17 February 2015

Maurice Bucaille, Ilmuwan Besar Perancis Peluk Islam Usai Bedah Mumi Firaun





Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana Alquran mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898.

Maurice Bucaille lahir di Perancis. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia belajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Prancis. Kemudian menjadi dokter bedah terkenal dan terpintar yang pernah dimiliki Perancis modern. Namun, cerita keislamannya mampu mengubah hidup dia.

Perancis terkenal sebagai negara yang tertarik dengan arkeologi dan budaya. Di akhir 80an, Perancis meminta Mesir untuk mengirimkan mumi Firaun untuk dilakukan serangkaian eksperimen dan penelitian.

Akhirnya mumi penguasa Mesir terkenal tersebut akhirnya tiba di Perancis. Mumi itu kemudian dipindahkan ke ruangan khusus di Monument Center. Para arkeolog, ahli bedah dan ahli anatomi mulai melakukan studi tentang mumi ini dalam upaya untuk menyelidiki misteri Firaun.

Dokter bedah senior dan ilmuwan yang bertanggung jawab atas studi tentang mumi Firaun adalah Profesor Maurice Bucaille. Sementara proses restorasi mumi berjalan, Maurice Bucaille sibuk dengan pikirannya. Dia mencoba untuk menemukan bagaimana Firaun ini meninggal.

Saat larut malam, ia menemukan penyebabnya. Sisa-sisa garam yang terjebak dalam tubuh mumi itu adalah bukti bahwa ia meninggal karena tenggelam dan mayatnya segera diangkat dari laut.

Terlihat jelas juga bahwa para pendeta Mesir kuno buru-buru mengawetkan tubuh Firaun tersebut. Tapi Maurice bingung dengan sebuah pertanyaan, bagaimana tubuh ini–dengan mengesampingkan tubuh mumi lainnya dari Mesir kuno– tetap utuh hingga sekarang meskipun tubuhnya pernah tenggelam di laut.

Maurice sibuk memikirkan hal tersebut ketika seorang koleganya mengatakan tidak usah terlalu dipikirkan karena dalam Islam disebutkan bahwa Firaun ini memang tenggelam.

Pada awalnya, dia sangat tidak yakin dan menolak pernyataan tersebut. Dia mengatakan penemuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui peralatan komputer canggih dan modern.

Maurice bertambah tercengang setelah koleganya yang lain mengatakan bahwa Alquran, kitab suci yang dipercaya muslim, menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan mengatakan tubuh tersebut akan tetap utuh meskipun ia telah tenggelam.

Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana kitab suci umat Islam ini mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898. Selain itu Alquran juga baru diturunkan kepada umat Islam selama lebih dari 1400 tahun setelah peristiwa tenggelamnya Firaun. Mengingat juga sampai beberapa dekade lalu seluruh umat manusia termasuk muslim tidak tahu bahwa orang Mesir kuno mengawetkan firaun mereka?

Maurice Bucaille terjaga sepanjang malam menatap tubuh Firaun, berpikir mendalam soal kitab Alquran yang secara eksplisit mengatakan bahwa tubuh ini akan utuh setelah tenggelam.

"Bisakah dipercaya nabi Muhammad SAW tahu tentang ini lebih dari 1.000 tahun yang lalu ketika saya baru saja mengetahu hal itu?" pikir Maurice.

Pikiran Maurice malam itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan keheranan tentang kitab suci umat Islam. Mumi tersebut akhirnya dikembalikan ke Mesir.

Jatuh Cinta dengan Alquran

Tapi, karena ia sudah tahu tentang kisah Firaun versi muslim, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Kebetulan saat itu di Arab Saudi diadakan konferensi medis yang dihadiri banyak ahli anatomi muslim.

Di sana, Maurice memberitahu mereka tentang penemuannya, yaitu bahwa tubuh Firaun itu tetap utuh bahkan setelah ia tenggelam. Salah satu peserta konferensi membuka Alquran dan membacakan surat Yunus ayat 92 yang menceritakan kisah bagaimana tubuh Firaun diangkat dari dasar laut dan atas izin Allah, tubuh itu akan utuh agar menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir sesudahnya.

