12 October 2006

Buku MISQUOTING JESUS bisa dipercaya !!!!

Ketika cendekiawan Alkitab Kelas Dunia, Barth D. Ehrman, pertama kali mulai meneliti naskah-naskah Alkitab dalam bhasa aslinya, ia TERCENGANG menyaksikan banyaknya kesalahan dan pengubahan sengaja yang dilakukan para penerjemah awal.

Dalam Misquoting Jesus, Ehrman menuturkan kisah di balik kesalahan dan pengubahan yang dilakukan para penulis zaman dulu terhadap Perjanjian Baru serta memperlihatkan dampak besarnya terhadap Alkitab yang kita gunakan dewasa ini. Ia menyusun tuturannya dengan kisah-kisah pribadi tentang bagaimana penelitiannya terhadap MANUSKRIP-MANUSKRIP Yunani membuat ia meninggalkan pandangan-pandangannya yang SUPER KONSERVATIF terhadap Alkitab.

Sejak adanya mesin cetak dan reproduksi yang akurat atas naskah-naskah Alkitab, kebanyakan orang beranggapan bahwa sewaktu membaca Perjanjian Baru, mereka sedang membaca salinan yang sama persis dari kata-kata Yesus atau tulisan-tulisan Santo Paulus. Tetapi, selama hampir seribu lima ratus tahun sebelumnya, manuskrip-manuskrip itu disalin dengan TANGAN OLEH PARA PENYALIN yang sangat dipengaruhi oleh perdebatan-perdebatan budaya, teologis, dan politis pada zamannya. TERDAPAT BANYAK KESALAHAN tak disengaja maupun pengubahan yang disengaja di dalam manuskrip-manuskrip yang masih ada, sehingga pemulihan kata-kata yang asli sangat SULIT DILAKUKAN. Untuk pertama kalinya, EHrman menyingkapkan di mana dan mengapa pengubahan-pengubahan itu di lakukan dan bagaimana para cendekiawan mulai memulihkan kata-kata asli Perjanjian Baru SEDEKAT MUNGKIN.

Ehrman mengajukan argumen yang menghebohkan bahwa banyak kisah dalam Alkitab yang sudah AKRAB DITELINGA kita dan kepercayaan yang SUDAH DITERIMA luas mengenai KEILAHIAN YESUS, TRITUNGGAL, DAN ASAL USUL ALKITAB itu sendiri berasal DARI PENGUBAHAN SENGAJA MAUPUN TIDAK SENGAJA oleh para penyalin ----- pengubahan-pengubahan yang berpengaruh sangat hebat terhadap semua versi Alkitab setelahnya.

BART D. EHRMAN, mengepalai Fakultas Kajian Agama di University of Carolina di Chapel Hill. Ia adalah pakar sejarah Perjanjian Baru, gereja perdana, dan kehidupan Yesus. Ia telah merekam dalam kaset beberapa seri kuliah yang sangat populer untuk Teaching Company dan menulis Lost of Christianities : The Battles for Scripture and the Faiths We Never Knew dan ; Lost Scriptures : Books that Did Not Make It into the New Testament. Ia tinggal di Durham, North Carolina.

(sumber : Halaman depan buku Misquoting Jesus)

9 comments:

Anonymous said...

Setuju! Saya sudah membacanya, bahwa selain kesalahan juga terdapat fakta penyusupan ayat yang bisa dikatakan ayat palsu, tentang kenaikan Yesus, dimana dalam alkitab paling tua (codex apa, saya lupa namanya) ayat itu tidak ada, begitu juga tentang perajaman pezinah. dimana seharusnya yang dirajam adalah pelakunya, baik pria dan wanita, lagi2 saya lupa ayat apa dan pasal berapa. Sesuai janji Allah, bahwa jika kitab bukan dari sisi Allah, maka kitab tersebut tidak akan dipelihara Allah (maaf, lagi2 saya lupa QS apa dan ayat berapa, namun saya yakin pendapat saya ini benar, cuma lupa nama ayatnya, hehe..) Abu Yahya Liem Gunawan (Liem Wan Hzien)

Andrew said...

Dasar orang GOBLOK yakin pendapatnya benar tapi fakta untuk menyakinkannya tidak ada? bagaimana anda mengatakan api itu panas kalau belum pernah terbakar? kalau mau ngasih pendapat yang rasional. jangan Pemikiran TOLOL dan GOBLOK kamu yang kamu bawa, nantinya memunculkan persepsi dan bisa2 perpecahan.

upsss saya LUPa... lupa dan lupa. lupa aja kamu pernah hidup dan mati sekalian.

dasar orang TOLOL.

Mario-Bross said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

@Andrew
Dasar saliblis berilmu cetek..
hehe...

Anonymous said...

heran ma ni muslim! maksain alkitab harus sama kayak quran, Lu kalau Percaya Ma agama Elu Silahkan Aja! Jangan Bawa2 Alkitab Kristen!Nazisssss......Cuih..........

kristolog said...

lho...lho...orang kristen sinting kabeh.

kok gua disalahin? gua kan baca buku seorang pendeta yang begitu yakin akan alkitab, lalu dia pelajari itu alkitab. eh...keluarnya malah dia bikin buku kayak ginian. menceritakan apa adanya. bukannya dia kesambet oleh roh bulus...eh malah dapat kebenaran. gimana tuh?

Anonymous said...

Brdasarkan argumen diatas: Berarti alkitab bkn kitab suci dunk, kan bnyk penambahan2 ayat. Kalau bnr2 kitab suci itu hrs asli(tdk ada penambahan n pengurangan ayat) dr tuhan

muhammad rasulku said...

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an?
Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah,
tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya.”
(QS.An-Nisaa’:82)

makna ayat diatas adalah menyatakan bahwasanya jikalau Kitab Suci itu tidak berasal dari Allah maka akan terjadi banyak kebengkokan yakni adanya perubahan makna dan pertentangan di sana sini. sebagaimana Alkitab saat ini. memiliki banyak versi dan setiap versi memiliki banyak pertentangan. sulit diakui kebenarannya. gunakanlah hai manusia akal untuk berfikir kenapa bisa demikian. jangan hanya mengikuti agama nenek moyang saja. yang kemungkinan kebiasaan nenek moyang itu adalah salah. itulah gunanya allah berikan akal dan pikiran untuk digunakan dengan baik.

Anonymous said...

Yg perlu teman2 tahu, mengapa ada org2 spt bart ehrman dgnpandangan spt ini.
Karena Alkitab di jadikan sbg objek penelitian sastra menggunakan metode kritik teks, kritik historis, kritik sumber dsb. Dan ini adlh tindakan yg fair sekali di kalangan sains. Jika para teolog muslim berani menggunakan metode yg sama utk al quran, bisa di liat hasilnya.
Bart melakukan human entrepretation terhadap devine book dan ini sah-sah saja bg yg mau mengakuinya. Posisi sy di sini, tetappercaya kpd inerrancy alkitab dan bs dibuktikan sygnya furum ini terbatas. Gbu.

Translate it by Google Translator