06 October 2006

Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru

Display Buku Kalau selama ini Anda sangat meyakini Kitab Suci sebagai Wahyu Allah, atau lebih ekstrem lagi diberikan oleh Allah, dan mendasarkan seluruh iman Anda pada Kitab Suci, buku ini akan membuat Anda lebih kritis terhadap Kitab Suci dan bisa jadi mampu menggoyahkan keyakinan Anda yang sudah mengakar bertahun-tahun. Kalau Anda orang Kristen, Anda harus bersiap diri untuk banyak hal tak terduga, yang jauh di luar bayangan dan keyakinan Anda. Namun demikian, Anda wajib membaca buku ini untuk lebih mematangkan dan mendewasakan iman Anda.

Pada tahun 1707, John Mill, mengumpulkan sekitar 100 manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil kerja kerasnya selama 30 tahun, para pembaca akan terkaget-kaget melihat sedikitnya 30.000 perbedaan yang telah Mill temukan. Dan kritik keras pun sebenarnya telah dilontarkan sejak abad kedua oleh Celsus, yang dicap kafir, yang menyatakan bahwa orang Kristen mengubah-ubah naskah sekehendak hati, seperti orang mabuk yang baru pulang dari lomba minum.

Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah Perjanjian Baru, yang antara lain menyatakan:

"apakah mungkin... kalau Allah memberikan kepada umat-Nya Buku-buku sebagai Aturan untuk melayani Dia, tetapi Dia pada saat yang sama membiarkan naskah yang pertama dan asli dari Buku-buku itu hilang sejak awal berdirinya Agama Kristen?"

Karena di zaman berdiri dan berkembangnya agama Kristen belum ada mesin cetak untuk memproduksi sebuah naskah, maka setiap orang atau komunitas kristiani yang membutuhkannya melakukan penyalinan. Salinan demi salinan Kitab Suci menimbulkan perbedaan, sebagian barangkali tidak disengaja, tapi sebagian besar dilakukan dengan sengaja, dengan motivasi dan tujuan tertentu.

Perdebatan mengenai keotentikan naskah kitab suci memang sudah berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun, dan dalam buku ini Bart Ehrman akan menunjukkan kepada kita siapa-siapa yang mengubah teks-teks (mengubah kata, kalimat, bahkan menambahkan atau mengurangi sebuah cerita) Kitab Suci; contoh bagian-bagian mana yang telah diubah; dan mengapa mereka melakukan pengubahan itu.

Pertanyaannya: kalau Kitab Suci diubah-ubah oleh banyak tangan, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari satu wilayah ke wilayah lain, apakah kata-kata yang tertulis di dalamnya sungguh-sungguh merupakan Sabda Allah? Kalau bukan, lantas bagaimana iman kita yang selama ini didasarkan pada Kitab Suci?

Hasil studi dan temuannya dipaparkan dengan sangat gamblang, dengan bahasa yang mudah kita cerna, sekalipun kita masih awam dalam studi kitab suci.

10 comments:

profile TK UTAMI DEWI.kali baru. said...

asalamu'alaikum, buku yg bagus untuk di baca sg penambah pengetahuan,klo bisa di sertakan sebagian isinya yg pokok ,alaikum salam

Ronal_The_Fuck-Er said...

buku bgs,di palembang da edar lum?

Anonymous said...

hai manusia yang tinggi hati dan merasa dipuncak ilmu pengetahuan,, seberapa lama umur ilmu yg kau pakai, seberapa besar otakmu, dan seberapa rendah hati kau dalam mencerna apa yg jadi kehendakKu. tertutuplah segala ilmu pengetahuan akan kebenaran dari hati dan pikiran rg yg tinggi hati dan sombong.(Yahweh)

Anonymous said...

hahaha....itu mah gak seberapa boss...banyak banget buku kayak itu...cuman apakah tanggapannya sama klo Satanic Verses beredar di Gramedia...adakah muslim yg bilang buku itu bagus ?

Anonymous said...

wah ternyata lebih banyak lg toh...
kira2 bener2 dibaca kristiani gak yah?? itu kan semua PR buat mereka..

satanic verses...done!! expired now....anything else???

(TK UTAMI DEWI) kali baru. said...

Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah Perjanjian Baru,
Richard Simon ..tuh siapa..?
apa kepercayaanya..?
apa kepentingannya..?

hamba Allah said...

anonymous mencoba untuk membela paus...
pdahal sudah terbukti mana yang benar dan mana yang salah

Anonymous said...

Motivasi penulis sebenarnya apa? banyak orang gampang sekali bikin buku yang ga jelas dengan memaparkan bukti2 yang seakan-akan sah dari orang yang ga jelas pula. semoga kita semua ga gampang terpengaruh dan terpancing dengan semua omong kosong yang ga jelas, yang dibuat jelas2 dengan motivasi menghina agama tertentu. Tuhan sangat baik, sehingga membiarkan pencemooh masih berkeliaran dan ngomong seenaknya. Tiba saatnya nanti semua akan terbuka kebenarannya bagi orang yang terpilih untuk mengerti.

Anonymous said...

Wallahualam bi shawab...
Bagi-NYA (ALLAH) apa yang ada di langit dan di bumi dan DIA-lah penguasa atas hari pembalasan...

"ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.



Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.



Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab (Hari Pembalasan)."

Wallahualam bi shawab...

Anonymous said...

buku yg bagus untuk instropeksi...silakan dalami kitab masing2 lagi...kata2 Tuhan pasti beda dengan kata manusia...

* kmrn saya baca tentang ayat2 porno..nah itukah kata/bhs Tuhan????

Translate it by Google Translator