Dalam kegembiraannya setelah dibacakan ayat tersebut, Maurice berdiri di hadapan para peserta konferensi berkata, 'Aku telah masuk Islam dan percaya pada Alquran ini'.

Saat kembali ke Perancis, Maurice Bucaille menghabiskan 10 tahun melakukan studi tentang kesesuaian fakta-fakta ilmiah saat ini dengan yang disebutkan dalam Alquran. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alquran tidak pernah bertentangan dengan satupun fakta ilmiah.

Dia kemudian menulis buku tentang Alquran yang menghebohkan seluruh negara-negara Barat, dengan judul, "The Bible, The Qur'an and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge."

Buku tersebut sangat laris dan bahkan ratusan ribu eksemplar telah diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Persia, Turki dan Jerman. Bahkan tersebar ke hampir semua toko buku di seluruh dunia.

"Sisi ilmiah dari Alquran telah mengejutkan saya sejak awal, karena pikiran saya belum pernah melihat begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang disuguhkan secara akurat. Itu semacam cermin bagi ilmu pengetahuan yang sudah ditulis dalam buku-buku ilmiah selama ini padahal ilmu tersebut sudah ada lebih dari 13 abad yang lalu," sepenggal catatan kata pengantar Maurice dalam bukunya. (Sumber: Onislam.net)



--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

9 comments:

Anonymous said...

Dalam Yohanes 17:3 tidak tertulis seperti yang ada pada artikel ini. Isi yang sebenarnya adalah sebagai berikut : Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. "

Anonymous said...

itu kitab nya org kristen labil2 yah, gak ky alquran kitab suci yang sempurna

Anonymous said...

itu kitab nya org kristen labil2 yah, gak ky alquran kitab suci yang sempurna

echo Hermawan said...

Woi, Firaun itu sebuah gelar raja mesir bukan nama seorang raja. jadi Firaun itu BANYAk bukan cuma SATU.

cerita ttg firaun lebih lengkap di Alkitab dibandingkan dgn di alquran keles. di Akitab lebih kronologis

Andy Jim said...

maaf doktrin taqiya menjadikan muslim banyak terjebak dengan kepalsuan... taqiya menghalalkan segala cara... termasuk tersenyum tulus di depan lawan walaupun tidak di dalam hati... berkata yg tidak benar demi menutupi sesuatu yg benar...
sebelum muhammad merintis Islam, kehidupan dia waktu dibesarkan oleh orang tua angkat dan dibimbing oleh pamannya Abu Thalib, pasti di bekali dengan cerita dan ajaran Taurat.... bahkan salah satu isteri Rasul yakni Maria binti Syama'un adalah hadiah raja Muqauqis (penganut kristen koptik di mesir) pasti banyak bercerita dengan Muhammad bahkan Muhammad sangat dekat dengan Maria, sampai-sampai isteri nabi yg lainnya cemburu.
dari Sumber-sumbernya saja, kita tinggal pakai logika.. ngapain Alloh nurunin ayat yang sudah diketahui semua orang... bahkan tradisi mumi di Mesir, sudah di ketahui semua orang di kawasan timur tengah....

lucifer said...

Yoh 17 : 3 jelas mengatakan bahwa Yesus (isa) adalah hanya utusan Allah. Artinya Yesus juga manusia dan sama seperti para nabi lainnya yang hanya utusan Allah. Pertanyaannya kenapa hingga sekarang justru Yesus nya yg di sembah ?

Borjue said...

Mereka agama sebelah tetep bebel waloupun udh nyata2 fakta Al -quran berkata demikian, cobalah utk ikhlas mengakui kebenaran Al quran saudaraku..

Msd Bima said...

Setau saya misioneris lah yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, berbohong, berpura2 baik, segala macam cara
*Non Muslim jadi Muslim selalu karena akal dan pikirannya
*Non Kristen jadi Kristen selalu karena indomie dan mimpi

Huda said...

Mayoritas orang Mekkah pada saat itu adalah orang2 musyrik penyembah berhala, bukan orang yahudi atau nasrani, jadi jelas bagaimana mungkin pamannya memberikan kisah2 ttg israiliyyat kpd Nabi Muhammad SAW

Translate it by Google Translator