengetahui pohon yang baik atau pohon yang buruk dapat dilihat dari buahnya.Demikian juga untuk mengetahui ajaran itu dari Tuhan atau dari Iblis,cukup dengan melihat buahnya (buah dari ajaran tersebut),kalau ajaran tersebut dilakukan dengan sungguh sungguh membuahkan kebaikan…kebaikan…kebaikan…..dst sehingga menghadirkan suasana kedamaian Sorgawi bagi semua orang didunia,maka ..itu ajaran dari Tuhan.Tetapi sebaliknya,kalau membuahkan kekacauan… .kekerasan… .kengerian….dst sehingga meresahkan dan menyusahkan semua/ sebagian besar manusia di dunia,maka itu bukan dari Tuhan.

Anonymous said...

Lanjutan 5
Kebanyakan orang tidak paham bahwa setiap ajaran /agama memiliki allah yang ber beda-beda,makanya sabda allahnya (firmannya) juga berbeda beda,meskipun semuanya meniru semirip mungkin dengan Firman Tuhan sejati dari Allah Abraham,Allah Ishak,Allah Yakub,namun sudah pasti buahnya tentu berbeda.Yesus sudah ingatkan: "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.(Matius 7:15-18).....Pohon yang baik adalah Tuhan,dan pohon yang tidak baik adalah iblis.....Ajaran dari Tuhan (Firman Tuhan sejati) pasti berbuahkan kebaikan,tidak mungkin berbuahkan keburukan...tetapi sebaliknya,ajaran dari iblis (firman tuhan palsu) meskipun kelihatannya sangat baik,bahkan juga mengajarkan kebaikan,tetapi kalau dijalankan dengan sungguh sungguh ujung ujungnya akan membuahkan keburukan,kekacauan,kepahitan,kejahatan semata mata......(... aneh kan?tidak masuk logika ya?....tapi itulah faktanya..)
Jadi tidak perlu bertengkar,mari kita membuka hati dan sama-sama menyimak dengan hati jernih....ajaran mana yang buahnya baik,....dan ajaran mana yang buahnya tidak baik.......(meskipun sepertinya sama sama mengajarkan kebaikan..).
Raja Salomo (raja / nabi yang penuh hikmat dari Tuhan) mencatat dalam Kitab Amsal 14:12 :"Ada jalan yan disangka orang lurus,tetapi ujungnya menuju maut"......maut artinya kematian kekal / neraka.....
ke lanjutan 6.

Anonymous said...

Lanjutan 6:
Dengan fakta ini,masihkah diperlukan hukum lagi yang dapat menyempurnakan Injil Yesus Kristus....?bahkan pembawa ajaran tersebut bukan berasal dari garis keturunan Ishak (anak yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham untuk membawa berkat keselamatan bagi umat manusia)....padahal faktanya,sejak mulai janji Tuhan kepada Abraham maka pembawa Ajaran Tuhan (Firman Tuhan) selalu konsisten melalui SATU GARIS KETURUNAN / garis darah dan terakhir adalah Yesus Kristus yang mnyempurnakan.....mari rendahkan hati kita untuk mohon pimpinan Tuhan yaitu Allah Abraham,Allah Ishak,Allah Yakub,yaitu Yehovah Pencipta langit dan bumi supaya kita dibeikan Hikmat Sorgawi untuk memahami Karya Besar Yehovah,Allah bangsa Irael yang sudah ditransformasikan kepada seluruh bangsa lain diseluruh bumi tersebut tersebut,bangsa Israel sebagai saluran berkat bagi seluruh umat manusia,makanya Israel disebut bangsa pilihan Tuhan (ini hanya sebagai gambaran atau sebutan rohani bagi bangsa/ kumpulan orang yang beriman kepada Yehovah sampai pada akhir jaman).....

Dicky Haditya Noviandi said...

ajaran dari iblis (firman tuhan palsu) meskipun kelihatannya sangat baik,bahkan juga mengajarkan kebaikan,tetapi kalau dijalankan dengan sungguh sungguh ujung ujungnya akan membuahkan keburukan,kekacauan,kepahitan,kejahatan semata mata......(... aneh kan?tidak masuk logika ya?....tapi itulah faktanya..)

===================================

jwb : tidak ada yg aneh sama sekali kok, kalau yg membaca sudah pernah mengalami ngga akan aneh bro, mungkin kalau yg baca msh anank2 dan blm mengalami hal yg anda sebutkan d atas aneh :)

dickyhaditya007@gmail.com

Dicky Haditya Noviandi said...

Anonymous said...

Lanjutan 6:
Dengan fakta ini,masihkah diperlukan hukum lagi yang dapat menyempurnakan Injil Yesus Kristus....?

================================

jawab : masih laaah pak, jessus al masih sendiri yang bilang di
Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong lain, yang akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya."

Yohanes 15:26
"Aku akan mengutus kepadamu Penolong yang berasal dari Bapa. Dialah Roh yang akan menyatakan kebenaran tentang Allah. Apabila Ia datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku"

selengkapnya baca http://www.lampuislam.blogspot.com/2013/03/nabi-muhammad-dalam-bible-bagian-kedua.html

maaf bukan maksud menggurui, tapi anda tulis panjang kali lebar di atas tanpa ada dasar.

saya pun d sini sambil belajar untuk paham apa yg d sebut2 kebenaran sejati, atau jalan yg lurus ato apapun itu namanya. tp tlg kl ksh komentar ya pake dasar

Translate it by Google Translator